Saturday, May 28, 2011

Resize File Video dari Canon EOS 550D dengan Linux

Canon EOS 550D dilengkapi dengan alat perekam video. Namun sayangnya ukurannya sangat besar, kira-kira dengan rasio 1 detik = 3 MB untuk pilihan 640x480 pixel. Jika Anda memilih 1920 x 1080 pixel atau 1280 x 720 pixel, rasionya menjadi 1 detik = 6 MB. Ukuran ini berlaku untuk Untuk mengubah menjadi ukuran lebih kecil dapat dilakukan dengan Linux, khususnya distro IGN2010. Paket yang digunakan adalah ffmpeg.

Jika Anda punya file video dari Canon EOS 550D dengan nama MVI_0184.MOV dengan ukuran 17 MB. Maka jika di-resize ke 400x220 pixel, ukuran file akan menyusut menjadi 343 kB. Dan Jika di-resize ke 640x480 pixel, ukuran file MVI_0184.MOV akan menyusut dari 17 MB menjadi 524kB. Penyusutan ini semata-mata untuk keperluan pengiriman melalui e-mail.

Perintah baris (CLI) untuk mengubah ke 400x220 pixel :
$ ffmpeg -i MVI_0184.MOV -s 400x220 MVI_0184_New.MOV

Perintah baris (CLI) untuk mengubah ke 640x480 pixel:
$ ffmpeg -i MVI_0184.MOV -s 640x480 MVI_0184_New640.MOV

Lihat ukuran file asli dan hasil :
[msmunir@localhost temp]$ ls -l -h
total 18M
-rwxr-xr-x 1 msmunir msmunir  17M Mei 26 14:49 MVI_0184.MOV
-rw-rw-r-- 1 msmunir msmunir 524K Mei 28 12:46 MVI_0184_New640.MOV
-rw-rw-r-- 1 msmunir msmunir 343K Mei 28 12:44 MVI_0184_New.MOV

Ukuran video lain yang mungkin bisa Anda coba : 320x240 pixel

Check out :
http://en.wikipedia.org/wiki/Display_resolution
http://en.wikipedia.org/wiki/Image_resolution

Friday, May 27, 2011

Negeri Yang Beradab?

Dari sudut pandangku, negeri beradap adalah negara yang berjalan beradasarkan adat istiadat, tata krama ketimbang setumpuk hukum-hukum positip. Jika semangat menjalankan hukum tidak ada, hukum apapaun yang akan diberlakukan, yang dicari adalah celah-celah dari hukum itu sendiri. Di negeri yang beradab, orang lebih suka tertib bernegara ketimbang patuh terhadap hukum.

Anehnya, negara yang sudah makmur cenderung seperti sebuah negara beradab. Sehingga kadang kala mencul pertanyaan kecil, apakah untuk menjadi negara beradab harus kaya dan makmur dulu? Sulit juga menjawabnya, barangkali seperti pertanyaan lebih dulu mana telur dan ayam.

Bagi saya, indikator negara beradab cukuplah sederhana, kesadaran. Saya yakin untuk sadar yang dibutuhkan adalah kemauan bukan biaya. Sadar akan aturan-aturan yang berlaku, adat istiadat dan hukum positip. Jika dilanggar, maka yang dirugikan bukan saja diri sendiri, namun lebih banyak ke orang lain.

Indikator lain adalah tertib. Tertib disegala aspek hubungan antar manusia, seperti mau antri, tidak saling menyerobot, tidak saling unjuk kekuatan dan kekuasaan, memberi jalan bagi orang lain bila di jalan raya khususnya yang lebih lemah, tidak menggunakan lahan yang bukan miliknya untuk sekedar mencari nafkah, tidak mengganggu properti orang meski hanyalah sebuah sandal atau sepatu, lebih banyak bekerja ketimbang protes, tidak grasa-grusu bila berkendaraan di jalan raya, mau mematuhi batas kecepatan berkendaraan demi keamanan dan ketentraman orang lain.


Angkutan Umum

Saat di angkutan umum, penumpang mengisi tempat duduk yang tidak menyebabkan orang lain susah untuk turun dan naik. Pengemudi dan awak angkutan umumpun tidak perlu memaksakan jumlah penumpang hingga sesak dan penumpang sulit untuk naik dan turun secara nyaman. Ada atau tidak ada penumpang semuanya berbasis waktu. Jika sudah waktunya untuk bergerak, tidak perlu ngetem atau menunggu sampai penumpang penuh. Padahal hal ini bisa mengganggu rezeki angkutan selanjutnya. Tarif tidak perlu dibedakan antara penumpang yang jarang dan penumpang yang sudah sering menggunakan jasa angkutan. Penentuan tarif tidak pilih kasih apalagi menggetok penumpang yang tidak tahu tarif.

Jual-beli

Semua barang pada dasarnya sudah tertera harganya sehingga pembeli dengan mudah mengukur daya belinya. Harga bandrol hingga untuk urusan sayur-mayur di kaki lima, akan sangat membantu pembeli untuk mengambil keputusan cepat dalam membeli. Waktu sia-sia bisa dikurangi.

Sunday, May 22, 2011

Melewati Batas Entikong

Jalan kaki melintasi tapal batas Serawak - Kalimantan Barat sebenarnya tidaklah terencana. Awalnya, perjalanan akan menggunakan bis jurusan Kuching - Pontianak. Namun karena sampai di Terminal Kuching agak telat, bis ternyata sudah berangkat beberapa menit yang lalu. Dan ternyata itupun bis terakhir untuk hari ini. Atas saran beberapa awak bis, disarankan untuk ikut bis yang lewat Serian. Yang tersisa adalah bis jurusan Kuching - Sibu - Bintulu - Miri, yang berangkat jam 13:15. Tanpa pikir panjang, segera saja naik bis Sungei Merah Bus Express Bhd.

Sesampai di terminal Serian pada jam 14:25, agak bingung juga cari-cari kendaraan yang bisa antar ke Entikong atau kalau bisa langsung ke Pontianak. Jangan sampai kemalaman tiba di border, katanya border tutup jam 17:00. Kami disarankan naik mini bas jurusan Serian - Tebedu. Namun saya melihat ada orang yang menawarkan Teksi sampai ke border. Karena tarifnya sama dengan tarif mini bas (angkot), akhirnya saya terima tawaran tersebut.

Selama di perjalanan, kami mengobrol sana-sini dengan supir Teksi. Rupanya ia mau memberi tarif murah karena ia juga akan menjemput kerabatnya di border (Tebedu). Ongkos dari kami bisa ia gunakan untuk beli BBM bolak-balik Serian- Tebedu.

Sesampai di Tebedu jam 15:10, kami harus masuk Pos Kawalan Sempadan Imigresen Malaysia untuk men-cap passport tanda sudah keluar dari wilayah Malaysia. Lewat beberapa langkah masuk pos pemeriksaan imigrasi Indonesia untuk men-cap passport sebagai tanda sudah masuk wilayah Indonesia. Tak ada pungutan yang perlu saya takutkan ketika keluar pos imigrasi Entikong.

Masalah lain harus segera dipecahkan, yaitu bagaimana agar bisa segera sampai di Pontianak. Sambil mikir-mikir, kami jalan kaki menjauhi tapal batas, sambil mengamati keadaan medan. Trik lama kami untuk mendapatkan informasi adalah membeli makan dan bertanya kepada penjual. Sambil makan itulah akhirnya ada informasi penting. Meskipun bis ke Pontianak sudah tidak ada lagi, masih ada mode angkutan lain, yaitu taxi.

Beda dengan taxi yang kita kenal, taxi ini adalah semacam mobil omprengan. Ia menggunakan Kijang Innova. Kendaraan inilah yang biasa digunakan TKI untuk transportasi Entikong - Pontianak. Dan ternyata dengan taxi seperti ini, kita sangat terbantu karena ia mau mengantarkan sampai tujuan. Bahkan mau mengantarkan kami ke beberapa hotel untuk mencari hotel yang masih tersedia kamar.Dengan Rp 100 rb bisa sampai ditempat. Dan kalau dihitung-hitung jumlah biaya perjalanan bisa dari Kuching sampai Pontianak lebih mahal dibanding dengan biaya sambung-menyambung. Namun inilah hanya lucky, grace from the God.

Jalan dari Entikong hingga Pontianak kondisinya bagus, hanya beberapa ruas atau hanya beberapa km yang rusak dan rusak berat. Rusak berat sampai-sampai hanya mobil truk atau yang gardannya tinggi yang bisa melewati. Padahal ini adalah jalan yang terpendek ke Pontianak. Tidak terbayang jika ambulance sedang membawa pasien, bisa semakin parah saja sakitnya. Kalao kata penduduk yang semobil dengan saya, ruas yang rusak tersebut sudah lama dibiarkan terbengkalai. Mudah-mudahan yang namanya infrastruktur, penguasa bisa memberikan skala prioritas yang tinggi. Jalan (transportasi) yang baik akan memacu (trigger) kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ini sama halnya dengan komunikasi. Pasti akan ada efek multiply-nya.

Dari:
TSLRoaming
09-02-2011
21:23
Untuk melakukan panggilan ke Indonesia ketika roaming di operator DiGi Telecommunications Sdn Bhd, ketik *131*+<kode negara><nomor tujuan># Contoh: *131*6281100000#

Dari:
TSLRoaming
09-02-2011
18:42
Untuk melakukan panggilan di operator Maxis Communications Berhad , silakan dial +<kode negara><nmr tujuan>.Contoh: +6281100000

Dari:
TSLRoaming
09-02-2011
18:42
Rayakan imlek; Nikmatidiskon 50% tlpn ke Indonesia, Unlimited BlackBerry dan Data Roaming di Cina,Hongkong,Taiwan,Singapura,Malaysia.Info hub*266#

Dari:
TSLRoaming
09-02-2011
16:37
Untuk melakukan panggilan ke Indonesia ketika roaming di operator Celcom (Malaysia) Sdn Bhd, ketik *131*+<kode negara><nomor tujuan># Contoh: *131*+628110000#

Saat di Kuching, Sarawak

Dari:
DIGI
08-02-2011
16:49
For more travel info, contact Tourism Malaysia at 1300885050. Stay with DiGi for hottest IDD & roam rate in town.

Dari:
DIGI
08-02-2011
16:49
DiGi welcomes you to Malaysia, we wish you a pleasent stay! To make calls, dial +<country code><area code><phone no>.

Dari:
TSLRoaming
06-02-2011
15:05
Untuk melakukan panggilan ke Indonesia ketika roaming di operator DatStream Technology GSM2, ketik *131*+<kode negara><nomor tujuan># Contoh: *131*+6281100000#

Sesaat setelah mendarat di Bandara Kota Kinabalu

Dari:
Maxis
03-02-2011
22:24
Maxis welcomes you to Msia! The current FOREX rate at 03-02-2011 is 2925.95IDR = 1MYR. If you need help, you can always call embassy at +60321421354.

Dari:
Maxis
03-02-2011
22:24
Roam with Maxis to get exclusive F&B and lifestyle rewards for free. To roam with Maxis, choose Network > Manual > MY MAXIS. Dial ##0307 to get started.

Saat pergerakan dari Pulau Batam ke Singapura :

Dari:
TELKOMSEL
25-04-2010
12:51
Unuk melakukan panggilan di operator Singapore Telecom Mobile Pte Ltd , silakan dial +<kode negara><nmr tujuan>.Contoh: +6281100000 Nikamti tarif panggilan ke tanah air hanya Rp 15000/mnt, ke Singapore Rp 10000/mnt, & ke negara lain Rp 25000 - Rp30000/mnt. Nikmati juga tarif angkat panggilan Rp 9900 /mnt & SMS Rp 3500

Dari:
STM-WELCOME
25-04-2010
12:29
To make outgoing calls back home, please dial: +62<area code><phone no>. To reach a S'pore number,please dial +65<phone no>

Wednesday, May 18, 2011

Mengukur Bandwidth Client - Server dengan iperf

Untuk mengetahui bandwidth point to point bisa menggunakan perintah baris iperf. Server kantor menggunakan IP Public dan Client di rumah menggunakan Speedy Socialia. Namun karena secara default iperf tidak terinstalasi, sebaiknya instalasi dulu iperf. Karena Client dan Server menggunakan Fedora, cukup jalankan "yum install iperf". Tunggu beberapa saat sehingga proses instalasi sempurna. Pada kedua sisi, jalankan iperf namun dengan opsi yang berbeda.

Pada server :
root@nhc ~]# iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 85.3 KByte (default)
------------------------------------------------------------

Pada client :
[root@localhost ~]# iperf -c nhc.batan.go.id
------------------------------------------------------------
Client connecting to nhc.batan.go.id, TCP port 5001
TCP window size: 16.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  3] local 192.168.1.102 port 47571 connected with 183.91.x1.165 port 5001
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  3]  0.0-27.4 sec   384 KBytes   115 Kbits/sec
[root@localhost ~]#

Pada sisi server ada tambahan informasi sbb :
root@nhc ~]# iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 85.3 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  4] local 183.91.x1.165 port 5001 connected with 125.167.15.244 port 12983
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  4]  0.0-33.3 sec    384 KBytes  94.6 Kbits/sec


Kesimpulan :
Dari hasil dia atas, bandwidth dari sisi client ke server NHC adalah 115 Kbits/sec, namun dari sisi server NHC ke client adalah 94.6 Kbits/sec.

Esok akan dicoba :
1. Ukur bandwidth dari kantor cabang ke Co-location
2. Ukur bandwidth dari kantor cabang ke kantor pusat
3. Ukur menggunakan client windows

Pengukuran dilakukan saat jam sibuk dan saat jam sepi.

Latar belakang pengukuran ini karena ada keluhan mengenai sulitnya mengirim attachment dengan ukuran besar. Tes ini hanya untuk memastikan berapa sih bandwidth antara client dengan server. Padahal bandwidth adalah fungsi waktu dan tempat.

Install iperf di FreeBSD

[root@serpong11 2011May18 22:33] ~ # fetch ftp://ftp.unice.fr/linux/cri/iperf/iperf-1.7.0-source.tar.gz
iperf-1.7.0-source.tar.gz                     100% of  178 kB   61 kBps

[root@serpong11 2011May18 22:34] ~ # tar -xvf iperf-1.7.0-source.tar.gz
[root@serpong11 2011May18 22:34] ~ # cd iperf-1.7.0
[root@serpong11 2011May18 22:35] ~/iperf-1.7.0 # make
[root@serpong11 2011May18 22:35] ~/iperf-1.7.0 # make install
[root@serpong11 2011May18 22:36] ~/iperf-1.7.0 # ./install-sh -c -d /usr/local/bin
[root@serpong11 2011May18 22:49] ~/iperf-1.7.0 # /usr/local/bin/iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 64.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------


Dari sisi client :
[root@localhost ~]# iperf -c webmail.batan.go.id
------------------------------------------------------------
Client connecting to webmail.batan.go.id, TCP port 5001
TCP window size: 16.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  3] local 192.168.1.102 port 60729 connected with 183.91.x1.162 port 5001
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  3]  0.0-27.3 sec   384 KBytes   115 Kbits/sec


Pada sisi server :
[root@serpong11 2011May18 22:49] ~/iperf-1.7.0 # /usr/local/bin/iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 64.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  4] local 183.91.x1.162 port 5001 connected with 125.167.15.244 port 13614
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  4]  0.0-31.4 sec   384 KBytes   100 Kbits/sec


Kesimpulan :
Dari hasil dia atas, bandwidth dari sisi client ke server webmail adalah 115 Kbits/sec, namun dari sisi server webmail ke client adalah 100 Kbits/sec.

Lihat :
http://dir.filewatcher.com/d/FreeBSD/distfiles/Other/iperf-1.7.0-source.tar.gz.182773.html
http://lss.rutgers.edu/index.php?page=tool_iperf

Wednesday, May 11, 2011

Free Open Source Software for Windows

Beberapa aplikasi Free Open Source Software (FOSS) tersedia dalam versi Windows, misal aplikasi perkantoran, image editor untuk disain grafis, dan diagram editor. Untuk aplikasi perkantoran, silahkan gunakan OpenOffice.org 3.3.0 for Windows. Untuk image editor, silahkan gunakan GIMP for Windows versi 2.6.11. Dan untuk diagram editor, silahkan gunakan Dia 0.97.1 for Windows.

Ada juga aplikasi lainnya seperti web browser, E-Mail Client, image (vektor) editor untuk disain grafis seperti pada CorelDRAW.Aplikasi web browser, silahkan gunakan Mozilla Firefox 4.0.1 for Windows. Untuk aplikasi e-mail client, bisa menggunakan Mozilla Thunderbird 3.1.10 for Windows. Untuk aplikasi image (vektor) editor dalam rangka disain grafis, silahkan gunakan Inkscape 0.48.1 for Windows.

Ada lagi aplikasi mind mapping, yaitu FreeMind for Windows 0.9.0

Kapan ya, aplikasi dari Kemenkeu yang disebar ke satker-satker ada under Linux-nya. Komunitas yang nir laba saja bisa buat aplikasi dalam 2 versi, for Linux dan for Windows. Kenapa Kemenkeu yang dananya tersedia tidak ingin membuat aplikasinya bisa berjalan di berbagai platform, bisa jalan di Windows, di Linux, bahkan jalan di Mac OS X.

Tuesday, May 10, 2011

Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas

Paspor dinas adalah dokumen perjalanan RI yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri RI untuk Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas bukan diplomatik. (UU No.9 tahun 1992 pasal 32). Pemerintah Indonesia hingga saat ini telah mengadakan persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas dengan 26 negara sebagaimana terlihat di bawah ini.


Eropa
  1. Austria, masa bebas visa adalah 30 hari dalam rentang waktu 6 bulan, berlaku sejak 9 Oktober 2008
  2. Azerbaijan, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 28 September 2009
  3. Bulgaria, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 1 Agustus 2010
  4. Kroasia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 20 Oktober 2002
  5. Rusia, masa bebas visa adalah 14 hari - 90 hari, berlaku sejak 22 Maret 2008
  6. Serbia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 April 2004
  7. Slovakia, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 31 Juli 2010
  8. Swiss, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 22 April 2011
  9. Turki, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 18 Agustus 2004
Lihat juga untuk kunjungan ke negara-negara Benelux.
Permohonan visa Schengen.

Amerika
  1. Brazil, masa bebas visa adalah 14 hari - 30 hari, berlaku sejak 6 Desember 2008
  2. Ekuador, masa bebas visa adalah 14 hari - 30 hari, berlaku sejak 6 Februari 2007
  3. Kuba, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 15 Desember 2003
  4. Paraguay, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 6 Oktober 2009
  5. Peru, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 28 Februari 2003

Asia
  1. India, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 1 Agustus 2008
  2. Iran, masa bebas visa adalah 14 - 30 hari, berlaku sejak 21 April 2006
  3. Kamboja, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 Oktober 2004
  4. Korea Utara, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 24 September 2004
  5. Korea Selatan, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 1 Juni 2004
  6. Laos, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 Juli 2002
  7. Mongolia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 10 Juni 2004
  8. Myanmar, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 29 Mei 1999
  9. RRC, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 14 November 2005
  10. Sri Lanka, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 2 Agustus 2010
  11. Vietnam, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 17 September 1998

Afrika
  1. Tunisia, masa bebas visa adalah 30 hari - 60 hari, berlaku sejak 12 Juni 2009

Standar Biaya Khusus

Pengertian SBK
Standar Biaya yang Bersifat Khusus, yang selanjutnya disebut Standar Biaya Khusus adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan, yang ditetapkan sebagai biaya keluaran.

Dasar hukum SBK :
PMK Nomor 100/PMK.02/2010 tentang "Standar Biaya Tahun Anggaran 2011” .
Perdirjen Anggaran Nomor 02/AG/2010 tentang ”Petunjuk Teknis Penyusunan SBK”.

Penjelasan Umum
  • Petunjuk Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) adalah panduan bagi Kementerian Negara/Lembaga dalam menyusun dan menelaah SBK untuk kegiatan yang khusus dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan dan/atau di wilayah tertentu.
  • Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) adalah Penganggaran Berbasis Kinerja.
  • Petunjuk Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) meliputi pengajuan SBK Institusi terkait dan pembagian wewenang, tata cara penyusunan SBK dan tata cara penelaahan SBK.
  • Arah kebijakan SBK mengupayakan tersusunnya standar biaya suatu kegiatan yang terdiri atas tahapan pelaksanaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga. Standar Biaya tersebut yang nantinya dapat digunakan sebagai angka dasar dalam perencanaan pengalokasian dana untuk tahun berikutnya.
  • Usulan SBK yang diajukan dilengkapi dengan Rekapitulasi Usulan SBK, Kerangka Acuan Kegiatan, Rincian Anggaran Biaya, dan data pendukung lain yang diperlukan.

Kebijakan khusus SBK
  • Kegiatan yang diusulkan menjadi SBK adalah kegiatan pelayanan publik/birokrasi, kegiatan prioritas nasional, dan kegiatan prioritas K/L atau penunjang.
  • Kegiatan yang diusulkan menjadi SBK harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  1. Merupakan penjabaran dari tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga;
  2. Merupakan kegiatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun;
  3. Merupakan kegiatan yang mempunyai tahapan pelaksanaan untuk pencapaian  keluaran (output). Hal ini untuk mengetahui mekanisme dan proses pencapaian indikator kinerja maupun indikator keluaran Kementerian Negara/Lembaga.;
  4. Mempunyai indikator keluaran yang jelas dan terukur;
  5. Bersifat khusus/spesifik dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga tertentu dan/atau di wilayah tertentu.

Kesimpulan :
  • Standar Biaya Umum tahun 2011 digunakan sebagai pedoman bagi Kementerian Negara/Lembaga dalam perencanaan anggaran dalam RKAKL tahun 2012.
  • Kriteria Aktivitas yang dapat diusulkan menjadi Standar biaya Khusus adalah kegiatan yang sifatnya spesifik dilakukan Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai keluaran (output) yang jelas dan terukur.
  • Penyusunan SBK harus berpedoman dalam SBU yang telah ditetapkan, HSSB maupun standar biaya lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan.


Standar Biaya Khusus BATAN 2011
  1. Dokumen Standar BATAN (SB), Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 63.248.000,-, oleh PSJMN
  2. Dokumen Sertifikasi Sistem Mutu, Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 60.006.000,-, oleh PSJMN
  3. Dokumen Akreditasi Laboratorium BATAN, Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 61.006.000,-, oleh PSJMN
  4. Laporan Data Radioaktivitas Lingkungan Kawasan Nuklir Serpong, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 64.753.000,-, oleh PTLR
  5. Laporan Data Dosis Radiasi Eksternal dan Data Dosis Radiasi Internal yang diterima Pekerja Radiasi di Kawasan Nuklir Serpong, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 50.734.000,-, oleh PTLR
  6. Laporan Hasil Uji Profesiensi Laboratorium Pengukuran Radioaktifitas di Lingkungan BATAN, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 127.300.000,-, oleh PTKMR

Friday, May 06, 2011

Masalah Resolusi Monitor DELL U2711

Pada dasarnya monitor DELL U2711 memiliki resolusi hingga 2560x1440. Namun kenyataannya hanya bisa sampai resolusi 2048x1152@60Hz. Resolusi 2048x1152 dicapai menggunakan kabel VGA dan USB. Pada kondisi ini, WindowsXP saya mendeteksi DELL U2711 dalam posisi Analog. Jika menggunakan kabel DVI-D dan USB, Windows XP mendeteksi DELL U2711 dalam posisi Digital. Menurut manualnya, resolusi makasimum 2560x1440 dapat dicapai jika menggunakan kabel DVI-D ini atau kabel DisplayPort. Namun kenyataannya, resolusi hanya bisa mencapai 1600x1200 pixels bila menggunakan kabel DVI-D.

Pemilihan VGA atau DVI-D dimungkinkan karena VGA Card yang digunakan adalah NVIDIA GeForce FX 5500. VGA Card ini memiliki port VGA dan DVI-D. Kabel DVI dan VGA juga disertakan oleh DELL U2711. Pemilihan perlu diikuti dengan pemilihan menu pada panel depan DELL U2711. DELL U2711 memiliki input :
  • VGA input
  • DVI-D 1 input
  • DVI-D 2 input
  • DisplayPort input
  • HDMI input
  • Component video input
  • Composite video input
Dengan menggunakan DVI-D resolusi dinaikkan lagi hingga 1920x1440, namun tampilan monitor bisa bergeser bila mouse digeser. Gambar yang fit ke layar monitor pada resolusi 1600x1200.

Upaya yang telah dilakukan :
  1. Men-download kembali driver NVIDIA GeForce FX 5500
  2. Men-download kembali driver monitor DELL U2711
  3. Meminta support dari Dell.com dengan mencantumkan Service Tag : 2MFQPM1. Namun sulit berkomunikasi, alamat email tidak ada, nomor telpon untuk Indonesia tidak ada. Telpon terdekat adalah di Singapura.
Yang belum dicoba :
  1. Mencoba card VGA dengan memori di atas 256 MB. Namun tetap menggunakan VGA Card AGP, karena komputer tidak memiliki slot PCI-E. Yang ada hanya slot PCI dan AGP.
  2. Mencoba Displayport, tentunya dengan VGA yang mendukung Displayport.
Jika ada yang punya solusi untuk masalah yang saya hadapi, mohon bisa di-share.

Friday, April 22, 2011

Hasil Kegiatan Triwulan I Tahun 2011

Hasil kegiatan triwulan I tahun 2011 dalam rangka revitalisasi pusat data dan infrastruktur jaringan komunikasi data untuk mendukung e-goverment di lembaga antara lain adalah :
  1. Menggelar kabel Fiber Optic (FO) baru di 5 lokasi dengan panjang mencapai 4600 meter. Rinciannya adalah KPB = 300 m, PSJ = 2500 m, SRP = 1500 m, BDG = 200 m, dan YGY = 100 m
  2. Membuat topologi baru dengan memperhatikan kemudahan migrasi ISP di masa mendatang, termasuk penggantian IP Private dan IP Public di lingkungan lembaga.
  3. Mendaftarkan domain lembagake PANDI.
  4. Meningkatkan bandwidth Internasional ke 30 Mbps dan bandwidth IIX ke 9 Mbps. Jika pengguna ada 2000 orang, maka bandwidth per orang adalah 15 kbps. Dan jika idealnya per orang membutuhkan 64 kbps, maka dibutuhkan 128 Mbps bandwidth Internasional.
  5. Memindahkan server-server dari Serpong ke Kantor Pusat dan Data Center ISP. Re-konfigurasi server-server, minimal mengubah alamat IP, subnet, alamat gateway dan DNS server.
  6. Mengganti dan mengkonfigurasi 9 unit router baru di 7 lokasi dengan standar lembaga. Optimasi Wireless Access Point (WAP) di Gedung 71, indoor dan outdoor dengan konsep meminimalisasi jumlah WAP.
  7. Membandingkan unjuk kerja manageable switch antara Cisco Catalyst 2900 dengan Linksys SRW224G4.
  8. Studi literatur virtualisasi di Linux dari aspek jumlah guest OS maksimum, mekanisme penggunaan bersama HDD dan RAM, Capex dan Opex, dukungan terhadap redundasi, dll.
  9. Membandingkan unjuk kerja berbagai jenis router pada aspek unjuk kerja, fitur-fitur yang dimiliki terkait dengan kebutuhan lembaga, capex/opex, life time, dukungan purna jual, komunitas, dll.

Wednesday, April 20, 2011

Hasil Pengujian Substantif

Hasil pengujian substantif terhadap aset tetap, aset tak berwujud, belanja barang dan belanja modal oleh BPK-RI pada Unit Kerja kami dari 22-23 Maret 2011 menghasilkan temuan sbb :

1. No. SP2D 688193R, tanggal 20-07-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa D-Link Des-1024D, Links SRW224G4 dan Media Converter", seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 29.810.000,-

2. No. SP2D 482183R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa antena sectoral 120 dbi" seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 4.813.600,-

3. No. SP2D 482183R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Mengganti peralatan lama berupa Router Indoor, Switch 3 Com 3 dan Access Point En Genius" seharusnya menggunakan MAK 523121. Nilai : Rp 13.816.000,-

4. No. SP2D 483956R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa External Hard Disk dan Modem" seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 7.780.000,-.

Keterangan MAK :
521111 : belanja keperluan perkantoran
521211 : belanja bahan
521219 : belanja barang non operasional lainnya
523111 : belanja pemeliharaan gedung dan bangunan
523121 : belanja pemeliharaan peralatan dan mesin
532111 : belanja modal peralatan dan mesin
532121 : belanja modal penambahan nilai peralatan dan mesin
533121 : belanja penambahan nilai gedung dan bangunan
534122 : belanja modal irigasi
534161 : belanja modal penambahan nilai jaringan
534151 : belanja modal penambahan nilai irigasi

Sumber kode akun ini :
1. PMK Nomor 91 Tahun 2007 tentang Bagan Akun Standar
2. Perdirjen Nomor 8 Tahun 2009 tentang Penambahan dan Perubahan Bagan Akun Standar

Komentar :
1. Pengadaan "10 unit D-Link Des-1024D, 2 unit Linksys SRW224G4 dan 8 buah Media Converter" bukan membeli peralatan baru namun mengganti peralatan jaringan lama yang sejenis. D-Link Des-1024D dan Linksys SRW224G4 adalah peralatan jaringan jenis hub (Kode barang : 2.12.02.04.003). Sedangkan Media Converter AT-MC101XL adalah peralatan jaringan jenis repeater and transceiver (Kode barang : 2.12.02.04.006).

2. Pengadaan 1 buah "Antena Sectoral Hyperlink 20 dbi 120 derajat" adalah benar-benar menambah nilai kepada peralatan jaringan Wireless Access Point EnGenius EOC2611P dengan S/N 104216963 dan Nomor Inventaris 2.12.02.04.999.140.

3. Pengadaan "2 unit Router Indoor MikroTik RB450G, 6 unit Switch 3Com 3CFSU08 dan 8 unit Access Point EnGenius Senao ECB-3220" adalah benar mengganti peralatan lama dengan peralatan jaringan sejenis kecuali Router Indoor MikroTik RB450G. Router Indoor MikroTik RB450G adalah benar-benar menambah nilai kepada peralatan jaringan dengan nomor inventaris 2.12.02.04.002.1 tahun 2008 dan 2.12.02.04.002.2 tahun 2008.