Saturday, May 01, 2010

Michael S. Sunggiardi : Indonesia Butuh Konten

Akhir Maret 2010, jumlah pemakai Facebook di Indonesia mencapai 20.803.540 orang. Cukup mencengangkan, Indonesia menduduki tempat ke-3, di bawah Amerika dan Inggris dalam jumlah pemakai Facebook, berdasarkan situs http://www.facebakers.com, yang rajin mengumpulkan data tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Facebook.
Memang jumlahnya masih kurang dari 10% populasi Indonesia, tetapi sudah bisa unjuk gigi di dunia internasional, dan sudah dapat membuktikan bahwa konten di jaringan Internet sangat penting untuk majunya sebuah negara. Meningkatnya jumlah pengguna Facebook ini diikuti oleh naiknya bisnis dot com, yaitu naiknya biaya iklan online yang saat ini sudah mencapai puluhan juta rupiah per hari tayang. Angka yang menarik inilah yang saat ini diperebutkan oleh portal-portal populer yang mengetengahkan berita dan ulasan, serta forum-forum tentang kejadian-kejadian di Indonesia dan manca negara.

Keberhasilan ini sebetulnya masih belum dapat dibanggakan oleh kita semua karena peningkatan pemanfaatan Internet yang hebat di Indonesia ini hanya berupa perlengkapan komunikasi dasar dari sistem jaringan komputer berbentuk peranti jejaring sosial (social networking), yaitu menghubungkan satu pengguna dengan ribuan atau jutaan pengguna lain secara daring (online). Konten yang betul-betul produk Indonesia saat ini, baru portal berita dan ulasan tentang masalah sosial, ekonomi dan politik, yang saat ini dijadikan sebagai bisnis utama.

Pengguna Internet yang berasal dari masyarakat umum saat ini sekitar 20 juta dapat memenuhi paling tidak sepertiga populasi pengguna Internet. Target pemakai dengan jumlah populasi yang besar dan terus berkembang serta berkelanjutan adalah anak-anak usia sekolah. Diperkirakan sekitar 50 juta anak usia sekolah saat ini dapat menjadi target untuk pemanfaatan Internet dengan konten pendidikan.

Konten pendidikan sebetulnya sudah lumayan banyak, namun tidak teratur dan tidak adanya penekanan dari sekolah untuk pemanfaatkannya secara intensif. Kebanyakan konten masih dalam bentuk animasi untuk satu pengguna. Banyak produsen aplikasi masih bingung untuk menemukan cara masuk ke dunia dot com yang terbuka, dan punya risiko tinggi untuk digandakan dengan mudah.

Konten bisnis juga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pemanfaatan Internet. Konten bisnis adalah portal bisnis yang digunakan untuk berkomunikasi business to business (B2B), business to government (B2G), business to customer (B2C), dan customer to customer (C2C) yang sudah dimulai sejak 2004 yang lalu. Portal C2C yang sedang marak penggunanya, misalnya forum jual beli, juga dapat meningkatkan pemanfaatan Internet secara terus menerus.

Sementara portal government to customer (G2C) sebetulnya harus dirangsang agar lebih banyak pemakaiannya, dalam bentuk pemindahkan semua transaksi kertas menjadi transaksi elektronik berbasis web, misalnya memperpanjang KTP, SIM atau surat-surat lain. Peluang G2C ini sangat besar dan betul-betul merupakan killer application untuk 220 juta lebih manusia Indonesia.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Budi Rahardjo : Ujian Online

Baru-baru ini, saya mencoba melakukan ujian secara online di kelas saya. Ujian tersedia di server yang dipasangi program Moodle. Program ini memiliki fitur quiz, yang kemudian saya manfaatkan untuk ujian. Terdapat beberapa kejadian menarik saat ujian online ini berlangsung. Berikut ini sedikit pengalaman saya.
Meskipun sebenarnya ujian ini dapat diakses dari mana saja, mahasiswa saya minta untuk hadir di satu tempat. Dikarenakan jumlah mahasiswa saya cukup banyak (lebih dari 100 orang) clan sulit menemukan ruang dengan komputer yang cukup banyak maka mereka dipecah ke tiga ruangan komputer.

Alasan untuk menghadirkan mereka secara fisik di satu tempat adalah daftar hadir kami masih konvensional, yaitu menggunakan tanda tangan di atas kertas. Selain itu, saya belum terlalu yakin dengan keandalan dari ujian online ini, baik dari kemampuan server maupun ketersediaan jaringan. Terkumpulnya peserta ujian di satu tempat, me,yakinkan saya bahwa akses (jaringan) mereka sama clan memudahkan untuk memberikan instruksi, menjawab pertanyaan, clan menangani masalah. Di kemudian hari, harapan saya mereka bisa melakukan ujian dari mana saja, selama mereka bisa mengakses server.

Betul saja, salah satu masalah yang kami temui adalah server tidak sanggup menangani beban peserta pada saat bersamaan. Waduh! Web server, yang juga digunakan untuk layanan lain, ternyata sempat jatuh terkapar beberapa kali. Demikian pula, ternyata jembatan antara web server dengan database sempat bermasalah. Masalah ini bisa dipecahkan dengan menyediakan sumber daya komputasi yang lebih besar.

Ketika server sedang jatuh maka mahasiswa hanya bisa menunggu. Lagi-lagi, untungnya mereka berada pada tempat yang sama sehingga bisa saya berikan instruksi secara manual, dan mereka tidak menjadi tegang (stress). Namun, ujian yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit, menjadi lebih dari satu jam. Ini perlu diperhatikan. Harus ada waktu cadangan bila ada hat-hal yang tidak diinginkan, seperti server
susah diakses.

Setelah aplikasi bangkit lagi maka mahasiswa bisa melanjutkan ujiannya. Namun, sayangnya sebagian besar harus mengulang lagi. Nah, fitur quiz dapat diset agar mahasiswa bisa mengambil tes beberapa kali. Untungnya, saya konfigurasi agar mereka diperkenankan untuk mengulang ujian tersebut. Namun, ternyata ketika mengulang, mereka bisa tahu jawaban mana yang salah sehingga mereka bisa memperbaiki jawaban mereka. Di kemudian hari, jika sistem sudah sangat andal maka ujian bisa dibatasi untuk diambil sekali saja.

Satu masalah lain adalah bagaimana menghindari kecurangan seperti kerja sama (atau malah menggunakan joki) dan menyontek. Keberadaan mahasiswa pada satu tempat bisa menghindari joki. Saya masih belum tahu bagaimana caranya menghindari hal ini, apabila mahasiswa bebas melakukannya dari mana saja.

Moodle memiliki fatur pengacakan soal dan jawaban. Sistem bisa memilih 40 soal dari ratusan soal di bank soal. Untuk setiap soal pilihan berganda, jawaban bisa diacak urutannya. Hal ini disertai dengan batasan waktu agar dapat mengurangi kerja aama. Ujian yang saya lakukan kemarin belum melakukan hal ini. Toh, mahasiswa ternyata menikmati ujian sendiri-sendiri. Ternyata, hal ini tidak terlalu masalah.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

I Made Wiryana : Apa Jadinya eGov tanpa OSS?

Mendengar judul di atas, tentu orang banyak yang menjawab, "Ah, program open source atau proprietary, kan sekedar alat bantu. Gunakan saja sesuai dengan situasi yang ada." Tentu saja untuk penggunaan pribadi atau perusahaan, tidak menjadi masalah. Namun, bila melibatkan kalangan pemerintah, misalnya untuk eGovernment maka pertimbangannya menjadi tidak mudah lagi.
Untuk pemanfaatan di lingkungan pemerintahan, mau tidak mau pertimbangan pemberian informasi kepada publik haruslah menjadi pertimbangan utama. Sebagai contoh, sistem eVoting dan eProcurement atau Single Identificaton System menuntut persyaratan bahwa sistem-sistem tersebut harus dipercaya oleh pengguna. Artinya, pengguna mempercayai sistem tidak melakukan kecurangan. Atau bila ada kecurangan yang disebabkan pihak internal, maka dapat dilakukan pendeteksian ataupun penjejakan. Seorang system administrator atau pemilik sistem tidak dapat secara semena-mena mengganti data yang telah dimasukkan. Tentu saja bila ada pertanyaan atau keraguan tentang akuntabilitas sistem maka kebutuhan source code tak dapat dihindarkan. Keberadaan source code ini bisa dalam bentuk perjanjian khusus ataupun karena memang perangkat lunak tersebut bersifat open source.

Sistem tanpa source code sangat rentan terhadap ketidakpercayaan berbagai pihak. Sebab proses melakukan audit perangkat lunak tersebut sangatlah sulit sehingga pengujian yang dapat dilakukan hanyalah bersifat black box testing. Sistem hanya dapat diuji dengan masukan dan keluaran saja, dan tentu saja pengujian seperti ini memiliki keterbatasan. Pengujian ini selalu menyisakan pertanyaan tentang proses apa yang sesungguhnya terjadi di sistem.

Berbeda dengan sistem yang memiliki source code maka pengujian oleh pihak bukan pembuat dapat dilakukan, baik dengan metodologi black box testing maupun white box testing. Sistem diuji bukan saja terhadap hasil masukan berapa dan berapa hasil keluarannya, tapi juga pada proses yang dilakukan, dan hasil-hasil sementara yang dihasilkan.

Pada beberapa negara, keberadaan source code untuk perangkat lunak yang bersifat kritis dan untuk kepentingan publik ini selalu menjadi persyaratan. Tentu saja, persyaratan ini jauh lebih mudah dipenuhi oleh perangkat lunak open source daripada perangkat lunak proprietary. Pada perangkat proprietary, dibutuhkan perjanjian khusus dengan harga yang lebih tinggi dari harga biasa. Untuk kondisi Indonesia, belum tentu vendor proprietary bersedia melakukan hal tersebut.

Selain syarat open source, sistem seperti eProcurement yang bersifat nasional, tentu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sistem lain secara mudah. Untuk itu, persyaratan interoperabilitas dan preservasi data tidak dapat dihindarkan. Dengan interoperabilitas maka di masa depan akan terhindar sistem informasi yang seperti pulau-pulau terpisah karena tidak bisa saling berbicara. Kedua syarat ini menjadikan data dapat dibaca oleh siapapun dan oleh perangkat lunak apapun, walau tidak dari vendor yang sama.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Fitur Baru di Vyatta 6.0

Pada 31 Maret 2010, Vyatta telah merilis versi terakhir dari sistem operasi Linux router/firewall miliknya, yakni Vyatta 6.0. Versi ini sudah siap digunakan oleh para ahli jaringan dan dunia usaha yang mencari sumber terbuka alternatif untuk kebutuhannya. Fitur terbesar yang disertakan pada rilis ini adalah Remote Access API barn, yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan perangkat untuk mengontrol router atau memasukan fungsi dalam aplikasi yang sudah ada.
Dengan Vyatta 6.0, perusahaan juga memperkenalkan sistem tiering yang baru. Sistem operasi dasar akan dirilis sebagai Vyatta Core, dan akan tersedia secara gratis sebagai proyek open source. Bagi para pelanggan yang memilih Subscription Edition akan mendapatkan dukungan komersial, tambahan lebih banyak tool (termasuk API Remote Access), dan tambahan sejumlah fitur eksklusif yang lain.

Pelanggan Vyatta Plus aka n mendapatkan lebih banyak fitur, termasuk VyattaGuard Web Filtering. Pemilihan model oper-core yang dipilih oleh Vyatta, diklaim dapat mempercepat proses update ke semua pengguna Vyatta dalam waktu yang bersamaan.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Solusi Komputasi Awan Berbasis Ubuntu Enterprise Cloud dan DELL

Canonical merupakan sedikit dari pemain baru dipasar server Linux, namun telah memffiki kemajuan besar. Hal ini berkat pendekatan yang lebih, dimana Canonical menawarkan Ubuntu Server secara free. Ha1 ini sangat berbeda dengan solusi server dari Red Hat atau SUSE. Hal lain yang menjadi pembeda adalah solusi cloud computing bernama Ubuntu Enterprise Cloud. Canonical juga mengumumkan kemenangan pihaknya di pasar, bekerja sama dengan Dell.
Mark Murphy, Global Alliance Director Canonical, mengumumkan kalau Dell telah menawarkan sejumlah blueprint hasil konfigurasi yang telah dioptimalkan untuk kasus berbeda, dan menggunakan skala. Blueprint ini akan mencakup hardware PowerEdge-C, software UEC, dan layanan dukungan yang menyeluruh. Tim Dell memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup kuat di bidang ini, dan dapat memberikan panduan rinci seputar solusi blueprint, yang biasa terdapat di pengembangan bertaraf enterprise.

Ubuntu Enterprise Cloud juga bekerja sama dengan produk proprietary dari Microsoft dan VMware, yang juga didukung oleh Dell. Canonical mengatakan kalau ini merupakan kali pertama vendor hardware ternama menawarkan solusi komputasi awan berbasis open source.

Nantinya, Dell akan menawarkan sistem berbasis Ubuntu 10.04 LTS, dan pelanggan akan mendapatkan produk komputasi awan yang kompatibel dengan API Amazon EC2 (Elastic Cloud Computing) dan S3 (Simple Storage Service). Untuk memastikan hal ini berjalan dengan baik, pihak Canonical telah bekerja sama dengan para insinyur Dell selama enam bulan terakhir, untuk memastikan 100% kompabilitas antara server Dell PowerEdge-C dan Ubuntu Enterprise Cloud.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Rilis OpenSSL 1.0.0

Setelah melewati beberapa tahun tahap pengembangan, dan mengeluarkan beberapa versi beta, pada 29 Maret 2010, pengembang OpenSSL telah merilis OpenSSL 1.0.0. Kode sumber dari OpenSSL 1.0.0, kini sudah dapat di-download dari url http://www.opc:nssl.org/source/. Versi OpenSSL 1.0.0 ini telah menyertakan sejumlah fitur baru dan sejumlah peningkatan, termasuk dukungan untuk Whirpol, algoritma hash bebas untuk algoritma SHA-1 dan MD5.
Dukungan untuk kriptografi kunci publik berbasis kurva clips juga telah ditambahkan. Tim pengembang juga telah memasukkan GOST, standar kriptografi Rusia ke OpenSSL. Proses query sertifikasi yang telah di blokir melalui Certificate Revocation Lists (CRLs) dan Online Certificate Status protocol (OCSP), juga telah ditingkatkan. Penjelasan lengkap dari semua perubahan dan fitur baru yang terdapat pada OpenSSL 1.0.0, dapat dilihat pada file change log yang terdapat dalam paket tarball sumber kodenya.

Dalam file log yang terdapat dalam paket tarball, diinformasikan sejumlah hal yang akan ditingkatkan pada versi 1.1.0. Informasi lebih lanjut mengenai OpenSSL, dapat dilihat pada situsnya yang berlokasi di www.openssl.org.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

SliTaz GNU/Linux 3.0

SliTaz, distro Linux Live CD/USB yang hemat memory dan memiliki ukuran file yang kecil, telah merilis versi terbarunya, yakni S1iTaz GNU/Linux 3.0. SliTaz GNU/ Linux 3.0 telah dilengkapi dengan paket X Server terbaru, yakni X.Org 7.4, dan browser Midori yang berbasiskan Webkit. SliTaz 3.0 juga telah dilengkapi dengan Linux Kernel 2.6.3 0.6, dan sejumlah tambahan aplikasi lainnya.
Dalam pengumuman resminya, tim SliTaz yang diwakili oleh Christophe Lincoln, menyatakan kebanggaannya dapat merilis S1iTaz GNU/Linux 3.0. Versi terbaru dari S1iTaz ini diklaim lebih mudah, lebih cepat, dapat dikustomisasi, lebih powerful, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Versi 3.0 ini sendiri baru dapat dirilis, setelah melalui satu tahun masa pengembangan.

Desktop inti dari SliTaz 3.0 dilengkapi dengan X.Org 7.4, Openbox, komponen LXDE, dan sejumlah aplikasi buatan sendiri. Meski berukuran kecil, distro ini sudah dapat digunakan untuk berselancar di dunia maya, mendengarkan musik, dan memanajemeni file gambar. Jika paket yang dikemas masih terasa kurang, S1iTaz juga menyertakan lebih dari 900 paket aplikasi yang dapat ditambahkan. Distro ini juga dapat diinstalasikan ke USB flash drive dengan tazusbbox.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

WordPress untuk Android

Pada tanggal 31 Maret 2010, pengembang WordPress telah mengumumkan ketersediaan rilis WordPress 1.1 yang ditujukan untuk platform Android. Dengan ini, para pengguna Android dapat melakukan proses pengiriman dan pengeditan blog mereka dari perangkat mobile berbasis Android, dengan menggunakan aplikasi WordPress. Update poin pertama dari Word Press untuk Android ini telah menyertakan sejumlah perubahan, dan sejumlah fitur terkini.
Rilis terbaru ini telah menyertakan sejumlah peningkatan fitur untuk user interface, termasuk perubahan untuk halaman, tampilan komentar,memiliki kemampuan untuk mengambil file gambar, dan manambahkan ke entri blog secara langsung dari perangkat Android.

Sejumlah update lain, di antaranya pilihan moderasi untuk menaruh komentar, dan pilihan untuk memilih berbagai macam kategori sekaligus saat menambah atau mengedit posting. Update terbaru ini juga sudah menyertakan sejumlah lokalisasi bahasa, seperti Jerman, Perancis, Finlandia, Indonesia, dan Slovakia. Pengguna yang tertarik untuk berkontribusi, dipersilakan untuk mengunjungi portal developer WordPress untuk Android di url http://dev.android.wordpress.org.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Novell Tolak Tawaran Akuisisi Senilai US$2 Miliar

Novell, Inc. telahmemberiketerangan bahwa pihaknya menolak tawaran pengambilalihan dari Elliott Associates LP, dengan alasan tawaran tersebut di bawah nilai perusahaan. Novell, Inc. mengatakan bahwa pihaknya telah melihat alternatif lain untuk "meningkatkan nilai pemegang saham", termasuk mencari pembeli potensial lainnya. Elliot Associates telah menawarkan diri untuk membeli Novell, Inc. dan menghargai perusahaan tersebut senilai US$2 miliar.
Dalam siaran pers yang diberikan, Novell, Inc. mengumumkan bahwa dewan telah mengambil kesimpulan, setelah mempertimbangkan dengan cermat, termasuk review proposal dengan keuangan independen, dan penasihat hukumnya bahwa proposal dari Elliott Associates LP untuk mengakuisisi Novell, Inc. untuk US$ 5,75 per saham tidak memadai, dan berada di bawah nilai waralaba perusahaan dan prospek pertumbuhan.

Novell, Inc. perusahaan yang membuat SUSE Linux Enterprise dan sejumlah proyek open source lainnya, telah melihat adanya pertumbuhan pada beberapa tahun terakhir. Hal ini yang masih membuat sejumlah penghasilan yang cukup besar dari produk sukses terdahulu, seperti Novell Netware. Selain itu, Novell, Inc. juga telah membuat sejumlah akuisisi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mengakuisisi proyek SUSE Linux. Namun, sejumlah hasil akuisisi ini kurang memberikan hasil yang menggembirakan. Meski menawarkan sejumlah fungsi populer yang menarik, namun hasilnya masih berada di belakang Red Hat.

Elliott Associates sudah memiliki 8,5 persen saham dari perusahaan Novell, Inc., dan telah menawarkan untuk membayar US$ 5,75 per saham yang akan menambahkan sedikitnya di bawah US$1 miliar dalam bentuk tunai. Saham Novell memiliki harga US$4,75 per saham pada 2 Maret 2010, tetapi sejak itu memburuk, dan dipertahankan pada tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, saham Novell berkisar pada angka US$ 5,64 per saham.

Sumber : Majalah InfoLinux 05/2010

Friday, April 30, 2010

Akreditasi, Sertifikasi dan Kalibrasi

Bagi sementara orang ketiga kata ini tampak sama. Tapi di mata saya, ketiga kata ini berbeda. Setidaknya berbeda obyeknya. Akreditasi seyogyanya diberikan kepada lembaga, dalam kasus ini adalah laboratorium pengujian dan pengukuran. Namun sebelum lembaga tersebut mendapat akreditasi, maka alat dan personil harus dikaji. Peralatan atau alat ukur harus sudah dikalibrasi oleh lembaga khusus dan mendapat sertifikat. Sementara personil yang mengoperasikan laboratorium haruslah mendapat sertifikat personil dari lembaga yang diakui oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dan berada di bawah BNSP. Atau gampangnya, akreditasi mempunyai dua anak, kalibrasi dan sertifikasi (personil).

Untuk urusan yang satu ini ada banyak istilah yang digunakan, Komite Akreditasi Nasional (KAN), Komite Nasional Satuan Ukuran (KNSU), Badan Standarisasi Nasional (BSN), laboratorium penguji, laboratorium kalibrasi, laboratorium medik, lembaga inspeksi, lembaga sertifikasi profesi. Belum lagi ada Pusat Kalibrasi Instrumentasi Metrologi LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN, Badan Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi, Balai Layanan Metrologi.

Dalam buku William D Cooper, “Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran” , Penerbit Erlangga 1985, dikatakan bahwa standar pengukuran dapat dibagi menjadi 4 tingkatan. Yaitu :
  1. Standar Internasional yang berpusat di Paris.
  2. Standar Industri (Industri Pengukuran, bukan sembarang industri. Industri yang buat alat ukur untuk acuan standar di bawahnya)
  3. Standar Primer (satu negara satu institusi)
  4. Standar Sekunder (dalam satu negara bisa beberapa lembaga)
Perbedaan antara ke-4 standar ini adalah dalam aspek ketelitannya. Saya lupa persisnya. Nanti jika ketemu akan saya tuliskan ketelitan untuk setiap standar. Jika Pusat KIM-LIPI, BPPT, BATAN, Badan Metrologi pada berurusan dengan kalibrasi, sebaiknya bagi-bagi wilayah. LIPI di wilayah standar primer dengan ketelitian tertentu. Sementara lembaga lain bermain di standar sekunder dengan ketelitian tertentu pula.

Kan gak bijak jika timbangan cabe harus ditera di KIM LIPI, sebagai pemegang standar primer di Indonesia, misalnya.

Pembagian Bandwidth di Kawasan Pasar Jum'at

Untuk membagi bandwidth per satker, saya mencoba menghitung terlebih dahulu jumlah PC yang terkoneksi di suatu satker. Diharapkan pembagian bandwitdh akan lebih proporsional jika dikaitkan dengan jumlah PC atau jumlah node. Hasil penghitungan jumlah PC di suatu satker atau suatu VLAN menggunakan tool IP Scan yang ada di router Mikrotik RB1000, tampak di bawah ini :

VLAN    IP Address     Node    B/W In'tl  B/W Lokal
----------------------------------------------------
PATIR 192.168.32.x 97 1.849 4.620
PPGN 192.168.33.x 26 496 1.238
PTKMR 192.168.34.x 32 610 1.524
PDL 192.168.35.x 37 705 1.762
PDIN 192.168.36.x 23 438 1.095
----------------------------------------------------
Jumlah 215 4.098 10.240

Rumus untuk menentukan B/W Int'l per VLAN = (4.098 kbps/"jumlah total node") x "jumlah node per VLAN". Dimana nilai 4098 kbps adalah alokasi B/W Int'l yang diberikan oleh ISP yaitu sebesar 4 Mbps per kawasan.

Rumus untuk menentukan B/W Lokal Indonesia per VLAN = (10.240 kbps/"jumlah total node") x "jumlah node per VLAN". Dimana nilai 10.240 kbps adalah alokasi B/W Lokal Indonesia yang diberikan oleh ISP.

Informasi lain yang didapat dari perhitungan ini adalah :
  1. Ratio bandwidth Internasional per user di kawasan Pasar Jum'at adalah 19,06 kbps, dimana hasil ini dihitung berdasarkan formula besarnya bandwidth Int'l untuk kawasan ini (4.098 kbps atau 4 Mbps) dibagi jumlah total node di kawasan ini.
  2. Ratio bandwidth Lokal per user di kawasan Pasar Jum'at adalah 47,63 kbps, dimana hasil ini dihitung berdasarkan formula besarnya bandwidth lokal Indonesia untuk kawasan ini (10.240 kbps atau 10 Mbps) dibagi jumlah total node di kawasan ini.
Berdasarkan perhitungan diatas, ditetapkanlah bandwidth Internasional dan bandwidth lokal Indonesia per satker, yaitu seperti yang tertera pada kolom ke 4 dan ke 5. Dan pembagian ini diterapkan mulai saat ini. TInggal menunggu komentar dan tanggapan dari para pengguna.

Mengetahui Jumlah Node Total di suatu Kawasan

Untuk mengetahui jumlah node atau komputer yang sedang online di suatu kawasan, gunakan aplikasi winbox.exe lalu masuk ke Mikrotik RB1000, lalu pilih menu Tools lalu pilih sub menu IP Scan. Setelah jendela IP Scan tampak, isikan Interface dan Address Range lalu klik Start.

Untuk Kawasan PSJ, isikan Interface = eth4 dan isikan Address Range = 192.168.32.0/21. Pilihan ini akan mengecek dari IP = 192.168.32.0 s/d 192.168.37.256. Kalau Address Range = 192.168.32.0/22, maka hanya akan dicek IP = 192.168.32.0 s/d 192.168.35.256.

Mengetahui Jumlah Node Per Satker

Untuk mengetahui jumlah node atau komputer pada suatu satker di suatu kawasan, caranya sama dengan mengetahui node atau komputer di suatu kawasan. Perbedaannya hanya pada isian Interface dan Address Range - nya saja.

Untuk kawasan PSJ, isikan Interface = nama_satker dan Address Range = 192.168.kode_satker.0/24. nama_satker : patir, ppgn, ptkmr, pusdiklat dan pdin. kode_satker untuk patir = 32, ppgn = 33, ptkmr = 34, pusdiklat = 35, pdin = 36.


Wednesday, April 28, 2010

Instruksi Kerja Melacak IP Address

Kadang kala kita bertanya-tanya, dimanakah IP Address tertentu berada. IP Address yang dimaksud di sini adalah Public IP Address, bukan Private IP Address. Private IP Address biasanya 192.168.x.y, atau 172. 16.x.y atau 10.x.y.z. Untuk tahu dimana suatu Public IP Address, silahkan tengok situs :

  1. GeoBytes, lalu masukkan Public IP Address pada kolom "IP Address to locate"
  2. Domain White Pages,
  3. IP2Location, masukkan alamat IP pada kolom IP Address, lalu klik FIND LOCATION

Tuesday, April 27, 2010

Alert System menggunakan email

Untuk melakukan monitoring berbagai perangkat dan atau server, bisa menggunakan fasilitas email. Jika ada perangkat atau server yang mati atau down, mail server secara otomatis akan mengirim email kepada orang-orang tertentu. Dalam kesempatan ini akan diumpamakan untuk menantau Proxy Server di Pasar Jum'at. Layanan di mail server yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ini adalah fasilitas crontab, sebuah fasilitas yang berjalan secara periodik sesuai keinginan kita.

Isi file /etc/crontab adalah :

# /etc/crontab - root's crontab for FreeBSD
#
# $FreeBSD: src/etc/crontab,v 1.32 2002/11/22 16:13:39 tom Exp $
#
SHELL=/bin/sh
PATH=/etc:/bin:/sbin:/usr/bin:/usr/sbin
HOME=/var/log
#
#minute hour mday month wday who command
#
*/5 * * * * root /usr/libexec/atrun
#*/5 * * * * root /root/online.sh
5 * * * * root /root/online.sh
#
# Save some entropy so that /dev/random can re-seed on boot.
*/11 * * * * operator /usr/libexec/save-entropy
#
# Rotate log files every hour, if necessary.
0 * * * * root newsyslog
#
# Perform daily/weekly/monthly maintenance.
1 3 * * * root periodic daily
15 4 * * 6 root periodic weekly
30 5 1 * * root periodic monthly
# wenr, 17Des2008, Rahman, gue comment -out dulu nih..
#01 01 * * 4 root /etc/etc.sh

#
# Adjust the time zone if the CMOS clock keeps local time, as opposed to
# UTC time. See adjkerntz(8) for details.
1,31 0-5 * * * root adjkerntz -a
#01 * * * * root /etc/backup_cpns2007.sh
# cek router proxy server setiap jam by MSM at 8 Nop 2009
0 * * * * root /root/router_srp.sh
1 * * * * root /root/router_kpb.sh
2 * * * * root /root/router_psj.sh
3 * * * * root /root/proxy_srp.sh
4 * * * * root /root/proxy_kpb.sh
5 * * * * root /root/proxy_psj.sh
6 * * * * root /root/server_www.sh
7 * * * * root /root/server_digilib.sh
8 * * * * root /root/server_nhc.sh
#9 * * * * root /root/server_cctv.sh
10 * * * * root /root/server_nms.sh

Karena fokus kita hanya akan memantau Proxy Server di Pasar Jum'at, maka cukup perhatikan salah satu baris di file /etc/crontab, yaitu baris :

5 * * * * root /root/proxy_psj.sh

Selanjutnya, mari kita coba lihat isi file /root/proxy_psj.sh. Isi file ini adalah :

#!/bin/sh
# proxy.sh - skrip untuk cek keberadaan proxy server
for x in `cat /root/proxy_psj_ip.txt`
do
if ping -c 1 $x >/dev/null 2>&1;
then
echo do nothing
else
mail -s SOS_Proxy_PSJ_DOWN msmunir@batan.go.id,sulasno@batan.go.id < /root/proxy_psj_pesan.txt fi done

Selanjutnya lihat juga file /root/proxy_psj_ip.txt dan file /root/proxy_psj_pesan.txt. Isi file /root/proxy_psj_ip.txt adalah alamat IP yang akan dipantau, yaitu :
202.46.3.114

Isi file /root/proxy_psj_pesan.txt adalah pesan yang akan dikirmkan via email, atau isi dari body email. Kira-kira isinya adalah sbb :

Pesan ini dikirim secara otomatis bila ada proxy yang DOWN.
Mohon Kasubbid SK segera lakukan pengecekan dan perbaikan
seperlunya terhadap proxy yang tidak berfungsi tersebut.
Proxy yang perlu diperiksa :
202.46.3.114 : proxy psjumat2
Terima kasih atas kerjasamanya.
Admin BATANnet

Tampak dari penjelasan di atas, bahwa untuk menatau sebuah server, ada 4 file yang terkait yang perlu diperhatikan, yaitu :
  1. /etc/crontab
  2. /root/proxy_psj.sh
  3. /root/proxy_psj_ip.txt
  4. /root/proxy_psj_pesan.txt
Penjelasan ini diperlukan manakala ada server yang berganti IP Address, ganti orang yang akan diberi email otomatis, menambah pesan dalam body email, dll. Untuk mengetahui sintak crontab, silahkan lihat informasi di manual dengan cara mengetikkan perintah baris "man crontab" atau lihat di http://adminschoice.com/crontab-quick-reference.

Semoga bermnafaat.