Tuesday, March 12, 2013

MANPADS vs Meriam

Keberadaan meriam anti serangan udara S-60 57mm sudah sangat tua. Meriam S-60 diproduksi sejak tahun 1950 dan sudah digunakan di banyak palagan. Misal perang Vietnam, perang Kamboja, perang Iran-Iraq, perang Iraq, perang teluk, dsb. Ketika personil yang mengoperasikan pertama kali sudah pada pensiun, meriam ini masih setia mendampingi ARHANUD TNI-AD dan Marinir. Dengan jarak tempak 4.000 meter (dipandu optik) hingga 6.000 meter (dipandu Radar), perangkat ini sudah bisa digantikan dengan sebuah MANPADS generasi ke-4. Selain lebih praktis, operator MANPADS bisa dikurangi dari 7  awak per meriam menjadi 3 orang personil per MANPADS.


Tampaknya saat ini sudah tidak ada pilihan lain. Tinggal memilih produk MANPADS mana yang terjangkau, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Ingat, MANPADS memliki umur pakai, katakan 30 tahun. Emang sih kalau meriam S-60 bisa untuk menjatuhkan Apache atau Blackhawk tentu akan sangat efektif dan efisien sekali. Walaupun bagaimana, kelincahan manuver laras meriam oleh tangan tidak akan secepat gerakan obyek. Ini kendalanya penggunaan sistem manual. MANPADS RBS 70 NG pada dasarnya bisa diawaki oleh 2 - 3 orang. Sedangkan Meriam S-60 diawaki oleh 7 orang. Ini tentunya akan mengurangi jumlah personil satuan Batalyon ARHANUD menjadi cukup setingkat Detasemen. Pengurangan personil tidak menyebabkan terjadinya pengurangan anggaran. Bisa jadi biaya pengadaan, pelatihan, tenaga ahli dan operasional tahunan MANPADS lebih mahal ketimbang penggunaan meriam anti serangan udara konvensional.

No comments:

Post a Comment