Tuesday, June 01, 2010

Artikel pada Majalah InfoLINUX edisi 06/2010

Dalam edisi Juni 2010, majalah bulanan InfoLINUX menulis berbagai tutorial bagi pengguna Linux dan Open Source Software. Artikel dalam majalah InfoLINUX selalu menarik bagi saya dan bagi tempat kerja saya. Dalam edisi kali ini, artikel yang bisa dinikmati adalah
  1. Video Keamanan CCTV dengan ZoneMinder. Semakin maraknya kejahatan, membuat Anda harus berhati-hati. Salah satunya adalah menggunakan CCTV dengan paket perangkat lunak ZoneMinder.
  2. GlusterFS, File Server Terdistribusi. Ini diperlukan bagi yang ingin mem-backup dan menyimpan file ke beberapa server. Ini adalah sebuah alternatif, disamping ada cara lain seperti menambah perangkat keras, dan membuat RAID.
  3. Setting Ubuntu 10.04 sebagai Router dan Proxy Server. Internet sudah menjadi kebutuhan primer di lingkungan perusahaan. Biasanya satu koneksi Internet yang dimiliki oleh perusahaan, dibagi ke semua client yang terdapat dalam jaringan tersebut. Untuk melakukan hal ini, Anda dapat menggunakan distro Ubuntu 10.04 Server.
  4. Kalender dengan berbagai gaya. Meskipun sudah tersedia kalender di meja kerja atau pada sistem operasi Anda, namun membuat kalender sendiri merupakan sesuatu yang menyenangkan. Pada tulisan ini, kita akan sama-sama membuat kalender, mulai dari kalender teks hingga kalender HTML (+CSS).
  5. Tip dan trik Ubuntuu 10.04 Desktop. Ubuntu 10.04 LTS dengan kode nama Lucid Lynx telah hadir. Jika pengguna setai Ubuntu, dapat dipastikan Anda juga memiliki rencana untuk segera beralih ke evrsi terbaru dari distro ini. Berikut sejumlah tip dan trik yang dapat Anda terapkan, setelah selesai menginstalasi Ubuntu 10.04 LTS.
  6. Arsip Self-Extract dengan Makeself. Dengan menggunakan makeself, kita dapat membangun arsip self-extract dengan mudah dan cepat. Setelah arsip terekstrak, kita dapat menjalankan script khusus. Aplikasi Makeself juga sangat cocok digunakan untuk membangun installer aplikasi.
  7. Workshop OpenOffice.org : uji isi sel dan tampilkan formula; fungsi LEFT(), RIGHT(), dam MID(); bekerja dengan fungsi OFFSET(); nilai acak dengan RAND() dan RANDBETWEEN()
  8. Workshop programming dengan python : tangani/abaikan SIGINT; tangani penekanan Control-C; rata kiri, kanan, dan tengah untuk string; stdout tanpa buffer
  9. Workshop distro Ubuntu 10.04 : membagi akses Internet melalui wireless. Workshop ini melengkapi workshop edisi 05/2010 tentang jaringan wireless tanpa access point dengan sistem Ad-hos. Setelah dua komputer terhubung secara wireless, kita dapat membagi akses Internet komputer yang satu untuk komputer yang lain.
Beberapa fitur ZoneMinder :
  • Dapat berjalan pada distribusi GNU/Linux apapun
  • Mendukung banyak jenis video, USB, dan kamera jaringan
  • Monitoring, mengambil gambar, melakukan pendeteksian gerak
  • Mendukung live video streaming
  • Lainnya dapat dilihat di http://www.zoneminder.com/documentation.html

Sunday, May 30, 2010

Beijing, sholat Isya berjamaah dalam kegelapan

Ketika saya mendapat kesempatan training tentang computer security di Beijing, saya menyempatkan diri untuk mencari tahu komunitas muslim. Seperti sudah menjadi standar perjalanan saya, semasa masih di Indonesia saya harus memperlajari geografi tempat yang akan dikunjungi. Untuk itu saya mengandalkan peta terbitan Periplus Travel Maps. Peta ini memang tidak banyak dijual di toko-toko buku di Jakarta. Saya menemukannya di Kemang, karena tampaknya di sana bermukin banyak expatriat.
Sebenarnya ada 2 jenis peta yang bisa digunakan untuk travelling di Beijing, yaitu peta Beijing sendiri dan peta China. Sebenarnya keduanya saya beli, namun yang terbawa pulang ke Indonesia hanya peta China. Peta Beijing tertinggal entah dimana. Dengan peta China edisi 2005/2006 seharga Rp 88.000,-, saya bisa melihat tanda bulan sabit di peta tersebut, tanda sebuah masjid atau mosque. Dalam peta China, selain ada peta kota Beijing (1:60.000), ada juga peta kota Shanghai (1:15.000), kota Hangzhou (1:28.500), kota Suzhou (1:22.000)dan kota Guangzhou (1:25.000).

Mesjid petama yang saya kunjungi ternyata bukan masjid, tetapi semacam rumah makan. Masjid tersebut tidak jauh dari stasiun subway Dongsi. Kemudian saya mengunjungi masjid kedua. Karena jaraknya cukup jauh (sekitar 20 km) saya harus naik subway seharga RMB 1. Saya naik dari stasiun Zhangzizhonglu (dekat dengan hotel saya), lalu berhenti di stasiun Changchunjie. Tetapi antara stasiun Zhangzizhonglu dan stasiun Changchunjie, yaitu di stasiun Chongwenmen, saya harus pindah atau transfer ke subway rute lain tanpa harus beli tiket lagi. Beijing Subwey memilik 4 rute. Informasi rute subway dapat di ketahui dengan mudah di setiap stasiun subway. Selain tulisan kanji ada tulisan latinnya. Dari stasiun Zhangzizhonglu ke stasiun Chongwenmen menggunakan subway line 5. Dari stasiun Chongwenmen ke stasiun Changchunjie menggunakan subway line 1.

Berdasarkan peta Periplus, jarak dari stasiun Changchunjie ke Masjid Balizhuang adalah 2 km (dengan melihat skalanya). Kalau pakai bis saya khawatir bisa terlewat. Untuk itu saya memilih jalan kaki, sambil menikmati lingkungan sekitar jalan yang saya lalui. Kalau hanya jalan di bawah 10 km, saya akan memilih jalan kaki, lebih mudah mengenali dan menghayati keadaan sekeliling. Tampaknya sepanjang jalan saya sulit untuk bertanya, maklum jarang yang faham bahasa Inggris. Ya... seperti di tempat kita. Gak banyak yang bisa bahasa Inggris. Kecuali anak sekolahan.

Satu-satunya petunjuk saya adalah China Periplus Travel Map. Sebenarnya rada sulit juga mengenali masjid di Beijing. Namun setelah saya perhatikan masak-masak ternyata ada lambang bulan sabit di atas menara yang mirip menara pagoda. Dan disekitar tersebut ada tulisan arab juga. Jadi yakinlah saya kalau itu adalah tipikal menara masjid Beijing. Karena terletak di tengah-tengah pemukiman, saya sempat kesulitan menemukan pintu masuknya.

Sesampai di masjid, sudah lewat sholat magrib, sehingga saya sholat magrib sendirian. Saya sempat sholat Isya berjamaah. Namun saya agak kaget karena sesaat sebelum sholat Isya dimulai, lampu-lampu dipadamkan. Tapi gak apalah pikirku, mungkin ini sudah tradisi di sini. Kita nikmati saja. Tempat mengambil wudhu-nya pun berbeda dengan yang biasa kita saksikan.

Seminggu yang lalu saya ikut pengajian selepas sholat Subuh di komplekku, pengajian setiap minggu pagi. Menurut penceramah, adalah sunnah jika sholah subuh berjamaan dengan keadaan gelap. Begitu juga dengan sholat berjamaan Isya. Pikirku, tampaknya masjib Balizhuang sudah mempraktekkan sejak dulu sunnah Rosul, yaitu sholat Isya berjamaah dalam kegelapan.

Kalau mengacu kepada peta Periplus, nama masjid ini adalah Niujie. Namun kalau saya bandingkan dengan informasi masjid Niujie dari Wiki atau Wiki Indonesia, tampaknya masjid ini berbeda. Setelah saya konfirmasi melalui email ke info@islamichina.com, ternyata nama masjid ini adalah Balizhuang. Hal ini diketahui dari prasasti yang sempat saya foto.

Saya sempat berbincang-bincang dengan salah satu jamaah yang bernama Abdullah (66 tahun). Karena sulit berkomunikasi, maka informasi yang saya tanyakan pun tidak banyak. Berapa jumlah masjid di kota Beijing, berapa jumlah komunitas muslim di Beijing dan China, berapa jamaah setiap sholat jum'at di masjid Balizhuang ini. Jemaah sholat jum'at mencapai 100 orang. Populasi muslim di Beijing sekitar 20 juta jiwa.

Foto-foto saya, silahkan klik di sini.

Saturday, May 29, 2010

Ethernet Termometer

Untuk menjawab pertanyaan, apakah ruang server (NOC) aman ditinggal selama liburan panjang? Untuk itu perlu ada sensor yang bisa mengukur kondisi ruangan, baik suhu maupun kelembaban. Hasil pengukuran bisa dipantau dari jarak jauh. Atau bisa mengirim peringatan dini bila suhu melampui batas ambang. Salah satu alat yang mungkin cocok dengan kebutuhan tersebut adalah Low Cost Ethernet Termometer. Alat ini produk dari www.cometsystem.cz dari Republik Czech, Eropa Timur.

Ada berbagai varian produk, termasuk yang rackmount. Ethernet termometer ini sangat cocok untuk :
  • building HVAC management
  • building HVAC automation
  • industrial Ethernet
  • server rooms
  • telecommunication devices
  • warehouses
  • glasshouses
  • manufacturers
  • museums, archives, galleries
  • air-conditioned rooms
Ada yang sudah dilengkapi dengan display (tipe Tx51x) dan tanpa display (tipe P85xx). Tanpa display karena tampilan dapat dilihat menggunakan web browser. Itulah sebabnya tipe P85xx adalah yang paling murah. P85xx langsung bisa dihubungkan ke jaringan komputer melalui port RJ45. Tipe P85xx dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu
  1. P8510 : Thermometer with built-in temperature sensor, accuracy ±0.8°C
    measuring range -30 to +80°C
  2. P8511 : Single channel thermometer for one DSTGL40/C prob, accuracy ±0.5°C
    measuring range -55 to +80°C
  3. P8541 : Four channel thermometer for four DSTGL40/C probes, accuracy ±0.5°C
    measuring range -55 to +80°C
Asesoris : program database sensor monitor, probe untuk sensor, isolasi dua muka, ac/dc adaptor, PoE (Power over Ethernet).

Untuk di Indonesia, bisa ke :
Tn. Syafei
Jl. Pahlawan Revolusi No. 22B
Jakarta 13430, Indonesia
Telpon: +62-21-8611 259, 8611 131, 8611 212, 8611 444, 8611 449
Faks: +62-21-8611207

Sekedar cek harga di UK, lihat sumber di bawah. Untuk P8510 dan P8541 = £149.00

Sumber :
http://www.cometsystem.cz/english/ethernet-thermometer.htm
http://temperaturehumidity.indonetwork.or.id/
http://www.audon.co.uk/p8.html#models

Friday, May 28, 2010

Mengetahui Pemilik Domain dan IP

Salah satu cara mengetahui pemilik domain adalah menggunakan tool whois. Untuk menjalankannya, tidak melakukan instalasi, karena tool ini tersedia secara online. Cobalah masuk ke situs http://www.whois.net/ atau http://whois.domaintools.com/. Whois.net tidak bisa mengecek domain yang berakhiran .id. Tapi domaintools.com bisa untuk mengecek semua domain.

Misal ingin mengecek pemilik domain www.detik.com, masukkan nama domain ini di "Enter a Domain Name to Look up" lalu klik tombol Lookup. Hasilnya kira-kira :

Registrant:
Siberkom, PT. Agranet Multicitra
Aldevco Octagon Building lt 2
Jl. Warung Buncit Raya 75
Jakarta, DKI Jakarta 12740
IN

Domain Name: DETIK.COM

Administrative Contact, Technical Contact:
Siberkom, PT. Agranet Multicitra
Aldevco Octagon Building lt 2
Jl. Warung Buncit Raya 75
Jakarta, DKI Jakarta 12740
IN
+62 21 7941177 fax: +62 21 7941176

Record expires on 28-May-2011.
Record created on 13-May-2004.

Domain servers in listed order:

NS.DETIK.NET.ID
NS1.DETIK.NET.ID

Tampak bahwa pemilik domain www.detik.com adalah :
Siberkom, PT. Agranet Multicitra     
Aldevco Octagon Building lt 2
Jl. Warung Buncit Raya 75
Jakarta, DKI Jakarta 12740
IN
+62 21 7941177 fax: +62 21 7941176
Mengetahui Pemilik IP Address

Kadang kala kita butuh mengetahui nama domain dari sebuah IP. Misal informasi yang ditampilkan oleh Mikrotik biasanya IP Address, padahal yang dibutuhkan adalah nama domain. Untuk mengkonversi dari IP Address ke domain bisa menggunakan Whois juga. Coba situs :
http://www.ip-adress.com/whois/

Dengan menggunakan situs ini saya bisa mengetahui domain alamat IP 69.63.189.63. Dari informasi yang ditampilkan dalam whois, pemilik IP ini adalah facebook.com.

Strategi Pembangunan Iptek Ketenaganukliran di Indonesia 2010-2014

Pada tanggal 20 Januari 2010, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014. Perpres ini memiliki lampiran, salah satunya adalah Buku II Memperkuat Sinergi Antarbidang Pembangunan. Khusus untuk lembaga riset di bawah Kementrian Ristek bisa melihat Bab IV Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (20 Jan 2010 bertepatan dengan kunjungan Presiden SBY ke AIPI di Puspiptek Serpong)

Strategi Pembangunan Iptek

Dengan arah kebijakan Iptek tersebut di atas, maka strategi pembangunan Iptek dilaksanakan melalui dua prioritas pembangunan yaitu:
  1. Penguatan Sistem Inovasi Nasional (SIN) yang berfungsi sebagai wahana pembangunan Iptek menuju visi pembangunan Iptek dalam jangka panjang.
  2. Peningkatan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek (P3 Iptek) yang dilaksanakan sesuai dengan arah yang digariskan dalam RPJPN 2005-2025.
Selanjutnya strategi pembangunan Iptek ini dijabarkan ke dalam kerangka pembangunan Iptek sebagaimana dalam Gambar 4.4 berikut.


Litbang ketenaganukliran dan pengawasan


Litbang ketenaganukliran dan pengawasan mencakup penelitian dan pengembangan dalam bidang energi dan nonenergi. Bidang energi mencakup litbang bahan galian nuklir, elemen bahan bakar nuklir, reaktor nuklir, serta penaanganan limbah nuklir. Bidang nonenergi mencakup litbang aplikasi isotop dan radiasi untuk bidang pertanian, industri, dan kesehatan.

Keluaran kegiatan litbang nuklir dalam bidang energi diarahkan untuk.
  1. persiapan pembangunan PLTN pertama di Indonesia, yang antara lain mencakup persiapan tapak dan lingkungan, studi kelayakan, penyusunan detail desain, serta evaluasi teknis dan ekonomi;
  2. penyusunan data teknis potensi Th dan uranium di Indonesia, paket teknologi pengolahan bijih uranium, paket teknologi bahan bakar nuklir, studi kelayakan konversi bahan bakar nuklir, paket teknologi pengelolaan limbah radioaktif dan prarancangan instalasi pengolah limbah cair padat yang dihasilkan dari operasi PLTN;
  3. penyelesaian desain konseptual reaktor riset inovatif; desain konseptual teras, sistem konversi dan sistem keselamatan reaktor daya maju kogenerasi serta evaluasi teknologi dan keselamatan teras, serta sistem keselamatan dan keandalan reaktor daya PWR.
Sementara itu, keluaran kegiatan litbang nuklir dan radio isotop dalam bidang non energi diarahkan antara lain, untuk
  1. mendukung ketahanan pangan dengan target menghasilkan (1) beberapa varietas unggul tanaman pangan (padi dan kedelai) yang memiliki spesifikasi genjah (padi <>10 ton/ha GKP dan kedelai > 4 ton/ha), tahan hama dan memiliki nilai vitamin/gizi yang tinggi; (2) sarana produksi pertanian yang berupa pupuk hayati dan pestisida alami, desain detail iradiator gamma untuk iradiasi produk pascapanen dan teknologi iradiasi untuk pengawetan makanan siap saji; (3) vaksin untuk kesehatan dan pencegahan penyakit ternak ruminansia, layanan teknologi Kit RIA untuk penentuan kadar hormon progesteron dan formula suplemen pakan ternak multinutrisi berbasis bahan lokal; serta (4) model pertanian dan peternakan terpadu berbasis iptek nuklir;
  2. mendukung penyedian teknologi untuk kesehatan dengan target menghasilkan (1) bahan vaksin malaria dan teknologi deteksi dini new emerging deseases (flu burung dan flu babi); (2) paket teknologi penatalaksanaan kanker payudara, dan serviks, dokumen teknis metode pembuatan kandidat bahan vaksin malaria tropika (plasmodium falciparum) iradiasi stadium eritrositik, prototipe sistem carbone monitoring radiasi, metode standardisasi dan kalibrasi radiasi, peta radioaktivitas lingkungan dan laboratorium metrologi radiasi; (3) biomaterial bahan pengganti untuk keperluan pascaoperasi (tulang, gigi, mata, dll); (4) serta perangkat Brachyterapy Medium Doserate untuk kanker serviks, prototipe pesawat sinar X fluoroscopy dan prototipe pesawat sinar-x Mamography;
  3. membuat prototipe mesin berkas elektron (MBE) untuk industri berbasis lateks karet alam dan dokumen teknis rancangan detail siklotron 13 MeV untuk pembuatan radiofarmaka dan pengembangan obat;
Sementara itu, dalam bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir, kegiatan yang akan dilakukan mencakup penyelenggaraan perizinan dan inspeksi dengan tujuan memenuhi dan memelihara tingkat keselamatan, kemananan, dan ketenteraman pekerja, masyarakat dan lingkungan sesuai dengan standar yang berlaku. Dalam rangka persiapan pengawasan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), akan disusun seluruh perangkat peraturan terkait PLTN, membangun sistem perizinan dan inspeksi pada tahap penentuan tapak, konstruksi dan operasi PLTN, serta mengembangkan sistem kesiapsiagaan dan kedarutan nuklir yang didukung oleh pengkajian secara komprehensif.

Informatika dan komunikasi

Informatika dan komunikasi yang mencakup kegiatan litbang dalam bidang informasi dan komunikasi; elektronika dan telekomunikasi, serta informatika yang diarahkan untuk menghasilkan
  1. sistem, baik perangkat keras maupun perangkat lunak dan teknologi yang dipersiapkan untuk mendukung kemampuan industri telekomunikasi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, berkompetisi dalam menghadapi berbagai persaingan, baik dalam pasar dalam negeri maupun luar negeri;
  2. pengembangan WiMAX dan sistem komunikasi nirkable lain;
  3. mengembangkan lebih lanjut perangkat lunak berbasis open source, IGOS.
Hasil capaian di bidang teknologi informasi dan komunikasi

Di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah berhasil dikembangkan aplikasi IGOS (Indonesia Go Open Source) yang siap dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi. Saat ini aplikasi berbasis open source tengah dikembangkan untuk keperluan-keperluan penelitian, seperti pengolah sintesis DNA, dan simulasi protein. Selain itu, telah berhasil dikembangkan rangkaian penerima ’Chip Wimax’, suatu sistem komunikasi generasi modern dengan frekuensi 2.3 GHz dan 3.3 Ghz, serta sistem technical assistance pengembangan E-Government, paket aplikasi SIMDA.

Sumber : http://bappenas.go.id/

Thursday, May 27, 2010

Mengetahui informasi ukuran memori RAM di FreeBSD

Untuk mengetahui memori RAM di FreeBSD selain menggunakan perintah baris top, dapat juga menggunakan perintah baris free. Secara default di FreeBSD tidak tersedia perintah baris free. Untuk itu free harus diinstalasi terlebih dahulu. Disamping itu juga harus install perl dan perl-nya harus jalan (run) saat menjalankan perintah baris free.

Download perl script yang ditulis oleh Ralf S. Engelschall:
serpong6a# fetch http://www.cyberciti.biz/files/scripts/freebsd-memory.pl.txt
serpong6a# mv freebsd-memory.pl.txt /usr/local/bin/free
serpong6a# chmod +x /usr/local/bin/free

Yakinkan bahwa perl anda sudah terinstalasi. Untuk melihat keseluruhan sistem memory yang digunakan, ketiklah :
$ free

Sumber : www.cyberciti.com

Install perl

Jika perintah baris free tidak jalan, ada kemungkinan perl belum diinstalasi. Ikuti tip berikut ini untuk instalasi perl

serpong6a# cd /usr/ports/lang/perl5.10 serpong6a# make install

Saat jendela Option for perl 5.10.1_1 muncul, pilihan defaultnya adalah PERL_64BITINT dan USE_PERL. Pilih saja OK. Nanti proses instalasi akan berjalan dengan sendirinya.

Sumber : http://freebsd.munk.me.uk/

Tampilan Free

serpong6a# free
SYSTEM MEMORY INFORMATION:
mem_wire: 182620160 ( 174MB) [ 8%] Wired: disabled for paging out
mem_active: + 12976128 ( 12MB) [ 0%] Active: recently referenced
mem_inactive:+ 1223061504 ( 1166MB) [ 58%] Inactive: recently not referenced
mem_cache: + 307200 ( 0MB) [ 0%] Cached: almost avail. for allocation
mem_free: + 674934784 ( 643MB) [ 32%] Free: fully available for allocation
mem_gap_vm: + 622592 ( 0MB) [ 0%] Memory gap: UNKNOWN
-------------- ------------ ----------- ------
mem_all: = 2094522368 ( 1997MB) [100%] Total real memory managed
mem_gap_sys: + 38068224 ( 36MB) Memory gap: Kernel?!
-------------- ------------ -----------
mem_phys: = 2132590592 ( 2033MB) Total real memory available
mem_gap_hw: + 14893056 ( 14MB) Memory gap: Segment Mappings?!
-------------- ------------ -----------
mem_hw: = 2147483648 ( 2048MB) Total real memory installed

SYSTEM MEMORY SUMMARY:
mem_used: 249180160 ( 237MB) [ 11%] Logically used memory
mem_avail: + 1898303488 ( 1810MB) [ 88%] Logically available memory
-------------- ------------ ----------- ------
mem_total: = 2147483648 ( 2048MB) [100%] Logically total memory
serpong6a#

Sunday, May 23, 2010

Mekanisme Permintaan Informasi Publik

Sekilas tentang hasil rapat pembuatan Rancangan Perka Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Wisma Cipanas pada Jum'at 21 Mei 2010. Kegiatan ini adalah rapat ke 3 dalam rangka pembuatan perka. Sebelumnya pernah dilakukan rapat di Kantor Pusat pada 11 Mei 2010.

Dukungan PPIN terhadap pelaksanaan KIP adalah dukungan Teknologi Informasi. Dukungan tersebut bisa meliputi :
  1. Penyediaan formulir elektronik yang bersifat online (web based)
  2. Pembuatan laporan pelaksanaan kepada Komisi Informasi yang bersifat serta merta dan online
  3. Otomatisasi proses pemberian informasi
  4. Pelacakan proses pemberian informasi
Untuk butir pertama, yaitu pembuatan formulir elektronik akan sangat memudahkan pembuatan pelaporan pelaksanaan secara serta merta (instant) dan pelacakan proses pemberian informasi. Untuk itu tampaknya perlu penyeragaman proses permintaan informasi tersebut kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Pada Rancangan Perka dalam Pasal 10, permintaan bisa dilakukan melalui 2 cara, yaitu tertulis dan tidak tertulis. Sementara dalam Pasal 11, permintaan bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu secara langsung, surat elektronik, surat, faksimili, dan cara lain.

Dari uraian ini tampaknya cara permintaan bisa dilakukan dengan banyak cara, padahal untuk memudahkan pelacakan proses pemberian informasi dan pelaporan pelaksanaan, sebaiknya hanya diijinkan satu cara saja, yaitu secara elektronik. Ini seperti cara penerimaan CPNS yang full electronic sejak beberapa tahun terakhir. Jadi cara-cara elektronik penuh tidak perlu diragukan lagi, baik di sisi pengelola maupun di sisi publik atau masyarakat. Hal ini sekaligus untuk membudayakan proses elektronik yang lebih transparan (e-government).

Namun demikian jika ada permintaan yang dilakukan tanpa elektronik tetap dimungkinkan dengan difasilitasi oleh Petugas Information Desk. Misal, jika ada permintaan informasi melalui telpon, maka Petugas Information Desk akan membantu memasukkan data ke dalam sistem elektronik. Begitu juga permintaan informasi yang diajukan melalui faksimili, sesegera mungkin Petugas Information Desk memasukkan data ke dalam sistem elektronik. Permintaan melalui surat tercatat juga bisa diproses dengan cara seperti ini. Untuk itu, sangat diharapkan sekali bahwa proses pemasukan data (entry data) sesegera mungkin dilakukan mengingat sistem akan mencatat jam dan tanggal secara otomatis ketika pemasukan data dilakukan.

Untuk Pemohon Informasi Publik yang datang pun, diharuskan mengisi formulir elektronik. Jika si pemohon tidak bisa menggunakan formulir elektronik, wajib dibantu oleh Petugas Information Desk. Formulir yang telah diisi kemudian dicetak (misal 2 kali) untuk kemudian ditandatangani. Karena formulir elektronik ini bersifat online, Pemohon Informasi Publik yang datang ke Satker, bisa juga diperlakukan seperti cara-cara di atas, atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Yang penting data bisa dimasukkan ke dalam sistem secara cepat.

Cara-cara elektronik penuh akan memungkinkan pemberian nomor registrasi kepada setiap Pemohon Informasi Publik. Apakah ia meminta secara tertulis, tidak tertulis (telpon), langsung, surat elektronik, surat, faksimile, dll. Penggunaan elektronik secara penuh akan sangat memudahkan Pimpinan, PPID utama, PPID Pembantu melakukan pemantauan proses pemberian informasi. Tinggallah bagaimana menyediaan infrastrukturnya, misal jaringan komputer, PC dan printer. Mudah-mudahan penyediaan ini tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan.

Dari hasil rapat tersebut, tampaknya hal-hal seperti di atas akan dimasukkan ke dalam Juklak yang akan dibuat kemudian. Mengingat pembuat Juklak adalah pihak lain (BSDM), mungkinkah pemikiran ini bisa terakomodasi dalam juklak?

Log File, sebuah kebutuhan, tapi apa bisa menjawab?

Semua orang sepakat bahwa log adalah sebuah kebutuhan. Tapi masalahnya, apakah log yang sudah dikumpulkan cape-cape bisa menjawab kebutuhan? Pertanyaan lainnya, adakah orang yang mampu melakukan analisis terhadap log tersebut sehingga bisa menjawab pertanyaan tak terduga? Apakah analisa yang dilakukan bisa cepat selesai? Agar hasil analisa tidak basi.

Pada dasarnya, log yang dibutuhkan mampu mencatat :
  1. user yang login dan logout ke LAN melalui wired, khususnya untuk akses Internet
  2. user yang login dan logout ke LAN melalui wireless
  3. user yang login dan logout ke webmail
  4. user yang login dan logout ke web server
  5. user yang login dan logout ke server lainnya
  6. kapan server hidup dan mati, mungkin karena listrik padam
  7. komputer yang digunakan user untuk login
  8. user yang mengakses ke website, melalui IP berapa, kota dan negara mana, halaman yang di akses, berapa lama mengakses
  9. user yang melakukan perubahan isi website dan file yang diubah, ditambah atau dihapus
Sambil jalan, akan ditambah.

Saturday, May 22, 2010

Implementasi Gigabit Ethernet, mungkinkah?

Untuk melakukan implementasi Gigabit Ethernet, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah-langkah ini dilakukan harus dengan penuh perhitungan, kehati-hatian, seksama dan cermat. Langkah yang gegabah hanya menyebabkan kerugian di kemudian hari. Bisa jadi, peralatan yang sudah dibeli menjadi puso atau tidak bisa dipakai karena tidak kompatibel dengan peralatan lain yang sudah ada. Atau ternyata pada software (firmware) tidak bisa dikonfigurasi sesuai kehendak kita. Atau firmware tidak memiliki fitur yang dibutuhkan.

Langkah yang biasa dilakukan :
  1. Studi literatur
  2. Studi lapangan dan studi banding
  3. Pembuatan proposal untuk mendapatkan peralatan yang dibutuhkan
  4. Uji lab
  5. Uji lapangan, biasanya makan waktu yang panjang karena sekalian uji kehandalan, uji unjuk kerja dan uji fungsional
  6. Implementasi penuh sekaligus uji skala penuh
Berdasarkan studi literatur, untuk membangun sebuah backbone Gigabit Ethernet dibutuhkan peralatan dan bahan :
  1. Router yang memiliki port Gigabit Ethernet
  2. Media converter yang mendukung Gigabit Ethernet, memiliki konektor yang cocok ke Router dan ke Optical Termination Box
  3. Fiber Optic Patch Cable yang memiliki konektor sesuai dengan konektor yang didukung oleh Media converter dan Optical Termination Box
  4. Switch yang memiliki port Gigabit dengan konektor RJ45
Saat ini, core layer dari LAN di suatu kawasan menggunakan Router Mikrotik RB1000. Untuk pemisahan LAN atau VLAN, router ini digandeng dengan Cisco Catalyst 2960. Untuk membuat VLAN berbasis Gigabit, maka Cisco Catalyst 2960 ini harus diganti dengan Cisco Catalyst yang memiliki port Gigabit. Sayangnya sulit mendapatkan harga Cisco Catalyst Gigabit. Tanpa ada data harga, nilai ke-ekonomi-an dari sistem tidak bisa dihitung.

Alternatif lain untuk core layer adalah menggunakan Router Mikrotik RB1100. Dibanding RB1000, RB1100 memiliki 13 port Gigabit Ethernet. Sedangkan RB1000 hanya memiliki 5 port Gigabit Ethernet. Kebetulan juga jumlah VLAN yang akan dibagi ada 12 buah, sehingga RB1100 cocok untuk digunakan sebagai kendali VLAN tanpa harus digandeng dengan Cisco Catalyst.

Konfigurasi pada salah satu VLAN menjadi :
RB1100 --> UTP Cable Cat 6 --> AT-MC1004 --> SC-ST Patch Cable --> Optical Termination Box --> FO Outdoor --> Optical Termination Box --> SC-ST Patch Cable --> AT-MC1004 --> UTP Cable Cat 6 --> Cisco SRW224G4 --> Clients

Saat ini, konfigurasi pada salah satu VLAN adalah :
RB1000 --> UTP Cable Cat 5e --> Cisco Catalyst 2960 --> UTP Cable Cat 5e --> AT-MC101XL --> ST-ST Patch Cable --> Optical Termination Box --> FO Outdoor --> Optical Termination Box --> ST-ST Patch Cable --> AT-MC101XL -->UTP Cable Cat 5e --> AT-FS724 --> Clients

Tampaklah disini, beberapa perangkat yang harus disiapkan untuk uji coba implementasi backbone Gigabit Ethernet adalah
  1. 1 unit Router Mikrotik RB1100, @ Rp 3.690.000,-. Cek di http://www.mikrotik.co.id/.
  2. 1 rol AMP UTP Cable Cat. 6 (Mungkinkah UTP Cable Cat 5E bisa digunakan?), @ US$ 140. Cek di Bhinneka.
  3. 2 unit Media Converter AT-MC1004, 1000T Gigabit Ethernet to 1000SX (SC), @ Rp 6.370.650,-. Cek di rokeu.kemenperin.go.id.
  4. 2 buah SC-ST Pacth Cable 3 meter, @ Rp 522.270,- . Cek di rokeu.kemenperin.go.id.
  5. 1 unit Switch Cisco SRW224G4, @ US$ 400. Cek di Bhinneka.
Untuk point 3 dan 4, untuk setiap segmen atau setiap VLAN membutuhkan masing-masing 2 buah. Satu buah dipasang di sisi NOC dan satu buah lagi dipasang di sisi client.

Uraian di atas barulah dari aspek lapisan 1 dari model OSI atau lapisan Fisik (Physical Layer). Untuk lapisan 2 (Data Link) dan lapisan 3 (Network) baru bisa diketahui secara nyata setelah sistem terpasang di laboratorium. Berdsarkan studi litaratur, tampaknya tidak ada msalah dengan konfigurasi di atas. Silahkan cek di situsnya Cisco SRW224G4.

Meskipun uji coba ini kelihatan sederhana, namun biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Jika US$ 1 = Rp 9400, maka total biaya untuk uji coba sekitar Rp 22 jt. Seperti juga penelitian pada umumnya, bisa jadi uji coba ini akan menemui kegagalan.


Tuesday, May 18, 2010

Packet Marking untuk Pembagian Bandwidth

Mengubah Nama Packet Mark Downstream dari IIX

Misal akan mengubah nama Packet Mark untuk downstream dari IIX. Akan diganti Packet Mark "local-net-32" menjadi "32-iix-down". Untuk itu, jalankan aplikasi winbox.exe, lalu masuk ke menu IP -> Firewall -> Mangle -> pilih mark packet yang forward ke Dst Address yang diinginkan, dalam hal ini Dst Address ke 192.168.32.0/24 (Ada 2 mark packet, yaitu untuk upstream dan downstream. Pilih salah satu Packet Mark untuk downstream yaitu "local-net-32") -> ganti "local-net-32" menjadi "32-iix-down" -> Apply -> OK

Saat melakukan perubahan Mangle Rule untuk alamat tujuan 192.168.32.0/24, akan muncul jendela baru. Kira-kira menu yang ada pada jendela adalah :

Packet Mark : Downstream IIX
Tab General :
Chain : forward
Dst Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con
Tab Advanced :
Src. Address List : nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-iix-down (sebelumnya local-net-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Upstream IIX
Tab General :
Chain : forward
Dst Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con-up
Tab Advanced :
Src. Address List : nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-iix-up (sebelumnya local-net-up-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Downstream Internasional
Tab General :
Chain : forward
Src Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con
Tab Advanced :
Src. Address List : !nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-intl-down (sebelumnya inter-net-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Packet Mark : Upstream Internasional
Tab General :
Chain : forward
Src Address : 192.168.32.0/24
Connection Mark : users-con-up
Tab Advanced :
Src. Address List : !nice
Tab Action :
Action : mark packet
New Packet Mark : 32-intl-up (sebelumnya inter-net-up-32)
Passthrough : enable (atau contreng)

Jangan lupa untuk klik Apply dan OK setelah perubahan dianggap benar. Untuk mengubah nama Packet Mark lainnya, caranya hampir sama. Packet Mark lainnya yang perlu disesuaikan adalah :
  1. Upstream IIX
  2. Downstream Internasional
  3. Upstream Internasional
Perhatikan,
  1. Koneksi IIX menggunakan Dst. Address, namun kalau koneksi Internasional menggunakan Src. Address
  2. Koneksi IIX, Src. Address List = nice, tapi kalau koneksi Internasional, Src. Address List = !nice. Tanda seru berarti tidak.
  3. Kalau downstream, connection mark-nya users-con, tapi kalau upstream, connection marks-nya users-con-up. Tidak peduli koneksi IIX atau Internasional.
  4. Sebenarnya isian New Packet Mark bebas. Namun disini hanya ingin melakukan standarisasi. 32 adalah kode subnet, iix atau intl adalah jenis koneksinya, up atau down jenis stream-nya.
Setelah proses di atas selesai, masuk ke menu Queue -> Queue Tree -> pilih queue yang diinginkan -> Ganti Packet Mark dari "local-net-32" ke "32-iix-down" (gunakan pull down menu.