Wednesday, May 30, 2012

Buat Milis di Yahoo

Sepertinya buat milis di Yahoo Groups gampang-gampang saja. Ternyata ada saja yang membuat member tidak bertambah, meskipun sudah di-invite. Padahal ini adalah tujuan akhir dari pembuatan milis, punya anggota. Mungkin ini ada hubungannya dengan pemilik owner milis. Akhirnya owner diganti. Untuk ganti owner juga gak mudah, soalnya si pemilik gak punya akun di mail.yahoo.com.
Ini semua bermula dari permohonan seseorang untuk dibuatkan milis di yahoogroups.com. Saya pikir, dengan menggunakan akun saya di yahoo.com, saya bisa buatkan milis seperti yang diminta. Setelah milis selesai dibuat dan semua calon anggota sudah saya invite, tak ada satupun calon anggota yang me-replay. Saya sempat mensimulasikan proses invite ini ke akun email saya yang lain untuk sekedar ingin tahu apa yang terjadi. Tampaknya ada yang janggal, dalam email tersebut, yang meng-invite adalah saya, sementara saya bukan anggota mereka. Jadi wajar, kalau mereka bingung dengan email invite tersebut.

Milis akhirnya saya delete dan mencoba untuk membuat baru dengan owner bukan saya, si pemohon. Karena si pemohon tidak punya akun di mail.yahoo.com, maka harus buat akun terlebih dahulu. Untuk membuat akun, butuh informasi seperti tanggal lahir, sehingga harus cari dulu info tersebut. Setelah info didapat, mulai dibuatlah akun di mail.yahoo.com.

Setelah akun di mail.yahoo.com selesai dibuat, selanjutnya membuat group atau milis. Ada 3 langkah utama dalam membuat milis, yaitu menentukan katagori, mendeskripsikan milis dan mengundang calon anggota. Mementukan katagori mudah-mudah saja, tinggal memilih dari beberapa pilihan yang disediakan oleh Yahoo. Ketika mendiskripsikan milis timbul masalah. Nama milis yang pernah dibuat dan kemudian dihapus, tetap tidak bisa digunakan kembali. Akhirnya saya bedakan dengan karakter underscore.

Setelah langkah deskripsi selesai dilalui, langkah selanjutnya adalah mengundang calon anggota. Di sini harus hati-hati, soalnya kita harus dua kali meng-klik Submit Invite lalu klik Invite People. Awalnya saya pikir cukup klik Submit Invite saja. Mungkin klik Invite People untuk memastikan semata.

Perhatikan juga email yang masuk ke mailbox si owner, soalnya di situ akan ada pesan jika alamat email yang dimasukkan ternyata salah. Jangan sampai merasa sudah meng-invite tapi gak terdaftar menjadi member. Bisa jadi saat meng-invite telah terjadi kesalahan alamat email.

Kesimpulan :
  1. Pastikan pemilik atau owner milis adalah bagian dari komunitas milis tersebut, mungkin jika orang lain akan membuat gak nyaman secara psikologis dan membuat bingung.
  2. Pastikan pemilik memiliki akun di mail.yahoo.com
  3. Untuk membuat akun baru di mail.yahoo.com pastikan punya informasi terkait dengan identitas pemilik akun baru tersebut. Setidaknya nama lengkap, tanggal lahir, pertanyaan rahasia.
  4. Pastikan alamat email calon anggota benar, misal dengan tes kirim email ke masing-masing dan perhatikan replay-nya.

Tuesday, May 29, 2012

Uji SITP dari Komplek IAEA Wina

Pada tanggal 28 September 2011, kami mencoba mengontak Pak Sunarko (sunarko at batan.go.id), Staf Bidang Tapak PPEN untuk mencoba akses ke server SITP (Sistem Informasi Tata Persuratan) dari Markas IAEA di Wina. Alamat server yang bisa dicoba adalah http://183.91.x3.y5/sitpbatan/ dan http://183.91.x2.y30:1234/sitpbatan/. Ternyata hasilnya adalah : server pertama negatif, server kedua positif.

Sementara pada saat yang sama Pak Dudit dan Pak Sestama belum bisa mengakses kedua server tersebut.  Meskipun mereka berada di Markas IAEA, namun gedung mereka berbeda dan status mereka berbeda. Pak Sunarko mencoba dari Gedung A dengan status pegawai. Sedangkan Pak Dudit mencoba dari Gedung M (= Meeting) dengan status tamu. IP yang digunakan oleh Pak Sunarko adalah 161.5.131.42 dengan hostname : linux-ha1.iaea.org. Sementara IP yang digunakan Pak Dudit saya lupa mencatat.

Tampaknya IAEA menggunakan berbagai ISP (Internet Service Provider) untuk berbagai gedung. Yang dapat saya ketahui adalah

  1. Gedung M menggunakan ISP UPC Austria GmbH. Pak Dudit menggunakan fasilitas publik.
  2. Gedung A yang memberikan IP 79.170.210.172 (lokasi laptop Pak Sunarko) menggunakan ISP WNT Telecommunication GmbH. Pak Sunarko menggunakan fasilitas publik, bukan fasilitas pegawai.
  3. Gedung A yang memberikan IP 161.5.131.42 (lokasi desktop Pak Sunarko) menggunakan ISP International Atomic Energy Centre (IAEA). Pak Sunarko menggunakan fasilitas pegawai.


Uji coba ini dilakukan karena ada permintaan dari Pak Dudit yang sedang di Wina sejak 26 September 2011. Namun uji coba ini akhirnya di-pending entah kenapa.

Friday, May 25, 2012

Jangan Sampai Menjadi Personal Interest

Seyogyanya setiap kegiatan kedinasan mempunyai pola tetap, baku dan teragendakan, meskipun itu hanyalah sebuah kegiatan yang bersifat sosial belaka. Jadi tidak suka-suka, tergantung kepada yang punya usul dan ide awal. Terkesan "kedinasan" karena pada akhirnya menggunakan dana dan waktu kantor. Kalau sudah demikian halnya, sebaiknya dipikirkan agar terpola, baku, teragendakan dan bahkan bila perlu ada protap-nya. Semua pegawai yang masuk dalam katagori, berhak mendapatkan hak yang sama. Jika kegiatan tak berpola, nanti ada kesan hanya kegiatan cari muka semata dan personal interest. Seingatnya saja.

Kalau kegiatannya bersifat pribadi meski melibatkan kolega-kolega se kantor, tidak menjadi masalah jika bersifat atau dilakukan secara acak dan suka-suka. Toh dana dan waktu tuk kegiatan pribadi ini tidak mengambil jatah kantor dan tidak dilakukan dalam jam kantor.

Alasan kegiatan sosial kedinasan memang slalu ada sih. Namun bagi saya pribadi, pada beberapa kasus, masih terkesan dicari-cari untuk pembenaran atau justifikasi belaka. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kita tidak terlalu bodoh untuk mengamati dan menganalisa.

Kegiatan sosio dinas yang saya maksud antara lain adalah pelepasan purnabakti, ulang tahun someone, jalan santai, piknik, bakti sosial, pengumpulan sumbangan untuk meringankan yang kena musibah, menjenguk si sakit (bezoek), pemakaman, dll. Ini adalah contoh-contoh kegiatan yang saya ingat. Mungkin masih ada beberapa lagi, sambil jalan akan saya coba ingat kembali.

Jika belum mampu membuat pola baku, agenda ataupun protap, mendingan tidak dilaksanakan atau ditunda saja. Karena jika dilaksanakan secara parsial, bisa menimbulkan kecemburuan dan iri hati. Kenapa jika si ini dirayakan, tapi pas si itu tidak. Memang sih, jika sudah bicara pola, pekerjaan menjadi jauh lebih susah dan sulit. Namun disinilah seninya, ada tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya. Belum lagi masalah kepastian pendanaannya.

Jika kegiatan tersebut berasal dari dana yang gak pasti, maka akan membuat repot pejabat selanjutnya. Kegiatan sudah terlanjur diagendakan, sementara sumber dana tidak pasti. Mustinya sumber dana juga harus dipolakan, tidak hanya kegiatannya saja yang dipolakan. Jadi, jika kegiatan dan sumber dana belum bisa dipolakan, mendingan tidak usah diadakan dulu.

Yang sudah berjalan baik adalah kegiatan ulang tahun lembaga, ulang tahun unit dan hari kemerdekaan RI, pelepasan purnabakti, santunan K5D, santunan GNOTA.

Wednesday, May 23, 2012

Penjelasan Tentang Radiasai Alam di Bangka

Menangapi berita yang dimuat di Bangka Pos pada tanggal 10 Mei 2012, terkait dengan apparan radiasi alam yang ada di Pulau Bangka, maka Kepala Bapeten telah menyurati Gubernur Bangka Belitung untuk memebrikan penjelasan. Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat. Penjelsan Kepala Bapeten tertuang dalam surat nomor 1400/KS 00 01/K/V-2012 tertanggal 11 Mei 2012.

Dalam mengemban amanat Undang-Undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir mempunyai fungsi dan kewajiban menjamin kselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup dari potensi bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan dari kegiatan di bidang ketenaganukliran. Salah satu instrumen mengenai program pengelolaan lingkungan, adalah data dari rioaktivitas lingkungan. Data radioaktivitas lingkungan ini dikumpulkan untuk menggambarkan dan menentukan status dan kondisi radioaktivitas lingkungan pada daerah tertentu. Data radioaktivitas lingkungan inilah yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi, mengendalikan dan memverifikasi seluruh aktivitas yang kemungkinan dapat berdampak terhadap lingkungan akibat adanya kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir.

Dari satu lokasi ke lokasi lain di Indonesia, tingkat paparan radiasi yang berasal dari alam sangat bervariasi di mulai kurang dari 0,02 mikrosievert/jam sampai ada yang melampui 2.0 mikrosievert/jam. Peluang untuk mendapatkan data sebagaimana yang diberitakan tersebut realtif mudah ditemukan di wilayah Bangka Belitung, Kalbar, Kalteng, Sumut, Sulbar, dll. Namun peluang untuk mendapatkan nilai itu di Pulau Jawa termasuk di Jepang akan sulit karena secara umum atau sebagian besar di wilayah itu nilainya kurang dari 0,1 mikrosievert/jam. Paparan radiasi alam tersebut tidak membahayakan bagi kehidupan.

BAPAETEN telah melakukan kegiatan pemantauan radioaktivitas lingkungan yang dilakukan pada akhir Pebruari 2012 (27 Pebruari - 2 Marat 2012). Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran terhadap tingkat radioaktivitas lingkungan dan konsentrasi radionuklida dalam media lingkungan (air, tanah dan tanaman) pada 17 lokasi yang tersebar di daerah Muntok, Kab. Bangka Barat. Dari kegiatan pemantauan terhdap radioaktivitas lingkungan tersebut diperoleh hasil pengukuran paparan radiasi pada sumber air di beberapa lokasi di sungai Tembelok, sungai Bertumpak dan beberapa sumur di desa Air Putih diperoleh nilai sebesar 0.08 - 0,15 mikroSv/jam. Sedangkan milai laju paparan radiasi di beebrapa desa antara lain daerah desa Air Putih, Menjelang Baru, Jati, Pemuhun adalah sebesar 0,09 - 0,2 mikroSv/jam.

Terkait dengan pengawasan terhadap Technologically-Enhanced, Naturally-Occurring Radioactive Material (TENORM) sebagai pemantauan terhadap dampak ikutan akibat pengelolaan bijih timah, BAPETEN telah melaksanakan inspeksi Additional Protocol (Protokol Tambahan) secara rutin setiap tahun ke beberapa perusahaan timah di Provinsi Bangka Belitung. Inspeksi terakhir dilakukan tanggal 14 - 16 September 2011 di perusahaan pengolah bijih timah yaitu PT. Koba Tin, PT. Bukit Timah, PT. Timah Tbk, PT. Bangka Putra Karya, PT. Mutiara Prima Sejahtera, CV. Donna Kembara Jaya, CV. Vnus Inti Persada dan CV. DS. Jaya Abadi. Kegiatan selama inspeksi Additional Protocol yang dilakukan adalah dengan memeriksa keberadaan dan paparan radiasi terhadap monasit, tin slag, Ilminite, Zirkonkum. Dari hasil inspeksi tersebut diperoleh data paparan radiasi tinggi terjadi karena dilakukan pengukuran di lokasi permukaan timbunan monasit.

Dari hasil inspeksi Protokol Tambahan yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa bahan sumber di Provinsi Bangka Belitung sudah berada dalam pengawasan BAPETEN dan hasil pengawasan Protokol Tambahan ini dilaporkan secara rutin kem IAEA. Upaya yang dilakukan oleh BAPETEN tersebut adalah dalam rangka melindungi masyarakat, pekerja, dan lingkungan hidup, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang pada BAPETEN.

Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala BAPETEN, Dr. Ir. As Natio Lasman. Tembusan ditujukan kepada Menristek, Kepala BATAN, Bupati Bangka Barat dan Redaksi Bangka Pos.

Lihat : Warga Muntok Minta Bentuk Zona Bebas dari Radiasi

Wednesday, May 09, 2012

Perbedaan Blue Coat ProxySG

Blue Coat mengeluarkan berbagai seri ProxySG, yaitu seri 300, 600, 900, dan 9000. Perbedaan diantaranya adalah besarnya hard disk, RAM dan NIC. Di bawah seri sebenarnya ada versi, misal SG300-5, SG300-10, dan SG300-15. Atau untuk seri SG600, ada versi SG600-10, SG600-20, dan SG600-35. Yang akan dibandingkan disini adalah versi tertinggi di setiap seri.

Type Hard disk RAM NIC User
SG300 250 GB 4 GB 3 Unlimited
SG600 500 GB 4 GB 3 Unlimited
SG900 4000 GB 16 GB 4 Unlimited
SG9000 15000 GB 64 GB 4 Unlimited

Untuk seri 900 ada versiSG900-10B, SG900-20, SG900-30, dan SG900-45. Sedangkan untuk seri 9000 ada versi SG9000-20B, SG9000-30, dan SG9000-40.

Yang sulit diketahui adalah price list untuk masing-masing seri dan versinya.

Monday, May 07, 2012

Rencana Perjalanan 14-27 Mei 2012

Singapura :
  1. NUS (National University of Singapore)
  2. Nanyang University
  3. Sentosa Island
  4. Merlion
  5. Universal Studio
  6. Nyoba MRT dan Bus
  7. Nyoba City Sightseeing Bus
  8. Masjid Sultan
  9. Orchid Road
  10. Sim Lim Square
  11. Hostel

Saturday, May 05, 2012

Kondisi Wisma BPLP Cipanas Mei 2012

Saat ini (4 Mei 2012) ada 2 perubahan besar yang terjadi di Wisma Cipanas, yaitu pindahnya lokasi kantor dan tidak berfungsinya Gedung Aula (AULA dalam gambar). Kantor telah dipindah ke Wisma E (E dalam gambar). Sedangkan kantor lama akan dijadikan gudang material untuk keperluan merenovasi Gedung Aula. Gedung Aula mulai dibongkar Senin, 7 Mei 2012 hingga akhir Agustus 2012. Renovasi Gedung Aula mengakibatkan modem ADSL, router RB450 dan WAP Senao ECB3220 harus segera dipindahkan.

Pekerjaan yang perlu dilakukan adalah :
  1. Memindahkan Modem ADSL dan Router Mikrotik RB450 ke Wisma E, meskipun hanya sementara.
  2. Memindahkan Wireless Access Point Senao ECB3220 ke Wisma E atau dinonaktifkan.
  3. Menarik kabel UTP baru dari Wisma E ke Wisma A untuk koneksi WAP Wisma_A. Selama ini WAP Wisma_A dikoneksi dari Gedung Aula.
  4. Menyediakan Stop Kontak di Wisma E untuk memasok listrik bagi modem dan router.
  5. Memasang Rak 8U di Wisma A (A dalam gambar) untuk tempat tempat penyimpanan Modem ADSL, Router RB450 dan peralatan lain secara permanen. Rak akan diletakkan di bagian belakang Wisma A. Stop Kontak sudah tersedia.
  6. Memasang Tower (T dalam gambar) untuk antena wireless agar menjangkau Wisma C (C dalam gambar) dan Wisma D (D dalam gambar) di posisi ini

Website Monitoring Tools

Untuk tahu apakah situs kita dikenali atau bisa diakses dari luar negeri atau Internasional, bisa coba tool yang satu ini. Jadi gak usah repot-repot minta tolong temen, saudara yang sedang di luar negeri, atau kita harus ke luar negeri. Tool tersebut adalah http://host-tracker.com. Selain Host-Tracker, anda beberapa tool sejenis dengan katagori website monitoring services, yang bisa digunakan seperti :
http://www.alertra.com/,
http://www.hyperspin.com/id/,
http://internetsupervision.com/.

Saat mengecek dengan host-tracker, sebaiknya lakukan dengan 2 cara atau input, yaitu dengan hostname.domain dan dengan IP Address. Soalnya hasilnya bisa beda. Jika dengan hostname.domain, saya pernah mencoba hasilnya FAIL semua. Tapi jika memeriksanya dengan IP Address, hasilnya OK semua.

Upaya ini saya lakukan karena ada masalah yang dihadapi oleh para pengguna, yaitu
  1. Mail server tidak bisa mengirim email ke yahoo.com dan gmail.com
  2. Mail server tidak bisa menerima email dari yahoo.com dan gmail.com
  3. Membuka situs webmail tidak bisa dilakukan dari Australia dan Austria.
Awalnya dugaan kami ini semua disebabkan oleh spam, seperti yang biasa terjadi. Setelah dicek dengan tool-tool tertentu, ternyata mail server kami tidak diblok oleh Server Pelapor Spam. Sementara itu kami tidak ada masalah membuka webmail dari rumah, padahal pakai Speedy. Hanya saja yang terasa aneh adalah ketika mengirim email ke yahoo.com, tidak ada posting dari milis, tidak ada report dari facebook, tidak ada report dari sitemeter, dll. Terasa aneh lainnya adalah ketika membuka webmail dari Cipanas, kenapa tidak bisa? Pernah juga mendapat SMS pada tanggal 27 April 2012, dia mengeluh gak bisa buka webmail. Saya anggap SMS tersebut hanya karena masalah lokal di ISP yang dia gunakan. Saya cek dari Sentul, situs webmail tetap bisa saya buka.

Keluhan lain dari pengguna yang sedang berada di Austria. Ia mengeluh tidak bisa membuka webmail. Kemudian saya cek lagi dari kantor dan rumah, webmail normal-normal saja.

Dari sinilah mulai memikirkan hal lain yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Saya harus bisa mensimulasikan pengecekan webmail dari berbagai negara. Entah bagaimana ceritanya, dengan Gooling, akhirnya sampailah di situs http://host-tracker.com/. Pucuk dicinta ulam tiba.

Dengan menggunakan tool ini akhirnya terbukti bahwa telah terjadi pemblokiran akses Internasional kepada server webmail dan server lainnya. Memang terasa aneh alasan pemblokiran ini, lembaga saya dianggap tidak melanggan layanan ini. Padahal sudah sejak 1 Januari 2011 lembaga saya melanggan layanan akses Internasional. Jika bukan karena situs host-tracker, saya tidak bisa beradu argumen dengan pihak Provider. Dalam kontrak jelas-jelas dikatakan bahwa Penyedia Jasa wajib :

"Menyediakan co-location di NOC Penyedia Jasa dengan kapasitas 1 (satu) full rack dan kapasitas bandwidth IIX 100 Mbps (sharing) dan bandwidth internasional minimal 2 Mbps (simetris, 1:1)"

Setelah berkomunikasi dengan intensif antara petugas Support dan Account Manager, akhirnya setelah upaya 2 hari (Sabtu dan Minggu), tuntas juga masalah ini. Lega rasanya bisa kembali melayani dan tetap berkomitmen untuk tetap melayani 24/7/365, with all costs.

Dengan menggunakan http://host-tracker.com/, kita tidak perlu memiliki check point sendiri di manca negara, kita tidak perlu punya temen yang bisa bantu mengecek koneksi dari negara mereka ke server kita. Kota dan negara yang menjadi check point bagi server kita di Indonesia adalah :

Kota, Negara Provider
Amsterdam, Netherlands Hostmaster, Ltd.
Amsterdam, Netherlands PDhost
Bangkok, Thailand Chaiyo Hosting
Birmingham, UK Joomla Hosting
Bloomsburg, PA, US indonetmedia
Dallas, TX, US Custom Hosting Solutions
Dallas, TX, US HostPojok.Com
East Lansing, MI, US NIMHOST
Fort Lee,NJ,US ProGoldHost.net
Frankfurt, Germany AllServ.Net.UA
Gdansk, Poland HCX Hosting
Haarlem, Netherlands Steadyhost
Hampshire, UK PremiumReseller
Kharkiv, Ukraine ITL
Kiev, Ukraine ABCname
Kiev, Ukraine GiperHost
Kiev, Ukraine HOSTED
Kiev, Ukraine ITQua
Kiev, Urkaine HostService.ua
Kwun Tong, Hong Kong Entinity Information Technology Solutions
Lansing, MI, US Rioserver
London, UK HostLinc
London, UK VirtualSplits
Los Angeles, CA, US PremiumReseller
Los Angeles, CA, US West Cost Hosting
Minsk, Belarus BelInfoNet Ltd.
Montreal, CA TUWEBHOST
Montreal, Quebec, Ca NordGate networks
Montreal, Quebec, Ca XP-Hosting.com
Moscow, RU HOSTLEX
Moscow, Russia Host-Food
Moscow, Russia OpenHosting
New York, NY, US HostGW.com Webhosting
Orlando, FL, US Apto Hosting
Paris, France Cyber Snake Ltd
Paris, France XHN.ES Hosting
Seattle, WA, US OH Web Hosting
SPb, Russia Indahost
Toronto, ON, CA OnyxNetUa
WanChai, Hong Kong Zolar Co Ltd

Kalau dilihat per kota ada 27 kota di 3 benua yang dijadikan check point :
  1. Amsterdam, Netherlands
  2. Bangkok, Thailand
  3. Birmingham, UK
  4. Bloomsburg, PA, US
  5. Dallas, TX, US
  6. East Lansing, MI, US
  7. Fort Lee, NJ, US
  8. Frankfurt, Germany
  9. Gdansk, Poland
  10. Hampshire, UK
  11. Haarlem, Netherlands
  12. Kharkiv, Ukraine
  13. Kiev, Urkaine
  14. Kwun Tong, Hong Kong
  15. Lansing, MI, US
  16. London, UK
  17. Los Angeles, CA, US
  18. Minsk, Belarus
  19. Montreal, Quebec, Canada
  20. Moscow, Russia
  21. New York, NY, US
  22. Orlando, FL, US
  23. Paris, France
  24. Seattle, WA, US
  25. Saint Petersburg, Russia
  26. Toronto, ON, Canada
  27. WanChai, Hong Kong
Kalau dilihat per negara,  ada 12 negara :
  1. Belarus
  2. Canada
  3. France
  4. Germany
  5. Hong Kong
  6. Netherlands
  7. Poland
  8. Russia
  9. Thailand
  10. UK
  11. Urkaine
  12. US
Sayangnya tidak ada check point di negara-negara seperti : Australia, Austria, Jepang, Korea, India. Kebetulan negara-negara ini memiliki kerjasama dengan lembaga kami. Negara-negara yang perlu dijadikan check point di masa mendatang adalah negara-negara di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah.

Untuk cek dari Australia, Italia, Taiwan, dan Singapura, bisa pakai http://www.hyperspin.com/id/
Untuk cek dari China, Singapura bisa gunakan http://www.alertra.com/
Untuk cek dari China, Australia dan Chile, bisa gunakan http://internetsupervision.com/
Untuk cek dari Selandia Baru, Australia, Jepang, India, Afrika Selatan, Eropa, Amerika Utara, Argentina, Brasilia, bisa gunakan http://www.websitepulse.com/, tapi sayangnya berbayar.

Tool lain yang mungkin diperlukan untuk investigasi :
Scan IP dalam range tertentu : http://ports.my-addr.com/ip-range-port-scanner-tool.php
Mengetahui pemilik suatu IP : http://whois.domaintools.com/

Obyek Investigasi dalam kasus ini ada 3 blok IP Address, yaitu :
Bloka #1
183.91.x1.y1/29
y1 : router
y2 : mail
y3 : www
y4 : s4
y5 : nhc
--------------------------------
Blok #2
183.91.x2.y2/25
y29 : ---
y30 : ---
y35 : ---
y36 : digilib
--------------------------------
Blok #3
183.91.x3.y3/25
y1 : router
y2 : ---
y3 : ---
y5 : portal si
y6 : komputasi
y8 : sitp

Contoh Kalkulasi IP Address :
Blok IP : 183.91.x1.0/29
Netmask : /29 = 255.255.255.248
Network : 183.91.x1.160
Hostmin : 183.91.x1.161 (punyanya router)
Hostmax : 183.91.x1.166
Broadcast : 183.91.x1.167

Tuesday, May 01, 2012

NAT atau Port Forwarding Server Radmon

Atas permintaan publik, server Radmon (Radiation Monitoring) diharapkan bisa diakses lewat Internet, Indonesia dan Internasional. Padahal posisi server ini berada di dalam intranet yang seharusnya tidak bisa diakses dari luar LAN (Local Area Network). Untungnya di dalam RouterOS Mikrotik yang digunakan, telah tersedia fasilitas NAT atau Network Address Translation yang fungsinya mengubah alamat IP Private menjadi alamat IP Public. NAT belum bisa dilakukan secara total, masih per port. Dalam kesempatan ini akan diupayakan bisa mengakses Server Radmon dengan alamat 192.168.16.9 dari Internet menggunakan alamat 183.91.x2.130.

Langkah-langkah konfigurasi agar bisa mengakses Server Radmon dengan IP 192.168.16.9 port 80 dari komputer mana aja yang penting konek ke Internet bisa dilihat di bawah ini. Nantinya alamat baru Server Radmon menjadi http://183.91.x2.130:1169/. Dalam kesempatan ini port internet yang digunakan oleh Radmon dianggap port 1169. Bisa saja pakai port lain selama belum digunakan di RouterOS. 183.91.x2.130 adalah alamat RouterOS yang akan melakukan NAT.

Sintak yang perlu dimasukkan ke dalam RouterOS cukup 2 baris saja, yaitu :

[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=183.91.x2.130 action=dst-nat dst-port=1169 to-addresses=192.168.16.9 to-ports=80 protocol=tcp

[admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.16.9 action=src-nat dst-port=1169 to-addresses=183.91.x2.130 to-ports=80 protocol=tcp

Catatan :
3 konfigurasi NAT yang sudah ada sebelumnya, untuk sementara saya disable. Sambil melihat perkembangan konfigurasi baru ini, khususnya dari sisi Intranet.

Kendala :
Justru akses ke Server Radmon dari dalam intranet sendiri belum bisa menggunakan alamat http://183.91.x2.130:1169/. Tetapi kalau menggunakan alamat intranet, yaitu http://192.168.16.9/ sudah bisa dilakukan.

Solusi :
1. Mencari tahu penyebabnya
2. Membuat dua sub menu untuk Radmon di halaman utama situs lembaga

Sebelumnya, ping ke Server Radmon 192.168.16.9 dari Intranet tidak bisa dilakukan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ke lokasi, ditemukan adanya looping. Looping terjadi karena penggunaan 2 NIC yang tidak pada tempatnya. Setelah NIC arah LAN-nya PTLR dilepas, ping dari Intranet normal kembali. Perlu dicatat : cukup 1 NIC saja yang dioperasikan di Server Radmon.

Pesan kesalahan yang ditemui :

Error 500
CDbConnection failed to open the DB connection.
Tindakan : perbaikan di komputer akusisi data. 

Monday, April 23, 2012

Single Sign On Hotspot di Mikrotik Dengan Radius

Dalam kesempatan ini akan dijelaskan langkah-langkah membuat single sign-on (SSO) akses hotspot di beberapa router board Mikrotik menggunakan Radius Server di router board Mikrotik juga. Dengan menggunakan Radius Server berbasis router board Mikrotik, diharapkan bisa mendayagunakan router yang telah ada. Ini akan lebih praktis ketimbang menggunakan server linux yang diinstalasi Free Radius.

Asumsi yang digunakan adalah, kita memiliki 2 router board RB1000 yang masing-masingnya menangani akses hotspot secara terpisah. 2 router ini selanjutnya di sebut Router1 dan Router2. Baik Router1 maupun Router2 masing masing memiliki Access Point (AP). User hotspot di Router1 tidak bisa login di Router2, kecuali ia memiliki akun hotspot yang identik.

Ini tentunya akan cukup repot jika ada user yang ingin bisa akses di semua hotspot dengan akun tunggal. Kita harus memasukkan data akun di kedua router. Karena di kantor kami ada 7 router, maka saya harus memasukkan setiap user ke 7 router. Bisa dibayangkan repotnya. Idealnya, sekali memasukkan akun, bisa digunakan di semua router. Kebetulan di tempat saya kerja, satu router untuk menangani satu kawasan atau cabang.

Untuk membuat prototip sistem SSO, perlu disiapkan 2 buah router board RB1000, 2 buah access point Senao ECB 3220, sebuah switch apa saja, 2 buah notebook yang ada wireless adapternya, 1 buah komputer yang ada NIC-nya. Komputer ber-NIC digunakan untuk menjalankan Winbox dan bisa mengakses kedua router board sekaligus. Untuk memudahkan konfigurasi.

Setelah semua perangkat disiapkan, satu persatu perangkat ini dikonfigurasi. Kelihatannya proses konfigurasi sih gampang, tapi nyatanya wasting time juga karena harus mempersiapkan ini itu, belum lagi mengerjakannya inti pekerjaannya. Intinya adalah setting radius itu sendiri.

Untuk mengkonfigurasi, dibutuhkan pemahaman tentang :
  1. Mengkonfigurasit RB1000 yang awalnya tidak diketahui IP address-nya. 
  2. Mengkonfigurasi dan memastikan RB1000 bisa mendukung layanan hotspot dan bisa untuk koneksi ke Internet
  3. Memasang DHCP Server di RB1000
  4. Mengkonfigurasi Access Point Senao ECB 3220 yang tidak diketahui status awalnya
  5. Instalasi paket User Manager di Mikrotik RouterOS
  6. Instalasi Radius Server di Mikrotik
  7. Instalasi Radius Client di Mikrotik
  8. Cara menghapus Hotspot Cookies dan DHCP Lease di Mikrotik
Instalasi paket User Manager di Mikrotik RouterOS

Setting radius terbentur pada paket user manager. Setelah mendownload dari www.mikrotik.com, ternyata versi user manager-nya 5.15. Padahal versi RouterOS nya 5.7. Karena gak cocok, paket user manager gak bisa diinstalasi.

Apabila anda menggunakan RouterOS 5.7, maka anda juga harus menginstall user manager dari versi 5.7 juga (tidak bisa berbeda versi). Menurut layanan pelanggan www.mikrotik.co.id, untuk mendownload user manager versi 5.7 bisa di-download di http://www.routeros.co.id

Melihat versi RouterOS bisa dengan 2 cara :
  1. Winbox -> System -> Packages
  2. Winbox -> New Terminal

Langkah secara umum instalasi user manager adalah :
  1. Masuk ke situs http://www.routeros.co.id
  2. Masuk ke versi 5.7
  3. Pilih file all_packages-ppc-5.7.zip, lalu download.
  4. Extrak file all_packages-ppc-5.7.zip, sehingga terlihat ada file user-manager-5.7-ppc.npk.
  5. Buka 2 jendela, winbox dan ftp. Winbox masuk ke menu Files. Pindahkan file user-manager-5.7-ppc.npk ke Winbox Files. Pindahkan ke root-nya.
  6. Reboot si Mikrotik
Atau bisa lihat di http://alam-hadi.blogspot.com/2011/08/install-user-manager-mikrotik.html
Selanjutnya adalah setting Radius Server Internal di Mikrotik. Cara bisa melihat di : http://nurmanto.com/cara-setting-radius-dengan-mikrotik-os/

Setelah mengikuti kedua artikel di atas, kenapa login ke userman ditolak? Pesan kesalahannya : invalid username or password.

Saya coba masuk via Winbox lalu masuk ke Terminal.
[msmunir@kuningan#] > tool user-manager customer print
Flags: X - disabled
 0   login="admin" password="nihongonga" backup-allowed=yes time-zone permissions=owner parent=admin signup-allowed=no paypal-allowed=paypal-secure-response=no paypal-accept-pending=no
[msmunir@kuningan#] >

Dari informasi di atas terlihat bahwa, password userman ternyata tidak kosong tetapi ada isinya, yaitu nihongonga. Inilah penyebab tampilnya pesan kesalahan "invalid username or password". Untuk mengganti password, masuk ke userman lalu pilih menu Customers, double click admin, lalu masukkan password yang baru.

Instalasi Radius Server di Mikrotik

Untuk instalasi Radius Server, ada 2 langkah besar yang perlu dilakukan :
  1. Setting di Winbox: IP - Hotspot - Server Profiles dan Radius
  2. Setting di User Manager : Routers, Users, Customers, dan Profiles.
IP - Hotspot - Server Profiles - General :
Name: default
HTML Directory: hotspot

IP - Hotspot - Server Profiles - Login :
Login By: HTTP CHAP, Cookie
HTTP Cookie Lifetime: 3d 00:00:00

IP - Hotspot - Server Profiles - RADIUS :
Use RADIUS : enable
MAC Format: XX:XX:XX:XX:XX:XX
Accounting : enable
NAS Port Type: 19 (wireless-802.11)

Routers : semua router yang mau di link ke radius server ini perlu didaftarkan. Yang perlu diketahui adalah identitas router, IP Address dan shared secret.
Users : semua user wajib didaftarkan di sini. Nama lengkap, No. HP, Kawasan, Nama Satker, bisa ditampung di sini. Menu inilah yang akan sering di-update.
Customers : untuk ganti password admin ke user manager
Profiles : yang penting diisi, kalau gak diisi nanti client gak bisa login.
Instalasi Radius Client di Mikrotik

IP - Hotspot - Server Profiles - RADIUS
Use RADIUS : enable
MAC Format: XX:XX:XX:XX:XX:XX
Accounting : enable
NAS Port Type: 19 (wireless-802.11)

Radius - Add - General :
Service: hotspot
Address: 192.168.0.2
Secret: kng

Rencana Implementasi Single Sign On Hotspot

Dengan berhasilnya implementasi prototip ini, maka akan dilakukan penataan ulang akun hotspot di seluruh lembaga. Puluhan hotspot akan diintegrasikan dalam sebuah password tunggal. Perlu ada pembagian tugas antara router kawasan dan radius server. Konsep pembagian yang ada dibenak saya adalah :
  1. Router kawasan untuk menampung pengguna di kawasan tersebut. Pengguna yang tidak berdomisili di kawasan tersebut akan di-delete
  2. Radius Server untuk menampung pengguna yang nomaden, meskipun hanya lintas 2 kawasan. Akan lebih baik jika ybs lintas di 7 kawasan.
Ini akan lebih baik jika harus menggeser semua pengguna ke Radius Server. Jika Radius Server lumpuh, maka koneksi oleh banyak orang akan terganggu.

Beberapa pesan kesalahan yang mungkin tampil di sisi client atau user :
  1. no valid profile found : ini kayaknya gara-gara profile di userman belum dibuat
  2. web browser did not send challenge response (try again, enable JavaScript)
  3. RADIUS server is not responding : ini gara-gara alamat IP Radius Server salah isi
  4. user not found : isi sih gara-gara usernya emang gak ada atau blom dibuat
  5. Layar form login ke Mikrotik di sisi client blinking : ini gara-gara wired-nya (UTP) ke colok ke switch
  6. invalid username or password : karena lupa password atau salah password saat masuk ke userman
Beberapa tulisan yang perlu dibaca adalah :
  1. Install User Manager Mikrotik : http://alam-hadi.blogspot.com/2011/08/install-user-manager-mikrotik.html 
  2. Cara Setting Radius Dengan Mikrotik OS : http://nurmanto.com/cara-setting-radius-dengan-mikrotik-os/
  3. Radius Server Mikrotik : http://50rry.wordpress.com/2011/07/04/radius-server-mikrotik/
  4. Setting Radius dan hotspot Mikrotik : http://catatan-squid.com/mikrotik/13-mikrotik/21-setting-radius-dan-hotspot-mikrotik
  5. Mikrotik Radius pada jaringan Beberapa router : http://rtrw.net/jaringan/mikrotik-radius-pada-jaringan-beberapa-router/?wap2
  6. Radius Server Mikrotik : http://maone032.wordpress.com/2008/07/22/radius-server-mikrotik/
  7. Download paket user manager : http://www.mikrotik.com/download.html
  8. NEW User Manager v5 : http://mum.mikrotik.com/presentations/ID11/id-doni.pdf 







PENGINGAT
 

Suatu kali saya lupa tentang cara mengoperasikan SSO ini. User manager saya letakkan di router yang mana, kemudian alamat situsnya apa dan akunnya apa. 

Langkah 1:
Untuk lihat Radius Server ada di router mana, terpaksa cek satu per satu router yang ada. Setelah bisa login dengan Winbox, masuk ke menu System  lalu Packages. Perhatikan apakah ada paket "user-manager" gak. Jika ada, kemungkinan pengendali SSO atau Radius Server ada di router ini. Catat alamat IP router ini. (KPB, bukan NOC).

Langkah 2:
Dengan menggunakan web browser, arahkan ke alamat http://ip_address/userman. Ganti ip_address dengan alamat IP router hasil pelacakan pada langkah 1. Jika muncul tampilan username dan password, kemungkinan besar SSO dikendalikan dari router ini.

Langkah 3:
Memasukkan username dan password. Yang pasti usernya admin, namun password harus diingat-ingat dulu. 

Untuk keperluan uji coba di lab, Radius Server saya letakkan di 192.168.16.7.  Sedangkan Radius Client adalah 192.168.16.4.