Wednesday, May 18, 2011

Mengukur Bandwidth Client - Server dengan iperf

Untuk mengetahui bandwidth point to point bisa menggunakan perintah baris iperf. Server kantor menggunakan IP Public dan Client di rumah menggunakan Speedy Socialia. Namun karena secara default iperf tidak terinstalasi, sebaiknya instalasi dulu iperf. Karena Client dan Server menggunakan Fedora, cukup jalankan "yum install iperf". Tunggu beberapa saat sehingga proses instalasi sempurna. Pada kedua sisi, jalankan iperf namun dengan opsi yang berbeda.

Pada server :
root@nhc ~]# iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 85.3 KByte (default)
------------------------------------------------------------

Pada client :
[root@localhost ~]# iperf -c nhc.batan.go.id
------------------------------------------------------------
Client connecting to nhc.batan.go.id, TCP port 5001
TCP window size: 16.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  3] local 192.168.1.102 port 47571 connected with 183.91.x1.165 port 5001
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  3]  0.0-27.4 sec   384 KBytes   115 Kbits/sec
[root@localhost ~]#

Pada sisi server ada tambahan informasi sbb :
root@nhc ~]# iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 85.3 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  4] local 183.91.x1.165 port 5001 connected with 125.167.15.244 port 12983
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  4]  0.0-33.3 sec    384 KBytes  94.6 Kbits/sec


Kesimpulan :
Dari hasil dia atas, bandwidth dari sisi client ke server NHC adalah 115 Kbits/sec, namun dari sisi server NHC ke client adalah 94.6 Kbits/sec.

Esok akan dicoba :
1. Ukur bandwidth dari kantor cabang ke Co-location
2. Ukur bandwidth dari kantor cabang ke kantor pusat
3. Ukur menggunakan client windows

Pengukuran dilakukan saat jam sibuk dan saat jam sepi.

Latar belakang pengukuran ini karena ada keluhan mengenai sulitnya mengirim attachment dengan ukuran besar. Tes ini hanya untuk memastikan berapa sih bandwidth antara client dengan server. Padahal bandwidth adalah fungsi waktu dan tempat.

Install iperf di FreeBSD

[root@serpong11 2011May18 22:33] ~ # fetch ftp://ftp.unice.fr/linux/cri/iperf/iperf-1.7.0-source.tar.gz
iperf-1.7.0-source.tar.gz                     100% of  178 kB   61 kBps

[root@serpong11 2011May18 22:34] ~ # tar -xvf iperf-1.7.0-source.tar.gz
[root@serpong11 2011May18 22:34] ~ # cd iperf-1.7.0
[root@serpong11 2011May18 22:35] ~/iperf-1.7.0 # make
[root@serpong11 2011May18 22:35] ~/iperf-1.7.0 # make install
[root@serpong11 2011May18 22:36] ~/iperf-1.7.0 # ./install-sh -c -d /usr/local/bin
[root@serpong11 2011May18 22:49] ~/iperf-1.7.0 # /usr/local/bin/iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 64.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------


Dari sisi client :
[root@localhost ~]# iperf -c webmail.batan.go.id
------------------------------------------------------------
Client connecting to webmail.batan.go.id, TCP port 5001
TCP window size: 16.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  3] local 192.168.1.102 port 60729 connected with 183.91.x1.162 port 5001
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  3]  0.0-27.3 sec   384 KBytes   115 Kbits/sec


Pada sisi server :
[root@serpong11 2011May18 22:49] ~/iperf-1.7.0 # /usr/local/bin/iperf -s
------------------------------------------------------------
Server listening on TCP port 5001
TCP window size: 64.0 KByte (default)
------------------------------------------------------------
[  4] local 183.91.x1.162 port 5001 connected with 125.167.15.244 port 13614
[ ID] Interval       Transfer     Bandwidth
[  4]  0.0-31.4 sec   384 KBytes   100 Kbits/sec


Kesimpulan :
Dari hasil dia atas, bandwidth dari sisi client ke server webmail adalah 115 Kbits/sec, namun dari sisi server webmail ke client adalah 100 Kbits/sec.

Lihat :
http://dir.filewatcher.com/d/FreeBSD/distfiles/Other/iperf-1.7.0-source.tar.gz.182773.html
http://lss.rutgers.edu/index.php?page=tool_iperf

Wednesday, May 11, 2011

Free Open Source Software for Windows

Beberapa aplikasi Free Open Source Software (FOSS) tersedia dalam versi Windows, misal aplikasi perkantoran, image editor untuk disain grafis, dan diagram editor. Untuk aplikasi perkantoran, silahkan gunakan OpenOffice.org 3.3.0 for Windows. Untuk image editor, silahkan gunakan GIMP for Windows versi 2.6.11. Dan untuk diagram editor, silahkan gunakan Dia 0.97.1 for Windows.

Ada juga aplikasi lainnya seperti web browser, E-Mail Client, image (vektor) editor untuk disain grafis seperti pada CorelDRAW.Aplikasi web browser, silahkan gunakan Mozilla Firefox 4.0.1 for Windows. Untuk aplikasi e-mail client, bisa menggunakan Mozilla Thunderbird 3.1.10 for Windows. Untuk aplikasi image (vektor) editor dalam rangka disain grafis, silahkan gunakan Inkscape 0.48.1 for Windows.

Ada lagi aplikasi mind mapping, yaitu FreeMind for Windows 0.9.0

Kapan ya, aplikasi dari Kemenkeu yang disebar ke satker-satker ada under Linux-nya. Komunitas yang nir laba saja bisa buat aplikasi dalam 2 versi, for Linux dan for Windows. Kenapa Kemenkeu yang dananya tersedia tidak ingin membuat aplikasinya bisa berjalan di berbagai platform, bisa jalan di Windows, di Linux, bahkan jalan di Mac OS X.

Tuesday, May 10, 2011

Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas

Paspor dinas adalah dokumen perjalanan RI yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri RI untuk Warga Negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas bukan diplomatik. (UU No.9 tahun 1992 pasal 32). Pemerintah Indonesia hingga saat ini telah mengadakan persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas dengan 26 negara sebagaimana terlihat di bawah ini.


Eropa
  1. Austria, masa bebas visa adalah 30 hari dalam rentang waktu 6 bulan, berlaku sejak 9 Oktober 2008
  2. Azerbaijan, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 28 September 2009
  3. Bulgaria, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 1 Agustus 2010
  4. Kroasia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 20 Oktober 2002
  5. Rusia, masa bebas visa adalah 14 hari - 90 hari, berlaku sejak 22 Maret 2008
  6. Serbia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 April 2004
  7. Slovakia, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 31 Juli 2010
  8. Swiss, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 22 April 2011
  9. Turki, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 18 Agustus 2004
Lihat juga untuk kunjungan ke negara-negara Benelux.
Permohonan visa Schengen.

Amerika
  1. Brazil, masa bebas visa adalah 14 hari - 30 hari, berlaku sejak 6 Desember 2008
  2. Ekuador, masa bebas visa adalah 14 hari - 30 hari, berlaku sejak 6 Februari 2007
  3. Kuba, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 15 Desember 2003
  4. Paraguay, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 6 Oktober 2009
  5. Peru, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 28 Februari 2003

Asia
  1. India, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 1 Agustus 2008
  2. Iran, masa bebas visa adalah 14 - 30 hari, berlaku sejak 21 April 2006
  3. Kamboja, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 Oktober 2004
  4. Korea Utara, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 24 September 2004
  5. Korea Selatan, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 1 Juni 2004
  6. Laos, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 16 Juli 2002
  7. Mongolia, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 10 Juni 2004
  8. Myanmar, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 29 Mei 1999
  9. RRC, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 14 November 2005
  10. Sri Lanka, masa bebas visa adalah 30 hari, berlaku sejak 2 Agustus 2010
  11. Vietnam, masa bebas visa adalah 14 hari, berlaku sejak 17 September 1998

Afrika
  1. Tunisia, masa bebas visa adalah 30 hari - 60 hari, berlaku sejak 12 Juni 2009

Standar Biaya Khusus

Pengertian SBK
Standar Biaya yang Bersifat Khusus, yang selanjutnya disebut Standar Biaya Khusus adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan, yang ditetapkan sebagai biaya keluaran.

Dasar hukum SBK :
PMK Nomor 100/PMK.02/2010 tentang "Standar Biaya Tahun Anggaran 2011” .
Perdirjen Anggaran Nomor 02/AG/2010 tentang ”Petunjuk Teknis Penyusunan SBK”.

Penjelasan Umum
  • Petunjuk Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) adalah panduan bagi Kementerian Negara/Lembaga dalam menyusun dan menelaah SBK untuk kegiatan yang khusus dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan dan/atau di wilayah tertentu.
  • Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) adalah Penganggaran Berbasis Kinerja.
  • Petunjuk Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) meliputi pengajuan SBK Institusi terkait dan pembagian wewenang, tata cara penyusunan SBK dan tata cara penelaahan SBK.
  • Arah kebijakan SBK mengupayakan tersusunnya standar biaya suatu kegiatan yang terdiri atas tahapan pelaksanaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga. Standar Biaya tersebut yang nantinya dapat digunakan sebagai angka dasar dalam perencanaan pengalokasian dana untuk tahun berikutnya.
  • Usulan SBK yang diajukan dilengkapi dengan Rekapitulasi Usulan SBK, Kerangka Acuan Kegiatan, Rincian Anggaran Biaya, dan data pendukung lain yang diperlukan.

Kebijakan khusus SBK
  • Kegiatan yang diusulkan menjadi SBK adalah kegiatan pelayanan publik/birokrasi, kegiatan prioritas nasional, dan kegiatan prioritas K/L atau penunjang.
  • Kegiatan yang diusulkan menjadi SBK harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  1. Merupakan penjabaran dari tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga;
  2. Merupakan kegiatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun;
  3. Merupakan kegiatan yang mempunyai tahapan pelaksanaan untuk pencapaian  keluaran (output). Hal ini untuk mengetahui mekanisme dan proses pencapaian indikator kinerja maupun indikator keluaran Kementerian Negara/Lembaga.;
  4. Mempunyai indikator keluaran yang jelas dan terukur;
  5. Bersifat khusus/spesifik dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga tertentu dan/atau di wilayah tertentu.

Kesimpulan :
  • Standar Biaya Umum tahun 2011 digunakan sebagai pedoman bagi Kementerian Negara/Lembaga dalam perencanaan anggaran dalam RKAKL tahun 2012.
  • Kriteria Aktivitas yang dapat diusulkan menjadi Standar biaya Khusus adalah kegiatan yang sifatnya spesifik dilakukan Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai keluaran (output) yang jelas dan terukur.
  • Penyusunan SBK harus berpedoman dalam SBU yang telah ditetapkan, HSSB maupun standar biaya lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan.


Standar Biaya Khusus BATAN 2011
  1. Dokumen Standar BATAN (SB), Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 63.248.000,-, oleh PSJMN
  2. Dokumen Sertifikasi Sistem Mutu, Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 60.006.000,-, oleh PSJMN
  3. Dokumen Akreditasi Laboratorium BATAN, Vol : 1 dokumen, Biaya : Rp 61.006.000,-, oleh PSJMN
  4. Laporan Data Radioaktivitas Lingkungan Kawasan Nuklir Serpong, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 64.753.000,-, oleh PTLR
  5. Laporan Data Dosis Radiasi Eksternal dan Data Dosis Radiasi Internal yang diterima Pekerja Radiasi di Kawasan Nuklir Serpong, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 50.734.000,-, oleh PTLR
  6. Laporan Hasil Uji Profesiensi Laboratorium Pengukuran Radioaktifitas di Lingkungan BATAN, Vol : 1 laporan, Biaya : Rp 127.300.000,-, oleh PTKMR

Friday, May 06, 2011

Masalah Resolusi Monitor DELL U2711

Pada dasarnya monitor DELL U2711 memiliki resolusi hingga 2560x1440. Namun kenyataannya hanya bisa sampai resolusi 2048x1152@60Hz. Resolusi 2048x1152 dicapai menggunakan kabel VGA dan USB. Pada kondisi ini, WindowsXP saya mendeteksi DELL U2711 dalam posisi Analog. Jika menggunakan kabel DVI-D dan USB, Windows XP mendeteksi DELL U2711 dalam posisi Digital. Menurut manualnya, resolusi makasimum 2560x1440 dapat dicapai jika menggunakan kabel DVI-D ini atau kabel DisplayPort. Namun kenyataannya, resolusi hanya bisa mencapai 1600x1200 pixels bila menggunakan kabel DVI-D.

Pemilihan VGA atau DVI-D dimungkinkan karena VGA Card yang digunakan adalah NVIDIA GeForce FX 5500. VGA Card ini memiliki port VGA dan DVI-D. Kabel DVI dan VGA juga disertakan oleh DELL U2711. Pemilihan perlu diikuti dengan pemilihan menu pada panel depan DELL U2711. DELL U2711 memiliki input :
  • VGA input
  • DVI-D 1 input
  • DVI-D 2 input
  • DisplayPort input
  • HDMI input
  • Component video input
  • Composite video input
Dengan menggunakan DVI-D resolusi dinaikkan lagi hingga 1920x1440, namun tampilan monitor bisa bergeser bila mouse digeser. Gambar yang fit ke layar monitor pada resolusi 1600x1200.

Upaya yang telah dilakukan :
  1. Men-download kembali driver NVIDIA GeForce FX 5500
  2. Men-download kembali driver monitor DELL U2711
  3. Meminta support dari Dell.com dengan mencantumkan Service Tag : 2MFQPM1. Namun sulit berkomunikasi, alamat email tidak ada, nomor telpon untuk Indonesia tidak ada. Telpon terdekat adalah di Singapura.
Yang belum dicoba :
  1. Mencoba card VGA dengan memori di atas 256 MB. Namun tetap menggunakan VGA Card AGP, karena komputer tidak memiliki slot PCI-E. Yang ada hanya slot PCI dan AGP.
  2. Mencoba Displayport, tentunya dengan VGA yang mendukung Displayport.
Jika ada yang punya solusi untuk masalah yang saya hadapi, mohon bisa di-share.

Friday, April 22, 2011

Hasil Kegiatan Triwulan I Tahun 2011

Hasil kegiatan triwulan I tahun 2011 dalam rangka revitalisasi pusat data dan infrastruktur jaringan komunikasi data untuk mendukung e-goverment di lembaga antara lain adalah :
  1. Menggelar kabel Fiber Optic (FO) baru di 5 lokasi dengan panjang mencapai 4600 meter. Rinciannya adalah KPB = 300 m, PSJ = 2500 m, SRP = 1500 m, BDG = 200 m, dan YGY = 100 m
  2. Membuat topologi baru dengan memperhatikan kemudahan migrasi ISP di masa mendatang, termasuk penggantian IP Private dan IP Public di lingkungan lembaga.
  3. Mendaftarkan domain lembagake PANDI.
  4. Meningkatkan bandwidth Internasional ke 30 Mbps dan bandwidth IIX ke 9 Mbps. Jika pengguna ada 2000 orang, maka bandwidth per orang adalah 15 kbps. Dan jika idealnya per orang membutuhkan 64 kbps, maka dibutuhkan 128 Mbps bandwidth Internasional.
  5. Memindahkan server-server dari Serpong ke Kantor Pusat dan Data Center ISP. Re-konfigurasi server-server, minimal mengubah alamat IP, subnet, alamat gateway dan DNS server.
  6. Mengganti dan mengkonfigurasi 9 unit router baru di 7 lokasi dengan standar lembaga. Optimasi Wireless Access Point (WAP) di Gedung 71, indoor dan outdoor dengan konsep meminimalisasi jumlah WAP.
  7. Membandingkan unjuk kerja manageable switch antara Cisco Catalyst 2900 dengan Linksys SRW224G4.
  8. Studi literatur virtualisasi di Linux dari aspek jumlah guest OS maksimum, mekanisme penggunaan bersama HDD dan RAM, Capex dan Opex, dukungan terhadap redundasi, dll.
  9. Membandingkan unjuk kerja berbagai jenis router pada aspek unjuk kerja, fitur-fitur yang dimiliki terkait dengan kebutuhan lembaga, capex/opex, life time, dukungan purna jual, komunitas, dll.

Wednesday, April 20, 2011

Hasil Pengujian Substantif

Hasil pengujian substantif terhadap aset tetap, aset tak berwujud, belanja barang dan belanja modal oleh BPK-RI pada Unit Kerja kami dari 22-23 Maret 2011 menghasilkan temuan sbb :

1. No. SP2D 688193R, tanggal 20-07-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa D-Link Des-1024D, Links SRW224G4 dan Media Converter", seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 29.810.000,-

2. No. SP2D 482183R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa antena sectoral 120 dbi" seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 4.813.600,-

3. No. SP2D 482183R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Mengganti peralatan lama berupa Router Indoor, Switch 3 Com 3 dan Access Point En Genius" seharusnya menggunakan MAK 523121. Nilai : Rp 13.816.000,-

4. No. SP2D 483956R, tanggal 20-12-2010, MAK 532121, hasil akhir kegiatan "Beli peralatan baru berupa External Hard Disk dan Modem" seharusnya menggunakan MAK 532111. Nilai : Rp 7.780.000,-.

Keterangan MAK :
521111 : belanja keperluan perkantoran
521211 : belanja bahan
521219 : belanja barang non operasional lainnya
523111 : belanja pemeliharaan gedung dan bangunan
523121 : belanja pemeliharaan peralatan dan mesin
532111 : belanja modal peralatan dan mesin
532121 : belanja modal penambahan nilai peralatan dan mesin
533121 : belanja penambahan nilai gedung dan bangunan
534122 : belanja modal irigasi
534161 : belanja modal penambahan nilai jaringan
534151 : belanja modal penambahan nilai irigasi

Sumber kode akun ini :
1. PMK Nomor 91 Tahun 2007 tentang Bagan Akun Standar
2. Perdirjen Nomor 8 Tahun 2009 tentang Penambahan dan Perubahan Bagan Akun Standar

Komentar :
1. Pengadaan "10 unit D-Link Des-1024D, 2 unit Linksys SRW224G4 dan 8 buah Media Converter" bukan membeli peralatan baru namun mengganti peralatan jaringan lama yang sejenis. D-Link Des-1024D dan Linksys SRW224G4 adalah peralatan jaringan jenis hub (Kode barang : 2.12.02.04.003). Sedangkan Media Converter AT-MC101XL adalah peralatan jaringan jenis repeater and transceiver (Kode barang : 2.12.02.04.006).

2. Pengadaan 1 buah "Antena Sectoral Hyperlink 20 dbi 120 derajat" adalah benar-benar menambah nilai kepada peralatan jaringan Wireless Access Point EnGenius EOC2611P dengan S/N 104216963 dan Nomor Inventaris 2.12.02.04.999.140.

3. Pengadaan "2 unit Router Indoor MikroTik RB450G, 6 unit Switch 3Com 3CFSU08 dan 8 unit Access Point EnGenius Senao ECB-3220" adalah benar mengganti peralatan lama dengan peralatan jaringan sejenis kecuali Router Indoor MikroTik RB450G. Router Indoor MikroTik RB450G adalah benar-benar menambah nilai kepada peralatan jaringan dengan nomor inventaris 2.12.02.04.002.1 tahun 2008 dan 2.12.02.04.002.2 tahun 2008.





Wednesday, April 13, 2011

Membuat Temp di Situs NHC

Untuk membuat situs download di situs NHC sehingga menjadi http://nhc.batan.go.id/temp/ adalah dengan cara mengedit file /etc/httpd/conf/httpd.conf. Namun sebelumnya buat folder /var/www/html/temp/. Pembuatan ini dilakukan karena untuk file besar sekitar 10MB sulit dikirim dengan e-mail. Dengan meletakkan file tersebut di suatu folder, orang lain akan dapat men-download file tersebut dengan web browsernya. Sementara upload-nya menggunakan FTP Shell pada MC, karena server menggunakan Linux.

Mengetahui sistem operasi dan kernel :
[root@nhc etc]# uname -a
Linux nhc.batan.go.id 2.6.25-14.fc9.i686 #1 SMP Thu May 1 06:28:41 EDT 2008 i686 i686 i386 GNU/Linux


Mengetahui letak file konfigurasi Apache Web Server :
[root@nhc etc]# whereis httpd.conf
httpd: /usr/sbin/httpd /usr/sbin/httpd.worker /etc/httpd /usr/lib/httpd /usr/share/man/man8/httpd.8.gz

Edit file konfigurasi Apache Web Server :
[root@nhc conf]# mcedit /etc/httpd/conf/httpd.conf

Tambahkan baris-baris di bawah ini pada bagian akhir file httpd.conf

Alias /temp/ "/var/www/html/temp/"

<Directory "/var/www/html/temp/">
Options Indexes MultiViews FollowSymLinks
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all
</Direcory>


Jalankan ulang service httpd :
[root@nhc conf]# /etc/rc.d/init.d/httpd restart
Stopping httpd: [ OK ]
Starting httpd: [ OK ]


Folder /var/www/html/temp/ memiliki attribute 755 dengan owner root:root. Mungkin bisa juga owner user tertentu, namun belum sempat mencoba.

Lihat attribute folder :
[root@nhc html]# ls -l
total 8
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2011-04-12 23:57 download
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2011-04-12 23:54 temp



Tuesday, April 12, 2011

Linksys SRW224G4, Lupa IP Address

Jika Anda lupa IP Address Linksys SRW224G4, saatnya menggunakan console untuk melihat IP Address tersebut. Namun username dan password masih ingat atau setidaknya masih default. Perlengkapan yang disediakan adalah : kabel UTP Straight Thru, kabel Serial DB9, adapter serial DB9 female to female, converter USB to Serial DB9, adapter RJ45 to Serial DB9. Perlengkapan ini tidak harus digunakan semua, bisa sebagian saja. Perlu diperhatikan bahwa port console SRW224G4 adalah DB9 male yang terletak di panel bagian belakang. Dan anggap bahwa komputer Anda tidak memiliki serial port DB9 sehingga membutuhkan sebuah konverter USB to Serial DB9, dalam hal ini saya menggunakan ATEN UC-232A.

Konfigurasi koneksi antara SRW224G4 dan PC adalah sbb :
  1. Kabel serial DB9, satu ujung male dan ujung lainnya female. Ujung yang female, colokkan ke console port SRW224G4. Ujung yang male sambungkan dengan adapter serial DB9 female to female agar bisa disambungkan ke konverter USB to Serial DB9 yang salah ujungnya female. Ujung USB dari konverter USB to Serial DB9 ini dicolokkan ke port USB-nya PC.
  2. Adapter RJ45 to Serial DB9 dicolokkan ke console port SRW224G4. Dari adapter RJ45 to Serial ini, sambungkan kabel UTP Straight Thru. Ujung lain kabel UTP Straight Thru ini dicolokkan ke adapter RJ45 to Serial DB9 yang lain. Ujung female lain dari adapter RJ45 to Serial DB9 dicolokkan ke konverter USB to Serial DB9 yang salah satu ujungnya female. Ujung USB dari konverter USB to Serial DB9 ini dicolokkan ke port USB-nya PC.
  3. Adapter serial DB9 female to female dicolokkan ke console port SRW224G4. Ujung DB9 female dari konverter USB to Serial DB9 dicolokkan ke adapter serial DB9 ini. Ujung USB dari konverter USB to Serial DB9 ini dicolokkan ke port USB-nya PC. Jika kabel tidak cukup panjang, tambahkan kabel USB.
Catatan :
Jangan gunakan kabel Serial (DB9) to RJ45. Meskipun dari RJ45 disambung dengan adapter RJ45 to Serial DB9 lalu ke konverter USB to Serial DB9.

Setelah koneksi antara SRW224G4 dan PC terpasang, selanjutnya adalah menjalankan Hyperterminal dengan Port Setting sebagai berikut Bit per second : 38400; Data bits : 8; parity : None; Stop bits : 1 dan Flow control : None. Jika setting sudah benar, cobalah tekan enter beberapa kali hingga tampil layar seperti gambar di atas.


Friday, April 01, 2011

Mozilla Firefox Web Apps

Sesaat sebelum merilis versi final dari Firefox 4, para pengembang Mozilla telah memperkenalkan proyek bernama "Web Apps". Aplikasi ini diharapkan dapat memainkan peran utama dalam masa depan browser Firefox. Dengan Web Apps web browser tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi untuk melihat halaman web, namun juga menjadi suatu platform untuk menginstalasi aplikasi secara lokal. Spesifikasi ini juga memuat daftar struktur dan isi dari aplikasi, sehingga cukup digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Aplikasi yang dibuat juga dapat berbagi sumber daya dan akan menggunakan spesifikasi HTML5 untuk offline cache dari sumber dayanya yang mana cara ini biasa digunakan oleh aplikasi cache.

Adapun untuk prosedur instalasi Web Apps, selain pengguna dapat melakukan instalasi melalui prosedur normal instalasi Web Apps yang biasa di lakukan seperti menginstalasi AddOn, namun Mozilla juga menyediakan JavaScript functions. User Agent akan melakukan instalasi aplikasi, menjalankannya, dan memberi sejumlah tambahan hak akses. Mozilla juga sedang membuat eksperimen Web Apps extensions yang dapat berjalan dengan baik pada web browser Firefox 4 Beta dan Google Chrome bagi kemudahan pengguna. https://apps.mozillalabs.com/.

Sumber : Majalah InfoLINUX 04/2011