Friday, April 01, 2011

Mozilla Firefox Web Apps

Sesaat sebelum merilis versi final dari Firefox 4, para pengembang Mozilla telah memperkenalkan proyek bernama "Web Apps". Aplikasi ini diharapkan dapat memainkan peran utama dalam masa depan browser Firefox. Dengan Web Apps web browser tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi untuk melihat halaman web, namun juga menjadi suatu platform untuk menginstalasi aplikasi secara lokal. Spesifikasi ini juga memuat daftar struktur dan isi dari aplikasi, sehingga cukup digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Aplikasi yang dibuat juga dapat berbagi sumber daya dan akan menggunakan spesifikasi HTML5 untuk offline cache dari sumber dayanya yang mana cara ini biasa digunakan oleh aplikasi cache.

Adapun untuk prosedur instalasi Web Apps, selain pengguna dapat melakukan instalasi melalui prosedur normal instalasi Web Apps yang biasa di lakukan seperti menginstalasi AddOn, namun Mozilla juga menyediakan JavaScript functions. User Agent akan melakukan instalasi aplikasi, menjalankannya, dan memberi sejumlah tambahan hak akses. Mozilla juga sedang membuat eksperimen Web Apps extensions yang dapat berjalan dengan baik pada web browser Firefox 4 Beta dan Google Chrome bagi kemudahan pengguna. https://apps.mozillalabs.com/.

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011

SUSE Manager

Novell, perusahaan yang berada dibalik suksesnya SUSE Linux Enterprise Server, telah mengumumkan rilis dari SUSE Manager. Selain mendukung platform SUSE Linux Enterprise Server (SLES), SUSE Manager juga dapat berjalan pada distro Linux yang lain seperti Red Hat Enterprise Linux (RHEL).

Markus Rex, Novell VP and GM of Open Platform Solutions, mengatakan kalau SUSE Manager merupakan sebuah langkah besar dalam kematangan sebuah perusahaan Linux. Dengan menyediakan integrasi lengkap dan dapat berjalari pada sejumlah distro, SUSE Manager memungkinkan pengembangan Linux dalam mencapai tingkat yang baru.

SUSE Manager dibuat berbasiskan Spacewalk, solusi manajemen sistem bersifat free untuk platform Linux dan menawarkan kemampuan sistem provisioning dan monitoring, seperti update dan manajemen aset. Tool ini juga memiliki fitur untuk mendukung manajemen paket Zypp, yang menyediakan kecepatan dan efisiensi dari proses update Linux. Informasi lebih lanjut mengenai Novell SUSE Manager dapat ditemukan lengkap pada alamat situs http://www.novell.com/products/suse-manager.

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011

Perubahan Distribusi dari Kernel RHEL

Red Hat, salah satu vendor distro terbesar di dunia open source, telah merubah kebijakan cara distribusi kernel pada RHEL. CTO Red Hat, Brian Stevens, membuat pernyataan mengenai perubahan cara distribusi kernel Red Hat ini di blog Red Hat. Menurut Brian, Red Hat telah merubah kebijakan distribusi kernel Linux yang terdapat pada distro RHEL. Kernel Linux pada RHEL merupakan komponen kunci dari Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Sebelumnya, kernel RHEL didistribusikan sebagai sebuah kernel standar beserta patch yang perlu diterapkan untuk menjadi versi Red Hat Enterprise Linux. Namun mulai RHEL 6, distribusi kernel RHEL kini berubah menjadi sebuah file arsip dengan patch yang belum diterapkan dan rincian patch yang dibuat tidak dijelaskan secara eksplisit.

Menurut Steven, perubahan ini dilakukan karena kompetitor Red Hat di pasar Linux Enterprise telah mengubah pendekatan mereka, yang mana mereka juga menawarkan layanan dukungan seperti pada RHEL. Dengan diubahnya pola distribusi kernel RHEL, pihak Red Hat dapat mengandalkan dukungan melalui layanan subscription.

Meski terjadi pola distribusi kernel Linux, Stevens menegaskan kembali komitmen Red Hat untuk membuka pengembangan kode sumber. Selain itu, Red Hat juga mencatat kalau pihak perusahaan maupun pesaing Red Hat, telah mengambil banyak manfaat dari pendekatan model ini sehingga Red Hat akan terus memberikan kontribusi patch kernel. Red Hat percaya kalau model pengembangan berbasis open source adalah model pengembangan terbaik untuk menghasilkan software terbaik, sehingga Red Hat akan terus meningkatkan sumber daya yang diinvestasikan untuk perkembangan software terbuka. Stevens juga menambahkan kalau bisnis perusahaan Red Hat bukan bicara tentang "bit", tetapi layanan kepada pelanggan.

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011

Scientific Linux 6.0

Para pengembang Scienific Linux telah merilis versi 6.0 dari distribusi Linux buatan mereka yang ditujukan untuk sistem x86-32 dan x86-64. Dikembangkan oleh Fermilab, CERN dan sejumlah universitas dan lembaga riset, proyek Scientific Linux menyediakan model gratis dari RedHat Enterprise Linux (RHEL). Sejumlah komponen yang dilindungi dan sejenisnya pun, sudah dihilangkan terlebih dahulu dari sumber kode RHEL. Beragam paket yang disertakan dalam Scientific Linux telah dikompilasi ulang untuk memastikan semua paket yang termasuk dalam RHEL 6.0 dapat bekerja dengan baik di Scientific Linux 6.0.

Scientific Linux merilis lebih cepat dibandingkan dengan distro CentOS yang baru merilis versi 4.9. Scientific Linux 6.0 juga menawarkan sejumlah perubahan dan tambahan paket dibandingkan dengan distro CentOS. Meski demikian, baik distro CentOS maupun Scientific Linux menjanjikan kompabilitas penuh. Untuk menambah fungsionalitas, repositori Scientific Linux dapat merujuk ke repositori Extra Packages for Enterprise Linux. Bagi yang ingin mencoba, file iso Scientific 6.0 dapat diunduh pada url http://www.scienficlinux.org/download.

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011

Debian Memenangi Dua Kategori di LNM Awards 2011

Pada penyelenggaraan Linux New Media Awards yang diselenggarakan pada pameran CeBIT belum lama ini di Jerman, distro Debian memenangi dua dari tujuh kategori. Salah satu distro komunitas tertua ini di LNM Awards 2011 memenangi kategori "Best Open Source Server Distribution" dan "Outstanding Contribution to Open Source/Linux/Free Software".

Karsten Gerloff, President of the Free Software Foundation Europe, saat mempresentasikan penghargaan kepada pihak Debian, mengatakan kalau pada distro Debian, kualitas merupakan fokus dari semua yang diinginkan oleh pengguna. Namun semua yang bekerja pada sistem Debian mengetahui dengan baik kalau software yang baik tidak akan ada artinya jika tidak bersifat bebas. Dengan rilis versi terbaru dari Debian, yakni Debian 6.0 (Squeeze), Debian telah mengambil langkah penting dalam menyajikan kernel yang benar-benar bersifat free, tanpa ada tambahan file biner.

Pada penyelenggaraan LNM Awards sebelumnya, semua pemenang kategori dipilih oleh dewan juri yang terdiri atas redaksi, pengajar dan ahli industri dalam bidang open source. Namun pada tahun ini, untuk kali pertama para pemenang LNM Awards terpilih melalui pemilihan suara secara online dari komunitas pada umumnya untuk kategori Distribusi Linux Favori.

Dari postingan yang terdapat pada situs Debian (http://www.debian.org/News/2011/20110304) pihak Debian sangat bangga kalau ahun ini mereka dapat memenangi dua kategori sekaligus pada penyelenggaraan LNM Awards 2011. Pada penyelenggaraan LNM Award 2010, Debian juga mendapat penghargaan sebagai pemenang kedua dalam kategori "Outstanding contributions in the field of free software and Linux".

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011

Thursday, March 31, 2011

Perbandingan Canon EOS 450D dan EOS 550D

Saat ini Canon EOS 450D baru sudah sulit didapatkan di pasaran. Bagi Anda yang berencana untuk meng-upgrade 450D dengan 550D, Anda bisa melihat hal-hal sebagai berikut: Penggunaan kontrol dasar masih tetap sama sehingga pemilik 450D cepat beradaptasi dengan 550D. Tentu ada perubahan kecil seperti tombol dan tuas yang secara ergonomis telah didisain untuk memudahkan penggunaan.
Fitur Baru

Yang tidak dimiliki 450D adalah fitur movie clip. 550D tidak hanya sekedar merekam video, tetapi dapat merekam video dengan kualitas baik. Format HD tersedia dalam beragam pilihan: 1920 x 1080 (HD 30/25/24 fps), 1280 x 720 (HD 60/50 fps), 640 x 480 (60/50 fps).

Selain itu, yang lebih mencolok adalah jumlah peningkatan pixel CMOS sensor. 550D memiliki sensor sebesar 18 mega pixel, sedangkan fotografer yang menggunakan 450D harus puas dengan sensor sebesar 12.2 mega pixel. Demikian pula tingkat sensitivitas ISO. 450D memiliki ISO 100 hingga 1600. Sedangkan 550D memiliki ISO hingga 12800 (mungkin tergantung lensanya?). Untuk layar LCD, kedua kamera memiliki layar dengan ukuran yang sama, 3 inchi. Namun, 550D memiliki tampilan lebih baik karena memiliki layar dengan resolusi 1.040.000 pixel, sedangkan resolusi layar 450D besarnya 230.000 pixel saja. 550D memberikan alasan kuat bagi mereka yang hendak meng-upgrade 450D.

Keunggulan 550D adalah
  1. Jumlah mega pixel
  2. Tampilan LCD
  3. Fungsi video
  4. ISO tinggi
  5. Noise rendah
Biaya untuk upgrade:
Harga 550D +/- : Rp 6.700.000,-
Harga 450D second +/- : Rp 3.700.000,-
Investasi +/- : Rp 3.000.000,-

Sumber harga lain :
Canon EOS 550D body : Rp 5.878.000,-
Canon EOS 550D kit (include EF-S 18-135 mm f/3.5-5.6 IS) : Rp 8.499.000,-
Canon EF-S 18-135 mm f/3.5-5.6 IS : Rp 3.764.000,-