Friday, September 10, 2010

Distro Warnet Zencafe 2.2

Komunitas Zenwalk, pada 12 Juli 2010 lalu, telah mengumumkan ketersediaan rilis dari Zencafe 2.2, distro berbasis Zenwalk yang dirancang untuk digunakan oleh kafe Internet atauwarnet. Zencafe 2.2 dibuat berbasiskan Zenwalk 6.4, dan telah dilengkapi Kernel Linux 2.6.33.4, dan sejumlah paket populer yang terdapat di Linux, seperti Mozilla Firefox 3.6.6 dan Pidgin 2.7.1.
Untuk para pengguna setia Yahoo! Messenger yang ingin menggunakan webcam, Zencafe juga telah menyertakan aplikasi GYachE Improved instant messenger yang menawarkan dukungan webcam untuk mendukung protokol Yahoo! Messenger. Dari keterangan rilis yang diberikan, versi Zencafe berbasis Zenwalk 6.4 dan menggunakan kernel 2.6.33.4. Zencafe ditujukan untuk desktop warnet, yang telah diubah pada beberapa bagian sehingga mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis. Termasuk perangkat lunak untuk auto recovery seperti Deep Freeze dan Mahawa sebagai paket billing Internet. Bagi pengguna yang ingin mencoba distro ini, dapat menemukan file iso Zencafe 2.2 dalam ekstra DVD InfoLINUX edisi 09/2010.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Sejuta Repositori di GitHub

Para pengembang GitHub mengumumkan kalau layanan repositori mereka telah mencapai sebuah tonggak utama, dimana layanan mereka telah mencapai sejuta proyek Git repositori pada minggu akhir di bulan Juli 2010. Menurut Scott Chacon, GitHub VP of Research and Development, sekitar 60% proyek merupakan repositori penuh, dan 40% sisanya hanya berupa ringkasan atau potongan kode.
Layanan ini mulai diluncurkan pada bulan Februari 2008, dimana GitHub menjadi layanan penyimpanan source code berbasis web yang digunakan oleh Linus Torvalds sebagai Git version control system (VCS). Setelah beberapa tahun, layanan Git menjadi semakin berkembang dan semakin populer. Pada September 2009, GitHub memindahkan lokasi server milik mereka dari Engine Yard ke Rackspace, untuk menyesuaikan dengan laju pertumbuhan pengguna.

GitHub memperoleh pemasukan dari pengguna individu atau perusahaan yang menginginkan repositori secara pribadi. Untuk proyek open source, tidak perlu membayar untuk menggunakan layanan ini. Mereka akan mendapatkan akses ke repositori pengguna umum dan kemampuan untuk berkolaborasi.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Migrasi Proyek Open Source Adobe ke SourceForge

Perusahaan besar yang berada di balik kesuksesan Adobe Photoshop, yakni Adobe, mengumumkan kalau mereka telah bermitra dengan SourceForge untuk memperluas solusi open source yang mereka tawarkan. Dengan ini, para pengembang dapat memiliki fleksibilitas yang lebih dengan proyek terkait. Pada dasarnya, semua standar dan aplikasi berbasis open source yang dibuat oleh Adobe, akan ditempatkan dan dikelola di SourceForge melalui platform situs pengembangan SourceForge yang baru.
Adobe telah membuat klasifikasi kelompok dari semua proyek berbasis open source miliknya, hosting untuk source code, spesifikasi dan kontribusi kepada organisasi pembuat standardisasi, di bawah bendera Open@Adobe. Situs baru untuk mengelola proyek open source milik Adobe ini, kini berlokasi di url http://sourceforge.net/adobe.

Dave McAllister, Direktur Open Source dan Standar di Adobe, menuliskan dalam sebuah posting blog di http://blogs.adobe.com, kalau pada 14 Juli 2010, Adobe telah menjalin kemitraan dengan SourceForge, dan juga mengumumkan pembukaan situs Open@Adobe, sebagai lokasi baru di SourceForge untuk para pengembang yang ingin turut berkontribusi. Dave juga menambahkan, pihaknya telah menghabiskan banyak waktu untuk melihat berbagai solusi yang ada. Untuk terlibat di open source, berarti suatu proyek harus menjadi terbuka untuk dapat dilihat pengguna sebanyak mungkin.

Bagi Adobe, bersifat terbuka memiliki arti untuk turut terlibat dalam banyak aspek teknologi, standar, spesifikasi, komunitas, konten, dan source code. Solusi yang diberikan oleh Adobe memasukkan semua elemen ini. Jadi singkatnya, Adobe ingin melakukan lebih dari sekedar memberi akses ke source code.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Kolaborasi GNOME & LiMo

Yayasan GNOME dan Yayasan LiMo, sebuah konsorsium industri yang berdedikasi membuat sistem operasi berbasis Linux untuk perangkat mobile, telah membuat pengumuman kalau mereka telah menjalin kemitraan yang memiliki tujuan pada "kerja sama erat pada inovasi open source".
Stormy Peters, GNOME Foundation Executive Director, mengatakan kalau pihaknya sangat senang dapat bekerja sama dengan mitra komersial seperti yayasan LiMo, untuk memastikan bahwa teknologi GNOME Mobile dapat tersedia pada perangkat mobile dan dapat terhubung dengan perangkat yang menggunakan platform LiMo. Bagian terpenting dari platform LiMo, termasuk produk dan layanan yang dibuat oleh pengembang GNOME, yakni proyek GNOME Mobile, termasuk Glib, GTK+, D-Bus, GStreamer, dan BlueZ.

Yayasan LiMo akan bergabung dengan Dewan Penasihat Yayasan GNOME, sedangkan Yayasan GNOME akan menjadi Penghubung Rekan Industri Yayasan LiMo. Morgan Gillis, Direktur Eksekutif Yayasan LiMo, mengatakan kalau kerja sama antara LiMo dan GNOME akan menyediakan dukungan penting bagi komitmen yang telah dibuat.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Kaltura 2.0 CE

Kaltura, perusahaan pembuat platform video online berbasis open source, telah mengumumkan rilis dari Kaltura 2.0 Community Edition (CE). Kaltura mendukung banyak format video, termasuk Adobe Flash, Microsoft Silverlight, HTML 5 video, dan dapat terintegrasi secara mudah dengan beragam aplikasi Content Management System (CMS), seperti Drupal, Joomla, Wordpress, Alfresco, dan Moodle.
Kaltura CE mempermudah pengguna untuk memanajemeni video, menerbitkan video, membuat sindikasi dan monetisasi, serta menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mengelola aplikasi rich-media, dan mengembangkan beragam alur pekerjaan online untuk video. Perangkat lunak ini juga sangat cocok ditempatkan pada server lokal atau server berbasis komputasi awan. Kaltura CE 2.0 memiliki fitur yang meliputi kemampuan analisis, optimasi mesin pencari dan peningkatan akses. Kaltura Management Console juga telah menyertakan sebuah editor video online dan konsol admin tingkat enterprise yang mendukung beberapa pengguna dan fungsi pengawasan. Kaltura 2.0 CE dapat di-download dari url http://www.kaltura.org/downloads, dan memiliki lisensi AGPLv3.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Red Hat dan Cisco Integrasikan Teknologi Virtualisasi

Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, dan Cisco, pemimpin industri jaringan dunia, memperkuat kolaborasi mereka dalam menyediakan solusi virtualisasi dengan mengintegrasikan teknologi Cisco Virtual Network Link (VN-Link) dan Red Hat Enterprise Virtualization. Dengan ini, para pelanggan Red Hat dan Cisco akan mendapatkan peluang untuk mencapai performa yang lebih baik, visibilitas dan kontrol jaringan yang jauh lebih baik, serta mengurangi total biaya kepemilikan dalam pemanfaatan virtualisasi data center.
Integrasi Cisco Unified Computing System Virtual Interface Card dengan Kernel-based Virtual Machine (KVM) hypervisor yang terdapat pada Red Hat Enterprise Virtualization bertujuan untuk membuat domain jaringan dan virtualisasi semakin menyatu sehingga dapat mempermudah pemanfaatan data center. Integrasi ini menciptakan infrastruktur jaringan secara logikal yang akan memberikan visibilitas, kontrol, dan konsistensi jaringan untuk virtualisasi, tanpa harus mengorbankan kinerja.

Brian Stevens, Chief Technology Office dan Vice President Engineering Red Hat, menjelaskan dengan integrasi antara Cisco Unified Computing System dan Red Hat Enterprise Virtualization, Red Hat menawarkan peningkatan kinerja virtualisasi kepada para pelanggan. Dari pihak Cisco, Ed Bugnion, Chief Technology Officer, Server Access and Virtualization Cisco, mengatakan dengan kombinasi antara Cisco Unified Computing System dan Red Hat Enterprise Virtualization, perusahaan dapat memanfaatkan inovasi dari Cisco yang didukung oleh komunitas open source, sehingga menghasilkan lingkungan infrastruktur virtual yang yang terbuka dan terintegrasi.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 09/2010

Zend Cluster Manager

Zend Technologies, kontributor utama untuk pengembangan PHP, telah mengumumkan ketersediaan rilis Zend Server Cluster Manager. Paket aplikasi ini dapat memperluas fungsi Zend Server dalam pengembangan berbasis bahasa PHP yang memiliki skala besar.
Menurut keterangan dari pihak Zend, Zend Server Cluster Manager mempermudah para penguna dalam kemudahan melakukan monitoring dan melakukan manajemen beberapa aplikasi Zend Server, untuk memastikan ketersediaan yang tinggi dari aplikasi, dan meningkatkan skalabilitas aplikasi.

Zend Server Cluster Manager juga dilengkapi dengan fitur untuk sesi cluster, monitor dan manajemen konfigurasi yang terpusat, dan administrasi konsol berbasis konfigurasi web.

Eldad Maniv, Zend VP of Product and Marketing, menjelaskan kalau Zend Server Cluster Manager merespons kebutuhan yang dibutuhkan oleh banyak pengguna, yang ingin menjalankan pengembangan aplikasi PHP skala besar untuk pengguna rumahan atau proyek berbasis PHP lainnya, seperti Drupal, Magento, Joomla!, dan SugarCRM. Zend Server Cluster Manager, sudah dapat di-download dari url: http://www.zend.com/en/products/server-cluster-manager/.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 08/2010

Distro Hemat Energi

Pengembang wattOS telah mengumumkan rilis terbaru distro mereka, yakni wattOS R2. Dari penjelasan yang terdapat pada situsnya, wattOS berfokus pada penggunaan daya listrik yang rendah, dan dapat dioperasikan pada spesifikasi hardware yang rendah. Untuk memenuhi persyaratan ini, wattOS menggunakan desktop yang berbasiskan pada Openbox dan LXDE.
Rilis terbaru dari wattOS R2 berbasiskan pada Ubuntu 10.04 LTS "Lucid Lynx" dan telah menyertakan fitur manajemen daya listrik, yang bertujuan untuk membantu para pengguna untuk dapat lebih menghemat penggunaan daya listrik dalam kegiatan berkomputerisasi seharihari. Menurut penjelasan yang diberikan, update terbaru dari wattOS juga memiliki waktu boot dan proses instalasi yang lebih cepat, kecepatan aplikasi secara keseluruhan juga lebih meningkat. Sejumlah perubahan lain yang terdapat pada wattOS R2, di antaranya penggantian aplikasi pemutar musik dari Exaile menjadi Rhythmbox, dan penambahan aplikasi FSpot. Jika ingin menikmati desktop wattOS R2, Anda dapat menemukan file iso distro wattOS R2 pada ekstra DVD InfoLINUX edisi 08/2010.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 08/2010

91 Persen SuperComputer Top-500 Gunakan Linux

Keandalan Linux sudah teruji di berbagai macam jenis hardware. Khusus untuk SuperComputer, pada awal Juni 2010, Top500 kembali memperbarui daftar rangking dari 500 SuperComputer tercepat dunia. Dari daftar Top500 SuperComputer, tercatat sebanyak 455 atau 91 persen SuperComputer yang beroperasi menggunakan sistem operasi menggunakan kernel Linux.
Jauh di belakang Linux, sebagai nomor dua terhitung sistem operasi UNIX dari semua jenis yang mengantongi porsi 4.4 persen, sisanya adalah gabungan dari aneka sistem operasi lainnya yang digunakan oleh 3.4 persen SuperComputer terdaftar di Top500. Sistem operasi besutan Microsoft (Windows) masih sempat digandrungi 5 SuperComputer dengan kuota 1 persen dan mampu bercokol di posisi nomor 4.

Seperti ajang Formula 1, para insinyur ahli komputer saling berkompetisi dalam menciptakan komputer tercepat dunia. Jawara komputer tercepat dunia kali ini masih tetap disandang oleh SuperComputer berbasis Linux: Cray Jaguar, yang terpasang di Oak Ridge National Laboratory dengan kinerja maksimal sebesar 1759 TFlops. Posisi nomor dua adalah pendatang baru Cina dengan sistem Nebulae kinerja Computing Power sebesar 1271 TFlops.

Andaikan yang diukur adalah Peak Power maka posisi menjadi terbalik, dimana Nebulae dari Cina dengan 2984,3 TFlops memecahkan rekor dunia sebagai nomor satu, sedangkan Jaguar dengan 2331 TFlops tergeser ke posisi nomor dua. Posisi ketiga diduduki oleh Roadrunner dari DOE/NNSA/LANL di Los Alamos, yang sebelumnya terdaftar sebagai nomor dua dengan kinerja maksimal sebesar 1042 TFlops dan peakpower sebesar 1375 TFlops.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 08/2010

Membase 1.6.0 Beta 1

NorthScale, perusahaan web infrastruktur yang belum lama beroperasi, bersama dengan Zynga, perusahaan game sosial, dan NHN, perusahaan pembuat game dan search engine dari Korea Selatan, telah merilis Membase, database open source baru untuk NoSQL. Membase dirancang untuk aplikasi-aplikasi web dan dibuat berdasarkan memcached, yakni sistem cache yang tersimpan dalam memory.
Membase menambahkan kemampuan berbasis disk-memcached, bersama dengan manajemen penyimpanan hirarki, replikasi data, dan dukungan penyimpanan yang aman. NorthScale, yang didirikan oleh para pengembang proyek memcached, telah mengumumkan kalau versi beta dari versi enterprise komersial dari versi Membase Server juga telah tersedia, yang tergabung dengan layanan komersial server Memcached yang telah ada.

NorthScale menjelaskan kalau mereka ingin menciptakan solusi manajemen data elastis dengan latency rendah, cepat dan sederhana, mudah dikelola, memiliki throughput, dan rekonfigurasi cluster yang dinamis. Proyek ini juga bersifat open source, dan berlokasi di situs membase.org. Pada situs ini, pengembang dapat menemukan informasi dimana memperoleh versi source dan binari untuk kode Membase 1.6.0 Beta 1.

Sumber : Majalah Bulanan InfoLINUX edisi 08/2010