Friday, October 02, 2009

Instalasi Java Plug-in pada Firefox di IGOS Nusantara 3

Instalasi ini dibagi menjadi 2 tahap besar. Pertama adalah instalasi JAVA itu sendiri. Dan kedua memasukkan plugins JAVA ke dalam Firefox. Sebelum itu semua, terlebih dahulu download JRE dari http://java.com/en/download/manual.jsp. Pilih sistem operasi yang anda kehendaki. Dalam kesempatan ini, saya menggunakan Linux dan memilih paket Linux (selft-extracting file) sebesar 19 MB-an. Paket ini sudah saya download dan saya letakkan di ftp://dl1.batan.go.id/array1/VOL1/source_linux/ dengan nama "jre-6u11-linux-i586-rpm.bin".

I. Instalasi plugins JAVA

1. Masuk ke direktori dimana Java mau diinstall, katakan direktori /usr/java

-bash-3.2# cd /usr/java/

2. Salin file java yang anda dapat atau anda download ke direktori /usr/java. Kebetulan hasil download saya letakkan di /home/msmunir/Desktop dengan nama file "jre-6u11-linux-i586-rpm.bin"

-bash-3.2# cp /home/msmunir/Desktop/jre-6u11-linux-i586-rpm.bin .

3. Cek apakah file sudah tersalin di /usr/java

-bash-3.2# ls default jre1.6.0_04 jre-6u11-linux-i586-rpm.bin latest
-bash-3.2#

4. Ubah attribute file "jre-6u11-linux-i586-rpm.bin" ke a dan x

-bash-3.2# chmod a+x jre-6u11-linux-i586-rpm.bin

5. Jalankan file "jre-6u11-linux-i586-rpm.bin"

-bash-3.2# ./jre-6u11-linux-i586-rpm.bin

Sun Microsystems, Inc. Binary Code License Agreement

for the JAVA SE RUNTIME ENVIRONMENT (JRE) VERSION 6 and
JAVAFX RUNTIME VERSION 1

SUN MICROSYSTEMS, INC. ("SUN") IS WILLING TO LICENSE THE
SOFTWARE IDENTIFIED BELOW TO YOU ONLY UPON THE CONDITION
THAT YOU ACCEPT ALL OF THE TERMS CONTAINED IN THIS BINARY
CODE LICENSE AGREEMENT AND SUPPLEMENTAL LICENSE TERMS
(COLLECTIVELY "AGREEMENT"). PLEASE READ THE AGREEMENT
CAREFULLY. BY DOWNLOADING OR INSTALLING THIS SOFTWARE, YOU
ACCEPT THE TERMS OF THE AGREEMENT. INDICATE ACCEPTANCE BY
SELECTING THE "ACCEPT" BUTTON AT THE BOTTOM OF THE
AGREEMENT. IF YOU ARE NOT WILLING TO BE BOUND BY ALL THE
TERMS, SELECT THE "DECLINE" BUTTON AT THE BOTTOM OF THE
AGREEMENT AND THE DOWNLOAD OR INSTALL PROCESS WILL NOT
CONTINUE.

1. DEFINITIONS. "Software" means the identified above in
binary form, any other machine readable materials
(including, but not limited to, libraries, source files,
header files, and data files), any updates or error
corrections provided by Sun, and any user manuals,
programming guides and other documentation provided to you
by Sun under this Agreement. "General Purpose Desktop
Computers and Servers" means computers, including desktop,
laptop and tablet computers, or servers, used for general
computing functions under end user control (such as but not
specifically limited to email, general purpose Internet
browsing, and office suite productivity tools). The use of
Software in systems and solutions that provide dedicated
functionality (other than as mentioned above) or designed
for use in

....
....
kepanjangan, jadi gak ditulis semua he he he
....
Do you agree to the above license terms? [yes or no]
yes
Unpacking...
Checksumming...
Extracting...
UnZipSFX 5.50 of 17 February 2002, by Info-ZIP (Zip-Bugs@lists.wku.edu).
inflating: jre-6u11-linux-i586.rpm
Preparing... ########################################### [100%]
1:jre ########################################### [100%]
Unpacking JAR files...
rt.jar...
jsse.jar...
charsets.jar...
localedata.jar...
plugin.jar...
javaws.jar...
deploy.jar...

Done.
-bash-3.2#

6. Cek kembali hasil instalasi, khususnya direktori baru terkait dengan plugins JAVA ini.

-bash-3.2# ls -l
total 38540
lrwxrwxrwx 1 root root 16 2008-07-26 18:49 default -> /usr/java/latest
drwxr-xr-x 7 root root 4096 2008-07-26 18:49 jre1.6.0_04
drwxr-xr-x 7 root root 4096 2008-12-06 05:55 jre1.6.0_11
-rw-r--r-- 1 root root 19815397 2008-11-10 18:42 jre-6u11-linux-i586.rpm
-rwxrwxr-x 1 root root 19565413 2008-12-06 05:53 jre-6u11-linux-i586-rpm.bin
lrwxrwxrwx 1 root root 21 2008-12-06 05:56 latest -> /usr/java/jre1.6.0_11
-bash-3.2#

Terlihat ada direktori dimana plugins JAVA diletakkan, yaitu direktori "jre1.6.0_11"

7. Selanjutnya melakukan instalasi pada sisi Firefox.

II. Penambahan plugins JAVA ke dalam Firefox

1. Cari dimana kumpulan plugins diletakkan oleh Firefox

-bash-3.2# find / -name "plugins"

Ternyata ada di folder "/usr/lib/firefox-2.0.0.10/plugins/".
Untuk IGOS Nusantara 4, ada di folder "/usr/lib/mozilla/plugins/"
.
Kalau menggunakan IGN2010, ada di folder "/usr/lib/mozilla/plugins/".

2. Pindah ke folder "/usr/lib/firefox-2.0.0.10/plugins/".
Kalau menggunakan IGOS Nusantara 4, pindah ke folder "/usr/lib/mozilla/plugins/"
.
Kalau menggunakan IGN2010, juga pindah ke folder "/usr/lib/mozilla/plugins/".

-bash-3.2# cd /usr/lib/firefox-2.0.0.10/plugins/

untuk IGOS Nusantara 4 :
-bash-3.2# cd /usr/lib/mozilla/plugins/

3. Buat link simbolik plugins JAVA ke Firefox ini di folder plugins :

-bash-3.2# ln -s /usr/java/jre1.6.0_11/plugin/i386/ns7/libjavaplugin_oji.so

4. Restart Firefox anda. Bila perlu restart komputer anda.

Post test plug-in JAVA anda :
http://javatester.org/enabled.html
http://javatester.org/version.html

Demikian beberapa trik untuk menginstalasi plugins JAVA pad Firefox. Akhir kata, selamat mencoba.

Wednesday, September 30, 2009

Reformasi Birokrasi? Opini MSM

Dari uraian Pak HS, tampaknya ada butir-butir yang dapat saya garisbawahi dan akan menjadi pekerjaan rumah kita semua dan pihak-pihak terkait, misal :

  1. Menentukan beban kerja satker
  2. Menentukan beban kerja eselon III
  3. Menentukan beban kerja eselon IV
  4. Menentukan beban kerja setiap individu
  5. Menentukan quick win bidang Pertanian
  6. Menentukan quick win bidang Kesehatan
  7. Menentukan quick win bidang Industri
  8. Menentukan quick win bidang Energi
  9. Mendefiniskan, menentukan dan membangun Common Project
  10. Mendefiniskan dan menentukan Job Value
  11. Mendefiniskan dan menentukan Ballance Score Card
  12. Mendefiniskan dan menentukan Quality Management Systems

Kalau pekerjaan rumah ini dikerjakan dimasing-masing komputer, orang lain akan kesulitan untuk melihat dan menilai hasil pekerjaan. Untuk itu, teknologi informasi sudah menyediakan semacam sarana, yaitu blog. Mungkin sarana ini tidaklah terlalu pas, namun menurut hemat kami cukup membantu untuk memantau progres pekerjaan dan mendesimenasi suatu informasi ke publik. Dan setiap orang juga bisa menyumbang komentar demi perbaikan hasil pekerjaan.

Dengan blog, para nara sumber dapat dengan mudah meng-upload pokok-pokok pikirannya. Teknologi blog membuat orang yang sangat awam dengan teknologi HTML dan Web, akan mampu menuangkan ide, opini dan pemikiran dan bisa disampaikan ke publik.

Untuk mendukung upaya reformasi birokrasi, Teknologi Informasi yang bisa digunakan antara lain adalah repositori server. Diharapkan server ini adalah tempat menyimpan berbagai dokumen. Kami bisa membuat server ini public, restricted atau classified, jika diinginkan.

Untuk membangun sistem Balance Score Card, sebaiknya memanfaatkan Teknologi Informasi. Sehingga setiap individu bisa mencatat target dan kegiatan harian langsung ke ke dalam sistem via komputer. Yang menilaipun bisa melihatnya langsung (online) lewat layar komputer yang ada di atas mejanya. Laporan score pun bisa dicetak secara lebih mudah.

Mari kita manfaatkan teknologi blog ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.

Tuesday, September 29, 2009

Reformasi Birokrasi? Opini HS

Di bawah ini adalah opini Pak Hadi Susilo. Opini ini beliau kirim via e-mail. Moga-moga ia gak keberatan saya tayangkan via blog-ku. Saya pikir hal ini perlu diketahui publik dan sebagai tanggung jawab Tim Reformasi Birokrasi kepada publik.


Melalui media ini kami bermaksud mengkomunikasikan bbrp. hal sbb. :
  1. Dalam rangka momen Idul Fitri 1430-H, saya mengucapkan “Selamat atas capaian Fitrah” bagi yang telah meraihnya, serta mohon maaf atas segala kesalahan dalam kolaborasi dan kebersamaan selama ini.
  2. Sejalan dengan semangat reformasi, sebagaimana telah dicanangkan oleh BATAN tercinta (melalui berbagai kebijakan Pimpinan yang ada), menurut saya, perlu dipersiapkan suatu mekanisme yang memungkinkan dilakukan pemetaan beban kerja dan pengukuran/penilaian kinerja terkait. Dalam konteks ini, perlu dipetakan beban kerja tertentu yang harus dipikul oleh satker-satker yang ada, yang kemudian secara elaboratif diurai sampai dengan beban jabatan tertentu dan bahkan idealnya sampai dengan beban individu (masing-masing pegawai). Beban kerja ini, sejauh mungkin harus mewadahi seluruh program kerja BATAN, terutama yang telah tertuang dalam program utama dan telah ditetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU)-nya.
  3. Sebagaimana telah dibahas di forum rapat reformasi birokrasi beberapa waktu yang lalu, sebagai salah satu beban kerja yang penting adalah program kerja yang masuk dalam kategori “quick win”. Melalui forum ini, sebagaimana telah kami usulkan di forum rapat, perlu dimunculkan suatu program “quick win” yang memiliki “nilai jual” tinggi. Selain dalam wilayah kontribusi dan prestasi BATAN selama ini (Pertanian, Kesehatan, Industri), perlu juga dimunculkan kegiatan yang berpotensi kemanfaatan strategis seperti “pembuatan peta geologi daerah” (terutama paska gempa besar Aceh, Yogya, dan Tasikmalaya). Jika dimungkinkan, juga dapat dikreasikan suatu peta sumberdaya mineral/tambang tertentu dan air bawah tanah di berbagai daerah, dengan aplikasi teknologi nuklir yang telah dikuasai oleh BATAN. Jika ini dimungkinkan, kita berharap selain karya tadi dapat digunakan langsung oleh masyarakat, nantinya BATAN dapat juga berperan dalam menentukan “master plan” Tata Ruang dan Tata Guna Lahan di Indonesia. Dalam hal ini, kami menyadari bahwa persyaratan program “quick win” adalah memiliki daya ungkit yang memadai, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung, dan berdurasi paling lama 1 tahun. Paling tidak, usulan kami tadi, jika dimungkinkan untuk “cadangan” program “quick win” di tahun-tahun mendatang.
  4. Usulan lebih lanjut (namanya juga usulan), jika dimungkinkan perlu juga dikreasikan program unggulan dalam bentuk “common project” tertentu, misal pembuatan “small reactor” yang nantinya diarahkan untuk pemenuhan sumberdaya listrik di kawasan PPTN tertentu (misal Serpong). Jika ini dimungkinkan, diharapkan secara gradual akan menaikkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan BATAN dalam bidang penyediaan Energi, yang pada gilirannya akan berujung pada tingkat akseptabilitas tertentu terhadap pengoperasian PLTN di Indonesia. Untuk usulan yang ini, kami juga sadar akan kompleksitas masalah yang ada, termasuk konsekuensi regulasi terkait, tetapi dengan upaya bersama dibawah Pimpinan BATAN saat ini, insyaAllah bukan hal yang mustahil. Semoga dan semoga.. Amiin.
  5. Dalam konteks reformasi birokrasi, khususnya yang berelasi dengan skim “remunerasi”, beban-kerja tadi sangat berkorelasi dengan “job value” tertentu. Selanjutnya perlu dikreasikan suatu mekanisme pengukuran dan penilaian kinerja yang memadai. Sebagai bahan studi banding, di beberapa organisasi/perusahaan telah dan sedang mengadopsi metode pengukuran dan penilaian kinerja berbasis “Ballance Score Card”.
  6. Paralel dengan penyiapan berbagai perangkat administraitif dan teknis yang ada, semua proses manajemen yang berkait perlu dibingkai dengan suatu “quality management systems” yang memadai. Hal ini untuk menjamin terorganisirnya rangkaian aktivitas yang ada dan guna mengendalikannya secara produktif dengan basis keamanan dan keselelamatan yang handal.
  7. Menyusul dokumen UU. No. 11 Th. 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah kami kirim terdahulu, sebagai tambahan referensi, terlampir (attachment) kami kirimkan “soft-file” dari UU. No. 14 Th. 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU. No. 25 Th. 2009 tentang Pelayanan Publik. Download, klik disini.
  8. Akhirnya, untuk yang kesekian kalinya, saya mohon maaf jika tidak berkenan dan atas segala kesalahan serta kekurangsempurnaan.

Monday, September 28, 2009

Jenis-jenis pigtail wireless atau Wi-Fi

Kabel Pigtail untuk wireless atau Wi-Fi atau Microwave :

1. Pigtail Cable RP-SMA Female to N-Male Series
Cable : RG-58
Length : 50 cm
Connector : RP-SMA & N-Male Type
Price : Rp. 100.000,- / unit
Contoh : Pigtail Cable TP-Link TL-ANT24PT

2. Pigtail Cable RP-TNC to N-Male Series
Cable : RG-58
Length : 50 cm
Connector : RP-TNC & N-Male Type
Price : Rp. 100.000,- / unit

3. Jumper N-Male to N-Male
Cable : RG Low Loss
Length : 100 cm
Connector : N-Male Type di kedua sisi
Price : Rp 130.000,-
Biasa digunakan di Mikrtoik


Friday, September 25, 2009

ATV (All Terrain Vehicle)

ATV adalah sejenis sepeda motor namun memiliki 4 roda, bahkan ada yang memiliki 6 roda seperti produk Polaris. Sesuai namanya ATV, kendaraan ini diharapkan mampu menempuh berbagai medan, mampu dipindahkan secara mudah dan dapat diterjunkan dari udara (air transportable/droppable) untuk mendukung mobilitas pasukan infrantri. Itulah keinginan dasar yang ingin dicapai dengan kehadiran ATV.

Keberadaan ATV saat ini, lagi-lagi terinspirasi oleh keunggulan teknologi militer pasukan Jerman selama PD II. Saat itu namanya adalah Kettenkrad. Ini adalah sejenis kendaraan sepeda motor namun roda belakangnya menggunakan rantai seperti tank. Bisa ditumpangi oleh 2 orang atau lebih. Karena dikombinasikan dengan penggerak model rantai, Kettenkrad mampu digunakan untuk daerah bersalju. Sehingga Kettenkrad menjelma menjadi kendaraan tempur ringan yang serba bisa untuk satuan infrantri.

Pabrik yang memproduksi ATV antara lain adalah Suzuki, Yamaha, Honda, Kawasaki, Artic Cat, Polaris, John Deere, Bombardier, Lohr Fardier, Alpentre, Faun Kraka, Supacat. Tipe-tipe ATV antara lain : Polaris Sportsman 700MV, Polaris Sportsman 500, Polaris 330 Magnum, Yamaha Kodiak 400, Lohr Fardier FL 500, Faun Kraka 640, Honda FourTrax Rancher 4x4, John Deere Gator. Untuk informasi lebih lengkap mengenai berbagai merek dan tipe, silahkan kunjungi http://www.atv.com/.

Bagi yang memiliki informasi dimana bisa menyewa ATV, silahkan isi komentar di bawah ini. Jangan lupa cantumkan tarif dan lokasi. Bila perlu nomor telpon yang bisa dihubungi.

Sumber :
Majalah Commando, "War Machine Series: Military All-Wheel Drive", Mei 2009.

Wednesday, September 23, 2009

Port of Tanjung Priok

Port of Tanjung Priok atau Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan laut Internasional terbesar di Indonesia. Pengelola pelabuhan ini adalah PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II atau PT. Pelindo II. Kegiatan yang dilakukan antara lain tempat penambatan berbagai kapal pemerintah, kapal dagang, kapal pengeboran minyak, kapal angkut, dll. BPPT, Polri, TNI-AD, TNI-AL, Badan SAR Nasional, Pelni menggunakan pelabuhan ini sebagai base camp-nya.

Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT mengoperasikan 4 buah kapal riset maritim, seperti KR Baruna Jaya I, KR Baruna Jaya II, KR Baruna Jaya III, dan KR Baruna Jaya IV. Polri memanfaatkan pelabuhan ini sebagai pangkalan satuan Polisi Air dan juga sebagai tempat pendidikan untuk Polair. Beberapa jenis kapal milik TNI-AL juga mangkal disini, antara lain jenis fregat (nomor lambung 371, 375 dan 383), jenis Landing Ship Tank (nomor lambung 531, 536, 538 dan 543), jenis penyapu ranjau (nomor lambung 721, 723 dan 728), dan jenis angkut personil (nomor lambung 901, 924, 932, 959 dan 985). TNI-AD juga menambatkan beberapa kapal lautnya di pelabuhan Tanjung Priok di bawah pengoperasian Yon Bekang-4/Air.

Jika anda memiliki kesempatan berkeliling pelabuhan, akan anda temui juga berbagai jenis perahu dan kapal lain seperti perahu taxi (istilahnya service boat), kapal tunda atau pandu, kapal barang atau kargo, kapal penumpang, kapal ferry cepat, kapal pengeboran lepas pantai, kapal peti kemas, kapal pengolah limbah, galangan kapal apung, kapal sitaan. Service boat digunakan untuk antar jemput dari dermaga ke kapal-kapal yang sedang sauh jangkar di tengah laut. Kapal tunda atau pandu digunakan untuk menarik kapal yang sedang sauh jangkar ke tempat sandar bongkar muat barang.

Pelabuhan Tanjung Priok juga memiliki fasilitas terminal untuk penumpang antar pulau, terminal untuk bongkar muat peti kemas, rumah sakit untuk karantina hewan dan manusia, pengisian air bersih untuk kapal-kapal, lapangan timbun peti kemas, sinar-x ukuran peti kemas 40 ft.

Eh tahu gak, istilah ojek bermula dari pelabuhan ini. Yaitu ketika tetangga-tetangga ku setelah apel siang menyewakan motornya untuk mengantar orang-orang ke seantero pelabuhan. Kejadiannya sekitar tahun 1970 dan ternyata berlanjut hingga sekarang., meskipun orang-orangnya sudah berganti. Di samping ojek motor, malah ada ojek sepeda segala. Ojek dari kata ngobyek. Biar gampang menyebutkannya, sebut aja ojek.

Lihat juga :
PT. Pelindo II
Majalah Defender, Tahun I, No. 04, Pebruari 2006. Halaman 22 - 25
KLM Maruta Jaya 900
KR Baruna Jaya BPPT
KR Baruna Jaya LIPI
MSM Photo Gallery

Catatan:
KR Baruna Jaya V dan KR Baruna Jaya VI tidak pernah ada.

Stasiun Tanjung Priok

Saat aku kecil, Stasiun Tanjung Priok terlihat tidak terawat, kumuh, bau pesing, jorok, kotor, tempat prostitusi dan rawan kriminal. Stasiun jadi tempat berteduh para pelaku segala macam tindak kriminal, tempat tidur tuna wisma, tempat onggokan kereta rusak. Dan dulu tempat aku membuat pisau-pisauan dari paku dengan cara melindasnya di saat kereta lewat. Stasiun bener-bener tidak terawat. Namun sejak diresmikan oleh Presiden SBY pada 28 April 2009, suasana menjadi sangat berbeda. Gedung menjadi tampak bersih sekali, sangat jauh berbeda dibanding saat dulu.

Stasiun Tanjung Priok dibangun pertama kali pada tahun 1885, satu kilometer di sebelah utara bangunan yang ada sekarang. Kemudian pada tahun 1914 dibangun Stasiun Tanjung Priok yang baru dengan luas lahan 46.930 m2 dan luas bangunan 3.678 m2. Stasiun Tanjung Priok diresmikan pada tanggal 6 April 1925 bersamaan dengan pembukaan jalur Tanjung Priok – Meester Cornellis (Jatinegara).

Untuk ukuran stasiun sebesar ini, masalah terbesar yang dihadapi adalah perawatan dan tuna wisma. Menurut penuturan salah satu petugas, status stasiun kereta masih di bawah Departemen Perhubungan, sehingga pihak pengelola tidak dapat meminta alokasi dana perawatan ke PT. KAI. Jumlah pegawai yang mengoperasikan stasiun ini sekitar 100 pegawai.

Stasiun memiliki 6 jalur dengan alat pemindah jalur yang masih manual. Hampir seluruh bantalan rel sudah diganti dengan bantalan baru yang terbuat dari beton. Yang tidak berubah adalah bangunan induknya. Tampaknya, bangunan induk hanya dibersihkan, dicat dan dibenahi sana-sini, termasuk kaca mozaiknya. Tembok dan besi yang digunakan tampaknya masih cukup kokoh setelah berdiri hampir 80 tahun.

Saat ini di Stasiun Tanjung Priok telah dioperasikan Kereta Api KRL Ekonomi AC Tanjung Priok – Bekasi (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 10.30 dan 17.45 WIB), KRD Tanjung Priok – Cikampek (berangkat dari stasiun Tanjung Priok pukul 09.30 dan 16.20, yang jam 09.30 sampai Purwakarta) dan kereta ekonomi Kertajaya Tanjung Priok – Surabaya (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok Pukul 15.20). KA Kertajaya yang menggunakan jalur utara melewati Semarang Poncol, Cepu, Bojonegoro dan berhenti di Pasar Turi. Dulu juga sempat dioperasikan KA jurusan Solo Balapan, nampatnya tidak bertahan lama. Yang pernah aku rasakan adalah naik KRD hingga Purwakarta untuk berkemah di Wanayasa.

Lihat juga :
www.kereta-api.com
MSM Photo Gallery

Iklan yang menggunakan setting atau lokasi di Stasiun Tanjung Priok adalah :
  1. Mizone City Project, lihat pada 12 Peb 2012 jam 18:45 di Trans TV
  2. Ponds (Versi Afgan, Zahir, Dan Andhika)

Truk Tronton

Waktu kecil dulu, kalau lihat mobil truk dengan sepuluh roda, anak-anak menyebutnya truk tronton. Saya gak habis pikir, kenapa disebutnya truk tronton? Setahuku, namanya truk Reo Cargo. Begitulah yang aku baca di dashboard truk tersebut. Nama sebenarnya adalah "REO M35 2.5 ton Cargo Truck". Kalau gak salah buatan AM General, AS. Kemudinya saja ada di sebelah kiri, sesuai peruntukannya. Seperti kita tahu bersama, di AS mobil berjalan di sebelah kanan, seperti juga di Filipina, Kamboja, dan Laos. Negara-negara ASEAN lain sih di sebelah kiri, seperti di negri kita. Truk Reo Cargo digunakan untuk menarik meriam Russia tipe 57 mm AA gun S-60 atau 57mm/S-60.

Dari main-main di atas truk Reo Cargo M35 ini saat aku kecil di Asrama Resimen ARHANUD-1 di Tanjung Priok, aku jadi tahu kalau speedometer-nya menggunakan satuan mile/hour, (mph) bukan km/jam seperti kendaraan-kendaraan di Indonesia pada umumnya. Tentunya sang pengemudi harus waspada. Misal ia melihat jarum speedometer pada posisi 60, bisa saja itu berarti 100 km/jam, sebuah kecepatan yang sangat tinggi untuk ukuran sebuah truk. Jadi, pengemudi kendaraan ini harus mampu melakukan konversi secara cepat. Dan tidak hanya satuan speedometer saja yang perlu dikonversi, satuan suhu juga masih pakai Fahrenhait (bukan Celcius), satuan volume masih pakai gallon (bukan liter), dan banyak satuan lain yang perlu ditengarai, misal berat, panjang.

Kendaraan ini menggunakan bahan bakar solar. Ini adalah standar bahan bakar kendaraan militer. Solar adalah bahan bakar tidak mudah meledak atau mudah tersulut seperti bensin. Jika kendaraan terkena bahan peledak, kendaraan tidak meledak dua kali. Bayangkan jika bahan bakar menggunakan bensin, saat terkena ranjau atau bazoka atau bom lain, kendaraan akan meledak bukan saja karena bom tapi juga karena bahan bakarnya sendiri.

Selain AS, Korea Selatan juga memproduksi kendaraan jenis ini, khususnya KIA Motor. Truk buatan KIA sempat masuk ke Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari posisi kemudi. Kendaraan produk Korea menggunakan kemudi kanan. Kode produksi varian M35 dari KIA disebut KM-25.

Sumber :
REO M35 2.5 ton Cargo Truck
Wikipedia Truk Reo
Wikipedia Meriam S-60

Saturday, September 19, 2009

Ketinggalan Sholat 'Ied di Bangkok

Setiap kali ketemu Hari Raya 'Idul Fitri, aku selalu ingat saat ketinggalan sholat 'Ied. Saat itu aku sedang berada di KL (Kuala Lumpur). Pada hari-hari terakhir puasa, saya mencoba untuk meneruskan perjalanan ke Bangkok. Aku berharap bisa sholat 'Ied di Bangkok. Pengen tahu kayak apa sih sholat 'Ied di negeri Budha. Untuk itu saya pergi ke KL Sentral untuk beli tiket tren atau kereta api yang menuju Bangkok. Karena menjelang hari raya dan banyak yang pulang kampung, aku jadi gak kebagian tiket. Akhirnya aku mencoba alternatif yaitu menggunakan bas. Untuk itu aku segera pergi ke terminal bas Puduraya.

Sesampai di Puduraya, saya mencoba untuk melihat-lihat kawasan Puduraya. Kata orang, ini semacam kawasan para backpacker. Dan memang, kalau aku perhatiin banyak penginapan yang sangat murah di sini. Di sana sini ketemu orang bule dengan pakaian ala backpacker. Dan biasanya, jika ada backpacker ada warnet. Dan aku mencuba untuk berkirim e-mail ke tanah air untuk sekedar ngabarin posisi terakhir dan tujuan selanjutnya. Maklum udah 2 minggu meninggalkan tanah air.

Setelah beli tiket bas, bas segera meluncur dengan tujuan Butterworth, dekat Pulau Penang. Karena menurut petugas Stasiun KL Sentral, kemungkinan akan ada kereta api ke Bangkok tetapi melalui stasiun Butterworth. Tidak berapa lama setelah berangkat dari terminal Puduraya, bas berhenti sejenak di terminal Putrajaya untuk untuk mengambil penumpang lagi.

Bas meluncur melalui jalan bebas hambatan antara Johor Baru dan Butterworth. Sepanjang jalan sang sopir menyetel radio dengan lagu-lagu India. Maklum supirnya keturunan India. Mustinya ia memperdengarkan lagu-lagu yang netral yang bisa dinikmati oleh banyak penumpang. Bukan lagu-lagu yang bisa dinikmati oleh dirinya sendiri. Dalam suasana lebaran, banyak pengendara motor menggunakan sarana jalan tol, khususnya jalur paling kiri. Kalau di sini disebut dengan jalur bahu jalan. Tampaknya tidak ada larangan motor untuk menggunakan jalan tol. Kalau tidak salah, jalan tol ini dibangun oleh Mbak Tutut dengan pembayaran, salah satunya, ditukar dengan mobil Proton Saga. Hebat juga ya .... kita.

Pengguna jalan tol umumnya gak berani ngebut karena pada titik-titik tertentu dipasang kamera pemantau kecepatan. Alat tersebut kalau gak salah bisa mengambil foto kendaraan yang melampui kecepatan lengkap dengan foto kendaraan (plat nomor pasti kelihatan kan) dan nilai kecepatannya.

Sesampai di Butterworth saya langsung menuju stasiun tren. Ternyata tren baru ada esok pagi. Untuk ngirit pengeluaran saya terpaksa tidur di kursi panjang yang ada di stasiun. Gak seperti di Indonesia, kita bisa numpang di Masjid. Di Singapura dan Malaysia, dijamin akan diusir petugas. Apalagi di kedua negeri ini terkenal dengan banyak TKI dan TKW yang bermasalah. Mungkin kita bisa dianggap salah satunya.

Jam 06:34 pagi Waktu Malaysia, tren "Ekspres Langkawi (EL8)" milik perusahaan "Kereta Tanah Melayu Berhad" (KTM) berangkat menuju Hat Yai, Thailand Selatan. Jadi gak bisa langsung menuju Bangkok. Harus ganti kereta api di Hat Yai. Sampai di Hat Yai sekitar jam 10:15 pagi. Aku menggunakan tren "Kelas 2 Dingin (CMB)", begitu bunyi di tiket yang saya beli di Butterworth. Harga tikernya RM 13.00. Di tengah perjalanan kereta api yaitu sesaat sebelum memasuki wilayah Thailand, kereta api berhenti dan penumpang harus turun dan diperiksa di pos imigrasi. Semua penumpang turun (tanpa barang bawaan) untuk dicek di pos imigrasi Padangbasar, baik oleh imigrasi Malaysia maupun oleh imigrasi Thailand. Passport di stempel di kedua sisi pos imigrasi. Karena sesama anggota ASEAN, aku gak perlu pakai visa atau membayar visa. Namun ni akan berbeda jika kita masuk ke wilayah Kamboja, Vietnam dan Laos, meskipun sama-sama anggota ASEAN. Bersiap-siaplah merogoh US$ 25.

Di sepanjang perjalanan kereta api dari Butterworth - Padangbasar - Yala - Hat Yai, aku sempat ngobrol-ngobrol dengan warga Malaysia yang mau menengok keluarganya di Pattani, Thailand Selatan untuk berlebaran. Ia bilang kalau di Thailand, Hari Raya Aidil Fitri jatuh satu hari lebih cepat dibanding dengan di Malaysia atau Singapura. Pupus sudah harapan untuk bisa sholat 'Ied di Bangkok.

Sesampai di Hat Yai, aku turun dan mencari tiket kereta api ke Bangkok. Di Hat Yai memang agak sulit berkomunikasi, bahasa melayu gak bisa, english juga gak bisa, ya... akhirnya pakai bahasa isyarat. Aku ikut-ikutan saja dengan para backpacker lain. Tiket Hat Yai - Bangkok seharga 455 Baht untuk kelas 2. Karena kereta berangkat jam 16:12, aku menyempatkan diri untuk keliling-keliling sambil melihat kehidupan di propinsi muslim di Thailand ini. Dulu sih masih aman dan damai, gak seperti sekarang banyak konflik dengan pemberontak. Di sini makanan selalu ditulisan halal, jadi saya gak repot untuk menyantap makanan halal. Aku juga sempat melihat ada sebuah toko sepatu Bata, sepatu kesukaanku sedari kecil. Dalam gambar terlihat stasiun kereta api Bangkok mirip stasiun Kota di Jakarta.

Ketika Cinta Bertasbih 2 ada di Botani Square XXI, Bogor

Pagi-pagi, istriku sudah mengajak nonton KCB2. Awalnya mengajak nonton di Depok Twon Square (DETOS) atau di Serpong aja biar gampang. Karena kebetulan pagi itu aku harus ke bengkel untuk cuci mobil dan ganti oli dan mampir ke kantor untuk beberapa urusan. Memang sih ada sedikit kerjaan di kantor meskipun hari itu sedang libur nasional atau cuti bersama. Beberapa tersebut antara lain ambil tustel, restart NMS Server yang hang, cek memori RAM komputer Lab untuk keperluan percepatan pengajuan bahan komputer, mengecek kesiapan petugas piket selama libur panjang.

Setelah selesai melakukan beberapa kerjaan di kantor, aku menyempatkan diri sholat Jum'at di Masjid Bahrul Ulum di Komplek Puspiptek. Enaknya sholat di mesjid Puspiptek adalah bisa ketemu temen-temen kantor yang biasanya gak sempet ketemu di kantor. Meskipun satu gedung dan satu kawasan pun, sulit rasanya untuk bisa saling bertegur sapa, mungkin karena kesibukan masing-masing. Di mesjid inilah tempat untuk ber-silaturrahmi dengan kolega, bahkan yang sudah pensiun atau sudah pindah kerja untuk lembaga di luar Puspiptek.

Dari kabar yang aku terima, akhirnya istriku sudah beli tiket KCB2 di Botani Square XXI yang jam 14.40. Kalau yang jam 12.15 gak mungkin, kan musti sholat Jum'at. Botani Square XXI adalah tempat saat nonton KCB1. Dan karena ini film untuk dewasa, maka anakku gak aku ajak. Eh disana malah ketemu murid-murid (santri) istriku yang se-usia anakku, weleh-weleh...

Seperti saat menonton KCB1, nonton kali inipun menguras air mata, entah kenapa. Belum apa-apa aku sudah terlihat cengeng, yaitu saat Azzam (masih diperankan M. Kholidi Asadil Alam) bertemu bundanya Bu’e Malikatun (Niniek L. Karim) setelah berpisah 9 tahun karena kuliah di Universitas Al-Azhar, Cairo. Setelah Azzam pontang-panting berjualan tempe dan macam-macam usaha di Cairo akhirnya selesai juga kuliahnya. Aku jadi inget betapa lama kuliahku hanya gara-gara musti cari duit dan inget Ayah-Ibu ku yang hingga detik ini aku belum bisa membahagiannya seperti yang aku impikan.

Belum lagi kisah perjalanan Azzam hingga akhirnya menemukan cinta sejatinya pada diri Anna Althafunnisa (diperankan oleh Oki Setiana Dewi). Sosok Anna adalah dambaan bundanya Azzam, meskipun akhirnya Ibunya tidak terlalu mengharapkan Anna karena sudah dipersunting oleh Furqon (Andi Arsyl Rahman Putra). Dalam film ini, bundanya Azzam meinggal dunia karena kecelakaan motor sesaat setelah permintaan ke Pak Kyai Luthfi (Deddy Mizwar) ditolak. Pak Kyai Lufti menolak permintaan ceramah nikahnya Azzam dengan dr. Vivi karena merasa gak pantas melakukannya akibat perceraian Anna dengan Furqon. Dalam kecelakaan saat hujan tersebut, kaki kanan Azzam harus dioperasi. Kejadian ini jadi mengingatkan saat aku harus ditopang alat bantu jalan (kruk) untuk hampir 6 bulan karena kecelakaan motor di gerbang kantor sepulang dari lembur. Cape sekali rasanya jalan pake kruk. Padahal hidup harus terus bergulir.

Yang membuat aku salut ama orang-orang film adalah untuk pengambilan gambar satu scene atau untuk beberapa detik saja, persiapannya bisa berhari-hari. Seperti prosesi pernikahannya Anna dan Furqon atau kecelakaan motor Azzam. Belum lagi mimik para pemeran yang sangat natural padahal kenyataannya sedang ditonton kru yang begitu banyak. Belum lagi pengisi musik yang begitu pas dan selaras dengan ceritanya. Pokoknya salut deh. Wajar lah kalau bisa menjadi box office.

Dan bintangnya mau menemin nonton. Ini yang membuat hubungan emosi antara pemeran dan penonton bisa terjalin, meskipun hanya sebuah cerita belaka. Ini yang aku alami saat nonton di Botani Square XXI pada tanggal 18 September 2009 jam 14.45 - 17.00. Di sana ketemu pemeran Anna dan Furqon.

‘KCB 2′ masih diperankan oleh aktor dan aktris yang sama. Namun banyak tambahan aktor kawakan dan beken, seperti Dude Harlino (as Ust. M. Ilyas), Asmirandah (as dr. Vivi), Gito Gilas (as Pak Mahbub), Cici Tegal (as Bu Mahbub), Neno Warisman (as Bu Fadilah), Taufik Ismail (as Himself), dan Unang Bagito (as Kang Paimo). Semua tim kreatifnya pun tetap sama. Chaerul Umam bertindak sebagai sutradara dan Imam Tantowi yang menulis naskah adaptasi dari buku Habiburrahman El Shirazy (bukan Sirojul lho, he he he) tersebut.

Lihat juga :
http://oaseadwan.info/2009/08/21/inilah-sinopsis-film-kcb-2/
http://www.filmketikacintabertasbih.com/