Wednesday, November 17, 2010

Topik PKL

Topik yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa PKL dalam rangka membantu tugas satker adalah aktifasi SIP Phone. SIP Phone perlu diaktifkan karena dapat menggantikan fungsi telpon ekstensi (4 angka) di kawasan Puspiptek yang pernah beroperasi beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya telpon ekstensi ini sudah disebar diseluruh lab di kawasan Puspiptek. Namun karena Wireless Backbone sedang bermasalah hingga sekarang, maka interkoneksi antar laboratorium belum normal. Di tempat kami berfungsi karena kami mengadakan sendiri IP PBX Server, Briker Box. Pada dasarnya Briker Box bisa juga digunakan sebagai jembatan untuk menelpon ke luar, dengan menekan kode tertentu tentunya.
Kegiatan terkait aktifasi SIP Phone adalah :
  1. Aktifasi SIP Phone di PSJMN
  2. Aktifasi SIP Phone di PRPN
  3. Aktifasi SIP Phone diPTLR
  4. Aktifasi SIP Phone diPTBIN
  5. Aktifasi SIP Phone diPTRKN
  6. Aktifasi SIP Phone diPKTN
  7. Aktifasi SIP Phone diPTBN
  8. Aktifasi SIP Phone diPRR
  9. Aktifasi SIP Phone diPRSG
Aktifasi SIP Phone meliputi :
  1. Pemetaan lokasi
  2. Pengecekan status dan kondisi : kable UTP, koneksi, SIP Phone, IP Address, SIP Number
  3. Membuat simulasi LAN atau extended LAN suatu Satker di Lab. Ini akan memudahkan pengujian SIP Phone tanpa harus ke lokasi.
  4. Penambahan No. Ekstensi di IP PBX Briker Box
  5. Setting dan konfigurasi ulang SIP Phone
  6. Pemasangan SIP Phone di lokasi
  7. Pengujian
  8. Membuat buku telpon dan manual singkat penggunaannya.
  9. Membuat label No. Telpon se-satker dan ditempel di handset SIP Phone
Topik lain yang bisa diimplementasikan
  1. Menyimpan hasil pemantauan IP Camera dari Trendnet TV-IP422, berikut pemasangan IP Camera baru.
  2. Uji coba Proxy menggunakan Mikrotik RB450G yang ditambah MicroSD. Selama ini menggunakan Squid.
  3. Mengganti VLAN berbasis Catalyst 2950 dengan RB1100. Cek interkoneksi antar segmen
  4. Monitoring suhu ruang server secara online
  5. Meminimalkan penggunaan jumlah Wireless Access Point(WAP) . Semakin banyak WAP akan semakin sulit manajemennya. Misal di Kantor Pusat, cukup menggunakan 1 unit WAP + antena sectoral 120 deajat yang diletakkan di depan kantor di pagar depan.
  6. Alarm pada Nagios dialihkan ke rotary lamp.
Kegiatan Siswa PKL :
  1. Monitoring Winbox seluruh kawasan kerja
  2. Mendata pemakaian bandwidth per satker per minggu
  3. Monitoring CCTV Server, mengecek space hard disk, menghapus file jika kepenuhan
  4. Monitoring IP PBX Server
  5. Monitoring Nagios
  6. Lengkapi data pengguna webmail
  7. Lain-lain, cek disini.
Istilah IP Phone, SIP Phone dan VoIP (Voice over Internet Protocol) pada dasarnya sama saja. SIP (Session Initiation Protocol) adalah salah satu protokol yang digunakan oleh VoIP selain protokol H.323 yang telah digunakan sejak lama. Jadi, SIP dan H.323 hanyalah masalah protocol belaka. SIP standar dari IETF sementara H. 323 standar dari ITU. Penggunaan kedua protocol akan terkait dengan port TCP/IP yang perlu dibuka di Firewall.

Topik PKL dan TA :

  1. Instalasi Nagios
  2. Instalasi MRTG
  3. Instalasi IP PBX
  4. Instalasi IP Camera di NOC
  5. Instalasi DVR
  6. Instalasi Proxy
  7. Instalasi IDS
  8. Instalasi OSSIM
  9. Instalasi Load Balancing untuk Mail Server
  10. Instalasi Tele Conference

Sunday, November 14, 2010

Proyek Mageia

Setelah beberapa kali dihempas kabar tak sedap akibat situasi keuangan yang tidak kunjung membaik, beberapa pengembang dan komunitas aktif Mandriva berniat untuk pergi meninggalkan proyek Mandriva, dan memulai pembuatan distro alternatif turunan Mandriva yang bernama proyek Mageia.

Dari catatan yang terdapat pada website Mageia, tujuan dibuatnya proyek Mageia lebih dikarenakan tidak adanya kepastian akan masa depan Mandriva, dan kelanjutan dukungan terhadap komunitas Mandriva. Sebagian besar karyawan yang bekerja pada distro Mandriva juga ada yang di PHK, saat perusahaan ini nantinya dilikuidasi.

Saat ini, sudah terdapat puluhan kontributor Mandriva dan mantan karyawan Mandriva pada situs Mageia, yang dikabarkan terlibat dalam pengembangan proyek Mageia. Tim ini akan melanjutkan ide-ide dan prinsip-prinsip Mandriva, dan mengambil tempat proyek yang ditinggalkan. Karena masih dalam tahap awal, tim ini sedang melakukan organisasi dan mencari hosting dan server untuk memulai pembuatan proyek. Proyek Mageia sendiri nantinya akan menjadi distro yang berbasis pada komunitas, dan menjadi organisasi yang bersifat non-profit.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

The Document Foundation

The Document Foundation merupakan organisasi baru yang didirikan dengan tujuan untuk menjadikan paket aplikasi perkantoran OpenOffice.org tetap bersifat free software, dan dapat dikembangkan oleh komunitas luas. The Document Foundation didukung oleh sejumlah perusahaan, seperti Google, Novell, dan Red Hat. Organisasi ini juga membuat LibreOffice, yakni aplikasi turunan dari OpenOffice.org.

Asal mula didirikannya The Document Foundation adalah karena adanya rasa khawatir komunitas OpenOffice.org terhadap komitmen Oracle terhadap proyek OpenOffice.org, setelah mereka mengakuisisi Sun Microsystems. Baru-baru ini, terdapat berita preview Oracle tentang paket aplikasi perkantoran berbasis komputasi awan, sehingga menambah momentum komunitas untuk membuat proyek OpenOffice.org yang independen.

Meski proyek ini hanya sebagai upaya untuk membuat proyek OpenOffice.org yang bersifat bebas, namun merupakan upaya pertama yang memiliki dukungan dari komunitas. LibreOffice juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti FSF, OSI, OASIS, dan Canonical. Paket LibreOffice dapat di-download di url www.documentfoundation.org.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

Rencana Novell Menjual SUSE Linux

Novell, perusahaan yang berada di belakang kesuksesan distro SUSE Enterprise Linux, beberapa tahun ini tidak terdengar lagi akan melakukan langkah yang besar. Gosip terbaru bahkan mengatakan kalau Novell sedang berusaha untuk menjual bisnis Linux yang dimilikinya, dimana VMware menjadi salah satu penawar yang paling serius.

Menurut berita yang didapat dari Wall Street Journal, Novell telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan, dimana dua perusahaan serius untuk mengakuisisi sebagian aset milik Novell. Sebelumnya, Novell sedang mencari pembeli yang tertarik untuk mengakuisisi Novell sepenuhnya. Tampaknya, VMware sangat tertarik dengan SUSE Linux yang dimiliki oleh Novell. Sebelumnya, VMware sudah memiliki kesepakatan dengan Novell, dan telah bekerja sama dengan baik untuk dapat menjalankan SUSE Linux di VMware atau sebaliknya, sehingga setelah proses akuisisi nanti, diharapkan tidak akan kesulitan yang berarti.

Meski tertarik untuk membeli SUSE Linux, VMware tidak tertarik untuk menjual SUSE Linux secara langsung. Nantinya, VMware akan mengintegrasikan SUSE Linux dengan produk miliknya yang sudah ada di dunia virtualisasi. SUSE Linux akan ditawarkan oleh VMware sebagai pilihan untuk guest machine (komputer guest) kepada para klien yang menginginkannya.

Seperti diketahui bersama, Novell mengakuisisi SUSE Linux pada tahun 2003 dengan nilai akuisisi sebesar US$ 210.000.000. Diluar bisnis Linux, meski Novell bukan perusahaan yang aktif atau inovatif, namun Novell masih banyak mendapatkan pemasukan produk jaringan yang dulu pernah dibuatnya, yakni dari paket aplikasi Novell Netware.

Hingga berita ini dibuat, belum ada berita lanjutan hasil pembicaraan kedua pihak mengenai akuisisi SUSE Linux, seperti bagaimana pembagian aset perusahaan, besar nilai akuisisi dan sebagainya. Jadi kita tunggu saja hingga ada pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh kedua pihak mengenai proses akuisisi ini.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

Opsview 3.9.0

Opsera, vendor yang berada di belakang proyek Opsview, telah mengumumkan rilis dari Opsview Community versi 3.9.0 yang telah menyertakan sejumlah fitur terbaru, beberapa peningkatan fitur, dan peraikan sekitar 40 bug. Opsview adalah aplikasi monitoring infrastruktur TI yang terintegrasi, dan memiliki dukungan komersial, relatif mudah untuk dikembangkan, dan telah dilengkapi dengan sebuah konsol untuk memanajemeni dan memonitor sistem terdistribusi.

Saat ini, Opsera telah menjual divisi layanan enterprise ke lxxus untuk lebih berfokus dalam menangani sumber daya pada Opsview. Aplikasi Opsview sendiri tersedia sebagai versi komunitas yang bersifat FOSS atau dalam versi berlangganan yang memiliki dukungan, namun bersifat komersial.

Opsview 9.0 telah menyertakan konfigurasi API terbaru yang menyediakan tampilan REST, peningkatan kinerja viewport yang baru dengan grafik sparkline, update dinamis untuk penampilan viewport, opsi ekspor CSV untuk grafik dan monitoring Slicehost Server atau Amazon Elastic Cloud. Versi binari Opsview Community 3.9. telah tersedia untuk platform RHEL 5 dan CentOS 5, Debian, Ubuntu dan Solaris, untuk platform AMD64 dan i386, dan dapat di-download di url www.opsview.com.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

Estonia Go Open Source

Menurut laporan yang didapat dari osor.eu, pemerintah Estonia telah mengumumkan ka1au mereka telah menerbitkan kebijakan penggunaan perangkat lunak open source di Estonia. Estonia juga berencana menggunakan lisensi European Union Public Licence (ETPL) untuk pengembangan kode atau mendapat pendanaan dari pemerintah Estonia, serta berencana untuk membuat repositori perangkat lunak untuk software ini.

Kebijakan penggunaan software open source juga menjadi komponen penting dalam framework inter operabilitas TI di kota Estonia, yang dapat mengatur prinsip seperti dukungan standar terbuka untuk semua sistem TI yang baru, dan untuk melindungi ketergantungan dari suatu merek dan layanan tertentu. Bagaimanapun, kebijakan ini bukan merupakan mandat dari open source.

Uuno Vallner, kepala e-government di Kementerian Perekonomian dan Komunikasi Estonia, menjelaskan untuk beberapa kasus lebih baik untuk menggunakan perangkat lunak proprietary daripada menggunakan perangkat lunak open source. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan mekanisme umum dan :metode untuk sektor publik.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

Linus Torvalds Menjadi Warga Negara Amerika Serikat

Linus Torvalds, pengembang utama Kernel Linux, saat ini telah menjadi warga negara Amerika Serikat, setelah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade menetap di sana. Programmer kelahiran Finlandia ini bertanggung jawab untuk mengembangkan kernel Linux dan memicu revolusi open source, hingga mencapai status proses legendaris.

Dalam diskusi yang terdapat di milis kernel Linux, Torvalds memberikan sebuah komentar kalau dirinya akan pergi melakukan pendaftaran pemilih dan memperbarui socsec (Social Security) pertama, meskipun dirinya sudah menjadi warga negara Amerika Serikat (AS). Pada situs OregonLive.com, Torvalds juga menjelaskan kalau mereka harus selalu memperpanjang status green card milik mereka setiap setahun, untuk tetap dapat menetap di AS.

Torvalds juga memberi penjelasan tambahan pada situs OregonLive.com, kalau Torvalds dan keluarga telah tinggal di AS selama 14 tahun, dimana kedua anaknya telah menjadi warga negara AS karena mereka lahir di sana. Hal ini membuat dirinya benar-benar kerasan dan ingin mengubah status kewarganegaraan.

Saat ini, Torvalds dan keluarga tinggal di daerah Portland, Oregon. Proses perubahan kewarganegaraan Torvalds dari warga negara Finlandia menjadi warga negara AS juga lebih mudah daripada yang Torvalds bayangkan. Semuanya berjalan sangat baik, dan tidak memerlukan banyak waktu. Tentu saja, fakta bahwa Linus Torvalds adalah seorang tokoh teknologi terkemuka mungkin sangat membantu dirinya untuk dapat cepat memperoleh status kewarganegaraan AS. Padahal sebelnya, Torvalds berpikir kalau proses mendapatkan status kewarganegaraan Amerika Serikat akan mengalami proses panjang dan berbelit-belit, memerlukan waktu selama bertahun-tahun, dan memerlukan cukup banyak usaha.

Sumber : Majalah bulanan InfoLINUX 11/2010

Check out at http://blog.oregonlive.com/

Monday, November 01, 2010

Mikrotik RB750G vs RB450G

Sepintas lalu spesifikasi kedua Router Indoor RB750G dan RB450G terlihat sama, sama-sama memiliki dimensi dan jumlah port gigabit yang sama, 5 port. RB750G adalah produk routerboard yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port gigabit ethernet 10/100/1000, dengan prosesor baru Atheros 680/800MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V. Routerboard RB450 (680MHz Atheros CPU, 256MB DDR RAM, 512MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 5) dalam kemasan kotak indoor yang ringkas, 5 (lima) buah port gigabit 10/100/1000, dan slot mikro-SD. Tidak bisa dipasangkan wireless card. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt.

Perbandingan Spesifikasi Produk RB750G vs RB450G
  1. CPU: AR7161 680/800MHz CPU vs AR7161 680 MHz Atheros CPU
  2. Memory: 32MB DDR SDRAM onboard memory vs 256MB DDR onboard memory chip
  3. Boot loader: RouterBOOT vs RouterBOOT, 1Mbit Flash chip
  4. Data storage: 64MB onboard NAND memory chip vs 512MB onboard NAND memory chip
  5. Ethernet: 5 buah 10/100/1000 gigabit ethernet ports (with switch chip) vs 5 buah 10/100/1000 Mbit/s Gigabit Ethernet port supporting Auto-MDI/X
  6. miniPCI: none
  7. Extras: Reset switch, Beeper
  8. Serial port: no serial port vs One DB9 RS232C asynchronous serial port
  9. LEDs: Power, NAND activity, 5 Ethernet LEDs vs Power, user LED
  10. Power options: Power over Ethernet: 9-28V DC (except power over datalines). Power jack: 9.28V DC vs Power over Ethernet: 18..28V DC (except power over datalines); Power jack: 10..28V DC; Overvoltage protection
  11. Dimensions: 113x89x28mm. Weight without packaging and cables: 130gr vs 116mm x 90mm
  12. Power consumption: Up to 3W
  13. Operating System: MikroTik RouterOS v3, Level4 license vs RouterOS Level 5.
  14. Slot microSD : tidak ada vs ada.
Harga RB750G : Rp 615.000,00
Harga RB450G : Rp 1.175.000,00

Kesimpulan : bagusan RB450G meski harganya 2x lipat. Tapi sayangnya penjual Mikrotik rada nora, gak ready stok. Biar keliatan barang yang bagus kale.

Router Mikrotik mendukung BGP atau Border Gateway Protocol. BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP versi 4 masih digunakan hingga saat ini . BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing. sejak tahun 1994, BGP-4 telah digunakan di Internet. semua versi dibawahnya sudah tidak digunakan. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja.

Thursday, October 28, 2010

Tambah Nomor Ekstensi di IPPBX Briker Box

Untuk menambah nomor ekstensi, anda harus login terlebih dahulu ke server IPPBX Briker Box menggunakan web browser, misal Mozilla Firefox. Setelah memasukkan username dan password-nya, anda akan dihadapkan pada menu Briker 1.2 "Kilat".
Langkah selanjutnya adalah :
  1. Pilih menu IPPBX Administration sehingga tampil layar baru.
  2. Pilih menu Extensions yang terletak di sebelah kiri.
  3. Pilih menu Add Extention pada menu sebelah kanan. Warna menunya Oranye.
  4. Pilih Device "Generic SIP Device" lalu klik "Submit".
  5. Masukkan User Extention : 62023 (atau seseuai keinginan)
  6. Masukkan Display Name : PSJMN3
  7. Pilih Music on hold : "acc_1"
  8. Masukkan account code : 62023
  9. Masukkan secret : 62023
  10. Klik "Submit"
  11. Klik "Apply Configuration Change" dengan warna menunya adalah Oranye.
  12. Klik "Continue with reload", tunggu sampai tulisan "Please wait, reloading" hilang.

Swakelola menurut Perpres 54 Tahun 2010

Salah satu masalah besar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara melakukan pengadaan jasa Internet. Ada 3 pilihan, yaitu penunjukan langsung berdasarkan PP Tarif yang berlaku, swakelola dan pelelangan umum. Kalau menggunakan PP Tarif, maka harga saat ini tampaknya sudah tidak lagi sesuai dengan PP Tarif. Perubahan Tarif pada PP membutuhkan waktu lama dan rumit. Jadi praktis tidak bisa diubah sesuai keadaan, padahal harga jasa Internet terus turun dari waktu ke waktu. Yang paling aman adalah pelelangan umum. Namun untuk urusan yang sangat strategis (tergantung lembaganya) maka berganti-ganti Provider dan diurus oleh non PNS menjadi hal rumit. Seperti halnya urusan Passport, KTP, SIM, STNK, Pajak.

Sekarang yang menjadi alternatif yang perlu dipelajari adalah kemungkinan swakelola. Swakelola telah diatur dapam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010. Perpres 54/2010 adalah pengganti Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003. Pasal-pasal yang perlu dicermati dalam Perpres 54/2010 adalah :
  1. Pasal 26 ayat 1 : "Swakelola merupakan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat."
  2. Pasal 26 ayat 2 butir a : "pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya manusia serta sesuai dengan tugas pokok K/L/D/I;"
  3. Pasal 26 ayat 2 butir g : "pekerjaan survei, pemrosesan data, perumusan kebijakan pemerintah, pengujian di laboratorium dan pengembangan sistem tertentu;"
  4. Pasal 26 ayat 2 butir h : "pekerjaan yang bersifat rahasia bagi K/L/D/I yang bersangkutan;"
  5. Pasal 26 ayat 2 butir i : "pekerjaan Industri Kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri;"
  6. Pasal 26 ayat 4 butir b : "Pengadaan melalui Swakelola dapat dilakukan oleh Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola;"
  7. Pasal 27 ayat 3 butir b : "Pengadaan Swakelola yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: pelaksanaan pekerjaannya dilakukan oleh Instansi Pemerintah yang bukan Penanggung Jawab Anggaran."
  8. Pasal 28 ayat 8 : "Swakelola dapat dilaksanakan melebihi 1 (satu) Tahun Anggaran."
  9. Pasal 30 ayat a : "Pengadaan melalui Swakelola oleh Instansi Pemerintah lain pelaksana Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: pelaksanaan dilakukan berdasarkan Kontrak antara PPK pada K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran dengan pelaksana Swakelola pada Instansi Pemerintah lain pelaksana Swakelola."
  10. Pasal 30 ayat h : "Pengadaan melalui Swakelola oleh Instansi Pemerintah lain pelaksana Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: kemajuan non fisik atau perangkat lunak dicatat dan dievaluasi setiap bulan yang disesuaikan dengan penyerapan dana oleh Instansi Pemerintah lain pelaksana Swakelola; "
Untuk memuluskan upaya penggunaan cara swakelola, syarat-syarat yang perlu dilengkapi adalah :
  1. Nama lembaga yang sudah menerapkan swakelola
  2. Salinan DIPA yang menyebutkan sumber dana kegiatan. Ini penting untuk mengetahui berapa banyak jenis mata anggaran yang digunakan untuk mendukung kegiatan yang akan di-swakelola-kan
  3. Surat-surat atau dokumen terkait dengan swakelola, misal MoU, Surat Perjanjian, Surat Kontrak
Ini semua diperlukan agar tidak ada beda penafsiran di antara para pemangku kepentingan. Jangan sampai seperti orang buta menggambarkan gajah. Dengan demikian dapat diidentifikasi secara persis pasal mana dari 10 pasal di atas yang akan digunakan sebagai dasar hukum swakelola.

Dalam rangka mendukung semangat swakelola pada sisi efisiensi dan penghematan anggaran, sudah seyogyanya jika harga yang diberikan oleh calon pelaksana swakelola setidaknya lebih murah sedikit dibanding pasar. Atau pelaksana memiliki keunggulan teknologi dan komparatif lainnya.