Saturday, March 12, 2011

Apa yang bisa saya kerjakan?

Pertanyaan ini lebih baik ketimbang, apa yang bisa kantor berikan kepada saya. Setelah saya inventarisasi, ternyata banyak juga yang bisa saya lakukan untuk kantor. Sampai-sampai saya tidak sempat berpikir untuk mencari tambahan, meski penghasilan selalu cukup-cukup saja.
Ada banyak yang bisa saya sumbangkan untuk para pengguna jaringan :
  1. Membuat sistem pemantau dan pengendalian jaringan komputer yang terpusat
  2. Mengganti berbagai perangkat aktif jaringan yang sudah tidak layak
  3. hingga ke gedung-gedung di seluruh BATAN
  4. Mengganti router kawasan dan router utama
  5. Membangun virtualisasi berbasis Red Hat Enterprise Virtualization (RHEM)
  6. Mengganti UPS yang sudah melewati batas live time
  7. Menambah jalur FO dari antara Gd. 71 dan Gd. 31 sebanyak 24 core
  8. Mempertimbangkan menggelar FO di Bandung dan Yogya untuk masing-masing awasan adalah 1 segmen.
  9. Melengkapi diri dengan instrumen LAN dan wireless
  10. Merombak dan menata sistem hotspot yang lebih secure
  11. Menata IP Address di seluruh kawasan kerja
  12. Menyelenggarakan diklat FOSS untuk 2 angkatan
  13. Menyelenggarakan workshop OSS untuk 170 orang
  14. Menyusun proposal untuk block grant tahun 2012
  15. Melakukan rapat koordinasi dengan para webmaster
  16. Melakukan rapat koordinasi dengan para administrator jaringan
  17. Menilai website terbaik di antara semua satker
  18. Membangun layanan publik interaktif untuk 4 satker
  19. Mengaudit website satker sendiri
  20. Re-design website utama
  21. Melakukan pertemuan ilmiah dengan para pengguna OSS di seluruh satker
  22. Membangun 60 virtual host, dengan modal 3 server blade yang powerfull. Setiap virtual host dapat diinstalasi oleh sebuah OS. Setiap virtual host diperuntukkan untuk satu satker atau satu fungsi server.
  23. Menguji penggunaan antena sectoral dibanding dengan omni directional untuk di berbagai kawasan kerja dalam rangka minimalisasi jumlah wireless access point.
  24. Membangun MRTG Server
  25. Membangun NMS
  26. Membangun Proxy terpusat tanpa mengganggu pengaturan bandwidth
  27. Menemukan cara dan teknik untuk mengamankan berbagai server dari serangan. Tidak hanya mampu mengamankan, namun juga mampu mengidentifikasi lubang keamanan di setiap server.
  28. Menyimpan hasil pemantaun IP Camera ke dalam server tertentu.
  29. Mengaktifkan kembali IP PBX dan IP Phone di Serpong dan menyebarluaskannya ke seluruh kawasan kerja mengingat bandwidth antar kawasan sudah sangat memadai.
  30. Memetakan letak semua perangkat aktif jaringan di semua gedung untuk memudahkan perawatan jaringan komputer.
  31. Membangun jalur FO dari setiap NOC kawasan ke tepi pagar kawasan, sehingga pemenang lelang Internet lebih mudah dalam melakukan interkoneksi. Jenis kabel belum dapat ditentukan, single mode atau multi mode.
  32. Membangun multicast untuk video streaming. Ini dibutuhkan untuk memancarkan acara secara live.

Data Dukung Pengadaan Mesin 2011

Untuk pengadaan yang dilelangkan haruslah berhati-hati. Jika penentuan HPS tidak cermat bisa merugikan user. HPS harus mendekati dengan harga pasar. HPS yang lebih tinggi dari harga pasar atau harga yang akan ditawarkan oleh rekanan, dapat menyebabkan banyak dana yang dikembalikan ke negara. HPS yang lebih rendah dari harga pasar, menyebabkan tidak ada rekanan yang bersedia memasukkan penawaran. HPS harus dibuat sedemikian rupa sehingga mendekati harga pasar namun masih menguntungkan rekanan.

Berdasarkan kenyataan ini, penentuan HPS harus mengikuti tahapan sbb :
  1. Meminta masukan dari calon pengguna akhir (end users)
  2. Susun spek umum dengan 3 alternatif
  3. Survey ke orang yang pernah menggunakan. Informasi dari spek yang dikeluarkan pabrik bisa saja lebih manis dari kenyataan.
  4. Browsing harga dan spek di Internet, mencari di koran, majalah, dll.
  5. Telpon vendor atau toko yang dapat dipercaya untuk menanyakan ketersediaan barang dan harga saat ini, mengingat beberapa barang mengacu kepada US$.
  6. Survey harga lapangan, termasuk mendatangi toko yang pernah ditelpon. Atau mendatangi pameran komputer.
  7. Susun spek rinci. Jika dana masih ada, cari barang atau bahan tambahan atau asesoris lain yang relevan dengan barang utama
  8. Susun HPS
  9. Susun pengajuan
Proses ini bisa membentuk siklus manakala ada langkah yang berubah. Misal, pengajuan (#9) sudah disusun, ternyata user menghendaki barang dengan tipe lain (#1), maka keseluruhan proses akan diulangi kembali. Untuk itu penggunaan spreadsheet menjadi penting.

Rencana pengadaan mesin (kosa kata sesuai POK) :
  1. Komputer, 4 unit @ 10jt
  2. Video Conference Monitor, 1 unit @ 25jt
  3. LCD Projector, 1 unit @ 8jt
  4. Wireless Access Point, 3 unit @ 2jt
  5. Printer, 1 unit @ 5 jt
  6. Notebook, 4 unit @ 15jt
Dengan memperhatikan berbagai aspek, pengajuan mesin berubah menjadi :
  1. Komputer server, HP ProLiant DL160G6-442, Xeon E5504, 4GB UDIMM DDR3-1333, VGA 32MB, Dual GbE NIC, Rackmount 1U Case Bundling with HP 250GB SATA 7.2K Hot Plug [571230-B21] &HP Slim SATA DVD Rw Optical Kit [ 481047-b21], 1 unit @ 19,602,000. Tambahan : HP 507127-B21, 300GB 6G SAS 10K SFF (2.5-inch), 5 buah @ 4,312,000. Total = 41.162.000
  2. Komputer Desktop LENOVO IdeaCentre B300 706, Core2 Duo E7600, 2GB DDR3, 500GB HDD SATA, DVD±RW, VGA Intel GMA X4500 256MB (shared), NIC, WiFi, Camera, 20" WXGA, Non OS, 3 unit @ 5,782,000. Total = 17.346.000
  3. Notebook FUJITSU LifeBook AH531 - Black, Core i7-2620M, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Nvidia Geforce GT525M, Camera, 15.6", Win7 Professional. Total = Rp 12,344,000.
  4. Notebook HP G42-360TX - Biscotti, Core i3-380M, 2GB DDR3, 320GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA ATi Radeon 5470 1GB, Camera, 14" WXGA, Non OS, 3 unit @ 6.050.000. Tambahan : ADATA CH 94 1TB - Blue, 1TB, USB2.0, 2.5", 3 unit @ 971,000. Total = 21.063.000
  5. TV LCD SAMSUNG LA-52B550, 52", 1920 x 1080, 4ms, USB, HDMI, 1 unit @ 15,400,000
  6. LCD Projector PANASONIC PT-LB2EA, XGA (1024 x 768), Lumens 2600 ANSI, 2.3 kg, 1 unit@ 6.860.000. Tambahan : FOCUS 96", 96" x 96" (244 x 244 cm), Screen Projector and Tripod, 1 buah @ 2,450,000, LOGITECH Professional Presenter R800, Professional Presenter, Wireless mini-receiver, 2 AAA batteries, with Carrying Case, 1 buah @ 828,000. Total = 10.138.000
  7. Wireless Access Point EnGenius EOC-2611P 600mW, 3 unit @ 710.000. Asesoris : Antenna Omni Hyperlink 15 dBi, 3 buah @ 1.100.000. Pigtail N-Male to RP-SMA atau Pigtail N-Male to RP-TNC, 3 buah @ 75.000. Total = 1.885.000. Hyperlink Antenna Sectoral 20 Dbi 120 degree / 2,4 GHZ HG2420P, 1 buah @ 3.700.000.
  8. Samsung Multi Function Printer ML-3471ND/XSS, 1 unit@ 4.236.400.
Tidak jadi :
  1. Notebook HP G42-361TX - Biscotti, Core i5-460M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA ATi Radeon 5470 1GB, Camera, 14" WXGA, Non OS, 1 unit @ 6.750.000. Tambahan : GPS Navigator IWARE GPS 8801 Blaze, 1 buah @ 1.550.000, ADVANCE External DVD-RW, DVD ± R WRITE, DVD ±R READ, DVD ± R DL WRITE, DVD ±R DL READ, CD - R WRITE, CD - R READ, CD - RW WRITE, CD - RW READ, 1 buah @ Rp 420,000. Total = 8.720.000

Tambahan lain Corsair Flash Voyager :
  1. Corsair Flash Voyager® 16 GB USB Flash Drive = Rp 264.000. Di Bhinneka = Rp 276.000,-
  2. Corsair Flash Voyager® GTR 32 GB USB Flash Drive = Rp 634.000. Di Bhinneka = Rp 650.000,-
  3. Corsair Flash Voyager® GTR 64 GB USB Flash Drive = 1.144.000. Di Bhinneka = Rp 1.167.000,-
Perubahan ini diakibatkan oleh berbagai faktor dan fakta, di antaranya adalah :
  1. Pengadaan dengan lelang seperti bola liar. Jika spek tidak rinci dan tertulis, rekanan bisa saja memberikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
  2. Kebutuhan bidang sistem dan jaringan komputer saat ini.
  3. Kebutuhan calon pengguna akhir atau end users
  4. Permintaan pimpinan dan pihak external lainnya. Misal : server dan layar proyektor
  5. Tidak sampai merubah atau merevisi POK apalagi DIPA
  6. Melakukan subsidi silang, selama tidak merubah jumlah keseluruhan unit.
  7. Mengutamakan produk dalam negeri dengan melihat TKDN
  8. Efisiensi dan efektivitas barang yang akan digunakan. Misal, jika TV LCD sudah cukup, kenapa harus TV LED, meskipun dana mencukupi. Sisa dana bisa digunakan untuk mensubsidi barang yang lain yang juga penting.
  9. Merealisasi pengadaan tahun lalu. Misal : HDD SAS 300GB
  10. Kemudahan dalam pengadaannya. Misal, jangan sampai indent
Hanya untuk catatan saya semata :
  1. Cable Tester akan menggunakan mata anggaran "Bahan jaringan komputer" melalui Belanja Barang Operasional Lainnya (BBOL). Selain itu, mata anggaran ini bisa untuk PoE, kabel UTP, konektor, pigtail. Nilai MA : 20.000.000
  2. Toner akan menggunakan mata anggaran "Komputer supplies" melalui Belanja Barang Operasional Lainnya (BBOL). Nilai : 17.080.000.
  3. Upgrade PC, ganti LCD monitor, flashdisk ukuran besar akan menggunakan mata anggaran "Suku Cadang Komputer" melalui Belanja Penambahan Nilai. Nilai : 21.000.000.
  4. Mata anggaran "Bahan pendukung implementasi OSS" bisa digunakan untuk pengadaan stiker, gantungan kunci, dll. Nilai : 980.000.
  5. Mata anggaran "Sosialisasi OSS (170 orang)" bisa digunakan untuk pelatihan singkat berbagai aplikasi berbasis OSS. Survey kebutuhan pengguna sangat diperlukan. Nilai : 20.400.000.
  6. Mata anggaran "Bahan multimedia" : 5.160.000.
  7. Mata anggaran "Bahan pengembangan website" : 5.000.000.
  8. Mata anggaran "Suku Cadang Komputer/Notebook" : 5.000.000.
Lihat :
  1. http://msmunir-ina.blogspot.com/2010/04/data-dukung-pengadaan-peralatan-dan.html
  2. http://msmunir-ina.blogspot.com/2010/12/pengadaan-penambahan-nilai-2010.html
  3. http://msmunir-ina.blogspot.com/2010/12/perawatan-sistem-dan-jaringan-komputer.html
Kamera DSLR dan asesorisnya:
  1. Canon EOS 500D Body = Rp 4.958.000. ISO tertinggi berapa ya? ISO 100-3200, expandable to 12800? Bandingkan dengan EOS 550D yang punya ISO 100-6400 dengan harga Rp 5.878.000,-
  2. Lensa Canon EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS = Rp 3.745.000,-.
  3. Lensa Canon EF 28-135mm f/3.5-5.6 IS USM (Non L Series) = 4.025.00,-
  4. Lensa Canon EF 24-105mm f/4.0L IS USM (L Series) = Rp 9.650.000,-

Friday, March 11, 2011

Memeriksa Bandwidth di Cipanas

Untuk dapat melakukan pemeriksaan bandwidth secara online dan realtime, telah diapsang sebuah router MikroTik RB450G di Wisma Cipanas. Pemeriksaan dilakukan dengan 2 cara, yaitu web dan winbox. Awalnya pemeriksaan tidak berhasil, namun setelah dicoba beberapa kali, akhirnya bisa dilakukan.

Mengetahui rute ke Cipanas :
[root@localhost ~]# traceroute 110.136.158.148
traceroute to 110.136.158.148 (110.136.158.148), 30 hops max, 60 byte packets

1 192.168.17.1 (192.168.17.1) 0.509 ms 0.489 ms 0.476 ms
2 192.168.1.1 (192.168.1.1) 3.336 ms 3.330 ms 3.399 ms
3 183.91.x3.1 (183.91.x3.1) 6.023 ms 6.015 ms 6.008 ms

4 202.152.1.113 (202.152.1.113) 5.990 ms 5.982 ms 5.970 ms
5 jktc
brigr1.idola.net.id (202.152.1.2) 5.959 ms 5.957 ms 6.035 ms
6 218.100.27.29 (218.100.27.29) 5.925 ms 4.906 ms 4.895 ms
7 245.subnet118-98-61.astinet.telkom.net.id (118.98.61.245) 10.997 ms 11.262 ms 11.439 ms

8 162.subnet118-98-53.astinet.telkom.net.id (118.98.53.162) 17.016 ms 11.413 ms 11.521 ms
9 153.subnet118-98-48.astinet.telkom.net.id (118.98.48.153) 11.649 ms 11.633 ms 11.621 ms

10 * * *

11 185.subnet125-160-14.speedy.telkom.net.id (125.160.14.185) 11.083 ms 11.054 ms 15.672 ms
12 186.subnet125-160-14.speedy.telkom.net.id (125.160.14.186) 14.197 ms 15.464 ms 11.648 ms

13 154.subnet125-160-15.infra.telkom.net.id (125.160.15.154) 11.605 ms 11.604 ms 11.592 ms
14 148.subnet110-136-158.speedy.telkom.net.id (110.136.158.148) 56.562 ms 59.394 ms 51.519 ms
[root@localhost ~]#


Hasil pemeriksaan melalui web, yaitu MRTG yang disediakan MikroTik RB450G menunjukkan lebar bandwidth di bawah 900.00 kb.

Apabila menggunakan Tool Bandwidth Test yang ada di Mikrotik Cipanas, maka lebar bandwidth menunjukkan nilai sekitar 750 kbps. Tes "receive" diarahkan ke router Mikrotik yang ada di NOC kami.

Tes "receive" untuk mengetahui bandwitdh downstream, sedangkan tes "send" bisa untuk mengukur upstream. Jika menggunakan tes "send", nilai bandwidth sekitar 400 kbps. Tes "both" dilakukan apabila kita ingin mengetahui bandwidth upstream dan downstream sekaligus.

Monday, March 07, 2011

Memindahkan user hotspot

Untuk memindahkan user hotspot dari router Mikrotik lama ke router Mikrotik baru, bisa dilakukan secara manual dan semi otomatis. Secara manual berarti memasukkan satu persatu account yang terdiri dari username, password, profile, dan mac-address. Jika usernya ada 10 orang, pekerjaan ini tidaklah menjadi masalah. Namun jika jumlah user sudah mencapai 150 orang, maka pekerjaan akan menjadi menjemukan. Untuk memindahkan secara lebih mudah kita gunakan perintah baris yang tersedia di mikrotik dan ftp client.

Langkah-langkah yang mungkin bisa dilakukan :
1. Jalankan WinBox lalu masuk ke router mikrotik lama

2. Klik menu New Terminal, lalu jalankan perintah baris di bawah ini
[kuningan@KPB] > ip hotspot user export file=user_kpb

3. Perintah baris di atas akan menghasilkan sebuah file. Untuk memeriksa file keluaran, klik menu Files. Perhatikan, akan tampak sebuah file dengan nama user_kpb.rsc. Nama ini mirip dengan nama file yang telah didefinisikan dengan tambahan ekstensi rsc.

4. Jalankan gFTP atau aplikasi FTP Client lainnya lalu masuk ke router mikrotik lama. Pastikan bahwa service ftp pada router mikrotik lama sudah enable. Periksa melalui menu IP -> Services.

5. Setelah berhasil terhubung ke router mikrotik lama, lalukan pemindahan file user_kpb.rsc ke folder lokal.

6. Dengan menggunakan text editor, buka file user_kpb.rsc yang berada di folder lokal. Copy seluruh isi file tersebut mulai dari "/ip hotspot user" hingga akhir file.

7. Jalankan WinBox lalu masuk ke router mikrotik baru.

8. Klik menu New Terminal, lalu paste hasil peng-copy-an seperti pada butir 6.

9. Tunggu beberapa saat hingga proses eksekusi selesai.

Contoh file user_kpb.rsc :

/ip hotspot user
add comment="" disabled=no name=admin password=kampret profile=Admin-HQ-Profile
add comment="" disabled=no name=amir password=manggamuda profile=Admin-HQ-Profile
add comment="" disabled=no name=nurdin password=12345678 profile=User-HQ-Profile
add comment="" disabled=no mac-address=00:1B:77:B1:DB:EE name=farhan password=12345678 profile=User-HQ-Profile
add comment="" disabled=no mac-address=00:19:7E:3F:4B:2D name=sundoro password=12345678 profile=User-HQ-Profile
add comment="" disabled=no name=handoko password=12345678 profile=User-HQ-Profile
...



Saturday, March 05, 2011

Migrasi dari Mikrotik RB450G ke RB1100

Ada beberapa alasan untuk mengganti router Mikrotik RB450G. Alasan tersebut antara lain adalah setiap hari ethernet switch sebagai downlinknya RB450G minta di-restart, menghilangkan simpul (node) ethernet switch sehingga dari router bisa langsung ke router lainnya, meningkatkan unjuk kerja router karena RB450G ini adalah router utama (NOC).


Untuk mengganti router RB450G ke RB1100, setidaknya semua konfigurasi pada RB450G harus disalin ke router RB1100. Konfigurasi yang harus diperhatikan adalah :
  1. Nama interface sebaiknya dibuat persis sama
  2. Alamat IP, masuk ke menu IP -> Address
  3. DNS. Masuk ke menu IP -> DNS
  4. Firewall, khususnya Filter, NAT, Mangle, Service Ports, Address List. Gunakan menu IP -> Firewall. Mangle akan digunakan saat mengkonfigurasi Queue Tree.
  5. Routing dan rule-rule-nya agar bisa memisahkan traffic lokal dan internasional. Masuk ke menu IP -> route -> routes dan rules.
  6. Service-service. Setting melalui menu IP -> services
  7. Queue Types, gunakan menu Queue -> Queue Types -> pcq-downstream dan pcq-upstream
  8. Queue Tree, gunakan menu Queue -> Queue Tree
  9. System -> Identity
  10. System -> ntp client
  11. System -> schedule
Untuk menyamakan kedua router, bukalah kedua router dengan WinBox pada jendela yang berbeda. Ini akan memudahkan komparasi.

Untuk menyalin konfigurasi route rasanya sangat repot. Kalau tidak disalin, maka paket tidak bisa diarahkan ke situs lokal atau situs internasional. Untuk mengurangi kerepotan, saya menyalin isi situs http://ixp.mikrotik.co.id/download/nice.rsc lalu memodifikasi sedikit kemudian memasukkan ke router baru. Contoh modifikasinya adalah :

Asli :
/ip firewall address-list
add list=nice address="1.2.3.4"
remove [find list="nice"]
add list=nice address="182.0.0.0/12"
add list=nice address="114.120.0.0/13"
add list=nice address="120.168.0.0/13"
dst

Hasil modifikasi :
/ip route
add dst-address="182.0.0.0/12" gateway=ether2-iix
add dst-address="114.120.0.0/13" gateway=ether2-iix
add dst-address="120.168.0.0/13" gateway=ether2-iix
dst

Tuesday, March 01, 2011

Free Software Awards

Free Software Foundation (FSF) dan GNU Project telah mengumumkan bahwa mereka siap menerima sejumlah nominasi untuk Free Software Awards. Acara penghargaan yang diadakan setiap tahun itu memberikan perhargaan bagi individu maupun proyek atas kontribusi mereka dalam memajukan dan mengembangkan free software.

Berbagai pihak yang berminat untuk memberikan usulan proyek maupun individu yang telah membantu kemajuan free software pada tahun lalu untuk mendapatkan penghargaan dapat mengirimkan melalui e-mail ke award-nominations@gnu.org. Pada Free Software Awards tahun lalu, penghargaan untuk individu diberikan kepada John Gilmore (EFF Co-founder), Ted Ts'o (Linux Kernel Developer), Andrew Tridgell (Samba Creator), Larry Wall (Perl Creator), Harald Welte (gpl-violations.org), dan Miguel de Icaza (GNOME & Mono Creator).

Pengajuan nominasi akan ditutup pada 16 Februari 2011 dan pemenang nominasi akan diumumkan pada acara LibrePlanet 2011 yang diselenggarakan pada 19 Maret 2011 di Bunker Hill Community College (BHCC), Boston. Penjelasan lebih lanjut atas informasi ini dapat ditemukan pada URL http://www.fsf.org/awards.

Sumber : Majalah InfoLINUX 03/2011

RabbitMQ 2.3.0

Pengembang RabbitMQ baru saja merilis versi terbaru RabbitMQ, aplikasi pengirim pesan enterprise open source berbasiskan Java, yakni RabbitMQ 2.3.0. Dalam versi terbaru itu telah ditambahkan dukungan otentikasi dan IPv6 ke dalam sistem. RabbitMQ merupakan implementasi dari protokol pengirim pesan AMQP yang dilisensikan ke dalam lisensi MPL.

Pada versi terbarunya itu, RabbitMQ telah menyertakan pluggable authentication layer sebagai implementasi dari SASL dan dilengkapi dengan sebuah plugin untuk dapat melakukan otentikasi dengan SSL. Dukungan IPv6 juga mengizinkan server RabbitMQ untuk dapat menggunakan IPv4 dan IPv6 secara default. Sejumlah fitur yang lain ditingkatkan, termasuk tambahan untuk spesifikasi AMQP yang memungkinkan streaming penerimaan konfirmasi pesan.

Dari sisi klien, pengembang menghilangkan dukungan Java 1.4 pada pustaka klien saat memperbaiki Java 1.5. Sejumlah perbaikan bug juga dimasukkan ke dalam kode untuk memperbaiki stabilitas dan keandalan aplikasi.

Pengguna yang ingin segera mencoba paket RabbitMQ 2.3.0, aplikasi itu dapat di-download dari http://ww.rabbitmq.com/download.html.

Sumber : Majalah InfoLINUX 03/2011

Dell Bergabung dengan Program Novell SUSE Appliance

Novell telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menambah partner launnya ke dalam daftar perusahaan besar yang tergabung dalam SUSE Appliance Program. Saat ini, Dell telah menjadi bagian dari program dan perusahaan perangkat keras yang menawarkan solusi untuk bisnis yang berbasiskan perangkat seperti SUSE Studio dan didukung oleh Novell SUSE Linux Enterprise.

Joe Wagner, Senior Vice President and General Manager of Global Alliances at Novell, mengatakan bahwa Novell telah bekerja sama dengan Dell selama bertahun-tahun untuk memberikan solusi inovatif dan kokoh untuk pelanggan. Novell merasa senang karena Dell memajukan jalinan kerja sama dengan membangun perangkat mereka dengan SUSE Appliance Program.

Dell juga menawarkan solusi yang lengkap yang dapat dikustomisasi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Paket itu termasuk semua perangkat lunak dalam SUSE Appliance Program Toolkit yang salah satunya adalah versi lokal dari SUSE Studio yang bernama Onsite.

Sally Steven, Vice President of Platform Marketing Dell, mengatakan bahwa bekerja sama dengan Novell dapat membantu Dell dalam memperluas dan memperkuat produk Linux yang ditawarkan oleh Dell. Dengan membangun software appliances untuk SUSE Linux Enterprise, pelanggan Dell akan mendapat solusi biaya yang efektif dan fleksibel dalam penyajian aplikasi, baik untuk platform secara fisik, virtual, maupun komputasi awan.

SUSE Appliance Program merupakan salah satu proyek Novell yang cukup sukses meskipun proyek itu baru berjalan sekitar dua tahun. Novell ,yakin bahwa pasar untuk software appliance akan terus bertambah besar pada tahun yang akan datang. Berdasarkan hasil riset independen yang telah dilakukan, pasar untuk Software Appliance pada 2011 akan mencapai US$1 miliar dan akan meningkat menjadi US$3.7 miliar pada 2014.

Sumber : Majalah InfoLINUX 03/2011

Fitur Baru jQuery 1.5

Setelah beberapa minggu mengeluarkan versi RC (Release Candidate), pada 1 Februari 2011 lalu, para pengembang jQuery akhirnya merilis jQuery 1.5. Rilis terbaru itu memiliki fitur penulisan ulang dari modul Ajax yang disebut oleh para pengembang membawa ke level yang lebih tinggi dari konsistensi ke metode XmlHttpRequest yang bersifat lintas platform.

Penulisan ulang dari jQuery 1.5 juga memiliki kemampuan lebih untuk mengembangkan API dan memungkinkan lampiran penanganan data, proses penyaringan data, dan transportasi. Sejumlah peningkatan fitur yang lain di antaranya dukungan untuk objek yang ditangguhkan yang mengizinkan fungsi untuk mengembalikan nilai di mana nilai sebenarnya mungkin tidak segera tersedia. Dalam versi jQuery 1.5 telah diperbaiki sekitar 83 bugs dan 430 tiket yang telah diselesaikan pada tahap pengembangan.

Pengembang jQuery juga telah memperbaiki sistem pengembangan internal jQuery untuk menstandarisasikan penggunaan NodeJS server-side JavaScript. jQuery 1.5 dapat diunduh dari URL http://blog.jquery.com/2011/O1/31/jquery-15-released/ dan dilisensikan ke dalam lisensi MIT atau GPL.

Sumber : Majalah InfoLINUX 03/2011

Peraturan Baru OpenJDK

Mark Reinhold, kepala arsitek platform Java di Oracle, telah meng umumkan di blognya bahwa dirinya dengan bantuan John Dullmovich dan Jason Gartner dari IBM, Mike Milinkovich dari Eclipse, Prof. Doug Lea dari SUNY Oswego, dan Adam Messinger dari Oracle telah menyusun seperangkat aturan komunitas OpenJDK. Seperangkat aturan itu akan diterapkan untuk komunitas.

Reinhold mengatakan bahwa mereka tidak membuat sejumlah aturan itu dari awal, tetapi melanjutkan sejumlah aturan yang telah dibuat oleh Dewan Tata Kelola Internal OpenJDK. Reinhold juga berterima kasih kepada Dewan Ketua Internal OpenJDK yang terdiri atas Doug Lea, Fabiane Nardon, Simon Phipps, dan Dalibor Topic atas kontribusi mereka atas proses pembuatan aturan itu.

Oracle juga telah mendapat sejumlah perusahaan untuk mendukung upaya pengembangan OpenJDK. IBM telah meninggalkan proyek Apache Harmony untuk kemudian bergabung dengan proyek OpenJDK. Selain IBM, Apple juga membatalkan pengembangan Java secara internal untuk turut bekerja sama dalam pengembangan OpenJDK untuk platform Mac OS X dengan Oracle.

Sumber : Majalah InfoLINUX 03/2011