Friday, September 25, 2009

ATV (All Terrain Vehicle)

ATV adalah sejenis sepeda motor namun memiliki 4 roda, bahkan ada yang memiliki 6 roda seperti produk Polaris. Sesuai namanya ATV, kendaraan ini diharapkan mampu menempuh berbagai medan, mampu dipindahkan secara mudah dan dapat diterjunkan dari udara (air transportable/droppable) untuk mendukung mobilitas pasukan infrantri. Itulah keinginan dasar yang ingin dicapai dengan kehadiran ATV.

Keberadaan ATV saat ini, lagi-lagi terinspirasi oleh keunggulan teknologi militer pasukan Jerman selama PD II. Saat itu namanya adalah Kettenkrad. Ini adalah sejenis kendaraan sepeda motor namun roda belakangnya menggunakan rantai seperti tank. Bisa ditumpangi oleh 2 orang atau lebih. Karena dikombinasikan dengan penggerak model rantai, Kettenkrad mampu digunakan untuk daerah bersalju. Sehingga Kettenkrad menjelma menjadi kendaraan tempur ringan yang serba bisa untuk satuan infrantri.

Pabrik yang memproduksi ATV antara lain adalah Suzuki, Yamaha, Honda, Kawasaki, Artic Cat, Polaris, John Deere, Bombardier, Lohr Fardier, Alpentre, Faun Kraka, Supacat. Tipe-tipe ATV antara lain : Polaris Sportsman 700MV, Polaris Sportsman 500, Polaris 330 Magnum, Yamaha Kodiak 400, Lohr Fardier FL 500, Faun Kraka 640, Honda FourTrax Rancher 4x4, John Deere Gator. Untuk informasi lebih lengkap mengenai berbagai merek dan tipe, silahkan kunjungi http://www.atv.com/.

Bagi yang memiliki informasi dimana bisa menyewa ATV, silahkan isi komentar di bawah ini. Jangan lupa cantumkan tarif dan lokasi. Bila perlu nomor telpon yang bisa dihubungi.

Sumber :
Majalah Commando, "War Machine Series: Military All-Wheel Drive", Mei 2009.

Wednesday, September 23, 2009

Port of Tanjung Priok

Port of Tanjung Priok atau Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan laut Internasional terbesar di Indonesia. Pengelola pelabuhan ini adalah PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II atau PT. Pelindo II. Kegiatan yang dilakukan antara lain tempat penambatan berbagai kapal pemerintah, kapal dagang, kapal pengeboran minyak, kapal angkut, dll. BPPT, Polri, TNI-AD, TNI-AL, Badan SAR Nasional, Pelni menggunakan pelabuhan ini sebagai base camp-nya.

Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT mengoperasikan 4 buah kapal riset maritim, seperti KR Baruna Jaya I, KR Baruna Jaya II, KR Baruna Jaya III, dan KR Baruna Jaya IV. Polri memanfaatkan pelabuhan ini sebagai pangkalan satuan Polisi Air dan juga sebagai tempat pendidikan untuk Polair. Beberapa jenis kapal milik TNI-AL juga mangkal disini, antara lain jenis fregat (nomor lambung 371, 375 dan 383), jenis Landing Ship Tank (nomor lambung 531, 536, 538 dan 543), jenis penyapu ranjau (nomor lambung 721, 723 dan 728), dan jenis angkut personil (nomor lambung 901, 924, 932, 959 dan 985). TNI-AD juga menambatkan beberapa kapal lautnya di pelabuhan Tanjung Priok di bawah pengoperasian Yon Bekang-4/Air.

Jika anda memiliki kesempatan berkeliling pelabuhan, akan anda temui juga berbagai jenis perahu dan kapal lain seperti perahu taxi (istilahnya service boat), kapal tunda atau pandu, kapal barang atau kargo, kapal penumpang, kapal ferry cepat, kapal pengeboran lepas pantai, kapal peti kemas, kapal pengolah limbah, galangan kapal apung, kapal sitaan. Service boat digunakan untuk antar jemput dari dermaga ke kapal-kapal yang sedang sauh jangkar di tengah laut. Kapal tunda atau pandu digunakan untuk menarik kapal yang sedang sauh jangkar ke tempat sandar bongkar muat barang.

Pelabuhan Tanjung Priok juga memiliki fasilitas terminal untuk penumpang antar pulau, terminal untuk bongkar muat peti kemas, rumah sakit untuk karantina hewan dan manusia, pengisian air bersih untuk kapal-kapal, lapangan timbun peti kemas, sinar-x ukuran peti kemas 40 ft.

Eh tahu gak, istilah ojek bermula dari pelabuhan ini. Yaitu ketika tetangga-tetangga ku setelah apel siang menyewakan motornya untuk mengantar orang-orang ke seantero pelabuhan. Kejadiannya sekitar tahun 1970 dan ternyata berlanjut hingga sekarang., meskipun orang-orangnya sudah berganti. Di samping ojek motor, malah ada ojek sepeda segala. Ojek dari kata ngobyek. Biar gampang menyebutkannya, sebut aja ojek.

Lihat juga :
PT. Pelindo II
Majalah Defender, Tahun I, No. 04, Pebruari 2006. Halaman 22 - 25
KLM Maruta Jaya 900
KR Baruna Jaya BPPT
KR Baruna Jaya LIPI
MSM Photo Gallery

Catatan:
KR Baruna Jaya V dan KR Baruna Jaya VI tidak pernah ada.

Stasiun Tanjung Priok

Saat aku kecil, Stasiun Tanjung Priok terlihat tidak terawat, kumuh, bau pesing, jorok, kotor, tempat prostitusi dan rawan kriminal. Stasiun jadi tempat berteduh para pelaku segala macam tindak kriminal, tempat tidur tuna wisma, tempat onggokan kereta rusak. Dan dulu tempat aku membuat pisau-pisauan dari paku dengan cara melindasnya di saat kereta lewat. Stasiun bener-bener tidak terawat. Namun sejak diresmikan oleh Presiden SBY pada 28 April 2009, suasana menjadi sangat berbeda. Gedung menjadi tampak bersih sekali, sangat jauh berbeda dibanding saat dulu.

Stasiun Tanjung Priok dibangun pertama kali pada tahun 1885, satu kilometer di sebelah utara bangunan yang ada sekarang. Kemudian pada tahun 1914 dibangun Stasiun Tanjung Priok yang baru dengan luas lahan 46.930 m2 dan luas bangunan 3.678 m2. Stasiun Tanjung Priok diresmikan pada tanggal 6 April 1925 bersamaan dengan pembukaan jalur Tanjung Priok – Meester Cornellis (Jatinegara).

Untuk ukuran stasiun sebesar ini, masalah terbesar yang dihadapi adalah perawatan dan tuna wisma. Menurut penuturan salah satu petugas, status stasiun kereta masih di bawah Departemen Perhubungan, sehingga pihak pengelola tidak dapat meminta alokasi dana perawatan ke PT. KAI. Jumlah pegawai yang mengoperasikan stasiun ini sekitar 100 pegawai.

Stasiun memiliki 6 jalur dengan alat pemindah jalur yang masih manual. Hampir seluruh bantalan rel sudah diganti dengan bantalan baru yang terbuat dari beton. Yang tidak berubah adalah bangunan induknya. Tampaknya, bangunan induk hanya dibersihkan, dicat dan dibenahi sana-sini, termasuk kaca mozaiknya. Tembok dan besi yang digunakan tampaknya masih cukup kokoh setelah berdiri hampir 80 tahun.

Saat ini di Stasiun Tanjung Priok telah dioperasikan Kereta Api KRL Ekonomi AC Tanjung Priok – Bekasi (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 10.30 dan 17.45 WIB), KRD Tanjung Priok – Cikampek (berangkat dari stasiun Tanjung Priok pukul 09.30 dan 16.20, yang jam 09.30 sampai Purwakarta) dan kereta ekonomi Kertajaya Tanjung Priok – Surabaya (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok Pukul 15.20). KA Kertajaya yang menggunakan jalur utara melewati Semarang Poncol, Cepu, Bojonegoro dan berhenti di Pasar Turi. Dulu juga sempat dioperasikan KA jurusan Solo Balapan, nampatnya tidak bertahan lama. Yang pernah aku rasakan adalah naik KRD hingga Purwakarta untuk berkemah di Wanayasa.

Lihat juga :
www.kereta-api.com
MSM Photo Gallery

Iklan yang menggunakan setting atau lokasi di Stasiun Tanjung Priok adalah :
  1. Mizone City Project, lihat pada 12 Peb 2012 jam 18:45 di Trans TV
  2. Ponds (Versi Afgan, Zahir, Dan Andhika)

Truk Tronton

Waktu kecil dulu, kalau lihat mobil truk dengan sepuluh roda, anak-anak menyebutnya truk tronton. Saya gak habis pikir, kenapa disebutnya truk tronton? Setahuku, namanya truk Reo Cargo. Begitulah yang aku baca di dashboard truk tersebut. Nama sebenarnya adalah "REO M35 2.5 ton Cargo Truck". Kalau gak salah buatan AM General, AS. Kemudinya saja ada di sebelah kiri, sesuai peruntukannya. Seperti kita tahu bersama, di AS mobil berjalan di sebelah kanan, seperti juga di Filipina, Kamboja, dan Laos. Negara-negara ASEAN lain sih di sebelah kiri, seperti di negri kita. Truk Reo Cargo digunakan untuk menarik meriam Russia tipe 57 mm AA gun S-60 atau 57mm/S-60.

Dari main-main di atas truk Reo Cargo M35 ini saat aku kecil di Asrama Resimen ARHANUD-1 di Tanjung Priok, aku jadi tahu kalau speedometer-nya menggunakan satuan mile/hour, (mph) bukan km/jam seperti kendaraan-kendaraan di Indonesia pada umumnya. Tentunya sang pengemudi harus waspada. Misal ia melihat jarum speedometer pada posisi 60, bisa saja itu berarti 100 km/jam, sebuah kecepatan yang sangat tinggi untuk ukuran sebuah truk. Jadi, pengemudi kendaraan ini harus mampu melakukan konversi secara cepat. Dan tidak hanya satuan speedometer saja yang perlu dikonversi, satuan suhu juga masih pakai Fahrenhait (bukan Celcius), satuan volume masih pakai gallon (bukan liter), dan banyak satuan lain yang perlu ditengarai, misal berat, panjang.

Kendaraan ini menggunakan bahan bakar solar. Ini adalah standar bahan bakar kendaraan militer. Solar adalah bahan bakar tidak mudah meledak atau mudah tersulut seperti bensin. Jika kendaraan terkena bahan peledak, kendaraan tidak meledak dua kali. Bayangkan jika bahan bakar menggunakan bensin, saat terkena ranjau atau bazoka atau bom lain, kendaraan akan meledak bukan saja karena bom tapi juga karena bahan bakarnya sendiri.

Selain AS, Korea Selatan juga memproduksi kendaraan jenis ini, khususnya KIA Motor. Truk buatan KIA sempat masuk ke Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari posisi kemudi. Kendaraan produk Korea menggunakan kemudi kanan. Kode produksi varian M35 dari KIA disebut KM-25.

Sumber :
REO M35 2.5 ton Cargo Truck
Wikipedia Truk Reo
Wikipedia Meriam S-60