Wednesday, June 02, 2010

Level berapakah Anda?

Ini hanya pemikiran iseng-iseng saja, sebagai hasil perenungan setelah menghadapi kenyataan yang ada di depan mata. Penentuan level ini mungkin hanya cocok bagi Anda yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. Tekniknya sangatlah mudah. Untuk menentukan level, Anda cukup menjawah pertanyaan tertentu. Setelah tahu posisi atau level kita, mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan diri untuk menjadi manusia bermanfaat dan ikhlas.
Salah satu kewajiban PNS adalah masuk kerja atau masuk kantor. Jika Anda masih mempersoalkan tentang jumlah hari masuk ke kantor, maka Anda masih berada di level 0. Seharusnya masuk kerja selama 5 hari seminggu sudah menjadi hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Misal, kenapa sih harus ke kantor, koq gak bisa kerja dari rumah saja? Toh hasilnya sama, bahkan bisa lebih. Tugas dikerjakan di rumah, hasilnya dikirim via elektronik. Pada beberapa bidang tertentu, bekerja seperti ini sangat dimungkinkan. Namun aturan yang diterapkan kepada PNS bersifat menyeluruh, tidak bersifat parsial atau pribadi. Konsekuensi ini mustinya sudah difahami sejak mendaftar menjadi PNS. Jumlah hari kerja sebanyak 5 hari seminggu sudah sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Jika masih mempertanyakan dan mempersoalkannya, berarti Anda masih di Level 0. Anda mungkin tidak cocok mengabdi melalui PNS.

Setelah sepakat dengan jumlah hari kerja dalam seminggu, masih ada 7 level lagi untuk menjadi pegawai beneran. Level selanjutnya atau level 1 adalah menggenapkan jam kerja dalam sehari, atau mungkin dalam seminggu. Gak hanya genep 8 jam per hari atau 40 jam per minggu, namun masuknya juga gak bisa seenak pusernya sendiri. Masuk jam 12 siang, pulang jam 8 malem. Ini akan terasa aneh. Di satu sisi kita suka menasehati atau mengajari anak-anak agar tidak telat dalam segala hal. Ternyata di sisi lain kita sulit tepat waktu. Bisa saja kita memberi 1001 alasan ke anak bahwa ini bukan telat, tapi ini dan itu. Namun pemikiran anak pada dasarnya gak bisa didikte dengan 1001 alasan kita. Dia punya alasan sendiri yang melekat di bawah alam sadarnya. Jadi, selain tidak telatan, jangan mencuri jam kerja. Kalau dateng jam 1 siang, cobalah pulang jam 9 malem. Meski gak ada aturannya, namun setidaknya bisa mempertahankan komitmen kepada diri sendiri. Atau bayarlah di hari Sabtu atau Minggu, agar rasa mencuri jam kerja terhapus dari bayangan.

Level 2 adalah mengisi jam kerja dengan kerja, bukan dengan kongkow-kongkow. Rajin masuk sudah, masuk sesuai jam kerja juga sudah. Tinggallah bagaimana mengisinya dengan kerja, bukan duduk-duduk, ngobrol ke timur ke barat, nge-gosip, internet-an yang gak mutu, baca koran, kecuali semua itu memang sudah job desc nya. Kalau sudah mampu mengisi hari-hari kerja dan jam-jam kerja sesuai job desc-nya, Anda sudah berada di Level 2. Selamat....

Jika anda tidak puas hanya di level 2, Anda bisa melanjutkan ke level 3. Setelah Anda rajin masuk kerja, tidak pernah telat, tidak kongkow-kongkow, cobalah bertanya kepada diri sendiri. Yang dikerjakan tugas kantor atau tugas pribadi, tugas istri, tugas anak, tugas temen, tugas tetangga, tugas kampus, tugas pengajian, dll. Jangan sampai kelihatannya sibuk tapi sibuk untuk urusan sendiri. Jika masih berkutat dengan urusan yang gak jelas kayak begini dan gak sesuai dengan job desc, maka tampaknya Anda masih di level 2. Kalau mau berada di level 3, maka isilah seluruh waktu kerja Anda dengan kerja untuk publik. Urusan pribadi nanti saja jika jam kerja telah usai.


No comments:

Post a Comment