Tuesday, June 22, 2010

Membatasi bandwidth server dengan Mikrotik

Beberapa saat yang lalu, akses Internet di suatu kawasan tidak bisa dilakukan. Dicari seharian tetap tidak ketemu. Dini hari, saya mencoba mengakses router di kantor dari rumah. Ternyata ada flooding sedemikian rupa sehingga seluruh bandwidth disita oleh sebuah server. Agar hal ini tidak terjadi lagi, perlu ada cara bagaimana agar bandwidth bisa dibatasi untuk sebuah server. Keperluan lain lagi adalah kepentingan untuk memberikan bandwidth yang lebih pada suatu waktu kepada suatu server.

Ternyata hal ini bisa direalisasikan dengan mudah menggunakan MikroTik RB1000. Langkah-langkahnya adalah :
  1. Masuk ke router via Winbox.exe
  2. Pilih menu Queues sehingga muncul jendela Queue List
  3. Pilih tab Simple Queues lalu klik ikon +
  4. Isian pada tab General : Name, Target Address, dan Max Limit (bits/s) untuk Target Upload dan Target Download. Misal, Name = komputasi; Target Address = IP_Address, dan Max Limit = 1M untuk Target Upload dan juga 1M untuk Target Download. Default Max Limit adalah unlimited.
  5. Isian pada tab Advanced : Interface = all. Untuk isian lain pada tab ini, biarkan default saja.
  6. Apply lalu OK
  7. Selesai
Setelah selesai lakukan pengetesan upload dan atau download dari client yang berada di luar kawasan (LAN). Mainkan nilai Max Limit dan perhatikan speed di sisi client. Karena client menggunakan Fedora, saya cukup menggunakan perintah baris wget. Jangan lupa di server diletakkan file yang cukup besar, misal dalam orde 30 MB. Dengan menggunakan wget, speed akan ditampilkan dalam satuan kB/s. Sementara di MikroTik menggunalan satuan kb/s. Kalikan kB/s dengan 8 untuk mendapatkan nilai kb/s.

Kapan boleh melanggar aturan?

Dalam fotografi, meskipun sudah ada aturan jitu untuk mendapatkan komposisi sempurna, namun ada saja perbedaan dalam menerapkan aturan. Sebagian mematuhinya mentah-mentah, sedangkan sebagian lainnya yang merasa kebebasannya dibatasi malah membuat sebaliknya. Berikut ini tips kapan Anda boleh melanggar keduabelas aturan (jawa : pakem) menuju komposisi yang sempurna.

1. Jika saat mengatur komposisi lewat viewfinder Anda menemukan bahwa gambar yang dihasilkan dengan melanggar aturan tersebut memiliki komposisi yang lebih baik. Fotografer bukan mengambil gambar, tapi menciptakan gambar.

2. Salah satu sisi seni dari fotografi justru dengan jalan melanggar aturan yang umum digunakan. Tentunya sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan.

3. Mungkin dengan melanggar salah satu aturan dapat menghasilkan gambar yang masuk akal, lebih baik dan lebih indah. Mengapa Anda tidak berani melakukannya.

Sumber : Majalah Chip Foto Video Digital 06/2010, halaman 63.

Monday, June 21, 2010

Komposisi untuk foto yang sempurna

Fotografer punya kebebasan untuk menampilkan gambar yang diciptakannya. Fotografer bukan memotret, tapi menciptakan. Setiap fotografer dapat mengemas dan membingkai gambar secara berbeda untuk suatu adegan yang sama. Untuk memastikan tampilan foto tersebut tetap indah dan menarik, Anda bisa menggunakan dua belas tips komposisi dari majalah Chip Foto Video Digital Edisi 06/2010 berikut ini.

1. Aturan sepertiga
Komposisi gambar yang paling populer dan banyak digunakan fotografer adalah "Aturan Sepertiga". Secara umum gambar yang dihasilkan dengan tip ini akan memiliki komposisi yang menarik.

Klasik dan bagus
Cara merekam gambar yang paling mudah adalah dengan meletakkan subyek di tengah-tengah. Namun, kalau terlalu sering, gambar yang dihasilkan cenderung membosankan. Solusi tercepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan Aturan Sepertiga. Aturan Sepertiga adalah membagi bidang gambar menjadi tiga bagian secara horizontal dan vertikal yang masing-masing terbagi oleh garis imajiner. Kemudian, garis cakrawala gambar diletakkan di salah satu garis tersebut. Sedangkan subyek utama diletakkan di salah satu titik perpotongan yang terbentuk oleh garis imajiner tersebut. Data gambar : Canon EOS 450D * 41,0 mm * f/12,9 * 1/249 detik * ISO 200 * Jam 08:20:50 * 25 April 2010. Lokasi : Batam

Tidak asal-asalan
Walaupun Aturan Sepertiga cukup efektif untuk mendapatkan gambar dengan komposisi yang baik, penggunaannya tidak boleh asal-asalan. Seperti pada gambar di atas, walaupun bagian yang paling menariknya adalah menara suar-nya, bangunan disampingnya yang sudah berusia ratusan tahun yang memiliki seni arsitektur yang menarik tidak boleh terpotong. Anda dapat memperluas cakupan gambarnya supaya hasilnya lebih baik. Data gambar : Canon EOS 450D * 55,0 mm * f/6,4 * 1/79 detik * ISO 200 * Jam 17:08:42 * 24 April 2010. Lokasi : Batam.

Gambar Jembatan Barelang mungkin akan lebih baik jika Satpam restoran-nya gak rese. Dan saya juga salah strategi. Mustinya pura-pura mau makan di restorannya. Kesempatan dan strategi yang pas untuk mendapatkan angle yang baik juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Cuaca juga sebaiknya berpihak kepada Anda agar langit bisa membiru dengan awan-awan yang tipis.

2. Spiral Fibonacci
Untuk scene yang memiliki unsur garis lengkun yang dominan, pertimbangkan untuk menggunakan dasar komposisi Spiral Fibonacci. Komposisi tersebut merupakan representasi grafis dari suatu urutan nomor yang didapatkan dari penjumlahan dua angka sebelumnya: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, ... Yang mengejutkan, bentuk spiral tersebut cocok dengan sejumlah elemen visula yang terdapat di sekeliling kita, seperti pada rumah kerang, bunga, gelombang laut, dan sebagainya.

Dalam pengaturan komposisi, Spiral Fibonacci dapat digunakan untuk memperkirakan susunan elemen-elemen visual di dalam bingkai gambar. Bila elemen-elemen tersebut disusun dengan baik, alur dari Spiral Fibonacci sangat bermanfaat untuk mengarahkan pandangan mata pada obyek utama gambar.

3. Ruang Aktif
Saat melihat sebuah obyek bergerak, secara naluriah mata akan mengikuti ke mana obyek akan bergerak. Namun, saat melihat gambar obyek bergerak dan tiba-tiba ruang di depannya habis, muncul rasa ingin tahu ke arah mana obyek tersebut bergerak. Akhirnya perasaan tersebut membuat gambar menjadi kurang menarik. Karena itu, pada foto obyek bergerak, perlu diberikan ruang gerakan di depannya supaya ruang tersebut tidak "mati". Ruang gerakan tersebut dinamakan sebagai ruang aktif. Data gambar : Canon EOS 450D * 80,0 mm * f/4,0 * 1/99 detik * ISO 320 * Jam 12:55:33 * 12 Juni 2010. Lokasi : Citatah, Padalarang.

4. Bekerja dengan Elemen Garis
Elemen garis mudah ditemukan pada pagar, jalan, jembatan, atau terowongan. Jika digunakan dengan tepat, memasukkan elemen garis ke dalam gambar sangat efektif untuk meningkatkan daya tarik foto.

Dinamika untuk setiap foto
Jika Anda telah mengidentifikasi adanya elemen garis, elemen tersebut harus diposisikan tepat di dalam bingkai. Idealnya, elemen garis diagonal ditempatkan pada sisi kanan atas ke sisi kiri bawah. Dengan demikian, garis-garis diagonal yang terpusat ke satu titik tersebut dapat menarik perhatian mata ke satu titik.

Dalam prakteknya, efek paling optimal dari elemen garis dapat dicapai jika pemotretan dilakukan dengan menggunakan lensa wide-angle. Lensa tersebut dapat menampilkan perubahan perspektif yang signifikan untuk menciptakan efek kedalaman. Data gambar : Canon EOS 450D * 18,0 mm * f/9,9 * 1/199 detik * ISO 200 * Jam 14:02:14 * 25 April 2010. Lokasi : Arab Street, Singapura.

5. Detail Gambar
Banyak sekali motif menarik yang ada di sekitar kita. Supaya tampilan motif tersebut lebih menonjol, kita bisa memotretnya dari dekat untuk merekam detailnya, atau dengan membatasi area gambar dengan menggunakan fasilitas zoom lensa. Semakin banyak detail yang terekam, semakin jelas pesan yang ingin disampaikan lewat gambar. Robert Capa, seorang fotografer perang yang sangat terkenal pernah berkata, "jika gambar tidak cukup baik, Anda tidak cukup dekat saat mengambilnya". Dengan memotret dari dekat, detail gambar dapat dipilih dengan lebih tepat. Data gambar : Canon EOS 350D * 40,0 mm * f/6,3 * 1/79 detik * ISO 400 * Jam 21:44:41 * 19 Nopember 2007. Lokasi : Kowloon, Hong Kong.

6. Gunakan Frame dari Alam
Saat gambar banyak melibatkan ruang kosong, sering kali batas gambar hilang tak berarti. Untuk mempertegas batas-batas gambar, Anda dapat menambahkan frame alami, seperti ranting pohon, daun, pintu, atau jendela. Jika digunakan dengat tepat, frame-frame alam tersebut juga dapat membatsi elemen gambar yang tidak perlu sehingga perhatian mata dapat langsung tertuju pada obyek utama. Data gambar : Canon EOS 450D * 75,0 mm * f/8,0 * 1/319 detik * ISO 200 * Jam 06:58:43 * 13 Juni 2010. Lokasi : Gedung Sate, Bandung.

Bila perlu, frame tersebut tidak harus fokus. Kecuali, frame tersebut memiliki motif yang cukup penting dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gambar. Seperti pada air terjun yang diambil dengan aperture f/7,1 untuk memperoleh detail latar belakang dan daun yang menjadi frame-nya. Data gambar : Canon EOS 350D * 33,0 mm * f/7,1 * 1/99 detik * ISO 400 * Jam 14:07:24 * 26 Juni 2006. Lokasi : Curug Cilember, Bogor. Catatan : coba ambil dengan aperture f/16, bandingkan hasilnya. Atau gunakan tripod dengan 1/4 detik, ISO 100.

7. Buat Lebih Sederhana
Hindari menggunakan elemen visual gambar yang berlebihan. Foto yang hanya menampilkan elemen visual seperlunya saja sering kali memiliki tampilan yang lebih menawan. Data gambar : Canon EOS 450D * 220,0 mm * f/10,0 * 1/499 detik * ISO 200 * Jam 14:25:55 * 27 Maret 2009. Lokasi : Lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Memaksimalkan Elemen Visual Gambar
Apa yang ingin kita perlihatkan? Apa pesan yang ingin disampaikan? Jawaban pertanyaan tersebut harus ditemukan sebelum kita melakukan pengaturan komposisi gambar sehingga kita bisa memilih elemen visual seperlunya saja. Data gambar : Canon EOS 450D * 300,0 mm * f/10,0 * 1/499 detik * ISO 200 * Jam 14:35:19 * 27 Maret 2009. Lokasi : Lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Dalam fotografi juga berlaku aturan: Jika ada lebih dari satu tema yang ingin disampaikan, lebih baik membuatnya ke dalam beberapa foto. Karena, tidak mudah menggabungkan banyak obyek (atau pesan) dalam satu gambar yang menarik. Cara paling mudah yang sering dilakukan untuk membuat obyek gambar lebih menarik adalah dalam teknik selective focusing. Teknik menggunakan aperture besar untuk membuat latar belakang obyek menjadi "blur".

Close-Up
Untuk mendapatkan kesan yang lebih kuat, gambar bisa dipotong menjadi bagian yang lebih kecil sehingga mendapatkan gambar close-up. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah lewat software pengolah gambar di komputer. Data gambar : Canon EOS 350D * 205,0 mm * f/5,6 * 1/399 detik * ISO 400 * Jam 06:53:02 * 17 Juni 2009. Lokasi : Jayagiri, Lembang, Bandung.

8. Vertikal atau Horizontal
Dikarenakan mata manusia lebih terbiasa melihat sesuatu dalam format landscape (atau horizontal), kebanyakan foto juga diambil dalam format horizontal. Oleh sebab itu, bidang sensor dan viewfinder pada kamera juga mengadopsi format tersebut. Hanya saja, format tersebut tidak menjanjikan tampilan yang selalu menarik. Pada situasi tertentu, di mana elemen garis vertikal sangat dominan, gambar yang diambil dalam format portrait (atau vertikal) cenderung lebih baik.

Elemen garis horizontal dapat memberikan kesan leluasa dan lebar. Sedangkan elemen garis vertikal memberikan kesan tinggi dan gagah. Oleh karena itu, format horizontal sering digunakan pada foto pemandangan, sedangkan format vertikal digunakan pada foto potret. Data gambar : Canon EOS 450D * 18,0 mm * f/11,3 * 1/319 detik * ISO 200 * Jam 15:05:09 * 25 April 2010. Lokasi : Bugis Junction, Central Distric, Singapura.

9. Struktur dan Pola
Di sekeliling kita, mudah sekali ditemukan bentuk dan pola berulang, baik di alam maupun buatan manusia. Untuk menjadikan obyek tersebut menarik dari sisi fotografis, Anda hanya perlu memilih perspektif dan focal length lensa yang digunakan dengan tepat.

Semakin besar struktur dan semakin pendek focal length lensa, maka struktur tersebut akan memiliki kesan yang lebih kuat. Namun, Anda jangan hanya terpaku pada struktur dan pola dari scene yang luas. Dalam detail obyek makro yang berukuran kecil, terkadang terdapat struktur dan pola yang menarik jika direkam dalam bidang foto yang terbatas. Data gambar : Canon EOS 350D * 18,0 mm * f/13,0 * 1/399 detik * ISO 400 * Jam 13:25:13 * 18 Juli 2009. Lokasi : Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

10. Tidak Meremehkan Komposisi Simetris
Secara umum, tip kesepuluh ini sedikit bertentangan dengan aturan komposisi. Namun, aturan komposisi terpenting dalam fotografi adalah "pilihan terbaik". Yang dimaksud dengan "pilihan terbaik" bisa apa saja, termasuk komposisi simetris. Walaupun kompisi tersebut cenderung statis, komposisi tersebut terkadang mampu memberikan hasil yang terbaik. Komposisi simetris paling sering digunakan dalam foto arsitektur. Komposisi tersebut memudahkan mata mengenali scene secara keseluruhan dan memberikan bobot yang sama untuk setiap elemen visual gambar. Data gambar : Canon EOS 350D * 18,0 mm * f/11,0 * 1/319 detik * ISO 400 * Jam 12:53:04 * 6 Maret 2009. Lokasi : Masjid Agung Tuban, Jawa Timur.

11. Perspektif baru
Jika semua obyek diambil dengan ketinggian yang sejajar, hasilnya cenderung biasa-biasa saja. Cobalah untuk merekayasa sudut pemotretannya dengan mengambil dari posisi yang lebih tinggi atau sebaliknya. Terkadang, hasilnya jauh lebih menawan.

Foto yang diambil dengan cara jongkok memiliki perspektif baru yang sangat unik sehingga foto menjadi sangat menarik. Demikian halnya dengan foto pilar yang tampak lebih tinggi jika diambil dari bawah.

12. Memilih Latar Depan yang Menarik
Mengapa pemandangan yang menakjubkan bisa terkesan datar dan membosankan di foto? Sering kali, hal tersebut hanya disebabkan karena ketiadaan elemen latar depan. Latar depan dapat menciptakan komposisi berjenjang yang memperkuat efek spasial pada gambar.

Saat melihat sebuah gambar pemandangan, pandangan mata sering kali lebih cepat tertuju pada obyek di kejauhan. Untuk menciptakan efek ekdalaman pada gambar, Anda harus bisa memanfaatkan obyek seperti bebatuan, tanaman bunga, atau benda lain yang berpotensi dijadikan latar depan. Foto yang diambil dengan latar depan dapat diambil dengan lensa bersudut lebar. Latar depan diambil dari jarak dekat sehingga lebih menonjol. Dengan cara tersebut, gambar akan memiliki kesan kedalaman yang lebih optimal. Supaya hasilnya lebih baik, gunakan aperture kecil (f16) supaya kamera memiliki cakupan ruang tajam yang lebih luas. Data gambar : Canon EOS 350D * 50,0 mm * f/14,0 * 1/319 detik * ISO 400 * Jam 10:21:10 * 16 Desember 2009. Lokasi : Prambanan, Yogyakarta & Jawa Tengah.


Friday, June 18, 2010

Masalah di Mail Server : masalah umum webmail

Masalah email kalau di-break down bisa jadi akan banyak sekali. Namun secara global dapat dikelompokkan ke dalam 3 masalah besar, yaitu masalah :
  1. koneksi
  2. mail server
  3. mail box user
Masalah pada koneksi :
  1. Perangkat keras PC
  2. Perangkat lunak di dalam PC (misal web browser dan mail client)
  3. Putusnya koneksi dari PC ke Gateway
  4. Gateway/Router
  5. Putusnya koneksi dari Gateway ke Internet
  6. Kepadatan koneksi ke Internet
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Gunakan PC untuk browse ke Google. Jika bisa mencari kata ke Google, berarti tidak ada masalah dengan koneksi.
  2. Gunakan perintah baris "ping" ke alamat www.detik.com. Dengan perintah ini dapat diketahui apakah koneksi padat atau terputus.
  3. Gunakan perintah baris "traceroute" di Linux atau perintah baris "tracert" di Windows untuk mengetahui kualitas koneksi di setiap simpul yang dilewati. Traceroute diarahkan ke alamat mail server untuk mengetahui simpul mana yang bermasalah.
  4. Gunakan setidaknya 2 (dua) PC lain, untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah dengan koneksi. Sebenarnya tidak harus menggunakan PC rekan lain, bertanya ke 2 (dua) rekan lain saja sudah cukup.
Masalah pada mail server :
  1. Server hang
  2. Service stop
  3. Server over load (terlalu sibuk)
  4. Free space menipis
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Bertanya kepada 2 (dua) rekan lain pengguna webmail untuk memastikan bahwa mereka bisa mengakses webmail.
  2. Coba login menggunakan PC lain.
  3. Gunakan account "tester". Jika menggunakan account tester sukses, berarti tidak ada masalah dengan mail server.
  4. Gunakan perintah "ping" ke mail server untuk memastikan mail server UP.
  5. Masuk ke halaman awal ke webmail (tidak perlu login).
Untuk masalah free space menipis, ini adalah masalah pada sisi pengelola. Biasanya pengelola lalai menghapus file di folder tmp. Folder tmp bisa penuh karena aada kegagalan dalam menyalin file. Informasi lanjutan, bisa lihat di artikel lain.

Masalah pada mail account user :
  1. Inbox terlalu banyak
  2. Kuota menipis atau di bawah 50%
  3. Lupa password
Langkah mengisolasi masalah :
  1. Pastikan INBOX di bawah 1500 email.
  2. Pastikan kuota masih di bawah 50%.
  3. Lakukan login di saat jam-jam sepi. Jika berhasil, kurangi INBOX, hapus email yang tidak perlu sedemikian rupa sehingga kuota bisa di bawah 50%.
  4. Bagi yang lupa password, Admin tidak bisa membantu mengetahuinya. Namun Admin bisa menggantinya dengan password baru. Setelah mendapat password baru, silahkan ganti lagi sesuai kehendak hati.
Bagi pengguna biasa, sulit rasanya melakukan diagnose awal, untuk itu sebaiknya :
  1. Bapak/Ibu mendatangi Admin di PPIN
  2. Petugas satker yang ditunjuk mendatangi Bapak/Ibu
  3. Petugas dari PPIN mendatangi Bapak/Ibu

Wednesday, June 16, 2010

Linux Force DHCP client (dhclient) to renew ip address

The -r flag explicitly releases the current lease, and once the lease has been released, the client exits. For example, open terminal and type the command:
$ sudo dhclient -r

To check the IP Address you have :
$ ifconfig

Now obtain fresh IP:
$ sudo dhclient

There is no need to restart network service. Above command should work with any Linux distro such as RHEL, Fedora, CentOS, Ubuntu and others. On a related note you can also try out the following commands:
# ifdown eth0
# ifup eth0
# /etc/init.d/network restart

OR
# /etc/init.d/networking restart

Sumber : http://www.cyberciti.biz/

Konversi file video di Fedora 11

Untuk melakukan konversi file video (WMV, MPEG, FLV,AVI) di Fedora 11 dapat menggunakan tool perintah baris ffmpeg. Untuk instalasinya, sebaiknya menggunakan YUM, sehingga perintah barisnya menjadi :
# yum install ffmpeg

Untuk melakukan konversi file video *.mpeg ke wmv yang berukuran 400x220 adalah sebagai berikut :

$ ffmpeg -i AtlasV_new_horizons.mpeg -s 400x220 AtlasV_new_horizons.wmv

Dalam contoh ini saya menggunakan file input AtlasV_new_horizons.mpeg yang bisa diambil di ftp://dl1.batan.go.id/. Ukuran file AtlasV_new_horizons.mpeg adalah 12,8 MB. Setelah dikonversi ke WMV, ukuran file AtlasV_new_horizons.wmv menjadi 2,6 MB.

Opsi yang digunakan pada contoh di atas adalah :
  • -i adalah input, setelah -i tulis nama file masukan
  • -s adalah ukuran atau size dari file keluaran yang diinginkan, dalam hal ini ukurannya 400x220. Kebetulan ini adalah ukuran untuk PDA atau PocketPC, misal HP iPAQ 440
  • Jangan lupa menuliskan nama file keluaran.
Jika ada opsi yang tidak jelas, silahkan lihat manual perintah baris ffmpeg ini dengan menjalankan perintah baris :
$ man ffmpeg

Contoh lain adalah akan menkonversi WMV dari ukuran 320x180 ke ukuran 400x220.
$ ffmpeg -i F-35BFirstFlightMusicVideo.wmv -s 400x220 F-35BFirstFlightMusicVideo_new.wmv

F-35BFirstFlightMusicVideo.wmv adalah file masukan yang berukuran 10,9 MB. Sedangkan file keluarannya F-35BFirstFlightMusicVideo_new.wmv berukuran 4,3 MB.

Jenis file yang tidak bisa : MOV

Mengetahui histroy kegagalan sebuah host dengan Nagios

Nagios telah menyediakan tool yang bisa digunakan untuk mengetahui sejarah atau histroy sebuah host. Misal, Anda ingin tahu sejak kapan suatu host DOWN. Untuk mengetahuinya, Anda harus login ke Nagios Server. Setelah memasukkan username dan password, pilih salah satu menu Alerts dalam kelompok menu Reports. Nagios menyediakan banyak menu dan dikelompokkan dalam 4 kelompok menu, yaitu General, Current Status, Reports dan System.

Langkah-langkah melihat Summary Alert suatu host :
  1. Login ke Nagios Server
  2. Pilih menu sub menu Summary, di menu Alert, kelompok menu Reports.
  3. Pada pull down menu "Limit To Host" pilih "00-serpong4", biarkan yang lain default
  4. Klik "Create Summary Report!"
  5. Perhatikan kolom Time dan State, dalam kolom ini akan terlihat kapan suatu kejadian terjadi dan jenis kejadiannya.
Dari data yang ditampilkan akan dapat dilihat jam berapa host tertentu mengalami kegagalan operasi.

Langkah selanjutnya apabila server co-location yang DOWN adalah :
  1. Hubungi petugas Help Desk ISP
  2. Pastikan bahwa petugas Help Desk ISP sudah menghubungi petugas Data Center Gedung Cyber.
  3. Lakukan pemantauan secara terus menerus hingga server benar-benar UP. Pastikan seluruh service di server tersebut berfungsi dengan melakukan pengujian melalui aplikasi.
  4. Jika kegagalan sudah teratasi, segera buat laporan kronologis kejadian, masalah dan tindakan yang telah dilakukan.

Tim Implementasi OSS di BATAN Tahun 2010

Untuk membantu percepatan implemntasi Open Source Software (OSS) di BATAN, telah dibentuk sebuah Tim. Pembentukan Tim ini terinspirasi oleh Inpres Nomor 3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Dalam Inpres ini dijabarkan tahapan yang harus dilalui dalam membangun e-Government di lembaga pemerintah. Selain itu ada juga Surat Edarab MENPAN No. SE/01/M.PAN/3/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). Berdasarkan surat edaran ini diharapkan per 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menggunakan perangkat lunak legal. Penggunaan dan pengembangan juga disebut-sebut dalam Buku Putih Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun 2005 - 2025, Agenda Riset Nasional (ARN) Tahun 2009 - 2014.

Berdasarkan Keputusan Kepala BATAN No. 102/KA/IV/2010 tanggal 26 April 2010, telah dibentuk Tim Implementasi OSS di BATAN untuk tahun 2010. Tugas Pokja Migrasi adalah :
  1. Melakukan pemutakhiran data hasil Sensus Komputer 2009
  2. Merekomendasikan distro OSS dan merawat repository server
  3. Melakukan pendataan dan pengujian kompatibilitas perangkat keras terhadap OSS
  4. Mencari padanan perangkat lunak Proprietary di OSS termasuk driver peripheral
  5. Mencari solusi bagi aplikasi yang sudah given di lingkungan ketatausahaan yang berbasis OSS
  6. Melakukan remastering distro Fedora terbaru
Ppersonalia yang terlibat dalam Pokja ini adalah : Sulasno, Suratman, Masluhin, Ghofir, Rahadi Kurniawan, Dhanu Dwiandhika, Wenseslaus Roland, A. Rachman Sofian, Agus Juwana, dan Roliana Sugiman.

Ttugas Pokja Pelatihan adalah :
  1. Melakukan pemutakhiran data peserta pelatihan OSS
  2. Menentukan jenis pelatihan dan workshop OSS yang dibutuhkan
  3. Menyelenggarakan workshop penggunaan OSS
  4. Melakukan pembinaan kepada petugas Help Desk di satuan kerja
Personalia Pokja Pelatihan adalah M.M. Kasih Widyastuti, Rakhmat Saleh, Junaidi S., dan Eko Prasetyo.

Hasil survey yang lalu menunjukkan bahwa pada tahun 2007, jumlah komputer ada sekitar 1462 dengan 49 komputer sudah menggunakan OSS. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan, dimana pengguna OSS menjadi 340 komputer dari 1475 komputer yang ada di BATAN. Data untuk tahun 2009 sulit dilakukan rekapitulasi mengingat ada 13 Satker yang kurang kooperatif dalam mengisi kuesioner yang disebarkab. Padahal koesioner tersebut berdasarkan koesioner yang diberikan oleh Kementrian Ristek. Tampaknya para responden ada keraguan dalam mengisi kuesioner sensus tersebut.

Sebagai tindak lanjuta tugas setiap Pokja, diharapkan :
  1. Setiap Pokja membuat rencana kerja yang berisi jadwal rinci, personalia yang bertugas, bahan-bahan yang dibutuhkan, perjalanan yang akan dilakukan
  2. Melakukan rekap ulang untuk hasil sensus tahun 2009. Ada 13 satker yang belum direkap, PRPN, PTRKN, PKTN, PRSG, PTBN, PTKMR, PATIR, PDIN, PPGN, BSDM, BKHH, BU, PPEN. Petugas yang belum melakukan rekap adalah Suratman, Dhanu, Rachman, Masluhin, Wenseslaus Roland, Ghofir,
  3. Membuat rencana kerja untuk tahun 2012, 2013 dan 2014. Gambaran: target workshop untuk 2010 : 137 orang, 2011 : 170 orang, 2012 : 200 orang, 2013 : 250 orang, 2014 : 300 orang. Jika target ini tidak sesuai, silahkan diubah sesuai situasi dan kondisi saat itu.
  4. Workshop aplikasi untuk staf Bagian Tata Usaha lingkungan BATAN, khususnya di Subbag PK dan Subbag Keuangan. (39 orang)
  5. Workshop untuk CPNS pengadaan 2009 (50 orang).
  6. Materinya workshop untuk Staf TU dan CPNS sekitar penggunaan OpenOffice.org (OOo) yang dilengkapi dengan ujian OOo Writer, OOo Calc dan OOo Impress. Ujian hanya sekedar untuk melihat tingkat kemampuan peserta. Untuk itu sebelum ikut workshop contoh-contoh soal bisa dibagikan untuk dilatih sendiri dulu (kisi-kisi)
  7. Pelatihan dilakukan Juli 2010 atau sebelum memasuki bulan puasa.

Tuesday, June 15, 2010

Konfigurasi AT-MCR12 Serpong

Untuk memudahkan melakukan pelacakan kesalahan dan gangguan perlu adanya data mengenai konfigurasi di Allied Telesyn AT-MCR12 dan Cisco Catalyst VLAN Seri 2950. Salah satu kegunaannya adalah memudahkan dalam mengetahui aktifitas di suatu gedung. No. Inventaris Cisco Catalyst 2950 Series : 080.01.00.450304.000.2008 - 2.12.02.04.999.125.

Konfigurasi AT-MCR12 di Serpong :

Slot #1 : No Connection
Slot #2 : Gd. 31 -> port #2 Catalyst VLAN
Slot #3 : Gd. 60 -> port #3 Catalyst VLAN
Slot #4 : Gd. 65 -> port #4 Catalyst VLAN
Slot #5 : No Connection
Slot #6 : Gd. 80 -> port #14 Catalyst VLAN
Slot #7 : Gd. 90 -> port #15 Catalyst VLAN
Slot #8 : Gd. 95 -> port #16 Catalyst VLAN
Slot #9 : None
Slot #10 : No Connection
Slot #11 : None
Slot #12 : None

Keterangan :
  1. No Connection : ada transceiver namun idle
  2. None : tidak ada transceiver
  3. Unknown : ada transceiver, namun tidak ada keterangan ke gedung berapa
Konfigurasi Cisco Catalyst VLAN

Port #1 : Uplink
Port #2 : Trunking ke Cisco catalyst di Gd 31
Port #3 : Gd. 60 PTBN
Port #4 : Gd. 65 PTBN
Port #5 : IDI PPIN
Port #6 : None
Port #7 : SIM PPIN
Port #8 : Unknown
Port #9 : Gd. 71 PRPN
Port #10 : Gd. 71 PSJMN
Port #11 : None
Port #12 : Gd. 71 PTBIN
Port #13 : Gd. 71 PTLR
Port #14 : Gd. 80
Port #15 : Gd. 90
Port #16 : Unknown
Port #17 : None
Port #18 : None
Port #19 : None
Port #20 : None
Port #21 : None
Port #22 : SJK
Port #23 : Lab
Port #24 : None

Perawatan Tahap I Tahun 2010

Pengadaan belanja penambahan nilai peralatan dan mesin berupa perawatan jaringan komputer di 3 kawasan kerja menggunakan MAK 532121/0002.00256 TA 2010. Adapun barang yang diadakan berupa 10 unit Switch D-Link DES-1024D, 10/100 Fast Ethernet Swicth 24 Port, 2 unit Switch Linksys SRW224G4, 24 Port 10/100 + 4 Port Gigabit Switch with WebView, dan 8 unit Media Converter Allied Telesyn AT-MC101XL.

No. Inventaris untuk 10 unit D-Link adalah :
  1. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.045
  2. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.046
  3. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.047
  4. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.048
  5. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.049
  6. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.050
  7. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.051
  8. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.052
  9. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.053
  10. 33.11.99 - 2.06.01.04.11.077

No. Inventaris untuk 2 unit Linksys SRW224G4 adalah :
  1. 42.03.000.024292.2003 - 2.06.01.04.11.010
  2. 42.03.000.024292.2003 - 2.06.01.04.11.011
8 unit Allied Telesys AT-MC101XL menginduk kepada Cisco Catalyst VLAN seri 2960 dengan nomor inventaris 080.01.00.450304.000.2008 - 2.12.02.04.999.125.