Friday, June 18, 2010

Masalah di Mail Server : masalah umum webmail

Masalah email kalau di-break down bisa jadi akan banyak sekali. Namun secara global dapat dikelompokkan ke dalam 3 masalah besar, yaitu masalah :
  1. koneksi
  2. mail server
  3. mail box user
Masalah pada koneksi :
  1. Perangkat keras PC
  2. Perangkat lunak di dalam PC (misal web browser dan mail client)
  3. Putusnya koneksi dari PC ke Gateway
  4. Gateway/Router
  5. Putusnya koneksi dari Gateway ke Internet
  6. Kepadatan koneksi ke Internet
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Gunakan PC untuk browse ke Google. Jika bisa mencari kata ke Google, berarti tidak ada masalah dengan koneksi.
  2. Gunakan perintah baris "ping" ke alamat www.detik.com. Dengan perintah ini dapat diketahui apakah koneksi padat atau terputus.
  3. Gunakan perintah baris "traceroute" di Linux atau perintah baris "tracert" di Windows untuk mengetahui kualitas koneksi di setiap simpul yang dilewati. Traceroute diarahkan ke alamat mail server untuk mengetahui simpul mana yang bermasalah.
  4. Gunakan setidaknya 2 (dua) PC lain, untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah dengan koneksi. Sebenarnya tidak harus menggunakan PC rekan lain, bertanya ke 2 (dua) rekan lain saja sudah cukup.
Masalah pada mail server :
  1. Server hang
  2. Service stop
  3. Server over load (terlalu sibuk)
  4. Free space menipis
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Bertanya kepada 2 (dua) rekan lain pengguna webmail untuk memastikan bahwa mereka bisa mengakses webmail.
  2. Coba login menggunakan PC lain.
  3. Gunakan account "tester". Jika menggunakan account tester sukses, berarti tidak ada masalah dengan mail server.
  4. Gunakan perintah "ping" ke mail server untuk memastikan mail server UP.
  5. Masuk ke halaman awal ke webmail (tidak perlu login).
Untuk masalah free space menipis, ini adalah masalah pada sisi pengelola. Biasanya pengelola lalai menghapus file di folder tmp. Folder tmp bisa penuh karena aada kegagalan dalam menyalin file. Informasi lanjutan, bisa lihat di artikel lain.

Masalah pada mail account user :
  1. Inbox terlalu banyak
  2. Kuota menipis atau di bawah 50%
  3. Lupa password
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Pastikan INBOX di bawah 1500 email.
  2. Pastikan kuota masih di bawah 50%.
  3. Lakukan login di saat jam-jam sepi. Jika berhasil, kurangi INBOX, hapus email yang tidak perlu sedemikian rupa sehingga kuota bisa di bawah 50%.
  4. Bagi yang lupa password, Admin tidak bisa membantu mengetahuinya. Namun Admin bisa menggantinya dengan password baru. Setelah mendapat password baru, silahkan ganti lagi sesuai kehendak hati.
Bagi pengguna biasa, sulit rasanya melakukan diagnose awal, untuk itu sebaiknya :
  1. Bapak/Ibu mendatangi Admin di PPIN
  2. Petugas satker yang ditunjuk mendatangi Bapak/Ibu
  3. Petugas dari PPIN mendatangi Bapak/Ibu

Wednesday, June 16, 2010

Linux Force DHCP client (dhclient) to renew ip address

The -r flag explicitly releases the current lease, and once the lease has been released, the client exits. For example, open terminal and type the command:
$ sudo dhclient -r

To check the IP Address you have :
$ ifconfig

Now obtain fresh IP:
$ sudo dhclient

There is no need to restart network service. Above command should work with any Linux distro such as RHEL, Fedora, CentOS, Ubuntu and others. On a related note you can also try out the following commands:
# ifdown eth0
# ifup eth0
# /etc/init.d/network restart

OR
# /etc/init.d/networking restart

Sumber : http://www.cyberciti.biz/

Konversi file video di Fedora 11

Untuk melakukan konversi file video (WMV, MPEG, FLV,AVI) di Fedora 11 dapat menggunakan tool perintah baris ffmpeg. Untuk instalasinya, sebaiknya menggunakan YUM, sehingga perintah barisnya menjadi :
# yum install ffmpeg

Untuk melakukan konversi file video *.mpeg ke wmv yang berukuran 400x220 adalah sebagai berikut :

$ ffmpeg -i AtlasV_new_horizons.mpeg -s 400x220 AtlasV_new_horizons.wmv

Dalam contoh ini saya menggunakan file input AtlasV_new_horizons.mpeg yang bisa diambil di ftp://dl1.batan.go.id/. Ukuran file AtlasV_new_horizons.mpeg adalah 12,8 MB. Setelah dikonversi ke WMV, ukuran file AtlasV_new_horizons.wmv menjadi 2,6 MB.

Opsi yang digunakan pada contoh di atas adalah :
  • -i adalah input, setelah -i tulis nama file masukan
  • -s adalah ukuran atau size dari file keluaran yang diinginkan, dalam hal ini ukurannya 400x220. Kebetulan ini adalah ukuran untuk PDA atau PocketPC, misal HP iPAQ 440
  • Jangan lupa menuliskan nama file keluaran.
Jika ada opsi yang tidak jelas, silahkan lihat manual perintah baris ffmpeg ini dengan menjalankan perintah baris :
$ man ffmpeg

Contoh lain adalah akan menkonversi WMV dari ukuran 320x180 ke ukuran 400x220.
$ ffmpeg -i F-35BFirstFlightMusicVideo.wmv -s 400x220 F-35BFirstFlightMusicVideo_new.wmv

F-35BFirstFlightMusicVideo.wmv adalah file masukan yang berukuran 10,9 MB. Sedangkan file keluarannya F-35BFirstFlightMusicVideo_new.wmv berukuran 4,3 MB.

Jenis file yang tidak bisa : MOV

Mengetahui histroy kegagalan sebuah host dengan Nagios

Nagios telah menyediakan tool yang bisa digunakan untuk mengetahui sejarah atau histroy sebuah host. Misal, Anda ingin tahu sejak kapan suatu host DOWN. Untuk mengetahuinya, Anda harus login ke Nagios Server. Setelah memasukkan username dan password, pilih salah satu menu Alerts dalam kelompok menu Reports. Nagios menyediakan banyak menu dan dikelompokkan dalam 4 kelompok menu, yaitu General, Current Status, Reports dan System.

Langkah-langkah melihat Summary Alert suatu host :
  1. Login ke Nagios Server
  2. Pilih menu sub menu Summary, di menu Alert, kelompok menu Reports.
  3. Pada pull down menu "Limit To Host" pilih "00-serpong4", biarkan yang lain default
  4. Klik "Create Summary Report!"
  5. Perhatikan kolom Time dan State, dalam kolom ini akan terlihat kapan suatu kejadian terjadi dan jenis kejadiannya.
Dari data yang ditampilkan akan dapat dilihat jam berapa host tertentu mengalami kegagalan operasi.

Langkah selanjutnya apabila server co-location yang DOWN adalah :
  1. Hubungi petugas Help Desk ISP
  2. Pastikan bahwa petugas Help Desk ISP sudah menghubungi petugas Data Center Gedung Cyber.
  3. Lakukan pemantauan secara terus menerus hingga server benar-benar UP. Pastikan seluruh service di server tersebut berfungsi dengan melakukan pengujian melalui aplikasi.
  4. Jika kegagalan sudah teratasi, segera buat laporan kronologis kejadian, masalah dan tindakan yang telah dilakukan.

Tim Implementasi OSS di BATAN Tahun 2010

Untuk membantu percepatan implemntasi Open Source Software (OSS) di BATAN, telah dibentuk sebuah Tim. Pembentukan Tim ini terinspirasi oleh Inpres Nomor 3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Dalam Inpres ini dijabarkan tahapan yang harus dilalui dalam membangun e-Government di lembaga pemerintah. Selain itu ada juga Surat Edarab MENPAN No. SE/01/M.PAN/3/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). Berdasarkan surat edaran ini diharapkan per 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menggunakan perangkat lunak legal. Penggunaan dan pengembangan juga disebut-sebut dalam Buku Putih Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun 2005 - 2025, Agenda Riset Nasional (ARN) Tahun 2009 - 2014.

Berdasarkan Keputusan Kepala BATAN No. 102/KA/IV/2010 tanggal 26 April 2010, telah dibentuk Tim Implementasi OSS di BATAN untuk tahun 2010. Tugas Pokja Migrasi adalah :
  1. Melakukan pemutakhiran data hasil Sensus Komputer 2009
  2. Merekomendasikan distro OSS dan merawat repository server
  3. Melakukan pendataan dan pengujian kompatibilitas perangkat keras terhadap OSS
  4. Mencari padanan perangkat lunak Proprietary di OSS termasuk driver peripheral
  5. Mencari solusi bagi aplikasi yang sudah given di lingkungan ketatausahaan yang berbasis OSS
  6. Melakukan remastering distro Fedora terbaru
Ppersonalia yang terlibat dalam Pokja ini adalah : Sulasno, Suratman, Masluhin, Ghofir, Rahadi Kurniawan, Dhanu Dwiandhika, Wenseslaus Roland, A. Rachman Sofian, Agus Juwana, dan Roliana Sugiman.

Ttugas Pokja Pelatihan adalah :
  1. Melakukan pemutakhiran data peserta pelatihan OSS
  2. Menentukan jenis pelatihan dan workshop OSS yang dibutuhkan
  3. Menyelenggarakan workshop penggunaan OSS
  4. Melakukan pembinaan kepada petugas Help Desk di satuan kerja
Personalia Pokja Pelatihan adalah M.M. Kasih Widyastuti, Rakhmat Saleh, Junaidi S., dan Eko Prasetyo.

Hasil survey yang lalu menunjukkan bahwa pada tahun 2007, jumlah komputer ada sekitar 1462 dengan 49 komputer sudah menggunakan OSS. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan, dimana pengguna OSS menjadi 340 komputer dari 1475 komputer yang ada di BATAN. Data untuk tahun 2009 sulit dilakukan rekapitulasi mengingat ada 13 Satker yang kurang kooperatif dalam mengisi kuesioner yang disebarkab. Padahal koesioner tersebut berdasarkan koesioner yang diberikan oleh Kementrian Ristek. Tampaknya para responden ada keraguan dalam mengisi kuesioner sensus tersebut.

Sebagai tindak lanjuta tugas setiap Pokja, diharapkan :
  1. Setiap Pokja membuat rencana kerja yang berisi jadwal rinci, personalia yang bertugas, bahan-bahan yang dibutuhkan, perjalanan yang akan dilakukan
  2. Melakukan rekap ulang untuk hasil sensus tahun 2009. Ada 13 satker yang belum direkap, PRPN, PTRKN, PKTN, PRSG, PTBN, PTKMR, PATIR, PDIN, PPGN, BSDM, BKHH, BU, PPEN. Petugas yang belum melakukan rekap adalah Suratman, Dhanu, Rachman, Masluhin, Wenseslaus Roland, Ghofir,
  3. Membuat rencana kerja untuk tahun 2012, 2013 dan 2014. Gambaran: target workshop untuk 2010 : 137 orang, 2011 : 170 orang, 2012 : 200 orang, 2013 : 250 orang, 2014 : 300 orang. Jika target ini tidak sesuai, silahkan diubah sesuai situasi dan kondisi saat itu.
  4. Workshop aplikasi untuk staf Bagian Tata Usaha lingkungan BATAN, khususnya di Subbag PK dan Subbag Keuangan. (39 orang)
  5. Workshop untuk CPNS pengadaan 2009 (50 orang).
  6. Materinya workshop untuk Staf TU dan CPNS sekitar penggunaan OpenOffice.org (OOo) yang dilengkapi dengan ujian OOo Writer, OOo Calc dan OOo Impress. Ujian hanya sekedar untuk melihat tingkat kemampuan peserta. Untuk itu sebelum ikut workshop contoh-contoh soal bisa dibagikan untuk dilatih sendiri dulu (kisi-kisi)
  7. Pelatihan dilakukan Juli 2010 atau sebelum memasuki bulan puasa.

Tuesday, June 15, 2010

Konfigurasi AT-MCR12 Serpong

Untuk memudahkan melakukan pelacakan kesalahan dan gangguan perlu adanya data mengenai konfigurasi di Allied Telesyn AT-MCR12 dan Cisco Catalyst VLAN Seri 2950. Salah satu kegunaannya adalah memudahkan dalam mengetahui aktifitas di suatu gedung. No. Inventaris Cisco Catalyst 2950 Series : 080.01.00.450304.000.2008 - 2.12.02.04.999.125.

Konfigurasi AT-MCR12 di Serpong :

Slot #1 : No Connection
Slot #2 : Gd. 31 -> port #2 Catalyst VLAN
Slot #3 : Gd. 60 -> port #3 Catalyst VLAN
Slot #4 : Gd. 65 -> port #4 Catalyst VLAN
Slot #5 : No Connection
Slot #6 : Gd. 80 -> port #14 Catalyst VLAN
Slot #7 : Gd. 90 -> port #15 Catalyst VLAN
Slot #8 : Gd. 95 -> port #16 Catalyst VLAN
Slot #9 : None
Slot #10 : No Connection
Slot #11 : None
Slot #12 : None

Keterangan :
  1. No Connection : ada transceiver namun idle
  2. None : tidak ada transceiver
  3. Unknown : ada transceiver, namun tidak ada keterangan ke gedung berapa
Konfigurasi Cisco Catalyst VLAN

Port #1 : Uplink
Port #2 : Trunking ke Cisco catalyst di Gd 31
Port #3 : Gd. 60 PTBN
Port #4 : Gd. 65 PTBN
Port #5 : IDI PPIN
Port #6 : None
Port #7 : SIM PPIN
Port #8 : Unknown
Port #9 : Gd. 71 PRPN
Port #10 : Gd. 71 PSJMN
Port #11 : None
Port #12 : Gd. 71 PTBIN
Port #13 : Gd. 71 PTLR
Port #14 : Gd. 80
Port #15 : Gd. 90
Port #16 : Unknown
Port #17 : None
Port #18 : None
Port #19 : None
Port #20 : None
Port #21 : None
Port #22 : SJK
Port #23 : Lab
Port #24 : None

Perawatan Tahap I Tahun 2010

Pengadaan belanja penambahan nilai peralatan dan mesin berupa perawatan jaringan komputer di 3 kawasan kerja menggunakan MAK 532121/0002.00256 TA 2010. Adapun barang yang diadakan berupa 10 unit Switch D-Link DES-1024D, 10/100 Fast Ethernet Swicth 24 Port, 2 unit Switch Linksys SRW224G4, 24 Port 10/100 + 4 Port Gigabit Switch with WebView, dan 8 unit Media Converter Allied Telesyn AT-MC101XL.

No. Inventaris untuk 10 unit D-Link adalah :
  1. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.045
  2. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.046
  3. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.047
  4. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.048
  5. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.049
  6. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.050
  7. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.051
  8. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.052
  9. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.053
  10. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.077

No. Inventaris untuk 2 unit Linksys SRW224G4 adalah :
  1. 42.03.000.024292.2003 - 2.06.01.04.11.010
  2. 42.03.000.024292.2003 - 2.06.01.04.11.011
8 unit Allied Telesys AT-MC101XL menginduk kepada Cisco Catalyst VLAN seri 2960 dengan nomor inventaris 080.01.00.450304.000.2008 - 2.12.02.04.999.125.