Saturday, June 02, 2012
Personal Branding
Jika orang bicara soal personal branding, tidak akan terlepas dari sudut pandang orang yang menjadi panutannya dan tentunya pengalaman pribadinya. Tapi karena saya belum pernah membaca dan mendengar tentang personal branding, saya hanya bisa melihatnya dari sudut pribadi semata, berbasis pengalaman pribadi.
Wednesday, May 30, 2012
Buat Milis di Yahoo
Sepertinya buat milis di Yahoo Groups gampang-gampang saja. Ternyata ada saja yang membuat member tidak bertambah, meskipun sudah di-invite. Padahal ini adalah tujuan akhir dari pembuatan milis, punya anggota. Mungkin ini ada hubungannya dengan pemilik owner milis. Akhirnya owner diganti. Untuk ganti owner juga gak mudah, soalnya si pemilik gak punya akun di mail.yahoo.com.
Ini semua bermula dari permohonan seseorang untuk dibuatkan milis di yahoogroups.com. Saya pikir, dengan menggunakan akun saya di yahoo.com, saya bisa buatkan milis seperti yang diminta. Setelah milis selesai dibuat dan semua calon anggota sudah saya invite, tak ada satupun calon anggota yang me-replay. Saya sempat mensimulasikan proses invite ini ke akun email saya yang lain untuk sekedar ingin tahu apa yang terjadi. Tampaknya ada yang janggal, dalam email tersebut, yang meng-invite adalah saya, sementara saya bukan anggota mereka. Jadi wajar, kalau mereka bingung dengan email invite tersebut.
Milis akhirnya saya delete dan mencoba untuk membuat baru dengan owner bukan saya, si pemohon. Karena si pemohon tidak punya akun di mail.yahoo.com, maka harus buat akun terlebih dahulu. Untuk membuat akun, butuh informasi seperti tanggal lahir, sehingga harus cari dulu info tersebut. Setelah info didapat, mulai dibuatlah akun di mail.yahoo.com.
Setelah akun di mail.yahoo.com selesai dibuat, selanjutnya membuat group atau milis. Ada 3 langkah utama dalam membuat milis, yaitu menentukan katagori, mendeskripsikan milis dan mengundang calon anggota. Mementukan katagori mudah-mudah saja, tinggal memilih dari beberapa pilihan yang disediakan oleh Yahoo. Ketika mendiskripsikan milis timbul masalah. Nama milis yang pernah dibuat dan kemudian dihapus, tetap tidak bisa digunakan kembali. Akhirnya saya bedakan dengan karakter underscore.
Setelah langkah deskripsi selesai dilalui, langkah selanjutnya adalah mengundang calon anggota. Di sini harus hati-hati, soalnya kita harus dua kali meng-klik Submit Invite lalu klik Invite People. Awalnya saya pikir cukup klik Submit Invite saja. Mungkin klik Invite People untuk memastikan semata.
Perhatikan juga email yang masuk ke mailbox si owner, soalnya di situ akan ada pesan jika alamat email yang dimasukkan ternyata salah. Jangan sampai merasa sudah meng-invite tapi gak terdaftar menjadi member. Bisa jadi saat meng-invite telah terjadi kesalahan alamat email.
Kesimpulan :
Milis akhirnya saya delete dan mencoba untuk membuat baru dengan owner bukan saya, si pemohon. Karena si pemohon tidak punya akun di mail.yahoo.com, maka harus buat akun terlebih dahulu. Untuk membuat akun, butuh informasi seperti tanggal lahir, sehingga harus cari dulu info tersebut. Setelah info didapat, mulai dibuatlah akun di mail.yahoo.com.
Setelah akun di mail.yahoo.com selesai dibuat, selanjutnya membuat group atau milis. Ada 3 langkah utama dalam membuat milis, yaitu menentukan katagori, mendeskripsikan milis dan mengundang calon anggota. Mementukan katagori mudah-mudah saja, tinggal memilih dari beberapa pilihan yang disediakan oleh Yahoo. Ketika mendiskripsikan milis timbul masalah. Nama milis yang pernah dibuat dan kemudian dihapus, tetap tidak bisa digunakan kembali. Akhirnya saya bedakan dengan karakter underscore.
Setelah langkah deskripsi selesai dilalui, langkah selanjutnya adalah mengundang calon anggota. Di sini harus hati-hati, soalnya kita harus dua kali meng-klik Submit Invite lalu klik Invite People. Awalnya saya pikir cukup klik Submit Invite saja. Mungkin klik Invite People untuk memastikan semata.
Perhatikan juga email yang masuk ke mailbox si owner, soalnya di situ akan ada pesan jika alamat email yang dimasukkan ternyata salah. Jangan sampai merasa sudah meng-invite tapi gak terdaftar menjadi member. Bisa jadi saat meng-invite telah terjadi kesalahan alamat email.
Kesimpulan :
- Pastikan pemilik atau owner milis adalah bagian dari komunitas milis tersebut, mungkin jika orang lain akan membuat gak nyaman secara psikologis dan membuat bingung.
- Pastikan pemilik memiliki akun di mail.yahoo.com
- Untuk membuat akun baru di mail.yahoo.com pastikan punya informasi terkait dengan identitas pemilik akun baru tersebut. Setidaknya nama lengkap, tanggal lahir, pertanyaan rahasia.
- Pastikan alamat email calon anggota benar, misal dengan tes kirim email ke masing-masing dan perhatikan replay-nya.
Tuesday, May 29, 2012
Uji SITP dari Komplek IAEA Wina
Pada tanggal 28 September 2011, kami mencoba mengontak Pak Sunarko (sunarko at batan.go.id), Staf Bidang Tapak PPEN untuk mencoba akses ke server SITP (Sistem Informasi Tata Persuratan) dari Markas IAEA di Wina. Alamat server yang bisa dicoba adalah http://183.91.x3.y5/sitpbatan/ dan http://183.91.x2.y30:1234/sitpbatan/. Ternyata hasilnya adalah : server pertama negatif, server kedua positif.
Sementara pada saat yang sama Pak Dudit dan Pak Sestama belum bisa mengakses kedua server tersebut. Meskipun mereka berada di Markas IAEA, namun gedung mereka berbeda dan status mereka berbeda. Pak Sunarko mencoba dari Gedung A dengan status pegawai. Sedangkan Pak Dudit mencoba dari Gedung M (= Meeting) dengan status tamu. IP yang digunakan oleh Pak Sunarko adalah 161.5.131.42 dengan hostname : linux-ha1.iaea.org. Sementara IP yang digunakan Pak Dudit saya lupa mencatat.
Tampaknya IAEA menggunakan berbagai ISP (Internet Service Provider) untuk berbagai gedung. Yang dapat saya ketahui adalah
Uji coba ini dilakukan karena ada permintaan dari Pak Dudit yang sedang di Wina sejak 26 September 2011. Namun uji coba ini akhirnya di-pending entah kenapa.
Sementara pada saat yang sama Pak Dudit dan Pak Sestama belum bisa mengakses kedua server tersebut. Meskipun mereka berada di Markas IAEA, namun gedung mereka berbeda dan status mereka berbeda. Pak Sunarko mencoba dari Gedung A dengan status pegawai. Sedangkan Pak Dudit mencoba dari Gedung M (= Meeting) dengan status tamu. IP yang digunakan oleh Pak Sunarko adalah 161.5.131.42 dengan hostname : linux-ha1.iaea.org. Sementara IP yang digunakan Pak Dudit saya lupa mencatat.
Tampaknya IAEA menggunakan berbagai ISP (Internet Service Provider) untuk berbagai gedung. Yang dapat saya ketahui adalah
- Gedung M menggunakan ISP UPC Austria GmbH. Pak Dudit menggunakan fasilitas publik.
- Gedung A yang memberikan IP 79.170.210.172 (lokasi laptop Pak Sunarko) menggunakan ISP WNT Telecommunication GmbH. Pak Sunarko menggunakan fasilitas publik, bukan fasilitas pegawai.
- Gedung A yang memberikan IP 161.5.131.42 (lokasi desktop Pak Sunarko) menggunakan ISP International Atomic Energy Centre (IAEA). Pak Sunarko menggunakan fasilitas pegawai.
Uji coba ini dilakukan karena ada permintaan dari Pak Dudit yang sedang di Wina sejak 26 September 2011. Namun uji coba ini akhirnya di-pending entah kenapa.
Friday, May 25, 2012
Jangan Sampai Menjadi Personal Interest
Seyogyanya setiap kegiatan kedinasan mempunyai pola tetap, baku dan teragendakan, meskipun itu hanyalah sebuah kegiatan yang bersifat sosial belaka. Jadi tidak suka-suka, tergantung kepada yang punya usul dan ide awal. Terkesan "kedinasan" karena pada akhirnya menggunakan dana dan waktu kantor. Kalau sudah demikian halnya, sebaiknya dipikirkan agar terpola, baku, teragendakan dan bahkan bila perlu ada protap-nya. Semua pegawai yang masuk dalam katagori, berhak mendapatkan hak yang sama. Jika kegiatan tak berpola, nanti ada kesan hanya kegiatan cari muka semata dan personal interest. Seingatnya saja.
Kalau kegiatannya bersifat pribadi meski melibatkan kolega-kolega se kantor, tidak menjadi masalah jika bersifat atau dilakukan secara acak dan suka-suka. Toh dana dan waktu tuk kegiatan pribadi ini tidak mengambil jatah kantor dan tidak dilakukan dalam jam kantor.
Alasan kegiatan sosial kedinasan memang slalu ada sih. Namun bagi saya pribadi, pada beberapa kasus, masih terkesan dicari-cari untuk pembenaran atau justifikasi belaka. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kita tidak terlalu bodoh untuk mengamati dan menganalisa.
Kegiatan sosio dinas yang saya maksud antara lain adalah pelepasan purnabakti, ulang tahun someone, jalan santai, piknik, bakti sosial, pengumpulan sumbangan untuk meringankan yang kena musibah, menjenguk si sakit (bezoek), pemakaman, dll. Ini adalah contoh-contoh kegiatan yang saya ingat. Mungkin masih ada beberapa lagi, sambil jalan akan saya coba ingat kembali.
Jika belum mampu membuat pola baku, agenda ataupun protap, mendingan tidak dilaksanakan atau ditunda saja. Karena jika dilaksanakan secara parsial, bisa menimbulkan kecemburuan dan iri hati. Kenapa jika si ini dirayakan, tapi pas si itu tidak. Memang sih, jika sudah bicara pola, pekerjaan menjadi jauh lebih susah dan sulit. Namun disinilah seninya, ada tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya. Belum lagi masalah kepastian pendanaannya.
Jika kegiatan tersebut berasal dari dana yang gak pasti, maka akan membuat repot pejabat selanjutnya. Kegiatan sudah terlanjur diagendakan, sementara sumber dana tidak pasti. Mustinya sumber dana juga harus dipolakan, tidak hanya kegiatannya saja yang dipolakan. Jadi, jika kegiatan dan sumber dana belum bisa dipolakan, mendingan tidak usah diadakan dulu.
Yang sudah berjalan baik adalah kegiatan ulang tahun lembaga, ulang tahun unit dan hari kemerdekaan RI, pelepasan purnabakti, santunan K5D, santunan GNOTA.
Kalau kegiatannya bersifat pribadi meski melibatkan kolega-kolega se kantor, tidak menjadi masalah jika bersifat atau dilakukan secara acak dan suka-suka. Toh dana dan waktu tuk kegiatan pribadi ini tidak mengambil jatah kantor dan tidak dilakukan dalam jam kantor.
Alasan kegiatan sosial kedinasan memang slalu ada sih. Namun bagi saya pribadi, pada beberapa kasus, masih terkesan dicari-cari untuk pembenaran atau justifikasi belaka. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kita tidak terlalu bodoh untuk mengamati dan menganalisa.
Kegiatan sosio dinas yang saya maksud antara lain adalah pelepasan purnabakti, ulang tahun someone, jalan santai, piknik, bakti sosial, pengumpulan sumbangan untuk meringankan yang kena musibah, menjenguk si sakit (bezoek), pemakaman, dll. Ini adalah contoh-contoh kegiatan yang saya ingat. Mungkin masih ada beberapa lagi, sambil jalan akan saya coba ingat kembali.
Jika belum mampu membuat pola baku, agenda ataupun protap, mendingan tidak dilaksanakan atau ditunda saja. Karena jika dilaksanakan secara parsial, bisa menimbulkan kecemburuan dan iri hati. Kenapa jika si ini dirayakan, tapi pas si itu tidak. Memang sih, jika sudah bicara pola, pekerjaan menjadi jauh lebih susah dan sulit. Namun disinilah seninya, ada tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya. Belum lagi masalah kepastian pendanaannya.
Jika kegiatan tersebut berasal dari dana yang gak pasti, maka akan membuat repot pejabat selanjutnya. Kegiatan sudah terlanjur diagendakan, sementara sumber dana tidak pasti. Mustinya sumber dana juga harus dipolakan, tidak hanya kegiatannya saja yang dipolakan. Jadi, jika kegiatan dan sumber dana belum bisa dipolakan, mendingan tidak usah diadakan dulu.
Yang sudah berjalan baik adalah kegiatan ulang tahun lembaga, ulang tahun unit dan hari kemerdekaan RI, pelepasan purnabakti, santunan K5D, santunan GNOTA.
Wednesday, May 23, 2012
Penjelasan Tentang Radiasai Alam di Bangka
Menangapi berita yang dimuat di Bangka Pos pada tanggal 10 Mei 2012, terkait dengan apparan radiasi alam yang ada di Pulau Bangka, maka Kepala Bapeten telah menyurati Gubernur Bangka Belitung untuk memebrikan penjelasan. Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat. Penjelsan Kepala Bapeten tertuang dalam surat nomor 1400/KS 00 01/K/V-2012 tertanggal 11 Mei 2012.
Dalam mengemban amanat Undang-Undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir mempunyai fungsi dan kewajiban menjamin kselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup dari potensi bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan dari kegiatan di bidang ketenaganukliran. Salah satu instrumen mengenai program pengelolaan lingkungan, adalah data dari rioaktivitas lingkungan. Data radioaktivitas lingkungan ini dikumpulkan untuk menggambarkan dan menentukan status dan kondisi radioaktivitas lingkungan pada daerah tertentu. Data radioaktivitas lingkungan inilah yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi, mengendalikan dan memverifikasi seluruh aktivitas yang kemungkinan dapat berdampak terhadap lingkungan akibat adanya kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir.
Dari satu lokasi ke lokasi lain di Indonesia, tingkat paparan radiasi yang berasal dari alam sangat bervariasi di mulai kurang dari 0,02 mikrosievert/jam sampai ada yang melampui 2.0 mikrosievert/jam. Peluang untuk mendapatkan data sebagaimana yang diberitakan tersebut realtif mudah ditemukan di wilayah Bangka Belitung, Kalbar, Kalteng, Sumut, Sulbar, dll. Namun peluang untuk mendapatkan nilai itu di Pulau Jawa termasuk di Jepang akan sulit karena secara umum atau sebagian besar di wilayah itu nilainya kurang dari 0,1 mikrosievert/jam. Paparan radiasi alam tersebut tidak membahayakan bagi kehidupan.
BAPAETEN telah melakukan kegiatan pemantauan radioaktivitas lingkungan yang dilakukan pada akhir Pebruari 2012 (27 Pebruari - 2 Marat 2012). Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran terhadap tingkat radioaktivitas lingkungan dan konsentrasi radionuklida dalam media lingkungan (air, tanah dan tanaman) pada 17 lokasi yang tersebar di daerah Muntok, Kab. Bangka Barat. Dari kegiatan pemantauan terhdap radioaktivitas lingkungan tersebut diperoleh hasil pengukuran paparan radiasi pada sumber air di beberapa lokasi di sungai Tembelok, sungai Bertumpak dan beberapa sumur di desa Air Putih diperoleh nilai sebesar 0.08 - 0,15 mikroSv/jam. Sedangkan milai laju paparan radiasi di beebrapa desa antara lain daerah desa Air Putih, Menjelang Baru, Jati, Pemuhun adalah sebesar 0,09 - 0,2 mikroSv/jam.
Terkait dengan pengawasan terhadap Technologically-Enhanced, Naturally-Occurring Radioactive Material (TENORM) sebagai pemantauan terhadap dampak ikutan akibat pengelolaan bijih timah, BAPETEN telah melaksanakan inspeksi Additional Protocol (Protokol Tambahan) secara rutin setiap tahun ke beberapa perusahaan timah di Provinsi Bangka Belitung. Inspeksi terakhir dilakukan tanggal 14 - 16 September 2011 di perusahaan pengolah bijih timah yaitu PT. Koba Tin, PT. Bukit Timah, PT. Timah Tbk, PT. Bangka Putra Karya, PT. Mutiara Prima Sejahtera, CV. Donna Kembara Jaya, CV. Vnus Inti Persada dan CV. DS. Jaya Abadi. Kegiatan selama inspeksi Additional Protocol yang dilakukan adalah dengan memeriksa keberadaan dan paparan radiasi terhadap monasit, tin slag, Ilminite, Zirkonkum. Dari hasil inspeksi tersebut diperoleh data paparan radiasi tinggi terjadi karena dilakukan pengukuran di lokasi permukaan timbunan monasit.
Dari hasil inspeksi Protokol Tambahan yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa bahan sumber di Provinsi Bangka Belitung sudah berada dalam pengawasan BAPETEN dan hasil pengawasan Protokol Tambahan ini dilaporkan secara rutin kem IAEA. Upaya yang dilakukan oleh BAPETEN tersebut adalah dalam rangka melindungi masyarakat, pekerja, dan lingkungan hidup, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang pada BAPETEN.
Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala BAPETEN, Dr. Ir. As Natio Lasman. Tembusan ditujukan kepada Menristek, Kepala BATAN, Bupati Bangka Barat dan Redaksi Bangka Pos.
Lihat : Warga Muntok Minta Bentuk Zona Bebas dari Radiasi
Dalam mengemban amanat Undang-Undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir mempunyai fungsi dan kewajiban menjamin kselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup dari potensi bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan dari kegiatan di bidang ketenaganukliran. Salah satu instrumen mengenai program pengelolaan lingkungan, adalah data dari rioaktivitas lingkungan. Data radioaktivitas lingkungan ini dikumpulkan untuk menggambarkan dan menentukan status dan kondisi radioaktivitas lingkungan pada daerah tertentu. Data radioaktivitas lingkungan inilah yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi, mengendalikan dan memverifikasi seluruh aktivitas yang kemungkinan dapat berdampak terhadap lingkungan akibat adanya kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir.
Dari satu lokasi ke lokasi lain di Indonesia, tingkat paparan radiasi yang berasal dari alam sangat bervariasi di mulai kurang dari 0,02 mikrosievert/jam sampai ada yang melampui 2.0 mikrosievert/jam. Peluang untuk mendapatkan data sebagaimana yang diberitakan tersebut realtif mudah ditemukan di wilayah Bangka Belitung, Kalbar, Kalteng, Sumut, Sulbar, dll. Namun peluang untuk mendapatkan nilai itu di Pulau Jawa termasuk di Jepang akan sulit karena secara umum atau sebagian besar di wilayah itu nilainya kurang dari 0,1 mikrosievert/jam. Paparan radiasi alam tersebut tidak membahayakan bagi kehidupan.
BAPAETEN telah melakukan kegiatan pemantauan radioaktivitas lingkungan yang dilakukan pada akhir Pebruari 2012 (27 Pebruari - 2 Marat 2012). Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran terhadap tingkat radioaktivitas lingkungan dan konsentrasi radionuklida dalam media lingkungan (air, tanah dan tanaman) pada 17 lokasi yang tersebar di daerah Muntok, Kab. Bangka Barat. Dari kegiatan pemantauan terhdap radioaktivitas lingkungan tersebut diperoleh hasil pengukuran paparan radiasi pada sumber air di beberapa lokasi di sungai Tembelok, sungai Bertumpak dan beberapa sumur di desa Air Putih diperoleh nilai sebesar 0.08 - 0,15 mikroSv/jam. Sedangkan milai laju paparan radiasi di beebrapa desa antara lain daerah desa Air Putih, Menjelang Baru, Jati, Pemuhun adalah sebesar 0,09 - 0,2 mikroSv/jam.
Terkait dengan pengawasan terhadap Technologically-Enhanced, Naturally-Occurring Radioactive Material (TENORM) sebagai pemantauan terhadap dampak ikutan akibat pengelolaan bijih timah, BAPETEN telah melaksanakan inspeksi Additional Protocol (Protokol Tambahan) secara rutin setiap tahun ke beberapa perusahaan timah di Provinsi Bangka Belitung. Inspeksi terakhir dilakukan tanggal 14 - 16 September 2011 di perusahaan pengolah bijih timah yaitu PT. Koba Tin, PT. Bukit Timah, PT. Timah Tbk, PT. Bangka Putra Karya, PT. Mutiara Prima Sejahtera, CV. Donna Kembara Jaya, CV. Vnus Inti Persada dan CV. DS. Jaya Abadi. Kegiatan selama inspeksi Additional Protocol yang dilakukan adalah dengan memeriksa keberadaan dan paparan radiasi terhadap monasit, tin slag, Ilminite, Zirkonkum. Dari hasil inspeksi tersebut diperoleh data paparan radiasi tinggi terjadi karena dilakukan pengukuran di lokasi permukaan timbunan monasit.
Dari hasil inspeksi Protokol Tambahan yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa bahan sumber di Provinsi Bangka Belitung sudah berada dalam pengawasan BAPETEN dan hasil pengawasan Protokol Tambahan ini dilaporkan secara rutin kem IAEA. Upaya yang dilakukan oleh BAPETEN tersebut adalah dalam rangka melindungi masyarakat, pekerja, dan lingkungan hidup, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang pada BAPETEN.
Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala BAPETEN, Dr. Ir. As Natio Lasman. Tembusan ditujukan kepada Menristek, Kepala BATAN, Bupati Bangka Barat dan Redaksi Bangka Pos.
Lihat : Warga Muntok Minta Bentuk Zona Bebas dari Radiasi
Wednesday, May 09, 2012
Perbedaan Blue Coat ProxySG
Blue Coat mengeluarkan berbagai seri ProxySG, yaitu seri 300, 600, 900, dan 9000. Perbedaan diantaranya adalah besarnya hard disk, RAM dan NIC. Di bawah seri sebenarnya ada versi, misal SG300-5, SG300-10, dan SG300-15. Atau untuk seri SG600, ada versi SG600-10, SG600-20, dan SG600-35. Yang akan dibandingkan disini adalah versi tertinggi di setiap seri.
Untuk seri 900 ada versiSG900-10B, SG900-20, SG900-30, dan SG900-45. Sedangkan untuk seri 9000 ada versi SG9000-20B, SG9000-30, dan SG9000-40.
Yang sulit diketahui adalah price list untuk masing-masing seri dan versinya.
| Type | Hard disk | RAM | NIC | User |
| SG300 | 250 GB | 4 GB | 3 | Unlimited |
| SG600 | 500 GB | 4 GB | 3 | Unlimited |
| SG900 | 4000 GB | 16 GB | 4 | Unlimited |
| SG9000 | 15000 GB | 64 GB | 4 | Unlimited |
Untuk seri 900 ada versiSG900-10B, SG900-20, SG900-30, dan SG900-45. Sedangkan untuk seri 9000 ada versi SG9000-20B, SG9000-30, dan SG9000-40.
Yang sulit diketahui adalah price list untuk masing-masing seri dan versinya.
Monday, May 07, 2012
Rencana Perjalanan 14-27 Mei 2012
Singapura :
- NUS (National University of Singapore)
- Nanyang University
- Sentosa Island
- Merlion
- Universal Studio
- Nyoba MRT dan Bus
- Nyoba City Sightseeing Bus
- Masjid Sultan
- Orchid Road
- Sim Lim Square
- Hostel
Saturday, May 05, 2012
Kondisi Wisma BPLP Cipanas Mei 2012
Saat ini (4 Mei 2012) ada 2 perubahan besar yang terjadi di Wisma Cipanas, yaitu pindahnya lokasi kantor dan tidak berfungsinya Gedung Aula (AULA dalam gambar). Kantor telah dipindah ke Wisma E (E dalam gambar). Sedangkan kantor lama akan dijadikan gudang material untuk keperluan merenovasi Gedung Aula. Gedung Aula mulai dibongkar Senin, 7 Mei 2012 hingga akhir Agustus 2012. Renovasi Gedung Aula mengakibatkan modem ADSL, router RB450 dan WAP Senao ECB3220 harus segera dipindahkan.
Pekerjaan yang perlu dilakukan adalah :
Pekerjaan yang perlu dilakukan adalah :
- Memindahkan Modem ADSL dan Router Mikrotik RB450 ke Wisma E, meskipun hanya sementara.
- Memindahkan Wireless Access Point Senao ECB3220 ke Wisma E atau dinonaktifkan.
- Menarik kabel UTP baru dari Wisma E ke Wisma A untuk koneksi WAP Wisma_A. Selama ini WAP Wisma_A dikoneksi dari Gedung Aula.
- Menyediakan Stop Kontak di Wisma E untuk memasok listrik bagi modem dan router.
- Memasang Rak 8U di Wisma A (A dalam gambar) untuk tempat tempat penyimpanan Modem ADSL, Router RB450 dan peralatan lain secara permanen. Rak akan diletakkan di bagian belakang Wisma A. Stop Kontak sudah tersedia.
- Memasang Tower (T dalam gambar) untuk antena wireless agar menjangkau Wisma C (C dalam gambar) dan Wisma D (D dalam gambar) di posisi ini.
Website Monitoring Tools
Untuk tahu apakah situs kita dikenali atau bisa diakses dari luar negeri atau Internasional, bisa coba tool yang satu ini. Jadi gak usah repot-repot minta tolong temen, saudara yang sedang di luar negeri, atau kita harus ke luar negeri. Tool tersebut adalah http://host-tracker.com. Selain Host-Tracker, anda beberapa tool sejenis dengan katagori website monitoring services, yang bisa digunakan seperti :
http://www.alertra.com/,
http://www.hyperspin.com/id/,
http://internetsupervision.com/.
http://www.alertra.com/,
http://www.hyperspin.com/id/,
http://internetsupervision.com/.
Saat mengecek dengan host-tracker, sebaiknya lakukan dengan 2 cara atau input, yaitu dengan hostname.domain dan dengan IP Address. Soalnya hasilnya bisa beda. Jika dengan hostname.domain, saya pernah mencoba hasilnya FAIL semua. Tapi jika memeriksanya dengan IP Address, hasilnya OK semua.
Upaya ini saya lakukan karena ada masalah yang dihadapi oleh para pengguna, yaitu
Keluhan lain dari pengguna yang sedang berada di Austria. Ia mengeluh tidak bisa membuka webmail. Kemudian saya cek lagi dari kantor dan rumah, webmail normal-normal saja.
Dari sinilah mulai memikirkan hal lain yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Saya harus bisa mensimulasikan pengecekan webmail dari berbagai negara. Entah bagaimana ceritanya, dengan Gooling, akhirnya sampailah di situs http://host-tracker.com/. Pucuk dicinta ulam tiba.
Dengan menggunakan tool ini akhirnya terbukti bahwa telah terjadi pemblokiran akses Internasional kepada server webmail dan server lainnya. Memang terasa aneh alasan pemblokiran ini, lembaga saya dianggap tidak melanggan layanan ini. Padahal sudah sejak 1 Januari 2011 lembaga saya melanggan layanan akses Internasional. Jika bukan karena situs host-tracker, saya tidak bisa beradu argumen dengan pihak Provider. Dalam kontrak jelas-jelas dikatakan bahwa Penyedia Jasa wajib :
"Menyediakan co-location di NOC Penyedia Jasa dengan kapasitas 1 (satu) full rack dan kapasitas bandwidth IIX 100 Mbps (sharing) dan bandwidth internasional minimal 2 Mbps (simetris, 1:1)"
Setelah berkomunikasi dengan intensif antara petugas Support dan Account Manager, akhirnya setelah upaya 2 hari (Sabtu dan Minggu), tuntas juga masalah ini. Lega rasanya bisa kembali melayani dan tetap berkomitmen untuk tetap melayani 24/7/365, with all costs.
Dengan menggunakan http://host-tracker.com/, kita tidak perlu memiliki check point sendiri di manca negara, kita tidak perlu punya temen yang bisa bantu mengecek koneksi dari negara mereka ke server kita. Kota dan negara yang menjadi check point bagi server kita di Indonesia adalah :
Kalau dilihat per kota ada 27 kota di 3 benua yang dijadikan check point :
Untuk cek dari Australia, Italia, Taiwan, dan Singapura, bisa pakai http://www.hyperspin.com/id/
Untuk cek dari China, Singapura bisa gunakan http://www.alertra.com/
Untuk cek dari China, Australia dan Chile, bisa gunakan http://internetsupervision.com/
Untuk cek dari Selandia Baru, Australia, Jepang, India, Afrika Selatan, Eropa, Amerika Utara, Argentina, Brasilia, bisa gunakan http://www.websitepulse.com/, tapi sayangnya berbayar.
Tool lain yang mungkin diperlukan untuk investigasi :
Scan IP dalam range tertentu : http://ports.my-addr.com/ip-range-port-scanner-tool.php
Mengetahui pemilik suatu IP : http://whois.domaintools.com/
Obyek Investigasi dalam kasus ini ada 3 blok IP Address, yaitu :
Bloka #1
183.91.x1.y1/29
y1 : router
y2 : mail
y35 : ---
y36 : digilib
--------------------------------
Blok #3
183.91.x3.y3/25
y1 : router
y2 : ---
y3 : ---
y5 : portal si
Contoh Kalkulasi IP Address :
Blok IP : 183.91.x1.0/29
Netmask : /29 = 255.255.255.248
Network : 183.91.x1.160
Hostmin : 183.91.x1.161 (punyanya router)
Hostmax : 183.91.x1.166
Broadcast : 183.91.x1.167
Upaya ini saya lakukan karena ada masalah yang dihadapi oleh para pengguna, yaitu
- Mail server tidak bisa mengirim email ke yahoo.com dan gmail.com
- Mail server tidak bisa menerima email dari yahoo.com dan gmail.com
- Membuka situs webmail tidak bisa dilakukan dari Australia dan Austria.
Keluhan lain dari pengguna yang sedang berada di Austria. Ia mengeluh tidak bisa membuka webmail. Kemudian saya cek lagi dari kantor dan rumah, webmail normal-normal saja.
Dari sinilah mulai memikirkan hal lain yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Saya harus bisa mensimulasikan pengecekan webmail dari berbagai negara. Entah bagaimana ceritanya, dengan Gooling, akhirnya sampailah di situs http://host-tracker.com/. Pucuk dicinta ulam tiba.
Dengan menggunakan tool ini akhirnya terbukti bahwa telah terjadi pemblokiran akses Internasional kepada server webmail dan server lainnya. Memang terasa aneh alasan pemblokiran ini, lembaga saya dianggap tidak melanggan layanan ini. Padahal sudah sejak 1 Januari 2011 lembaga saya melanggan layanan akses Internasional. Jika bukan karena situs host-tracker, saya tidak bisa beradu argumen dengan pihak Provider. Dalam kontrak jelas-jelas dikatakan bahwa Penyedia Jasa wajib :
"Menyediakan co-location di NOC Penyedia Jasa dengan kapasitas 1 (satu) full rack dan kapasitas bandwidth IIX 100 Mbps (sharing) dan bandwidth internasional minimal 2 Mbps (simetris, 1:1)"
Setelah berkomunikasi dengan intensif antara petugas Support dan Account Manager, akhirnya setelah upaya 2 hari (Sabtu dan Minggu), tuntas juga masalah ini. Lega rasanya bisa kembali melayani dan tetap berkomitmen untuk tetap melayani 24/7/365, with all costs.
Dengan menggunakan http://host-tracker.com/, kita tidak perlu memiliki check point sendiri di manca negara, kita tidak perlu punya temen yang bisa bantu mengecek koneksi dari negara mereka ke server kita. Kota dan negara yang menjadi check point bagi server kita di Indonesia adalah :
| Kota, Negara | Provider |
| Amsterdam, Netherlands | Hostmaster, Ltd. |
| Amsterdam, Netherlands | PDhost |
| Bangkok, Thailand | Chaiyo Hosting |
| Birmingham, UK | Joomla Hosting |
| Bloomsburg, PA, US | indonetmedia |
| Dallas, TX, US | Custom Hosting Solutions |
| Dallas, TX, US | HostPojok.Com |
| East Lansing, MI, US | NIMHOST |
| Fort Lee,NJ,US | ProGoldHost.net |
| Frankfurt, Germany | AllServ.Net.UA |
| Gdansk, Poland | HCX Hosting |
| Haarlem, Netherlands | Steadyhost |
| Hampshire, UK | PremiumReseller |
| Kharkiv, Ukraine | ITL |
| Kiev, Ukraine | ABCname |
| Kiev, Ukraine | GiperHost |
| Kiev, Ukraine | HOSTED |
| Kiev, Ukraine | ITQua |
| Kiev, Urkaine | HostService.ua |
| Kwun Tong, Hong Kong | Entinity Information Technology Solutions |
| Lansing, MI, US | Rioserver |
| London, UK | HostLinc |
| London, UK | VirtualSplits |
| Los Angeles, CA, US | PremiumReseller |
| Los Angeles, CA, US | West Cost Hosting |
| Minsk, Belarus | BelInfoNet Ltd. |
| Montreal, CA | TUWEBHOST |
| Montreal, Quebec, Ca | NordGate networks |
| Montreal, Quebec, Ca | XP-Hosting.com |
| Moscow, RU | HOSTLEX |
| Moscow, Russia | Host-Food |
| Moscow, Russia | OpenHosting |
| New York, NY, US | HostGW.com Webhosting |
| Orlando, FL, US | Apto Hosting |
| Paris, France | Cyber Snake Ltd |
| Paris, France | XHN.ES Hosting |
| Seattle, WA, US | OH Web Hosting |
| SPb, Russia | Indahost |
| Toronto, ON, CA | OnyxNetUa |
| WanChai, Hong Kong | Zolar Co Ltd |
Kalau dilihat per kota ada 27 kota di 3 benua yang dijadikan check point :
- Amsterdam, Netherlands
- Bangkok, Thailand
- Birmingham, UK
- Bloomsburg, PA, US
- Dallas, TX, US
- East Lansing, MI, US
- Fort Lee, NJ, US
- Frankfurt, Germany
- Gdansk, Poland
- Hampshire, UK
- Haarlem, Netherlands
- Kharkiv, Ukraine
- Kiev, Urkaine
- Kwun Tong, Hong Kong
- Lansing, MI, US
- London, UK
- Los Angeles, CA, US
- Minsk, Belarus
- Montreal, Quebec, Canada
- Moscow, Russia
- New York, NY, US
- Orlando, FL, US
- Paris, France
- Seattle, WA, US
- Saint Petersburg, Russia
- Toronto, ON, Canada
- WanChai, Hong Kong
- Belarus
- Canada
- France
- Germany
- Hong Kong
- Netherlands
- Poland
- Russia
- Thailand
- UK
- Urkaine
- US
Untuk cek dari Australia, Italia, Taiwan, dan Singapura, bisa pakai http://www.hyperspin.com/id/
Untuk cek dari China, Singapura bisa gunakan http://www.alertra.com/
Untuk cek dari China, Australia dan Chile, bisa gunakan http://internetsupervision.com/
Untuk cek dari Selandia Baru, Australia, Jepang, India, Afrika Selatan, Eropa, Amerika Utara, Argentina, Brasilia, bisa gunakan http://www.websitepulse.com/, tapi sayangnya berbayar.
Tool lain yang mungkin diperlukan untuk investigasi :
Scan IP dalam range tertentu : http://ports.my-addr.com/ip-range-port-scanner-tool.php
Mengetahui pemilik suatu IP : http://whois.domaintools.com/
Obyek Investigasi dalam kasus ini ada 3 blok IP Address, yaitu :
Bloka #1
183.91.x1.y1/29
y1 : router
y2 : mail
y3 : www
y4 : s4
y4 : s4
y5 : nhc
--------------------------------
Blok #2
183.91.x2.y2/25Blok #2
y29 : ---
y30 : ---y35 : ---
y36 : digilib
--------------------------------
Blok #3
183.91.x3.y3/25
y1 : router
y2 : ---
y3 : ---
y5 : portal si
y6 : komputasi
y8 : sitp
Contoh Kalkulasi IP Address :
Blok IP : 183.91.x1.0/29
Netmask : /29 = 255.255.255.248
Network : 183.91.x1.160
Hostmin : 183.91.x1.161 (punyanya router)
Hostmax : 183.91.x1.166
Broadcast : 183.91.x1.167
Tuesday, May 01, 2012
NAT atau Port Forwarding Server Radmon
Atas permintaan publik, server Radmon (Radiation Monitoring) diharapkan bisa diakses lewat Internet, Indonesia dan Internasional. Padahal posisi server ini berada di dalam intranet yang seharusnya tidak bisa diakses dari luar LAN (Local Area Network). Untungnya di dalam RouterOS Mikrotik yang digunakan, telah tersedia fasilitas NAT atau Network Address Translation yang fungsinya mengubah alamat IP Private menjadi alamat IP Public. NAT belum bisa dilakukan secara total, masih per port. Dalam kesempatan ini akan diupayakan bisa mengakses Server Radmon dengan alamat 192.168.16.9 dari Internet menggunakan alamat 183.91.x2.130.
Langkah-langkah konfigurasi agar bisa mengakses Server Radmon dengan IP 192.168.16.9 port 80 dari komputer mana aja yang penting konek ke Internet bisa dilihat di bawah ini. Nantinya alamat baru Server Radmon menjadi http://183.91.x2.130:1169/. Dalam kesempatan ini port internet yang digunakan oleh Radmon dianggap port 1169. Bisa saja pakai port lain selama belum digunakan di RouterOS. 183.91.x2.130 adalah alamat RouterOS yang akan melakukan NAT.
Sintak yang perlu dimasukkan ke dalam RouterOS cukup 2 baris saja, yaitu :
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=183.91.x2.130 action=dst-nat dst-port=1169 to-addresses=192.168.16.9 to-ports=80 protocol=tcp
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.16.9 action=src-nat dst-port=1169 to-addresses=183.91.x2.130 to-ports=80 protocol=tcp
Catatan :
3 konfigurasi NAT yang sudah ada sebelumnya, untuk sementara saya disable. Sambil melihat perkembangan konfigurasi baru ini, khususnya dari sisi Intranet.
Kendala :
Justru akses ke Server Radmon dari dalam intranet sendiri belum bisa menggunakan alamat http://183.91.x2.130:1169/. Tetapi kalau menggunakan alamat intranet, yaitu http://192.168.16.9/ sudah bisa dilakukan.
Solusi :
1. Mencari tahu penyebabnya
2. Membuat dua sub menu untuk Radmon di halaman utama situs lembaga
Sebelumnya, ping ke Server Radmon 192.168.16.9 dari Intranet tidak bisa dilakukan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ke lokasi, ditemukan adanya looping. Looping terjadi karena penggunaan 2 NIC yang tidak pada tempatnya. Setelah NIC arah LAN-nya PTLR dilepas, ping dari Intranet normal kembali. Perlu dicatat : cukup 1 NIC saja yang dioperasikan di Server Radmon.
Pesan kesalahan yang ditemui :
Error 500
CDbConnection failed to open the DB connection.
Tindakan : perbaikan di komputer akusisi data.
Sintak yang perlu dimasukkan ke dalam RouterOS cukup 2 baris saja, yaitu :
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=183.91.x2.130 action=dst-nat dst-port=1169 to-addresses=192.168.16.9 to-ports=80 protocol=tcp
[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.16.9 action=src-nat dst-port=1169 to-addresses=183.91.x2.130 to-ports=80 protocol=tcp
Catatan :
3 konfigurasi NAT yang sudah ada sebelumnya, untuk sementara saya disable. Sambil melihat perkembangan konfigurasi baru ini, khususnya dari sisi Intranet.
Kendala :
Justru akses ke Server Radmon dari dalam intranet sendiri belum bisa menggunakan alamat http://183.91.x2.130:1169/. Tetapi kalau menggunakan alamat intranet, yaitu http://192.168.16.9/ sudah bisa dilakukan.
Solusi :
1. Mencari tahu penyebabnya
2. Membuat dua sub menu untuk Radmon di halaman utama situs lembaga
Sebelumnya, ping ke Server Radmon 192.168.16.9 dari Intranet tidak bisa dilakukan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ke lokasi, ditemukan adanya looping. Looping terjadi karena penggunaan 2 NIC yang tidak pada tempatnya. Setelah NIC arah LAN-nya PTLR dilepas, ping dari Intranet normal kembali. Perlu dicatat : cukup 1 NIC saja yang dioperasikan di Server Radmon.
Pesan kesalahan yang ditemui :
Error 500
CDbConnection failed to open the DB connection.
Tindakan : perbaikan di komputer akusisi data.
Subscribe to:
Comments (Atom)





