Saturday, January 16, 2010

Tip dan Trik pada Mikrotik

Suatu kali saya bingung, kenapa tampilan Inteface List jadi berbeda. Biasanya per Interface ditampilkan cukup dalam sebaris informasi. Nah sekarang menjadi 4 baris informasi. Ternyata ini hanyalah masalah pilihan detail. Untuk itu : klik kanan interface lalu pilih Detail Mode. Selesai. Informasi per interface kembali dalam sebaris.

Cara setting Mikrotik RB450G dengan ISP Speedy yang masih menjadi pertanyaan :
  1. Kabel antara Modem DSL abbatec dengan Eth1 pada Miktorik RB450G : Straight atau Cross. Default dari Telkom : Straight. Ternyata Straight OK, tidak perlu Cross Cable
  2. Connection Type dari WAN modem DSL abbatec : PPPoA, PPPoE, MER, IPoA, atau Bridging. Default dari Telkom : PPPoE. Tipe yang diharapkan : Bridging.
  3. Encapsulation Mode dari WAN modem DSL abbatec : LLC/SNAP - BRIDGING atau VC/MUX. Default dari Telkom : LLC/SNAP - BRIDGING. Ternyata LLC tetap bisa digunakan.
  4. Mikrotik RB450 di-setting bagaimana. Ternyata perlu ditambah PPPoE Client dengan parameter Name : speedy, Interface : ether1-gateway, user/pass = gunakan user speedy.
Jika pertanyaan-pertanyaan di atas sudah terjawab, selanjutnya bisa dilakukan setting Modem DSL dan Mikrotik.

Untuk melakukan setting, Modem DSL, Mikrotik RB450 dan PC dihubungkan ke sebuah Switch. Modem DSL menggunakn IP 192.168.1.1 (default). Miktorik RB450 menggunakan IP 192.168.1.2 (ether1-gateway) dan IP 192.168.2.1 (ether1-local). PC menggunakan IP 192.168.1.5.

Setup Modem DSL sebagai Bridge.
  • Setting modem dilakukan melalui web browser dengan mengakses alamat http://192.168.1.1
  • Masukkan username dan password : admin/admin atau sesuai dengan kondisi
  • Masuk ke menu “Advanced Setup” kemudian pilih “WAN” dan klik tombol “Edit” pada protokol PPPoE. Masukkan nilai ATM PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah PT. TELKOM masing-masing daerah).
  • VPI = 0 (atau tanyakan ke PT. TELKOM setempat)
  • VCI = 35 (atau tanyakan ke PT. TELKOM setempat)
  • Connection type = Bridging
  • Encapsulation = LLC/SNAP-BRIDGING, kemudian klik tombol Next
  • Tandai atau kasih v untuk pilihan “Enable Bridge Service”, Service Name = br_0_35, kemudian klik Next dan klik tombol Save
  • Selanjutnya klik tombol Save/Reboot
Catatan :
  1. Modem akan reboot -/+1 menit dan tunggu sampai modem normal kembali.
  2. Untuk modem model lainnya silahkan baca manualnya
Setup Mikrotik RB450G menjadi PPPoE Client
  • Login WinBox. Winbox bisa dijalankan di Windows dan Wine-nya Fedora.
  • Kemudian pilih menu PPP yang mana nanti akan muncul box untuk setup PPPoE
  • Klik toolbar add (bergambar tanda +) di box PPP, kemudian pilih menu PPPoE Client
  • Maka akan muncul box New Interface, kemudian pada tab General di field Name kita beri nama koneksi PPPoE tersebut (dalam artikel ini menggunakan nama speedy)
  • Tetap di dalam box New Interface, pilih tab Dial Out. Di situ kita akan menemukan field untuk Username dan Password. Kita isikan username dan password account speedy kita, dan biarkan setting lainnya dalam keadaan default
  • Kemudian kita klik OK dan tunggu Mikrotik untuk Dial speedy. Jika benar maka di box PPP akan muncul hasil setup kita sebelumnya dengan di kolom uptime akan mulai menghitung Uptime koneksi ADSL.
  • Untuk mengoreksi apakah setup kita benar bisa kita lakukan dengan cara PING ke Internet.
Setelah setting berhasil dilakukan, LAN perlu direkonfigurasi ulang. Modem DSL yang tadinya dihubungkan ke Switch, sekarang dihubungkan ke Mikrotik RB450 ether1-gateway. Sementara Mikrotik RB450 ether2-local dihubungkan ke Switch. Sekarang Switch hanya menghubungkan antara Mikrotik dan PC. IP Address PC-pun perlu diubah dari 192.168.1.5 menjadi 192.168.2.5. Dan supaya Laptop bisa memanfaatkan akses Internet maka ditambahkan sebuah WAP Senao 2811CB3 dengan IP 192.168.2.2.

Namun sayangnya keberhasilan konfigurasi ini hanya bertahan beberapa jam. Kalau diperhatikan, ternyata parameter Default Gateway pada Modem DSL selalu kosong. Meskipun modem DSL sudah di-reboot dan power-nya dimatikan. Sebuah fenomena yang aneh. Untuk sementara, konfigurasi dikembalikan kepada posisi semula, tanpa Mikrotik.

Mengubah Nama Packet Mark Downstream dari IIX

Misal akan mengubah nama Packet Mark untuk downstream dari IIX. Akan diganti Packet Mark "local-net-32" menjadi "32-iix-down". Untuk itu, jalankan aplikasi winbox.exe, lalu masuk ke menu IP -> Firewall -> Mangle -> pilih mark packet yang forward ke Dst Address yang diinginkan, dalam hal ini Dst Address ke 192.168.32.0/24 (Ada 2 mark packet, yaitu untu upstreamn dan downstream. Pilih salah satu Packet Mark untuk downstream yaitu "local-net-32") -> ganti "local-net-32" menjadi "32-iix-down" -> Apply -> OK

Sebenarnya saat melakukan perubahan Mangle Rule untuk 192.168.32.0/24, ada jendela baru yang muncul. Kira-kira menu yang ada pada jendela adalah sbb :

Packet Mark : Downstream IIX
Tab General :
Chain : forward
Dst Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con
Tab Advanced :
Src. Address List : nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-iix-down (sebelumnya local-net-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Upstream IIX
Tab General :
Chain : forward
Dst Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con-up
Tab Advanced :
Src. Address List : nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-iix-up (sebelumnya local-net-up-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Downstream Internasional
Tab General :
Chain : forward
Src Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con
Tab Advanced :
Src. Address List : !nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-intl-down (sebelumnya inter-net-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Upstream Internasional
Tab General :
Chain : forward
Src Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con-up
Tab Advanced :
Src. Address List : !nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-intl-up (sebelumnya inter-net-up-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Jangan lupa untuk klik Apply dan OK setelah perubahan dianggap benar. Untuk mengubah nama Packet Mark lainnya, caranya hampir sama. Packet Mark lainnya yang perlu sisesuaikan adalah :
  1. Upstream IIX
  2. Downstream Internasional
  3. Upstream Internasional
Perhatikan,
  1. Kalau koneksi IIX menggunakan Dst Address, namun kalau koneksi Internasional menggunakan Src Address
  2. Kalau koneksi IIX, Src. Address List = nice, tapi kalau koneksi Internasional, Src. Address List = !nice. Tanda seru berarti tidak.
  3. Kalau downstream, connection mark-nya users-con, tapi kalau upstream, connection marks-nya users-con-up. Tidak peduli koneksi IIX atau Internasional.
  4. Sebenarnya isian New Packet Mark bebas. Namun disini hanya ingin melakukan standarisasi. 32 adalah kode subnet, iix atau intl adalah jenis koneksinya, up atau down jenis stream-nya.

Setelah proses di atas selesai, masuk ke menu Queue -> Queue Tree -> pilih queue yang diinginkan -> Ganti Packet Mark dari "local-net-32" ke "32-iix-down" (gunakan pull down menu.

Setting Mikrotik Lanjutan :
  1. Setting IP untuk masing-masing ethernet card, eth1 dan eth2 (seharusnya dilakukan sebelum setting mikrotik sebagai PPPoE)
  2. Menambahkan Routing
  3. Setting DNS
  4. Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading.
  5. DHCP (DynamicHost Configuration Protocol)
  6. Bandwidth Control
  7. Graphing

Cara setting ini bisa juga dilihat di :
http://wikanwiratmoko.blogspot.com/
http://lutfi.stickycom.net/

No comments:

Post a Comment