Thursday, July 01, 2010

Konferensi openSUSE 2010

Tim openSUSE project baru saja mengumumkan kalau saat ini mereka masih menunggu masukan untuk seminar, paper, tutorial, dan sesi Birds of a Feather (BoF) untuk penyelenggaraan konferensi openSUSE yang akan diadakan tahun ini. Konferensi openSUSE ini sendiri nantinya akan berlangsung di Nurenberg, Jerman, dari tanggal 20-23 Oktober 2010.

Program komite mengatakan bahwa untuk melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan acara tahun lalu, mereka ingin membuat konferensi yang lebih menarik, inspiratif, dan lebih informatif pada konferensi tahun ini. Seperti tahun lalu, moto untuk konferensi openSUSE 2010 adalah "Kolaborasi Melewati Batas". Penyelenggara konferensi ini mengatakan kalau mereka sangat berharap acara ini dapat membawa kebersamaan antara pengguna dan pengembang, baik di dalam maupun di luar komunitas openSUSE.

Pada penjelasan yang terdapat pada situsnya, pihak penyelenggara membuat kategori topik spesial yang akan dibawakan dalam konferensi ini. Beberapa di antaranya, teknologi dan pengembangan level hulu, pendidikan dan ilmu pengetahuan, bisnis, dan pengguna rumahan. Untuk topik pengguna rumahan, terdapat sejumlah topik menarik yang akan menjadi bagian dari moto konferensi ini, diantaranya: kolaborasi antara komunitas desktop, kolaborasi hulu/hilir, komunitas openSUSE internasional, keuntungan antar-distro dan proyek, perangkat lunak untuk mengembangkan komunitas, dan halaman kolaborasi bersama seperti web, media sosial, dan dokumentasi.

Informasi lebih lanjut mengenai acara ini, termasuk cara pendaftaran dan syarat pendaftaran, dapat dilihat langsung pada halaman web openSUSE Conference 2010 Call for Papers di http://en.opensuse.org/Conference_2010/Call_For_Papers.

Sumber : Majalah bulanan InfoLinux 07/2010

Rilis MeeGo 1.0

Intel dan Nokia telah mengumumkan versi 1.0 dari MeeGo Core Software Platform dan MeeGo Netbook User Experience. MeeGo merupakan distro untuk perangkat mobile yang dibuat sebagai bentuk kerja sama, di bulan Februari untuk menggabungkan platform IntelMoblin dan Nokia Maemo di bawah naungan Linux Foundation.

MeeGo v1.0 Core Software Platform, telah menyertakan Kernel Linux 2.6.33, Udev dan DeviceKit sebagai interface antara aplikasi dan perangkat keras, filesystem Btrfs, X.org, telephone stack, bluetooth stack, dan berbagai nacam framework multimedia.

MeeGo Netbook User Experience yang dibuat berbasiskan platform inti, menawarkan kustomisasi tampilan desktop untuk netbook, kemudahan akse ke situs jejaring sosial, dan web browser Google Chrome. MeeGo v1.0 menggunakan Qt 4.6.2 sebagai pustaka GNU-nya

Untuk versi netbook, MeeGo 1.0 sudah menyediakan dua buah file iso untuk netbook berbasis Intel Atom dengan Google Chrome atau Core Software Platform. Sebuah image MeeGo 1.0 lain tersedia untuk platform ARM yang ditujukan untuk Nokia N900. Informasi lanjut mengenai MeeGo dapat merujuk ke url http://meego com.

Sumber : Majalah bulanan InfoLinux 07/2010

Fitur Baru KOffice 2.2

Pada 27 Mei 2010, tim pengembang KOffice akhirnya mengumumkan rilis terbaru dari paket aplikasi perkantoran mereka, yakni KOffice 2.2. Paket aplikasi KOffice 2.2 ini terdiri atas sejumlah aplikasi, seperti KWord word processor, KSpread spreadsheet, KPresenter presentation manager, KPlato project management, Karbon vector graphics editor, dan Krita raster graphics editor.

Rilis terbaru ini juga menyertakan kembali aplikasi data manajer Kexi, yang memiliki model seperti Microsoft Access, dan menambahkan dukungan filter import baru untuk format OOXML yang diperkenalkan pada Microsoft Office 2007. Aplikasi pengolah gambar Krita juga sudah menambahkan sejumlah fitur, seperti mendukung format GIF, PPM, XFC, dan JPEG200.

Update pustaka juga meliputi dukungan tambahan untuk efek filter pada group shapes, section dalam text, dan loading/saving path data untuk connection shapes. Sejumlah perubahan lain, termasuk kembalinya fitur pengeja kata di KWord, dukungan untuk variabel presentasi di KPresenter, dan peningkatan fitur untuk filter doc, xls, dan, ppt.

Sumber : Majalah bulanan InfoLinux 07/2010

Diaspora: Proyek Open Source Tandingan Facebook

Empat orang mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Universitas NYU, AS, memiliki misi untuk membuat situs jaringan sosial yang tidak terpusat. Keempat mahasiswa ini, yaitu IIya Zhitomirskiy (20), Dan Grippi (21), Max Salzberg (22), dan Raphael Sofaer (19), adalah nama-nama dan pendatang baru yang mengawali perjalanan dan berpotensi menjadi "The Geeks who killed Facebook" dalam dunia jejaring sosial.

Ide membuat Diaspora terinspirasi ketika empat sekawan ini mendengar ceramah tentang "Internet privacy" yang disampaikan oleh Eben Moglen, profesor bidang hukum Universitas Columbia dan pengacara yang membantu Free Software Foundation yang membidani lisensi GPL v3. Moglen mengingatkan bahwa dalam kehidupan digital masa kini, kian hari bertambah banyak identitas pribadi masyarakat yang terkumpul di perusahan penyediaan jasa di "cloud" seperti di jejaring sosial Facebook, yang diakui rawan terhadap penyalahgunaan data pribadi.

Proyek open source Diaspora adalah sebuah proyek jejaring sosial yang tidak dikendalikan terpusat, melainkan dibangun dengan jaringan desentralisasi dimana setiap pengguna memiliki hak kendali terhadap data dalam server masing-masing yang disambungkan ke Internet.

Agar pemrograman sistem Diaspora dapat dimulai, empat programmer open source ini telah membuka account pengumpulan dana selama 39 hari di layanan Crowdfunding Kickstarter. Kode sumber dari hasil pemrograman akan dibebaskan untuk publik (berlisensi Affero GPL), pada akhir musim panas tahun ini.

Sumber : Majalah bulanan InfoLinux 07/2010

Sunday, June 27, 2010

Mengetahui penggunaan bandwidth

Kadang kala saya iseng-iseng melihat aktifitas penggunaan bandwidth melalui Winbox-nya MikroTik. Terlihat ada aktifitas tinggi pada suatu atau beberapa VLAN tertentu, padahal hari libur (Sabtu dan Minggu) atau diluar jam kerja. Saya bertanya-tanya, siapa gerangan yang melakukan aktifitas tersebut. Memang, saat ini saya sudah tahu cara melihat pengguna bandwidth per gedung atau per satker. Namun saya belum tahu cara mengetahui siapa di gedung atau satker tersebut yang aktif melakukan koneksi. Ternyata MikroTik sudah menyediakan tool untuk mengetahuinya, yaitu Torch.
Torch adalah tool di MikroTik yang berfungsi sebagai Realtime traffic monitor. Tool ini dibuat untuk mendeteksi aktifitas koneksi yang terjadi pada jaringan kita dengan mengimplementasikan tool ini di wilayah interface tertentu. Secara umum, tool ini dapat mengetahui asal alamat IP, tujuan alamat IP, nama protocol, port yang digunakan baik asal maupun tujuan port dan dapat juga mengetahui data rate (Tx/Rx) penggunaan bandwidth.

Misal, Anda ingin mengetahui aktifitas di seluruh VLAN. Masuk ke menu Tools -> pilih sub menu Torch. Isikan paramater sbb:
Interface: ether3-vlan
Entry T
imeout: 00:00:03 (default)
Src. Address: 0.0.0.0/0 (default)

Dst. Address: 0.0.0.0/0 (default)

Src. Address: enable (contreng)

Dst. Address: enable (contreng)

Protocol: enable (contreng)
Port: enable (contreng)

Protocol: any (default)

Port: any (default)

Klik Start. Tunggu beberapa saat hingga tampil aktifitas.

Torch juga bisa untuk mengamati aktifitas di suatu VLAN dengan mengisi Src. Address dengan alamat IP subnet VLAN yang ingin diamati, misal isikan dengan 192.168.44.0/24. Isian yang lain biarkan sama dengan isian di atas.

Atau, Anda hanya ingin mengamati aktifitas seorang pengguna saja. Hal ini bisa dilakukan dengan mengisi Src. Address dengan alamat IP pengguna tersebut, misal 192.168.42.106.

Untuk melihat port yang dibuka oleh suatu server (serpong) juga bisa menggunakan tool Torch. Isikan :
Interface: ether2-gateway
Entry T
imeout: 00:00:03 (default)
Src. Address: 202.46.x.y

Dst. Address: 0.0.0.0/0 (default)

Src. Address: enable (contreng)

Dst. Address: enable (contreng)

Protocol: enable (contreng)
Port: enable (contreng)

Protocol: any (default)

Port: any (default)


Sebenarnya Anda juga bisa mengetahui siapa yang menggunakan PC tersebut atau ingin membatasi bandwidth PC tersebut. Next time lah.

Semoga bermanfaat.

Saturday, June 26, 2010

Kreatif dengan filter

Fotografi digital telah membawa kemudahan pada rekayasa gambar secara digital. Namun, salah satu kreativitas paling menarik dari seni fotografi adalah mampu melakukan rekayasa pada sisi optiknya. Sri Sadono menjelasakan bagaimana berkreasi dengan filter close-up, neutral density, polarisasi dan star.
Filter CLOSE-UP

Saat melihat detail-detail kecil di sekeliling kita, terkadang banyak hal menakjubkan yang dapat dijadikan sebagai objek pemotretan. Namun, supaya hasilnya optimal, objek tersebut harus diambil dari jarak yang sa­ngat dekat. Masalahnya, tidak semua lensa mampu melakukan hal tersebut. Anda perlu lensa makro yang memiliki jarak fokus terdekat mulai dari 1 – 10 cm.

Gambar yang diambil dengan lensa Canon EF-S 18-55mm yang memiliki jarak fokus terdekat 25 cm yang memiliki magnifikasi maksimal 0,34x hanya mampu menghasilkan detail buah yang terlalu kecil. Dengan menambah filter close-up di depannya, jarak fokus terdekat lensa Canon EF-S 18-55mm menjadi sekitar 8 cm. Magnifikasi lensa pun meningkat sehingga detail objek pun terlihat lebih optimal. Selengkapnya klik disini. Filter rekomendasi : Kenko PRO1D - AC Close-Up No.3. JPC Kemang menyediakan jenis Hoya Close-up Set 58mm = Rp 689.000.

Filter neutral Density

Kesan dinamis pada gambar dapat diciptakan dengan cara menambahkan efek gerakan. Efek tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik slow-shutter terhadap ge­rakan objek. Masalahnya, saat intensitas cahaya yang diguna­kan dalam pemotretan terlalu kuat, kita akan kesulitan untuk mendapatkan kecepatan shutter yang cukup lambat.

Saat intensitas cahaya terlalu kuat, biasanya mode pemotretan otomatis akan mengatur kamera pada kecepatan shutter tinggi. Hal tersebut akan menciptakan efek beku (freeze) pada gerakan. Dengan mode Aperture Priority (Av), kecepatan shutter dapat diperlambat dengan mengatur aperture pada bukaan terkecil. Namun, saat intensitas terlalu tinggi, hasilnya sering kali belum optimal. Filter Neutral Density (ND) yang berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke lensa efektif untuk memperlambat kecepatan shutter. Filter Visico ND8 dapat menurunkan pencahayaan hingga 3 stop. Selengkapnya klik disini.

Filter rekomendasi : Visico ND8. JPC Kemang menyediakan jenis

  1. Kenko ND8X 58mm = Rp 245.000.
  2. Hoya ND 8X 58mm = Rp 299.900
  3. Kenko Zeta ND8x 58mm = Rp 599.000
Filter polarizer

Salah satu cara manual yang masih sering digunakan dalam fotografi digital adalah penggunaan filter pola­rizer. Filter tersebut sering menjadi andalan fotografer yang menyukai pemotretan outdoor.

Untuk lensa dengan sistem autofokus yang sekarang ini lebih banyak digunakan di era digital, direkomendasikan untuk menggunakan filter tipe circular polarizer (CPL). Filter CPL terdiri dari dua lapisan optik, di mana optik bagian depan dapat diputar secara bebas untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Efek tersebut akan terlihat secara bertahap di viewfinder.

Filter polarizer digunakan karena dapat mengu­rangi­ refleksi cahaya yang ditimbulkan permukaan objek yang bersifat reflektif, seperti permukaan air, kaca atau daun. Dengan demikian, permukaan objek tersebut akan terekam dengan detail yang lebih baik dan saturasi warnanya menjadi lebih kuat. Hanya saja, penggunaan filter polarizer dapat menurunkan tingkat pencahayaan sekitar 1,5 stop. Karena itu, filter CPL kurang cocok di situasi minim cahaya. Selengkapnya klik disini.

Filter rekomendasi : Kenko PRO1D Wide Band C-PL dan Visico C-PL.
JPC Kemang menyediakan filter sejenis dengan jenis :
  1. Kenko Pro-1 D CPL (Slim) 58mm = Rp 500.000
  2. Kenko (CPL) Digital 58mm = Rp 270.000
  3. Kenko Zeta CPL 58mm = Rp 700.000
  4. Hoya CPL (Mix) CIR-PL Slim Frame 58mm = Rp 300.000
  5. Hoya CPL (Mix) Super CPL 58mm = Rp 600.000
Filter star

Dengan menambahkan filter star, seperti filter Pro1D R-Cross Screen (W) dari Kenko, setiap sumber cahaya yang terekam ke dalam gambar akan mengeluarkan efek bintang yang menjadikan gambar terlihat lebih dramatis. Filter seperti ini sangat ideal untuk dipakai pada pemotretan landscape di malam hari yang melibatkan banyak elemen lampu. Dengan memasang filter tersebut, secara otomatis efeknya akan muncul pada sumber cahaya. Pengaturan ha­nya perlu dilakukan pada pola rotasi efek bintang dengan memutar ring filternya.

Karena juga dapat menciptakan efek bintang pada titik refleksi cahaya, filter PRO1D R-Cross Screen (W) efektif untuk menciptakan kesan mewah pada saat digunakan untuk memotret perhiasan. Selengkapnya klik disini. Filter rekomendasi : Kenko PRO1D R-Cross Screen. JPC menyediakan filter sejenis dengan jenis :
  1. Kenko Pro-1D R-CrossScreen(W) 58mm = Rp 329.000
  2. Kenko Cross Screen (4 Point) 58 mm = Rp 255.000
  3. Hoya Cross Screen 4x 58mm = Rp 255.000
Menurut buku Travel Photography, untuk fotografi perjalanan membutuhkan filter tambahan yaitu filter skylight atau UV dan filter polarisasi. Berdasarkan data yang ada di JPC Kemang, produk yang ditawarkan adalah :
  1. Filter UV : Hoya UV (Mix) HMC UV(O) 58mm = Rp 265.000
  2. Filter polarisasi : Kenko Pro-1 D CPL (Slim) 58mm = Rp 500.000
Filter Ultraviolet

Filter Ultraviolet UV dari Hoya adalah filter serba guna. Filter untuk cuaca yang baik ini, dirancang untuk mengoptimalkan fotografi. Filter UV akan menyerap cahaya ultraviolet yang sering membuat hasil pemotretan luar menjadi kabur dan tidak jelas. Sebaiknya filter UV harus selalu terpasang di lensa untuk meningkatkan kecerahan dan kesetimbangan cahaya. Disamping untuk melindungi lensa Anda. Filter Hoya ini sangat cocok untuk kamera SLR digital dan SLR 35mm, termasuk untuk fotografi hitam putih.

Sumber :
  1. Majalah Chip Foto Video Digital edisi 02/2010, halaman 86
  2. Jakarta Photographic Center, Jl. Kemang Raya 47C, Jakarta 12730.

Gladi Posko

Tabletop Exercise adalah semacam metode yang digunakan untuk mengukur kebijakan, prosedur dan strategi yang dimiliki sistem proteksi fisik dalam menghadapi keadaan yang tak terduga. Untuk itu paramater dan proses yang digunakan adalah data empiris. Misal data kecepatan bergerak, baik orang maupun kendaraan dalam keadaan bergerak lambat, menengah, cepat atau sangat cepat. Atau data kemungkinan terkena tembakan (PH = Probable Hit) sebagai fungsi jarak dan jenis senjata yang digunakan. Metode ini diberikan oleh para pakar dibidangnya.

Tabletop Exercise atau Gladi Posko menggunakan asumsi-asumsi untuk menguji beberapa SOP sekaligus yang terkait dengan Sistem Proteksi Fisik. Untuk itu peserta gladi dibagi menjadi 3 tim ditambah Fasilitator dan Pencatat. Ketiga tim tersebut adalah Tim Biru sebagai pasukan penindak, Tim Merah sebagai pasukan penyerang dan Tim Biru sebagai wasit. Agar terlihat nyata, skenario yang disusun oleh Tim Merah tidak diinformasikan ke Tim Biru. Dengan demikian akan dapat dilihat tindakan yang diambil oleh Tim Biru secara spontanitas sesuai dengan SOP yang ada. Tindakan yang dilakukan oleh Tim Biru tidak boleh keluar dari SOP yang telah dimiliki dan asumsi-asumsi yang sudah ditentukan sebelum permainan dimulai. Untuk itu asumsi perlu dibuat mendekati kenyataan di lapangan.

Sebelum melakukan Gladi Posko, seluruh peserta meninjau obyek yang akan dijadikan sasaran. Tim Merah dan Fasilitator perlu menghitung jarak dari satu titik ke titik lain menggunakan cara-cara sederhana. Data ini kemudian akan dikorelasikan dengan tabel data empiris tentang kecepatan bergerak dan kemungkinan terkena tembakan (PH). Untuk itu Tim Merah perlu mengidentifikasi berbagai titik lemah yang ada di sekitar sasaran, melihat cara tercepat dan termudah mendekati dan melumpuhkan sasaran, menentukan berapa banyak penyerang yang dibutuhkan, menentukan jenis senjata, bahan peledak, kendaraan yang akan digunakan. Intinya, Tim Merah harus berpikir seperti bad guys.

Agar permainan terlihat nyata, gladi ini harus dilengkapi dengan peta/model, papan tulis, Player Tracking, PH/PK Calculation Tool (tabel dan dadu), komputer dan LCD proyektor. Fasilitator memerintahkan agar Tim Biru menentukan dimana personil dan kendaraan digelar sehari-hari. Fasilitator juga memerintahkan agar Tim Merah menentukan dimana penyerang berada beserta jenis senjata yang digunakan. Titik-titik ini kemudian diletakkan di atas peta. Gerakan para pemain juga dicatat di atas peta. Pemain mana yang tertembak ditentukan dengan mengocok dadu dan melihat nomor yang keluar. Nomor ini dikorelasikan dengan PH/PK Calculation Tool.

Dengan menggunakan Tabletop Exercise dapat diukur kesiapan personil, tempat penyimpanan senjata, Public Address, alat komunikasi, sistem alarm, prosedur standar (SOP), kebijakan, dan juga strategi pertahanan. Tampaknya dari hasil kegiatan ini banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan segera, setidaknya melakukan review berbagai prosedur dan kebijakan. Untuk menguji hasil review bisa dilakukan Tabletop Exercise lain dengan berbagai skenario, baik untuk pencurian dan sabotase.

Jenis senjata yang bisa digunakan Tim Merah (hanya asumsi) :
  1. Assault Rifle (5.56)
  2. Light Machine Gun (5.56)
  3. Heavy Machine Gun (7.62)
  4. Heavy Machine Gun (50 cal)
  5. Sniper Rifle (7.62)
  6. Sniper Rifle (50 cal)
  7. RPG-7
  8. 40 mm
  9. 40 mm belted

Friday, June 25, 2010

Jalur Kereta Api yang perlu dicoba, kapan ya?

KRD Lintas Bogor - Sukabumi. Frekuensi 1 kali sehari. Dari Bogor berangkat jam 17.00 dan sampai Sukabumi jam 19.08. Atau berangkat dari Sukabumi jam 05.00 dan sampai Bogor jam 07.08. Stasiun yang dilewati adalah Bogor, Tanjakan Empang, Batutulis, Ciomas, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parakankuda, Cibadak, Karangtengah, Pondokleungsir, Cisaat dan Sukabumi. KA menggunakan KRD Bumi Geulis No. KA 772. Tampaknya perlu 2 hari untuk merasakan jalur KA ini.

KA Lintas Ciroyom - Cianjur/Lampengan. Jalur ini dilayani oleh 4 rangkaian yaitu KA 938, KA 939, KA 940, dan KA 941. Rute pertama, berangkat dari Ciroyom jam 08.10 dan sampai Lampengan jam 10.38. Kemudian dari Lampengan berangkat jam 15.15 dan sampai Ciroyom kembali jam 14.45. (mungkin jadwal salah cetak). Rute kedua, berangkat dari Ciroyom jam 16.45 dan sampai di Cianjur jam 18.28. Kembali dari Cianjur menggunakan KA jam 05.00 dan sampai Ciroyom kembali jam 06.31. Tampaknya perlu 2 hari untuk melintasi jalur KA ini. Kalau salah jadwal, dalam sehari bisa menjalani jalur Ciroyom - Lampengan - Cianjur.

Jalur KA di bawah Daop II Bandung yang perlu dicoba adalah lintas Bandung - Rancaekek (KA Patas Bandung Raya), Bandung - Cicalengka(KA Patas Bandung Raya dan KA Baraya Geulis), Bandung - Padalarang (KA Patas Bandung Raya dan KA Baraya Geulis), Padalarang - Cicalengka (KA Patas Bandung Raya dan KA Ekonomi Bandung Raya), dan Kiaracondong - Cicalengka (KA Ekonomi Bandung Raya).

Lintas Semarang Poncol - Solo Balapan - Yogyakarta. Jalur KA ini berada di bawah Daop IV Semarang. KA Joglo Semar berangkat dari Yogyakarta jam 08.50 dan sampai di Semarang Poncol jam 12.10. Kemudian ikut KA balik dari Semarang Poncol jam 13.00 dan sampai kembali di Yogyakarta jam 16.10. Butuh 1 hari untuk melintasi jalur ini di siang hari, agar foto lebih bagus.

Lintas Banyuwangi/Kali Baru - Probolinggo. Jalur KA ini berada di bawah Daop IX Jember. KA Probowangi berangkat dari Probolinggo jam 05.00, sampai di Banyuwangi jam 11.49. Lalu ikut KA balik yang berangkat dari Banyuwangi jam 12.30 dan sampai kembali di Probolinggo jam 18.47.

Lintas Kertapati - Tanjung Karang. Jalur KA di bawah Divre III Sumatera Selatan ini dilayani dengan KA Sriwijaya dan KA Raja Basa. Dari Tanjung Karang (Lampung), KA Sriwijaya berangkat jam 21.00, sedangkan KA Raja Basa berangkat jam 08.30. KA Sriwijaya sampai di Kertapati (dekat Palembang) jam 04.05. Sedangkan KA Raja Basa sampai di Kertapati jam 17.52. TInggal pilih mana. Kalau mau lihat pemandangan sepanjang jalur, sebaiknya menggunakan KA Raja Basa.

Lintas Kertapati - Lubuk Linggau, Jalur KA yang masih di bawah Divre III Sumatera Selatan ini dilayani oleh KA Sindang Marga dan KA Bukit Sarelo. KA Bukit Sarelo berangkat dari Kertapati jam 09.20 dan sampai di Lubuk Linggau jam 16.40. Jika menggunakan KA Sindang Marga, berangkat dari Kertapati jam 20.00 dan sampai di Lubuk Linggau jam 02.57. Lubuk Linggau adalah kota yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Jalur segitiga bisa dibentuk dari Tanjung Karang - Kertapati - Lubuklinggau - Bengkulu - Tanjung Karang. Jalur Tanjung Karang - Kertapati - Lubuklinggau ditempuh menggunakan kereta api. Sedangkan jalur Lubuklinggau - Bengkulu - Tanjung Karang ditempuh menggunakan bis. Kalau saya lihat di peta "Atlas Indonesia dan Semesta Dunia" terbitan Djambatan tahun 2002, nama Tanjung Karang sudah tidak digunakan. Nama penggantinya (mungkin) adalah Bandar Lampung.

Mungkin yang paling asyik adalah mencoba KA Wisata di Divre II Sumatera Barat, yaitu KA Wisata Dangtuanku, KA Wisata D. Singkarak dan KA Wisata Mak Item. KA Wisata Dangtuanku melayani jalur Padang - Pariaman. Berangkat dari Padang jam 08.30, sampai di Pariaman jam 10.24. Lalu berangkat lagi dari Pariaman jam 13.50 dan sampai di Padang jam 15.42. KA Wisata Danau Singkarak melayani jalur Padangpanjang - Sawahlunto. Berangkat dari Padangpanjang jam 08.30, sampai di Sawahlunto jam 11.24. Berangkat lagi dari Sawahlunto jam 14.30 dan sampai kembali di Padangpanjang jam 17.24. KA Wisata Mak Item melayani jalur Muarakalaban - Sawahlunto. Berangkat dari Sawahlunto jam 1200 dan sampai di Muarakalaban jam 12.10. Berangkat lagi dari Muarakalaban jam 12.50 dan sampai kembali di Sawahlunto jam 13.10. Perjalanan menggunakan KA Wisata Mak Item dilakukan setelah menggunakan KA Wisata Danau Singkarak. Sehingga dalam satu hari bisa menjalani jalur Padangpanjang - Sawahlunto - Muarakalaban dan kembali lagi ke Padangpanjang.

PT. KAI Divre I Sumatera Utara & NAD memiliki beberapa jalur yang berpusat di Medan. KA Lintas Medan - Binjai dilayani oleh KA Feeder Sribilah dan KA Sri Lelawangsa. KA Lintas Medan - Belawan dilayani oleh KA Sri Lelawangsa. Jalur Medan - Tebingtinggi dilayani oleh KA Sri Lelawangsa. Jalur Medan - Pematangsiantar dialayani oleh KA Siantar Express. KA Lintas Medan - Tanjungbalai dilayani oleh KA Putri Deli. KA Lintas Medan - Rantauprapat dilayani oleh KA Sribilah Utama. Kemana jalur KA antara Medan - Banda Aceh ya? Seharusnya jalur ini melwati kota Binjai, Langsa, Lhokseumawe, dan Sigli.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Majalah KA, edisi Mei 2010. Halaman 42

Stasiun Tanjung Priok

Stasiun besar dengan luas 34.134 meter persegi ini mulai dibangun pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jenderal AFW. Idenburg (1909-1916). Arsitek Stasiun Tanjung Priok adalah CW. Koch, seorang insinyur utama dari Staats Spoorwagen (SS). Stasiun Tanjung Priok diresmikan tepat pada ulang tahun ke 50 Staats Spoorwagen, 6 April 1925. Stasiun ini merupakan stasiun monumental dengan delapan jalur ganda. Bangunan buatan Hindia Belanda ini merupakan perpaduan neoklasik dengan kontemporer pada masanya.

Stasiun Tanjung Priok berperan sebagai stasiun transit penumpang yang datang ke Batavia melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Di salah satu bagian stasiun, dahulu ada yang berfungsi sebagai hotel yang dilengkapi dengan bar dan restoran. Dapur terletak di lantai dua. Sehingga stasiun cukup baik bagi mereka yang kemalaman. Stasiun tidak hanya untuk angkutan penumpang Batavia dan sekitarnya, namun untuk angkutan penumpang jarak jauh seperti ke Semarang dan ke Surabaya.

Kian lama kemegahan dan keramaian Stasiun Tanjung Priok mulai surut disamping karena tidak beroperasinya lagi beberapa KA penumpang jarak jauh. Kondisi stasiun sempat merana dan tak terawat, baik di dalam maupun di sekitarnya selama berpuluh-puluh tahun. Banyak rel yang tertutup bangunan liar, bahkan hingga daerah Ancol Penjaringan. Kondisi ini saya rasakan juga ketika masa kecil saya di Tanjung Priok. Sesekali bersama-sama teman sebaya (SD) bermain di stasiun sambil membuat pisau kecil dari paku. Pisau dibuat dengan meletakkan paku di rel dan membiarkan kereta melindasnya. Kereta barang yang teronggok di sana sini menjadi tempat hunian liar bahkan tempat prostitusi. Khususnya jika malam menjelang.

Pada awal tahun 2009, PT. Kereta Api (Persero) mulai melaksanakan program konservasi Stasiun Tanjung Priok untuk mengembalikan fungsi seperti masa jayanya. Di antaranya adalah penggantian rel, renovasi rumah sinyal, penggantian keramik lantai, eskavasi ruang bawah tanah (bunker). Kalau bertanya ke pengelola stasiun pada 21 September 2009, program konservasi ini dibiayai dan dijalankan oleh Ditjen Perkeretaapian dan belum diserahkan ke PT. KAI.

Sumber : Majalah KA, edisi Mei 2010. Halaman 26

Thursday, June 24, 2010

Melihat yang login ke Fedora 11

Kadang kala kita hanya ingin tahu, siapa saja yang telah login ke komputer. Mungkin dengan melihat log, hal ini bisa dijawab. Sayangnya ada banyak file log di folder /var/log. Ada file anaconda.log, cron, dmesg, maillog, messages, secure, vsftpd, dll. Untuk melihat siapa yang login atau mencoba login, silahkan buka file secure dengan editor text. Cara kata "accepted" dan "password". Dari sini akan bisa kita saksikan siapa saja yang bisa login dan siapa yang loginnya ditolak akibat salah password, atau yang memaksa login.

[msmunir@nms ~]$ su -
Password:
[root@nms ~]# tail /var/log/secure
Jun 24 08:08:22 nms sshd[25622]: Connection closed by 202.46.3.71
Jun 24 08:13:22 nms sshd[26404]: Connection closed by 202.46.3.71
Jun 24 08:14:51 nms sshd[26578]: Accepted password for msmunir from 202.46.3.81 port 3380 ssh2
Jun 24 08:14:51 nms sshd[26578]: pam_unix(sshd:session): session opened for user msmunir by (uid=0)
Jun 24 08:14:58 nms su: pam_unix(su-l:session): session opened for user root by msmunir(uid=501)
Jun 24 08:18:22 nms sshd[27213]: fatal: Read from socket failed: Connection reset by peer
Jun 24 08:23:22 nms sshd[27811]: Connection closed by 202.46.3.71
Jun 24 08:28:22 nms sshd[28478]: Connection closed by 202.46.3.71
Jun 24 08:33:20 nms su: pam_unix(su-l:session): session opened for user root by msmunir(uid=501)
Jun 24 08:33:22 nms sshd[29131]: Connection closed by 202.46.3.71
[root@nms ~]#


atau penggalan lainnya :

Jun 24 07:22:33 nms sshd[19299]: Failed password for invalid user backuppc from 60.31.211.5 port 33506 ssh2
Jun 24 07:22:33 nms sshd[19301]: Received disconnect from 60.31.211.5: 11: Bye Bye

Setelah tahu siapa yang berusaha maksa login dari dari komputer dengan IP tertentu, bagaimana melaporkan upaya pemaksaaan ini. Misal dari contoh di atas dapat diketahui ada upaya paksa untuk login dari komputer 60.31.211.5 dengan menebak user backuppc. Sebaiknya di dalam komputer kita jangan lagi menggunakan user yang mudah ditebak, atau password yang mudah ditebak.