Monday, February 01, 2010

SugarCRM 5.5

Pada 2 Desember 2009, SugarCRM telah merilis versi terbaru dari software Customer Relationship Management (CRM) miliknya, yakni Sugar 5.5. Versi yang baru saja dirilis ini membawa sejumlah fitur terbaru untuk mengelola SugarCRM di lingkungan mobile, termasuk kemungkinan kolaborasi dinamis antar individu dalam tim sebuah proyek yang kompleks.

Fungsi baru yang dibawa bersama versi 5.5 ini mendukung fitur tim dinamis yang memungkinkan kerja sama antar pengguna, baik sesama anggota tim maupun di luar tim dalam menangani sebuah proyek yang kompleks. Yang baru lainnya adalah fungsi platform untuk mengintegrasikan dan mempresentasikan data di lingkungan SugarCRM. Perbaikan lain yang cukup signifikan dialami oleh framework untuk Web Services. Dengan perbaikan tersebut, dimungkinkan optimasi layanan web yang membantu pengembang eksternal lebih mudah dan cepat dalam mengintegrasikan aplikasi SugarCRM, dan mengembangkannya lebih lanjut.

Sugar 5.5 juga menawarkan sebuah framework baru untuk membuat dan mengelola Themes, menawarkan tema yang telah dikonfigurasi dan diatur oleh pengguna, berikut aneka style, warna, dan elemen navigasi.

Sumber : InfoLINUX 02/2010

Mark Shuttleworth Berhenti Menjabat CEO Canonical

Lima tahun menjabat sebagai CEO (Chief End Officer) Canonical, peusahaan dibalik suksesnya sistem operasi Ubuntu, sepertinya membuat Mark Shuttleworth bosan. Melalui pernyataan yang diberikan melalui blog resminya, Shuttleworth menyatakan bahwa mulai Maret 2010, dirinya tidak lagi menjabat sebagai CEO Canonical. Jabatan CEO Canonical selanjutnya akan diberikan kepada Jane Silber, COO (Chief Operating Officer) dan Director of Online Service Canonical.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai CEO Canical, Shuttleworth akan lebih memfokuskan diri ke desain produk Ubuntu. Dalam pengumuman yang diberikan dalam blognya, ia mengungkapkan kalau kecintaan dirinya kepada para pengguna, kemitraan, dan desain produk, merupakan wilayah yang dipikir sangat sempurna untuk dirinya, dan merupakan tempat dimana dirinya dapat membentuk Canonical dan Ubuntu memiliki dampak yang lebih besar terhadap pasar dan perkembangan dunia open source.

Salah satu proyek utama yang sudah mulai dijalankan oleh Shuttleworth adalah mengintegrasikan fitur '' jejaring sosial ke menu utama Ubuntu. Fitur ini akan dimasukkan ke rilis Ubuntu berikutnya, yakni Ubuntu 10.4 yang akan dirilis pada April 2010 nanti.

Sementara Shuttleworth akan terus memainkan peran penting dalam desain dan pengembangan Ubuntu,

Jane Silber tampaknya juga cukup bersemangat dengan jabatan barunya sebagai CEO Cannonical.

Salah satu jabatan yang disandang oleh Jane, sebelum ini adalah sebagai ketua proyek Ubuntu One, dan memberi keyakinan ke berbagai perusahan besar bahwa Ubuntu merupakan sistem operasi yang siap digunakan untuk lingkungan enterprise.

Sumber : InfoLINUX 02/2010

ClearOS 5.1 Enterprise

ClearOS, nama baru dan penerus dari ClarkConnect yang telah lama dikenal sebagai distro server untuk usaha kecil dan menengah, baru saja merilis ClearOS 5.1 Enterprise yang sudah dapat digunakan oleh publik. ClearOS menyediakan dukungan update selama 18 bulan, sebagaimana lazimnya jadwal dari kebanyakan distro-distro yang ada.

Tidak berbeda jauh dengan ClarkConnect, ClearOS mempertahankan kemudahan mengelola server, dan untuk menjalankannya sama sekali tidak diperlukan keterampilan seorang SysAdmin. Karena itu, ClearOS dapat meminimalisasi kerumitan dan kompleksitas dari sistem operasi Linux, dengan GUI yang mudah dimengerti.

Sistem ini dapat dikelola, tanpa perlu mempelajari mekanisme kerja dari kecanggihan teknologi Linux yang terdapat di dalamnya. Cukup membantu bagi pengguna yang awam dunia system administrator. ClearOS 5.1 menggunakan CentOS 5.4 sebagai basis pembuatan distronya.

Dalam versi ini, sudah disertakan paket Samba 3.4.3, yang memungkinkan untuk berkolaborasi dan bertukar data dengan pengguna Windows 7, dan solusi Groupware dengan menggunakan aplikasi Kolab.

Sumber : InfoLINUX 02/2010

Friday, January 29, 2010

Memperbaiki MRTG

Jika grafik MRTG tidak fruktuatif, sudah bisa ditebak, ada masalah dengan perangkat. Biasanya karena community string tidak sesaui lagi atau salah. Ini terjadi jiga perangkat diganti. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan seperlunya.

Langkah-langkah perbaikan yang mungkin bisa dilakukan :
  1. Login ke MRTG Server lalu "su -"
  2. Pindah ke folder /etc/mrtg
  3. Cek Agent "snmpwalk -v 1 -c public 192.168.1.86"
  4. Jalankan "cfgmaker public@192.168.1.86 > /etc/mrtg/lenovo1.cfg"
  5. Edit lenovo1.cfg untuk workdir,
  6. Jalankan "env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/lenovo1.cfg" sebanyak 3x
  7. Jalankan "indexmaker --output=/var/www/html/mrtg1/index1.html /etc/mrtg/lenovo1.cfg"
  8. Restart "/etc/rc.d/init.d/snmpd restart"
Ternyata kesalahannya adalah salah menentukan interface yang dipilih. Seharusnya yang dipilih adalah interface ether2, bukannya ether1. Ini terjadi karena ganti perangkat router dari Cisco 28xx ke Mikrotik RB1000. Disamping itu kesalahan terjadi karena salah memasukkan parameter addresss pada SNMP Mikrotik. Seharusnya address SNMP adalah 0.0.0.0/0, bukan IP dirinya sendiri.

Pengubahan pilihan interface dilakukan pada server MRTG pada file /var/www/html/mrtg/index.html. Ganti 172.17.104.58 dengan IP Address dari interface yang benar.

Kesalahan lain adalah nama community string nya masih default, yaitu public. Padahal pada MRTG Server, perangkat dikenal dengan community string yang lain. Untuk merubah community string Mikrotik RB1000, gunakan Winbox.exe. Sebelum mengubah community string, aktifkan SNMP, yaitu klik menu IP - > SNMP -> SNMP Setting -> Enabled = Yes -> Apply. Ubah community string : klik menu IP -> SNMP -> double click baris public -> ganti Name = jakarta, Address = 0.0.0.0/0 dan Read Access = enable -> Apply.

Selengkapnya lihat file konfigurasi MRTG Server dan Client.txt yang ada di flashdisk pada folder Catatan.

Menon-aktifkan Host di Nagios Core 3.2.0 pada Fedora 11

Jika melihat ada host yang bermasalah terus-menerus, sebaiknya di non-aktifkan saja. Ini dilakukan agar pesan "** PROBLEM Host Alert: 84-ipcam is DOWN **" tidak terus menerus dikirimkan ke mailbox kita. Dan setidaknya akan merusak pemandangan pada Nagios kita. Selama dinon-aktifkan, jangan lupa untuk dilakukan perbaikan terhadap host yang bermasalah tersebut. Akan diutarakan langkah-langkah menon-aktifkan sebuah host. Dalam hal ini akan menon-aktifkan host ip-cam dengan ip 202.46.x.xxx.

Langkah-langkahnya :
  1. Login via SSH ke Nagios Server, lalu tingkatkan diri menjadi super user
  2. Edit file konfigurasi localhost.cfg
  3. Edit file konfigurasi nagios.cfg
  4. Jalankan konfigurasi Nagios
  5. Restart Nagios
Selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Login ke Nagios Server, lalu menjadi Root
[msmunir@lenovo ~]$ ssh msmunir@202.46.x.xx
msmunir@202.46.x.xx's password:
Last login: Thu Jan 28 21:53:12 2010 from 110.137.240.228
[msmunir@nms ~]$ su -
Password:
[root@nms ~]#

2. Edit file konfigurasi localhost.cfg
[root@nms etc]# mcedit /usr/local/nagios/etc/objects/localhost.cfg

Hapus host "84-ipcam" pada file konfigurasi localhost.cfg:
define hostgroup{
hostgroup_name linux-servers ; The name of the hostgroup
alias Linux Servers ; Long name of the group
members xhost,71-nms,84-ipcam

Sehingga menjadi:
define hostgroup{
hostgroup_name linux-servers ; The name of the hostgroup
alias Linux Servers ; Long name of the group
members xhost,71-nms

3. Edit file konfigurasi nagios.cfg
[root@nms etc]# mcedit /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

Lakukan remark (#)pada baris host 84-ipcam.cfg :
# Definitions for monitoring the local (Linux) host
cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/xhost.cfg
cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/71-nms.cfg
cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/84-ipcam.cfg

Sehingga menjadi :
# Definitions for monitoring the local (Linux) host
cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/xhost.cfg
cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/71-nms.cfg
#cfg_file=/usr/local/nagios/etc/objects/84-ipcam.cfg

4. Jalankan konfigurasi Nagios
[root@nms etc]# /usr/local/nagios/bin/nagios -v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

5. Restart Nagios
[root@nms etc]# service nagios restart

Masalah lain yang mungkin timbul adalah :
  1. IP Address berubah, misal dari 117 ke 114
  2. Ada service yang harus di-disable, misal service SSH. Cukup remark bagian SSH di file konfigurasinya. Misal men-disable SSH pada 72-mikrotik, maka remark bagian SSH pada file /usr/local/nagios/etc/objects/72-mikrotik.cfg.

Thursday, January 28, 2010

Menambah Font Windows ke Linux

Ketika mau memilih font Courier New, ternyata di OOo 3.1.1 di Fedora 11 tidak tersedia. Mencoba mencari di Google. Namun setelah dicoba, terhenti di tengah jalan. Kemudian mencoba mencari tutorial yang ada di majalah InfoLinux Juni 2007. Pada halaman 48 ada artikel "Menambah Fonts Windows ke Linux". Pada beberapa bagian dalam tutorial tersebut, tidak bisa dijalankan atau terhenti di tengah jalan juga. Akhirnya improvisasi tidak bisa dihindari.

Langkah-langkah menurut artikel :
  1. Salin font yang ada di MS Windows dengan cara menyalin folder c:\windows\fonts ke USB FlashDrive. Nama folder bisa tetap fonts atau ganti menjadi FontTTF. Hapus yang ekstensinya bukan *.ttf. Karena yang dibutuhkan hanya file-file *.ttf.
  2. Masuk ke terminal Fedora, kemudian jadikan diri anda super user
  3. Buat folder baru di /usr/share/fonts/ttf/msfonts.
  4. Salin isi folder FontTTF yang ada di USB FlashDrive ke /usr/share/fonts/ttf/msfonts, hanya file *.ttf saja.
  5. Ubah attribute file-file *.ttf ke 644
  6. Edit file /etc/X11/xresources (perlukah?)
  7. Restart xfs. Jika xfs tidak ada, install dulu xfs
Menjadi super user :
[msmunir@localhost ~]$ su -
Password:

[root@localhost ~]#

Membuat folder baru di /usr/share/fonts/ttf/msfonts.
[root@localhost ~]# mkdir -p /usr/share/fonts/ttf/msfonts

Salin isi folder FontTTF di USB FlashDrive ke /usr/share/fonts/ttf/msfonts :
[root@localhost ~]# cp /media/CORSAIR/FontTTF/*.ttf /usr/share/fonts/ttf/msfonts/

Ubah attribute file-file *.ttf
[root@localhost ~]# chmod 644 /usr/share/fonts/ttf/msfonts/*.ttf

Install dulu xfs
[root@localhost ~]# yum install xfs

Tambahkan letak patch directory /usr/share/fonts/ttf/msfonts/ ke dalam /etc/X11/fs/config

catalogue = /usr/share/fonts/ttf/msfonts/

Restart service xfs
[root@localhost ~]# /etc/init.d/xfs restart
Restarting xfs:
Shutting down xfs: [FAILED]
Starting xfs: [ OK ]
[root@localhost ~]#

Jika langkah di atas tidak membuahkan hasil, coba langkah berikut ini.

Pindah ke home folder Anda, kemudian buat sebuah folder baru dengan nama .fonts
[msmunir@localhost ~]$ cd /home/msmunir
[msmunir@localhost ~]$ mkdir .fonts

Salin isi folder FontTTF di USB FlashDrive ke /usr/share/fonts/ttf/msfonts :
[msmunir@localhost ~]# cp /media/CORSAIR/FontTTF/*.ttf /home/msmunir/.fonts/.

Asumsi, xfs sudah terinstalasi. Restart service xfs
[root@localhost ~]# /etc/init.d/xfs restart
Restarting xfs:
Shutting down xfs: [FAILED]
Starting xfs: [ OK ]
[root@localhost ~]#


Sumber :
Menambah Fonts Windos di Linux
Contoh Font TTF

Sunday, January 24, 2010

Membagi Bandwidth Secara Adil dengan Mikrotik

Uji coba pembatasan bandwidth dengan router Mikrotik RB1000. Asumsinya adalah akan dibuat sedemikian rupa sehingga bandwidth bisa dibatasi pada suatu level, misal 128 kbps, 256 kbps, 512 kbps dan lainnya. Tindakan ini akan membatasi pengguna dalam menggunakan bandwidth. Dengan menggunakan queue type pcq di Mikrotik, kita bisa membagi bandwidth yang ada secara adil dan merata untuk para user, saat jaringan pada posisi puncak. Misal, interface yang mengarah ke upstream ISP diberi nama ether1 dimana IP addressnya 202.46.x.x2/27, dan interface yang mengarah ke downstream pengguna diberi nama ether2 dimana network address-nya 192.168.2.0/24. Perintah yang harus dijalankan di Terminal Mikrotik adalah (saya menggunakan program Winbox v3.28 yang dijalankan di Fedora 9) :

ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.2.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=users-con
ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet new-packet-mark=users chain=forward


queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address

queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address

queue tree add name=Download parent=ether2 max-limit=256000

queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users


queue tree add name=Upload parent=ether1 max-limit=256000

queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users


queue tree add parent=ether2 queue=pcq-downlo
ad packet-mark=users
queue tree add parent=ether1 qu
eue=pcq-upload packet-mark=users

Untuk memastikan bahwa proses pembatasan bandwidth berjalan, maka perlu membuka dua layar. Satu layar untuk memantau unjuk kerja Mikrotik, dan satu layar lagi untuk menguji upload dan download. Upload dan download dilakukan dari belakang ether2, kebetulan menggunakan komputer Fedora 11 dengan IP 192.168.2.2. Perintah baris untuk menguji pembatasan bandwidth downlaod adalah:

[msmunir@msmunir temp]$ wget -dc http://202.46.x.x1/lagu/Ada_Band-Manusia_Bodoh.mp3

Maksud perintah baris di atas adalah memerintahkan komputer lokal melakukan download file Ada_Band-Manusia_Bodoh.mp3 dari komputer remote dengan IP 202.46.3.x1.

Perintah baris untuk menguji pembatasan bandwidth upload adalah :

[msmunir@msmunir temp]$ scp Kahitna\ -\ Track\ 10.mp3 msmunir@202.46.x.x7:.*.*

Maksud perintah di atas adalah memerintahkan komputer lokal agar mengirim file Kahitna\ -\ Track\ 10.mp3 ke komputer remote dengan IP 202.46.x.x7.

Jika bandwidth tidak dibatasi, kedua perintah di atas akan mengambil bandwidth sesukanya. Tapi karena dibatasi pada level 128 kbps, maka komputer lokal akan mendapatkan bandwidth maksimal 128 kbps.

Tampilan layar Mikrotik saat proses download dan upload berlangsung :


Sumber:http://www.kutukupret.com/



Saturday, January 23, 2010

Auto Refresh / Reload Web Page

To make the page reload or refresh itself, we have to use the following code inside the head tag.
<meta http-equiv="refresh" content="5" >
The attribute http-equiv="refresh" calls for refresh of the page.

The attribute content="5" sets the time for refresh.

The time after which the page has to reload is set using the content attribute.
Say if you want the page to refresh after 10 seconds interval, set content value to 10.

We would recommend the time of refresh [reloading interval] be above 5 seconds. This is because you have to consider the page loading time.

Example , online.php with auto refresh for 60 seconds :

<?php // ---- online.php ----
session_start();
include "global.inc.php";
?>
<HTML>
<HEAD>
<META HTTP-EQUIV="CONTENT-TYPE" CONTENT="text/html; charset=utf-8">
<meta http-equiv="refresh" content="60" >
<TITLE>Online User Webmail BATAN</TITLE>
<META NAME="GENERATOR" CONTENT="gEdit 2.20.3 (Linux)">
<META NAME="CREATED" CONTENT="20080304;11545200">
<META NAME="CHANGEDBY" CONTENT="Muh. Sirojul Munir">
<META NAME="CHANGED" CONTENT="20080304;12344100">
<META NAME=author CONTENT="Muh. Sirojul Munir">
<META NAME="description" CONTENT="online user webmail">
<META NAME="keywords" CONTENT="online, webmail, batan">
<link rel="Shortcut Icon" href="/favicon.ico" />
<link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
<style type="text/css">
</style>
</HEAD>
<BODY>
<?php
$pageId=$_GET['pageId'];
$sqlSelect=$_POST['sqlSelect'];
$submitBtn=$_POST['submitBtn'];
$typeSelect=$_POST['typeSelect'];
$search=$_POST['search'];
$waktu=date("H:i:s d-m-Y");
$sqlLimit="select distinct ou_user from onlineusers order by ou_user asc";
$dbconnect=mysql_query($sqlLimit);
$rec_num=mysql_num_rows($dbconnect);
//echo "$sqlRekRows";
echo "
<br>
<font color=#0aa1bc face=verdana size=5><b>ONLINE USER WEBMAIL BATAN</b></font>
<br><br>";
echo "
<br>
Waktu saat ini: $waktu
<br><br>
<table width=25% class=ntn>
<tr>
<th align=left>Username</th>
</tr>
";
for($RekRows=0;$RekRows<$rec_num;$RekRows++){
$getval=mysql_fetch_array($dbconnect);
$_ou_timestamp=$getval[ou_timestamp];
$_ou_user=$getval[ou_user];
$_ou_right_main=$getval[ou_right_main];
$id=$getval[id];
echo "
<tr bgcolor=".strip2($RekRows).">
<td align=left><font face=verdana size=3>$_ou_user</font></td>
</tr>";
}
echo "</table>";
echo "Total user: ";
echo "$rec_num";
?>
</BODY>
</HTML>


Sumber :
http://www.hscripts.com/

Menambah FIle Audio di Blogspot

Selama ini, blogspot hanya menyediakan fasilitas upload gambar atau file video saja dalam postingan artikel. Mungkin karena alasan hak cipta, blogger blogspot tidak bisa meng-upload (dan sekaligus memainkan secara langsung) file audio seperti MP3. Namun ada beberapa cara untuk mengakalinya.

Berikut akan aku tuliskan pengalamanku menambahkan file audio (dalam hal ini file MP3 yang sudah aku host di serverku) yang dapat langsung dimainkan dalam artikel ini.

Cara menyertakan (embed) file audio/MP3 ke dalam artikel sebenarnya gampang-gampang susah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, namun aku akan menunjukkan salah satunya yang sudah pernah aku praktekkan.

Ketika menulis artikel, masuk ke mode Edit HTML. Kopi kode berikut :

<embed src= "http://www.odeo.com/flash/audio_player_standard_gray.swf" quality="high" width="300" height="52" allowScriptAccess="always" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" flashvars= "valid_sample_rate=true&external_url=http://202.46.3.71/lagu/dea_menanti.mp3" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"%gt; </embed>

Ganti kode warna merah dengan ukuran player yang anda kehendaki (sesuaikan dengan tema blog anda). Ganti tulisan warna biru dengan url hosting dimana file mp3 anda disimpan. Tempatkan kode dimana anda ingin player ditampilkan. Contoh tampilan hasilnya dapat dilihat di bawah ini. Jika anda punya pengalaman lain yang mungkin lebih simpel dan hasil lebih bagus, silakan share disini.

ADA Band - Yang Terbaik Bagimu


Chrisye - Pelangi


Dea Mirela - Menanti


Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu

Pada 15 Mei 2010, dicoba buka artikel ini, menu lagu tidak muncul. Kenapa ya? Beberapa langkah perbaikan yang telah dilakukan :
  1. Coba ganti alamat server dimana file mp3 diambil, menu lagu tidak muncul.
  2. Coba periksa plug-in nya.
  3. Cek bandingkan dengan situs http://filegratis2u.blogspot.com/ Pada situs ini, menu lagu juga tidak tampil.
  4. Coba periksan alamat situs dimana menu ini diacu, yaitu ke http://www.odeo.com/. Ada pesan kesalahan : 503 Service Temporarily Unavailable. The server is temporarily unable to service your request due to maintenance downtime or capacity problems. Please try again later.
Untuk sementara, menggunakan cara manual aja. Barangkali langkah 4 kapan-kapan bisa dilakukan ulang tanpa ada kesalahan lagi.

ADA Band - Yang Terbaik Bagimu
Chrisye - Pelangi
Dea Mirela - Menanti
Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu

Sumber :
http://www.bewegaleri.com/
http://gudanglagu.com/
http://www.stafaband.info/

Mengubah image header blogspot.
  1. Cari foto yang bagus menurut Anda lalu buka dengan GIMP (pengolah gambar semacam Adobe PhotoShop, namun Free Open Source Software)
  2. Potong foto dengan ukuran 3000x633
  3. Simpan atau export foto dalam format jpg dengan Quality = 100%
  4. Ubah ukuran foto melalui perintah baris mogrify di terminal
  5. Jalankan perintah "mogrify -resize 710x150 nama_file.jpg" lalu Enter.
  6. Hasil olah gambar sudah siap dimasukkan ke blogspot.
  7. Masuk ke menu Design lalu klik link Edit di bagian header, lalu klik Remove Image untuk menghapus gambar saat ini, kemudian upload gambar baru dengan meng-klik Image From your computer atau langsung klik tombol Telusuri..., lalu pilih file gambar tadi, lalu klik Buka.
  8. Setelah ter-upload ke blogspot, klik tombol SAVE di bagian bawah, lalu klik SAVE sekali lagi di Design.
  9. Coba cek, apakah header blogspot sudah berubah.

Friday, January 22, 2010

Masalah dengan aplikasi under Windows di Fedora 11

Linux tanpa bisa menjalankan aplikasi under Windows rada repot juga. Untuk itu perlu diinstalasi Wine atau Window Emulator. Dengan hanya menjalankan perintah baris "yum install wine", saya sudah mendapatkan paket yang bisa meng-emulasi program under Windows di Fedora saya. Setelah Wine terinstalasi, saya mencoba menjalankan winbox-2.2.13.exe, namun muncul pesan kesalahan sbb :

An error occured while loading the archive
Coomand Line Output
[/home/msmunir/Desktop/winbox-2.2.13.exe]
End-of-central-directory signature not found. Either this file is not a zipfile, or it constitutes one disk of a multi-part archive. In the latter case the central directory and zipfile comment will be found on the last disk(s) of this archive.
zipinfo: cannot find zipfile directory in one of /home/msmunir/Desktop/winbox-2.2.13.exe or /home/msmunir/Desktop/winbox-2.2.13.exe.zip, and cannot find /home/msmunir/Desktop/winbox-2.2.13.exe.ZIP, period.


Saya mencoba menjalankan aplikasi winbox-2.2.13.exe dari command line :

[root@msmunir ~]# wine /home/msmunir/Desktop/winbox-2.2.13.exe

Ternyata jalan seperti yang diharapkan.

Solusi :
Klik kanan aplikasi winbox-2.2.13.exe yang ada di desktop (kebutulan saya meng-copy-nya ke sana) lalu pilih Properties lalu pilih tab Open With Wine Windows Program Loader (sebelumnya Archive Manager) lalu Close.

Sekarang coba klik ganda icon winbox-2.2.13.exe. Mudah-mudahan sesuai dengan harapan.