Friday, November 01, 2013

Kondisi Bidang Komputasi

Salah satu syarat penyusunan Rencana Induk Teknologi Informasi dan Komputasi (RITIK) adalah memotret atau melakukan kajian (asssesment) terhadap kondisi saat ini. Selain iitu juga mengkaji kondisi yang diharapkan di masa depan. Berdasarkan analisa kesenjangan (gap analysis), baru disusunlah RITIK. RITIK tersebut setidaknya akan berisi kondisi saat ini, kondisi yang diharapkan, roadmap dan rencana implementasi. Untuk Bidang Komputasi, inilah kondisinya. (Foto di sebelah ruang rapat penyusunan RITIK di desa Jogjogan, Cisarua, Bogor).


Kondisi Saat Ini
  1. SDM : peneliti, pranata komputer, tugas belajar
  2. Sarana : desktop, laptop, cluster node untuk HPC sudah memadai.
  3. Prasarana : 36 buah computer code dari NEA, namun sayangnya tidak tersimpan dengan baik. Ada juga computer code yang dipegang oleh beberapa peneliti. Ada juga computer code buatan sendiri, namun belum terinventarisasi.
  4. Dana : SPPD, biaya seminar, pengadaan PC sudah memadai
  5. Mitra : PTBIN, PTBN, PRPN, PTRKN, PTNBR, PTAPB
Kondisi yang diharapkan :
  1. SDM : S2 Computer Science, S3 untuk HTGR
  2. Sarana : server rackmount untuk Master Node untuk modal awal pengembangan HPC di BATAN
  3. Prasarana : upgrade computer code, 3D Burn-Up calculation, pengembangan s/w yang diperlukan di lapangan.
  4. Dana untuk pengadaan : computer code, server rackmount, cluster node.
  5. Mitra : PTBIN, PTBN, PRPN (Renograf), PTRKN, PRSG (burn-up), PRR (Molecular Dynamics), PTLR, PTKMR, PATIR (Iradiator, Tomografi), PTNBR, PTAPB, Bantek, NEA (take and give), pemilik Grid Computing lembaga (LIPI, UI, UGM, ITB)
Usulan :
  1. Nodin ke Satker untuk pemanfaatan Computer Code, keinginan satker terhadap code, fungsi code tersebut (oleh Supria)
  2. Pemetaan aplikasi di puslit-puslit, duplikasi (oleh Supria)
  3. Secara eksplisit di RITIK ada tentang Komputasi (Budi). Ada beda antara SIMLIN dan SKIN. Di DIPA sudah terpisah. (Aswan)
  4. Portal SKIN (Hadi)
  5. Koordinasi dengan Puslit tentang pengembangan Komputasi di BATAN (Aswan)
  6. Hak pembuatan aplikasi komputasi? Promosi produk komputasi di website? Kendala SDM? Softwarenya (s/w jadi) Farikhin di PTBIN (oleh Rakhmat). Inisiatif pengembangan dari manapun, termasuk eksternal. Merekam kebutuhan di lapangan untuk dikembangkan sendiri. Istilah “dukungan operasional” di RITIK untuk Puslit.
  7. Computer Code yang digunakan PRPN untuk pengembangan Iradiator, hanya beberapa modul yang digunakan. Perlu dieksplore code tersebut. Jika tidak dikembangkan sendiri kemungkinan akan vendor locking.
Sempat terjadi pertanyaan mengenai istilah penggunaan TIK. Biasanya TIK adalah singkatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Namun khusus di BATAN TIK berarti Teknologi Informasi dan Komputasi. Ini disesuaikan tugas dan fungsi BATAN sebagai lembaga penelitian. Sehingga untuk memasukkan bidang komputasi ke dalam RITIK tidaklah menjadi masalah. Justru yang mengganjal adalah bagaimana memasukkan perpustakaan, ilmu pengetahuan nuklir, knowledge management, preservasi ilmu pengetahuan ke dalam domain RITIK. Musti dicarikan alasan yang masuk akal.

No comments:

Post a Comment