Saturday, April 21, 2012

Ironi Sebuah Perencanaan

Siapapun pasti setuju bahwa perencanaan adalah hal mendasar untuk menggapai hari depan yang lebih baik. Di lembaga dan institusi manapun, membuat perencanaan adalah sebuah kewajiban. Gak peduli lembaga pemerintah atau swasta. Dalam sebuah rumah tangga saja, dibutuhkan perencanaan dan target. Perencanaan yang baik setidaknya akan menjadi indikator lembaga yang baik. Perencanaan biasanya ada yang jangkanya, jangka pendek, menengah dan panjang.

Namun sayangnya implementasi perencanaan ini tidak bisa dipastikan, apalagi jika di tengah jalan terjadi pergantian pimpinan. Dalam penerawangan saya, pergantian pimpinan tidak hanya terjadi di tingkat kepala negara, bisa juga terjadi ke tingkat-tingkat dibawahnya hingga tingkat terendah. Ini lah yang saya bilang ironi perencanaan. Di satu sisi orang menjungjung tinggi konsep perencanaan, namun di sisi lain impelemtasinya tidak bisa konsisten. Apalagi jika perencanaan tersebut tidak menguntungkan sang pemimpin saat ini.

Ini saya juga pernah saya alami sendiri. Saya mencoba memenuhi keinginan pimpinan untuk membuat perencanaan hingga 5 tahun ke depan. Baru jalan 3 tahun, perencanaan yang sudah disusun waktu itu, mulai dinafikan, bahkan mungkin dihapuskan. Alasannya adalah paradigma (ini hanya istilah saya doank) kebijakan yang berganti.

Jika kegiatan berbasis program oriented,  bukan project oriented, maka jika kebijakan berubah, tidak harus perencanaannya yang dibongkar atau dihapus. Yang perlu dilakukan adalah melakukan penyelarasan kembali agar tujuan yang substansial dari perencanaan tersebut tetap bisa tercapai. Saya yakin jika ada komunikasi dengan Biro Prencanaan, perencanaan saya tetap bisa dilanjutkan. Toh ini demi semua orang.

Sayangnya saya bukan siapa-siapa. Yang siapa-siapa saja tidak ingin berbuat, jika kemudian saya tetap berbuat dikhawatirkan akan bisa disalahtafsirkan, misal sebagai "personal deal" atau istilah lain yang berkonotasi negatif.

Mendaki Gunung, Menggapai Puncak

Dalam hidup ini, baru sekali-kalinya saya sempat mendaki gunung, yaitu Gunung Gede di Jawa Barat. Selebihnya hanya jalan-jalan ke gunung. Pernah juga mendaki gunung, tapi tujuannya lain, yaitu sekedar melihat kecelakaan pesawat dan proses evakuasinya di Gunung Salak.

Ingin rasanya sekali lagi mendaki ke Gunung Gede, namun sulit juga mencari temen seperjalanan. Usia yang sudah mendekati 50 seperti saya ini sudah tidak ada yang mau diajak naik gunung. Mungkin kegiatan ini dianggap melelahkan, membuang waktu, atau mencari susah saja.

Padahal saat naik ke Gunung Gede banyak hikmah yang saya dapatkan. Selain kepuasan bisa mencapai puncaknya dengan susah payah, hikmah lain selama perjalanannya pun sangat membekas hingga sekarang. Entah teman-temen seperjalanan saya yang lain, apakah ia merasakan hikmah yang sama?

Rasanya saat naik gunung, saya seolah-olah sedang menapaki sebuah jalan kehidupan. Itu baru saya rasakan sekarang setelah 15 tahun berlalu. Mendaki gunung tidak boleh sombong dan angkuh. Bukan karena kualat, tapi akan membuat kita lengah dan bisa membuat kecelakaan.

Naik gunung butuh persiapan matang, setidaknya persiapan fisik untuk hadapi kelelahan, kedinginan, dan kehujanan. Mendaki setinggi 1 meter seperti berjalan 5 meter. Mendaki 100 meter seperti jalan setengah kilo meter. Butuh banyak istirahat setiap mendaki beberapa puluh meter saja. Namun persiapan yang terlalu banyak dan komplet bisa jadi bumerang, kita menjadi dibuat cepet lelah karena beban yang harus dipikul. Jadi harus pinter-pinter mengukur beban yang akan dibawa. Gak kesedikitan dan gak kebanyakan.

Di usia yang sudah semakin menua ini, beban semakin memberat namun ternyata jalan makin menanjak dan tidak pasti. Ini analog dengan badan yang semakin lelah mendaki, namun puncak gunung belum juga terlihat. Atau justru puncak dari tadi sudah terlihat, tapi kenapa tidak sampai-sampai. Dalam mendaki, kalau sudah menghadapi keadaan seperti ini, hanya kekuatan moril yang dibutuhkan. Kekuatan ini bisa kita dapatkan dari dalam diri sendiri, atau self motivation, namun motivasi bisa juga kita dapatkan dari temen seperjalanan.

Kalau temen kita saling pengertian, bisa saling memotivasi. Karena pada dasarnya setiap orang punya kekuatan masing-masing yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain.

Yang paling menyedihkan kalau antara temen sudah sudah saling menghambat. Boro-boro kita menjadi termotivasi menapaki hidup, yang ada malah membuat hidup menjadi menyebalkan, membuat tidak betah dan membuat tidak nyaman.

Mau turun ke base camp,  sudah terlanjur jauh di atas gunung. Mau mendaki terus, gak semangat. Di sinilah kita akan dihadapkan pada sebuah dilema, mau terus berat, mau mundur gak mungkin. Dari pada memikirkan pilihan mana yang terbaik, lebih baik menetapkan diri untuk terus maju. Gak peduli masih jauh dan berat perjalanan ini, gak peduli apa yang bisa kita raih di ujung sana. Pokoknya gak ada pilihan bagi saya selain maju terus.

Cepat atau lambat akhirnya sampai juga di puncak gunung. Di sinilah bisa dirasakan kepuasannya bisa mencapai puncak. Namun ini tidak bisa dianalogikan dalam hidup. Kenapa? karena kita gak tau apa sih sebenarnya puncak dari kehidupan ini. Apakah gelar, jabatan, kekayaan, atau apa?

Penentuan puncak kehidupan perlu kita buat saat sebelum memulai mendaki, agar tujuan hidup menjadi tidak mengambang. Dan jangan sampai jika tujuan sudah tercapai, kita tetap tidak puas-puas. Pencapaian di atas tujuan anggap sebagai bonus Tuhan kepada kita. Bukan tujuan yang dinaikkan.

Rasanya sulit untuk memahami jalan pikiran ini jika Anda tidak pernah mencoba mendaki, setidaknya tanpa porter. Agar empati dari seorang pendaki bisa didapatkan.

Di dunia ini hanya ada beberapa orang yang mampu mencapai puncak pendakian. Karena perjalanannya memang berat, tidak hanya berat secara mental, namun berat secara fisik.

Friday, April 13, 2012

Pergeseran Peralatan April 2012 (Blade)

Untuk meningkatkan kemampuan Data Center Sekunder, pada tanggal 12 April 2012 telah dilakukan pergeseran peralatan dari Serpong ke Kuningan. Kali ini kemampuan yang ditingkatkan adalah sistem server blade berbasis HP BladeSystem c3000 enclosure. Adapun peralatan yang digeser adalah sbb :
  1. 1 unit HP 1200W 12V Hotplug AC Power Supply dengan Part Number: 437572-B21, Serial Number: 5AMJQ0D4DYX1EK. Power supply diperuntukkan bagi HP BladeSystem c3000 enclosure. Pengadaan power suppy ini menjadi bagian dari pengadaan peralatan dengan Nomor Inventaris: 080.01.0199.450304.000.2011 - 3.10.02.04.001.7. Power suppy diletakkan pada slot #2, sehingga saat ini sudah ada 4 unit power supply. Masiha da 2 slot yang belum terisi power supply sejenis.
  2. 1 buah prosesor HP BL460c G7 E5506 Kit dengan P/N: 610864-B21, S/N: SGH147XECJ. Prosesor diperuntukkan bagi HP BL460c G7 E5506 6G 1P Svr, dengan P/N: 603591-B21, S/N: CN71100D94, dan Nomor Inventaris : 080.01.0199.450304.000.2011 - 3.10.02.04.001.7. Blade ini pada posisi slot #6. RAM yang dimiliki adalah 4 x 8 GB.
  3. 1 unit server blade HP BL460c G7 E5506 6G 1P Svr, dengan P/N: 603591-B21, S/N: ?, dan  Nomor Inventaris: 080.01.0199.450304.000.2011 - 3.10.02.04.001.8. Blade ini pada posisi slot #3. Server ini sudah dilengkapi dengan prosesor tambahan HP BL460c G7 E5506 Kit dengan P/N: 610864-B21 dan S/N: SGH147XECH. Sehingga ia memiliki 2 buah prosesor. RAM = 4 x 8 GB.
Yang belum tuntas adalah menginterkoneksi Blade #3 ini ke uplink. Belum tahu konfigurasi Pass-Thru - nya. 

    Sunday, April 08, 2012

    Suka-duka e-Proc

    Pengalaman e-Proc baru kali ini, namun masih ada yang nggak terasa enak dan nyaman. Memang sih ada harapan, bahwa nanti kita dapat barang terbaik dengan harga terendah dan gak perlu ada over head biaya. Perasaan tidak enak dan nyaman, mungkin bukan karena e-Proc nya, bisa jadi karena pelaku dan pelaksananya. Salah satu yang membuat selalu tidak tenang selama pelaksanaan antara lain :
    1. Kita hanya diminta spek, tapi setelah itu kayak masuk ke lautan. Nggak pernah ada kabar beritanya, kecuali dikejar-kejar. 
    2. Komunikasi dan harmonisasi antara user dan panitia jadi hilang. Setahu saya, panitia membantu saya untuk mendapatkan barang yang terbaik. Tapi tampaknya, panitia punya kepentingan sendiri, yang penting proses e-proc sukses.
    3. User nggak boleh membuat spek teknis yang cacat, padahal panitia nggak pernah memberi komentar tentang spek teknis yang sudah dibuat. Yang ada hanya menyalahkan spek. Emang jadi repot, jika komunikasi, rapat, ketemu saja tidak pernah dilakukan.
    4. Saya merasa kurang dianggap (mungkin memang tidak) faham proses lelang, mungkin karena saya tidak mengantongi sertifikat L4 atau sejenisnya. 
    5. Meskipun bidang saya sudah menempatkan seorang staf di panitia, tapi sayangnya dia tidak memahami peran tersebut. Sehingga komunikasi yang seharusnya terjalin antara user dan panitia menjadi mandeg. Misal, saat evaluasi seharusnya bisa berkonsultasi dengan bidang, ternyata tidak dilakukan. Saya terpaksa harus komplain dan ini berakibat salah tafsir atau salah faham.
    Perlu disadari bahwa membuat spek teknis yang sempurna adalah sulit. Selalu ada celah yang bisa digunakan oleh rekanan nakal untuk mengingkari kontrak. Seperti membeli sebuah laptop, seharusnya meskipun user hilaf menuliskan asesoris laptop seperti batere, packing, tas, kabel-kabel, adaptor, driver, dll, si rekanan akan tetap memberikan yang biasa dan seharusnya sepaket dengan laptop tersebut.

    Memilih rekanan yang nggak nakal apakah bisa dilakukan oleh panitia? Apa panitia mau serepot itu? Apakah panitia memiliki instrumen atau indikator yang bisa diguankan untuk menilai rekanan yang jujur dan memiliki kredibilitas? Apakah ada cara untuk mendeteksi sedini mungkin rekanan yang hanya mau untung sekali waktu saja? Kesalahan penentuan pemenang (yang hanya berdasarkan harga terendah semata), hanya akan menyebabkan penyesalan jangkan panjang di sisi user. Namun tidak demikian halnya kerugian di sisi panitia. Barang sudah diterima dan tidak lengkap, akan ditanggung oleh user dalam jangka yang relatif sangat panjang. Panitia hanya menanggungnya paling banter 3 bulan. Setelah itu dilupakan.

    Yang saya tahu indikator untuk menentukan rekanan yang kredibel adalah pembuktian surat jaminan bank dan surat dukungan dari distributor. Jika memang ingin nakal, semua itu bisa disiasati. Namun bagi saya masih ada satu indikator yang bisa mencium segala sesuatu sedini mungkin.

    Kekuasaan yang ada di tangan panitia harus diiringi oleh kearifan dan wawasan anggotanya. Tapi sayangnya, 2 parameter ini gak ada sekolahnya.

    Scan OS on LAN

    Perlu ada suatu aplikasi yang bisa scan sistem operasi yang digunakan di suatu LAN yang lebih mudah dibaca ketimbang menggunakan NMAP. Yang perlu dicoba adalah :
    1. MyLanViewer network scanner / IP scanner 4.8.5
    2. Network Scan OS Info 1.0
    3. GFI LANguard Network Security Scanner

    Tuesday, April 03, 2012

    Pedoman Penilaian Reformasi Birokrasi Tahun 2012

    Pedoman penilain Reformasi Birokrasi telah mengalami perubahan. Jika pada tahun 2011, pedoman yang digunakan adalah Permen PAN Nomor 8 Tahun 2011, maka pada tahun 2012 menggunakan pedoman Permen PAN Nomor 1 Tahun 2012, Permen PAN Nomor 11 tahun 2012 dan Permen PAN Nomor 53 Tahun 2011. Berdasarkan pedoman lama, nilai RB BATAN adalah 53%. Setelah menggunakan pedoman baru, nilai RB BATAN adalah 76,35%.

    Pada tanggal 26 Oktober 2011 telah dilakukan verifikasi lapangan oleh Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional dari Kementerian PAN dan RB. Verifikasi lapangan ini mengacu kepada dokumen Permen PAN dan RB No. 8 tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian Dokumen Usulan dan Road Map Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Secara umum penilaian rata persentase tingkat pencapaian pelaksanaan setiap program reformasi birokrasi adalah 53%.

    Namun saat ini penilaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi mengalami perubahan, meskipun tidak mendasar. Acuan baru yang digunakan adalah Permen PAN dan RB Nomor 53 tahun 2011 tentang Pedoman Penjaminan Kualitas (Quality Assurance) dan pedoman Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Permen PAN dan RB Nomor 1 tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan juga Permen PAN dan RB Nomor 11 tahun 2012 tentang Kesiapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Pemerintah. Berdasarkan format baru penilaian ini, nilai BATAN meningkat menjadi 76,35%. Namun sayangnya batas minimum nilai adalah 90%.

    Dokumen yang perlu dilengkapi agar mencapai nilai di atas 90% adalah sbb :

    Area Perubahan 2. Penataan Perundangan-undangan (FA, ADA, EMDS)

    Sasaran #1 : Menurunnya tumpang tindih dan disharmonisasi perundang-undangan
    Harapan : BATAN perlu mempunyai SOP penyusunan peraturan perundang-undangan. BATAN juga perlu memiliki routing slip sebagai bentuk laporan diadakannya proses pelaksanaan analisis legal drafting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih/disharmoni peraturan
    Keluaran :

    1. Dokumen SOP Penyusunan Perundang-undangan BATAN, PJ : BKHH
    2. Dokumen Routing Slip, PJ : BKHH

    Sasaran #2 : Meningkatnya efektifitas pengelolaan peraturan perundang-undangan
    Harapan : BATAN perlu mempunyai indeks peraturan perundangan-undangan yang lengkap dalam sistem informasi database yang mudah dan informatif
    Keluaran : Dokumen database indeks peraturan perundang-undangan (dalam sistem informasi database), PJ : BKHH dan PPIN

    Area Perubahan 3. Penataan dan Penguatan Organisasi (TT, WSW)

    Sasaran : Restrukturisasi tugas dan fungsi unit kerja
    Harapan : BATAN perlu mempunyai dokumen perencanaan pembuatan peta tugas dan fungsi unit kerja pada K/L yang tepat fungsi dan tepat ukuran
    Keluaran : Dokumen perencanaan pembuatan peta tugas dan fungsi unit kerja BATAN. (yang tepat fungsi dan ukuran), PJ : BSDM

    Sasaran : Meningkatnya kapabilitas K/L dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
    Harapan : BATAN perlu mempunyai unit kerja khusus yang bertanggung jawab atas peningkatan kompetensi SDM
    Keluaran : Dokumen struktur organisasi yang menunjukan adanya unit kerja yang khusus bertanggung jawab atas kompetensi SDM (Pusdiklat – Perka 392), PJ : BSDM

    Area Perubahan 4. Penataan Tatalaksana (SJA, DJA, ABP)

    Sasaran : Meningkatnya efisiensi dan efektifitas proses manajemen pemerintahan
    Harapan : BATAN perlu mempunyai pedoman mengenai evaluasi SOP, BATAN juga belum mempunyai dokumen rencana efisiensi anggaran dan sumber daya
    Keluaran :

    1. Dokumen Pedoman Evaluasi SOP BATAN, PJ : PSJMN
    2. Dokumen rencana efisiensi anggaran dan sumber daya, PJ : BP


    Area Perubahan 5. Sistem Manajemen SDM (TI, HHT, RGH)

    Sasaran : Meningkatnya transparansi dan Akuntabilitas pengelolaan SDM
    Harapan : BATAN perlu mempunyai Surat Keputusan mengenai Panitia Rekruitmen yang seharusnya dikeluarkan oleh pimpinan BATAN
    Keluaran : SK Ka BATAN tentang Pembentukan Tim Pengadaan CPNS BATAN tahun 2012, PJ : BSDM

    Area Perubahan 6. Penguatan Pengawasan (RWP, HHT, CHA)

    Sasaran : Menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang
    Harapan :

    1. BATAN perlu memiliki rencana aksi pemberantasan korupsi di Indonesia, selain itu belum ada kebijakan mengenai Whistle Bowling guna menunjang program pemberantasan korupsi tersebut.
    2. BATAN juga perlu memiliki unit khusus guna melakukan pelayanan pengadaan secara elektronik (Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik/LPSE)

    Keluaran :

    1. Dokumen rencana aksi pemberantasan korupsi, PJ : Inspektorat
    2. Dokumen yang menerangkan pelaksanaan pengadaan secara elektronik, PJ : BU


    Area Perubahan 7. Penguatan Akuntabilitas (FMS, DH, FF)

    Sasaran : Meningkatnya akuntabilitas institusi
    Harapan :

    1. BATAN perlu memiliki penetapan mengenai klasifikasi informasi, selain itu lembaga ini juga memiliki catatan buruk terkait dengan informasi publik yang dapat diakses.
    2. BATAN juga perlu mempunyai Pusat Layanan Informasi sesuai dengan perintah UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan SPLI.

    Keluaran :

    1. Dokumen penetapan klasifikasi informasi publik yang dapat diakses. Ditampilkan pada web BATAN, PJ : BKHH dan PPIN
    2. Dokumen desain Pusat layanan informasi di BATAN, PJ : BKHH

    Thursday, March 29, 2012

    SLA Tahun 2012

    Kejadian terkait Link :
    12 Okt 2012 : Jam 14.00, jalur Internasional Up kembali
    12 Okt 2012 : Jam 12.00, jalur Internasional down
    17 Sep 2012 : Jam 22.00, FO JKT- YGY Up kembali.
    17 Sep 2012 : Jam 14.00, FO JKT- YGY Down
    17 Sep 2012 : Jam 11.00, FO JKT - PSJ sudah UP dan normal kembali.
    14 Sep 2012 : Jam 14.00, FO JKT - PSJ Down.
    30 Jul 2012 : Jam 06.00, listrik NOC Up. Koneksi ke seluruh kawasan Up kembali.
    30 Jul 2012 : Jam 01.00, listrik NOC Down karena gangguan PLN. Koneksi ke seluruh kawasan Down.
    30 Mei 2012 : Jam 13.30, listrik PTAPB Up kembali.
    30 Mei 2012 : Jam 09.00, listrik PTAPB Down karena ada perbaikan gardu.
    06 Apr 2012 : Jam 05.10, listrik NOC Up setelah diintervensi petugas. Koneksi ke seluruh kawasan Up kembali.
    05 Apr 2012 : Jam 21.00, listrik NOC Down karena gangguan PLN di Gardu Induk Cawang. Koneksi ke seluruh kawasan Down.
    04 Apr 2012 : Jam 00.15, listrik NOC Up. Koneksi ke seluruh kawasan Up kembali.
    03 Apr 2012 : Jam 21.00, listrik NOC Down karena gangguan PLN di Gardu Induk Cawang. Koneksi ke seluruh kawasan Down.
    26 Mar 2012 : Jam 22.00, listrik NOC Up. Koneksi ke seluruh kawasan Up kembali.
    26 Mar 2012 : Jam 17.00, listrik NOC Down karena gangguan PLN. Koneksi ke seluruh kawasan Down.
    23 Peb 2012 : Jam 23.00, modem FO di PSJ sudah diganti. Koneksi ke Internet Up.
    23 Peb 2012 : Jam 14.00, modem FO di PSJ bermasalah. Koneksi ke Internet Down.

    Kejadian terkait Web Server :
    25 Juli 2012 : web server sudah normal
    22 Juli 2012 : web server kena injeksi HTML dan PHP

    Kejadian terkait Mail Server :
    19 Nop 2012 : gangguan spam selesai
    16 Nop 2012 : gangguan spam mulai melalui 3 user
    13 Jul 2012 : Jam 07.45, spam selesai
    12 Jul 2012 : Jam 20:15, spam mulai melalui 1 user
    06 Mei 2012 : gangguan spam selesai
    02 Mei 2012 : gangguan spam mulai

    Akun (@batan.go.id) penyebab spam :
    1. isutarto (Feb 2012)
    2. elin (7 Maret 2012)
    3. hendro (28 Mei 2012)
    4. bp (18 Juni 2012)
    5. arimulad (13 Juli 2012)
    6. farihin (18 Juli 2012)
    7. saryati (19 Juli 2012)
    8. bsdm (20 Juli 2012)
    9. harumi (23 Juli 2012)
    10. pratala (24 Juli 2012)
    11. e_supriyatna (26 Juli 2012)
    12. yazid (1 Agustus 2012)
    13. bsdm
    14. baskara (24 September 2012)
    15. nurbaiti (15 November 2012)==>via form link
    16. sobrizal (26 November 2012) ==>replay user and password request
    17. biomed (29 November 2012)

    Catatan :
    1. Pemadaman tanggal 4 Apr 2012 menyebabkan gangguan serius. MRTG server di router ter-reset. Data MRTG setahun terakhir terhapus sudah. NTP client di router-router tidak berfungsi, sehingga jam tidak sinkron. NTP server yang menjadi acuan router yaitu 203.160.128.178 tidak bisa di-ping. Akhirnya diganti menjadi id.pool.ntp.org (113.52.148.34). Server NTP lain seperti ntp.kim.lipi.go.id juga tidak bisa di-ping, begitu juga 202.134.6.170 atau 203.160.128.2. Setting NTP router KPB menjadi id.pool.ntp.org (203.89.24.34). Setting NTP router PSJ menjadi id.pool.ntp.org (203.160.128.2). Setting NTP router BDG diubah dari 202.162.217.50 dan 202.162.32.12 menjadi id.pool.ntp.org (203.89.31.12). Kondisi router YGY mirip kondisi router BDG.
    2. 6 Apr 2012 telah dilakukan penggantian MCB dari 10A menjadi 20A.
    3. 15 November 2012 jam 07.00, MRTG router NOC ter-reset entah kenapa. MRTG kembali ke titik nol, data hilang.


    Sunday, March 25, 2012

    Situs Megalitikum Gunung Padang

    Situs megalitikum atau situs jaman batu yang ada di Gunung Padang berada di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ada dua jalan yang bisa dilalui untuk mencapai ke sana, jalan yang mulai rusak dan jalan yang sudah rusak. Karena jalan ini hanyalah jalan desa biasa, bukan jalan antar kota atau jalan provinsi. Jalan yang rusak ini tidak lebih dari 16 km hingga mendekati situs.

    Jalan masuk ke Situs Megalitikum Gunung Padang yang saya gunakan adalah melalui Kampung Ciparay. Kampung Ciparay ini adalah sebuah kampung antara Cibeber dan Sukanagara, tepatnya di Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber. Kampung ini berada di tepi jalan dari Cianjur ke Sukanagara. Atau sekitar 11 km setelah melewati Kecamatan Cibeber. Kalau mengacu ke peta wisata, jalan masuknya adalah melalui Kecamatan Campaka. Mungkin Campaka ini berada beberapa kilometer setelah Kampung Ciparay, saya tidak sempat menuju ke sana. Saya langsung belok di Kampung Ciparay karena ada papan nama petunjuk arah menuju situs.

    Melalui jalur Ciparay, jarak menuju situs sekitar 22 km, bukan 16 km seperti yang tertera pada papan nama. Jika melalui jalur ini, kita akan melewati sebuah curug yaitu Curug Cikondang, yang berada di kawasan perkebunan teh Panyairan, milik PTP Nusantara VIII. Tidak seperti curug yang dkenal selama ini, untuk melihat curug tersebut, justru kita melalui bagian atas curug, kemudian jalan menuju ke dasar curug. Ketinggiannya tidak terlalu besar, sekitar 15 meter-an. Jarak Ciparay ke Cikondang sekitar 8 km.

    Jalan keluar dari Situs Megalitikum Gunung Padang adalah melalui Kecamatan Lampaga lalu Warungkondang. Warungkondang berada pada jalur jalan antara Cianjur - Sukabumi. Panjang jalur ini tidak terlalu beda dibanding jalur melalui Ciparay. Jarak Situs Megalitikum ke Warungkondang sejauh 21 km.

    Jarak 22 km dari Ciparay menuju Gunung Padang bisa memakan waktu 3 jam, karena kondisi jalan yang buruk. Sedangkan jarak 21 km dari Gunung Padang ke Warungkondang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam lebih, karena sebagian jalan juga mengalami kerusakan.

    Ketinggian Situs Megalitikum dari dasar bukit atau dari pintu masuk tidaklah terlalu tinggi, sekitar 100 meteran. Namun karena menanjak dalam sudut 45 derajat, cukup melelahkan juga. Jika satu anak tangga memiliki tinggi 20 cm, saya perkirakan ada 500-an anak tangga yang harus didaki.

    Waypoints GPS
    Cilaku : S 06 50.900'; E 107 07.803'; 470 meter dpl
    Tibeber (Cibeber) : S 06 56.272; E 107 07.496
    Ciparay : S 06 59.667'; E 107 08.230'; 968 meter dpl
    Cikondang : S 07 01.098'; E 107 05.855'; 980 meter dpl
    153 (salah jalan) : S 07 00.934'; E 107 04.742'; 1037 meter dpl
    Paldua : S 06 58.732; E 107 04.082
    Situs Megalitikum : S 06 59.639; E 107 03.369: 989 meter dpl
    154 (Cikodang) : S 06 52.500: E 107 05.180; 584 meter dpl
    Warungkondang : S 06 52.232; E 107 05.840; 570 meter dpl
    Sukanegara : S 07 05.995; E 107 07.661
    Sindangbarang : S 07 27.418; E 107 08.156

    Sunday, March 18, 2012

    Senao Wireless Access Point, Perbandingan

    Dalam beberapa bulan terakhir, kami harus menentukan Wireless Access Point (AP) yang paling cocok untuk lingkungan kami. Kami mencoba membandingkan berbagai merek dan tipe, seperti Senao ECB-3660, Senao EOC-2610, Mikrotik RB411AH. Yang dibandingkan adalah kekuatan sinyal pada suatu jarak. Dari upaya ini, tampaknya pilihan akan tetap menggunakan standar produk Senao. Cenderungnya adalah jenis Senao EOC-2610.

    Dibawah ini adalah perbandingan beberapa produk Senao lainnya berdasarkan studi literatur dari spek masing-masing.

    Dari situs http://komputercenter.com/index/manufacturers_id/22/sort/20a/page/1 di dapat produk yang tersedia :
    1. EnGenius EAP-3660 Wireless Client Bridge/AP 802.11b/g 28dBm int ant ceiling diversity 5dbi smoke detector
    2. EnGenius ECB-3500 Wireless Client Bridge/AP/Repeater/WDS Super G 108Mbps, MSSID
    3. EnGenius ECB-9500 Wireless Client Bridge/AP/Repeater/WDS 11N Gigabit
    4. EnGenius EOA-3630 Wireless Multi Function Access Point IEEE802.11b/g Compliiant
    5. EnGenius EOA-7530 Dual Radio Multi Function Access Point IEEE802.11a/b/g Compliant
    6. EnGenius EOA-7535 Dual Radio Concurrent Access Point / Client Bridge IEEE802.11a/b/g Compliant
    7. EnGenius EOC-1650 Wireless AP/Client 11g, 23dBm int.ant flat panel diversity 7dBi, POE Adaptor 24V
    8. Engenius EOC-2611P Wireless AP/Client SuperG,28dBm int.ant flat panel diversity 10dBi,POE Adaptor 24V,IP55,2Pol
    9. EnGenius EOC-5611P Wireless AP/Client 11abg, 28dBm int. 5dBi 2.4GHz, 26dbm int. 13dbi 5Ghz POE Adaptor 24V
    Perbandingan berdasarkan daya, MCU dan antenna gain :
    1. EAP-3660, TX : 22-27dBm, Antena gain : 6dBi, MCU Atheros AR2316, 180MHz
    2. ECB-3500, TX : 22-27dBm, Antena gain : 5dBi, MCU Atheros AR2316, 180MHz
    3. ECB-9500, Tx : 16-19dBm, Antena gain : 5dBi, MCU RT2880, 266MHz
    4. EOA-3630, TX : 22-28dBm, Antena Connector : N-type Connector, MCU Atheros AR2316, 180MHz
    5. EOA-7530, TX : 24-29dBm, Antena Connector : N-type Connector, Dual Band, MCU Atheros AR7161, RF Atheros AR5413 (Radio1) + Atheros AR5413 (Radio2)
    6. EOA-7535, TX : 24-29dBm, Antena Connector : N-type Connector, Dual Band, MCU Atheros AR7161, RF Atheros AR5413 (Radio1) + Atheros AR5413 (Radio2)
    7. EOC-1650, Tx : 18-24dBm, Antena gain : 7dBi, MCU/RF Atheros AR2315 SoC
    8. EOC-2611P, TX : 22-28dBm, Antena gain : 10dBi, MCU/RF Atheros AR2316 Single Chip
    9. EOC-5611P, TX : 22-27dBm, Antena gain : 14dBi, Dual Band, 2 x SMA Connector, MCU/RF Atheros AR2313+AR5112
    Perbandingan dari lokasi penempatan :
    1. Indoor : EAP-3660, ECB-3500, ECB-9500
    2. Outdoor : EOA-3630, EOA-7530, EOA-7535
    3. Indoor/Outdoor : EOC-1650, EOC-2611P, EOC-5611P
    Perbandingan harga :
    1. EAP-3660 : Rp 890.000 (http://www.primakomputer.com/engenius-eap3660/)
    2. ECB-3500 : US$ 96 (http://www.primakomputer.com/engenius-ecb3500/#more-322)
    3. ECB-9500 : US$ 100 (http://www.mikroakses.com/product/119/824/EnGenius-Senao-ECB-9500-Wireless-Indoor/?o=default)
    4. EOA-3630 : US$ 172 (http://www.mikroakses.com/product/119/853/Engenius-EOA-3630-600mW-Outdoor-7-Multi-Function-AP-CB/?o=default)
    5. EOA-7530 : US$ 268 (http://www.mikroakses.com/product/119/858/EnGenius-Senao-EOA-7530-600mW/?o=default)
    6. EOA-7535 :-
    7. EOC-1650 : US$ 64 (http://www.primakomputer.com/engenius-eoc1650/#more-336)
    8. EOC-2611P : Rp 850.000,- (http://www.primakomputer.com/engenius-eoc5611p/#more-338)
    9. EOC-5611P : US$ 101 (http://www.mikroakses.com/product/0/828/EnGenius-Senao-EOC-5611P-Wireless-Outdoor)

    Catatan :
    802.11a = 5.150~5.350GHz, 5.470~5.725GHz, 5.725~5.825GHz
    802.11b/g = 2.412~2.472GHz

    Konversi dBm to mW

    The power conversion of dBm to mW is given by the formula:
    P(mW) = 10(P(dBm) / 10)

    Sehingga
    1dBm = 1.258925mW
    16dBM = 39.8107170553mW
    18dBm = 63.095734448mW
    19dBm = 79.4328234724mW
    22dBm = 158.4893192461mW
    24dBm = 251.188643151mW
    27dBm = 501.1872336273mW
    28dBm = 630.9573444802mW
    29dBm = 794.3282347243mW

    Sumber : RapidTables.com

    PR :
    Apakah EOC-2611P bisa dipasangi (dikawinkan dengan) antena eksternal jenis Omni? Misal Hyperlink Antenna Omni 15 Dbi / 2,4 GHZ HG2415 PRO. Soalnya, kata temen saya malah berkurang jangkauannya. Mungkinkah ada yang perlu disesuaikan di dalam EOC-2611P agar cocok dengan antena ekseternal jenis Omni ini.

    Dari http://antarlangit.com/vmchk/antena/antenna-2.4-ghz/omni-directional-2.4-ghz/antena-omni-directional-20-db.html katanya :

    Antena Omni Directional 20 dBi Untuk antenna Hotspot yg diakses menggunakan laptop langsung kurang cocok karena sudut vertikal beamwidth sangat besar. Hal ini menyebabkan areal di bawah Antenna tersebut nyaris Blankspot pada saat Antena diletakkan diatas 10 meter di atas tanah. Sedangkan untuk aplikasi RT-RW Net menggunakan radio senao 400 - 600 mW bisa diakses klien hingga jarak 9 km dengan antena Grid 24dbi + radio 200mW. Sehingga kemampuan dan kehandalan antenna tidak diragukan lagi.

    Jenis antena omni lihat di sini.

    Friday, March 16, 2012

    Salip Menyalip

    Bila saya melewati jalan pantura, salip menyalip menjadi seni tersendiri. Nyalip tapi tetep aman bagi keselamatan berkendara. Menyalip akan membuat andrenalin terus bergejolak dan rasa kantuk bisa hilang dengan sendirinya. Rasanya kalau bisa mendahului truk atau bus, terasa nyaman. Maklum, jika jalan di belakang mereka, jarak pandang menjadi sangat terbatas. Kalau tidak menyalip, jalan jauh terasa monoton, akhirnya rasa kantuk akan menyerang.

    Mendahului kendaraan pribadi lain juga cukup membuat andrenalin tetap bergejolak (bukan andrenalin junkee lho...). Namun demikian saya tidak akan pernah menganggap diri ini piawi dalam mengendarai. Karena saya yakin, saya bisa mendahului karena semata-mata ada yang masih berbaik hati mau memberikan jalan. Pada dasarnya semua pengguna jalan ingin sampai di tujuan dengan selamat, bukan ingin merasa paling hebat di jalan. Jika ada yang masih punya rasa hebat di jalan, sebaiknya mulailah dikikis. Kalau emang merasa jago, cobalah di sirkuit.

    Sekali lagi, bisa nyalip itu bukan karena hebat, karena ada yang berbaik hati. Untuk membalasnya, berikan saja jalan kepada pengendara lain yang ingin mendahului.

    Yang paling menyebalkan adalah menyalip di tikungan. Untuk alasan keselamatan, sebaiknya hindari menyalip di tikungan. Lagi pula biasanya, di tikungan ada garis putih, garis yang bisa dipotong. Namun bagi sementara pengendara, justru tikungan menjadi tempat favorit untuk menyalip. Anehhh. Dan korban perilaku ini tidak hanya yang menyalip, orang lain yang tidak tahu apa-apa bisa juga menjadi korban.

    Selain di jalan, salip menyalip bisa juga terjadi di tempat lain. Yang penting, utamakan selamat.